Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
Part 245


__ADS_3

Fabian kesal sekali dengan adik nya itu dia berani sekali menggoda nya membuat dia tadi membentak Marsha bahkan dia pun kini terlihat sangat kesal kesal di buat nya


“Kau suka sekali ya menggoda ku , mau mati kau ini .” Kata Fabian


“Ayolah kak aku hanya bercanda saja bahkan aku juga paham sekali bagaiamana kakak ipar ku itu , dia mana mungkin berani melakukan hal itu . Kau kan sangat kejam sekali dengan dia .” Kata Tama


“Rupa nya saat ini ada yang bucin bahkan seperti nya akan melebihi Alex .” Kata Ben


“Apa yang kau katakan bodoh .” Kata Fabian yang menatap mereka semua dengan tatapan tidak suka nya karena mereka mengejek dia terus menerus sejak tadi


“Joe kemana ?”. Tanya Fabian


“Bukan nya kau memberikan nya pekerjaan jadi dia pasti masih mencoba untuk menyelesaikan pekerjaan nya agar kau tidak marah terus kepada nya .” Kata Sandy


“Seperti nya sinyal mulai muncul dan kita akan bisa mengetahui dimana Karl berada .” Kata Ben


“Jika dia sudah di sini pantau terus .” Kata Fabian


“Apa ini alasan mu membawa Marsha ke rumah ini sebab tidak ada yang tahu tempat ini selain kita berempat saja dan Tama ?.” Tanya Ben


“Jangan lupa Alex sudah datang ke sini tadi dia juga tahu tempat ini .” Kata Tama


“Alex , dia datang kemari . Untuk apa ?.” Tanya Sandy kaget mendengar nya


“Dia adalah ipar Marsha dan istri nya adalah kakak Marsha jadi tidak masalah bukan jika dia datang ke sini .” Kata Fabian

__ADS_1


“Itu hanya alasan saja .” Kata Tama


Bug


Bantal sofa pun mendarat dengan sempurna di muka Tama karena Fabian sudah tidak tahan sebab sang adik terus saja menggoda nya sejak tadi membuat dia bertambah kesal saja saat ini kepada Tama


“Kekerasa selalu melekat pada diri Mu bung . Kasihan sekali kakak ipar ku suami nya temperamental sekali .” Kata Tama


“Seperti nya kau memang ingin aku lempar ke laut sekarang agar bisa bungkam .” Kata Fabian


Tama hanya menyengir saja dia tidak perduli dengan ucapan Fabian karena se jahat apapun kakak tiri nya itu dia selalu baik dan selalu melindungi diri nya sejak dulu jadi ya tidak mungkin juga Fabian Menyakiti nya itu sungguh tidak ada dalam benak Tama sama sekali


Dalam perjalan pulang Jesi pun terlihat sangat bahagia sekali bahkan berkali-kali dia juga mencium sang suami sebab suami nya itu sudah mengabulkan apa yang dia inginkan


“Terima kasih banyak ya sayang kamu sangat pengertian sekali bahkan apapun selalu kamu berikan kepada ku .” Kata Jesi


“Seperti nya Fabian tidak seburuk itu . Aku melihat jika dia menyukai Marsha hanya saja gengsi dia mungkin terlalu tinggi sama hal nya dengan kamu dulu .” Kata Jesi


“Jangan sama kan aku dengan dia sayang karena kami berbeda bahkan aku tidak suka jika di samakan dengan nya .” Kata Alex


Jesi mencium pipi Alex agar sang suami tidak kesal sebab dia di samakan dengan ya bisa di bilang musuh nya sendiri dan dia tidak menyukai hal itu sama sekali


“Oh ya aku harus memberi tahu papa tentang kabar Marsha karena papa sangat khawatir sekali dengan dia .” Kata Jesi


“Kamu , kenapa masih saja baik dengan mereka bahkan mereka sudah membuang kamu dan tidak perduli dengan kamu hingga menikahkan kamu dengan ku .” Kata Alex sambil tetap mengelus rambut istri nya

__ADS_1


“Aku justru harus berterima kasih kepada mereka sebab sudah menikahkan ku dengan lelaki yang sangat baik dan bertanggung jawab sekali bahkan aku sangat diratukan oleh suami ku itu sungguh kebahagiaan yang sangat baik sekali dan tak ternilai dan itu adalah hal besar yang baik yang mereka berikan kepada ku .” Kata Jesi


“Memang awal nya aku tidak suka dan benci sekali dengan kamu tapi lama kelamaan aku jadi cinta sama kamu . Kamu melakukan apa ya sehingga aku bisa luluh seperti ini .” Kata Alex


“Entah lah aku pun juga bingung kenapa cepat sekali tuan Alex jatuh hati kepada istri nya .” Kata Jesi


Alex hanya tersenyum saja sambil mengeratkan pelukan nya . Tak terasa juga dia sudah sampai di rumah kini dia mengambil alih Lexa dan menggendong nya masuk ke dalam untuk menaruh dia di tempat tidur agar tidur nya bisa nyenyak juga sebab sejak tadi dia juga beberapa kali bergerak-gerak tentu pasti dia tidak nyaman sekali ketika tidur di gendongan dan berada di dalam mobil juga


“Kau sudah merasa bagikan Luis ?.” Tanya Joe


“Gila si Fabian padahal gue hanya membawa istri nya jalan-jalan saja dan tidak menculik nya kenapa dia bisa semarah itu . Muka tampan ku berkurang drastis karena dia .” Kata Luis


“Jangan melakukan hal itu bukan nya kau sangat Fabian kenapa kau sangat bodoh sekali .” Kata Joe


“Aku hanya kasihan saja dengan Marsha dan lagi bagaimana kondisi dia apa dia baik- baik saja sebab Laura sudah menyerang dia ?.” Tanya Luis


“Kekhawatiran mu ini jika Fabian mendengar nya pasti kau tahu apa yang akan dia lakukan bukan .” Kata Joe


“Aku hanya bertanya saja tidak ada maksud lain .” Kata Luis


“Jika aku dan yang lain yang mendengar nya pasti merasa biasa saja tapi Fabian tidak akan seperti itu . Ingat lah dia sudah kulai menaruh hati kepada istri nya dan mungkin saja balas dendam kita kepada Alex tidak akan terjadi karena hati Fabian sudah melemah saat ini .” Kata Joe


“Sial benar juga , jika dia sudah jatuh cinta pasti apapun akan dia lakukan untuk wanita nya sungguh itu tidak akan baik untuk rencana kita ke depan nya .” Kata Luis


“Lalu apa kau memiliki rencana untuk membuat Fabian tidak jatuh hati kepada istri nya ?.” Tanya Joe

__ADS_1


Dia tidak suka jika hati Fabian melemah karena dia tidak ingin jika harus terus kalah dari Alex bahkan dia ingin sekali menghancurkan Alex tapi jika Fabian mencintai adik Jesi pasti hal itu sangat menghambat sekali rencana yang sudah mereka susun sejak awal dan akan menjadi kacau serta sangat berantakan sekali kedepan nya karena ketua mereka sudah mulai melunak saat ini hati nya dengan wanita yang sudah menjadi istri nya itu . Bahkan Fabian bisa melakukan segala cara untuk melindungi Marsha seperti menghancurkan Laura wanita yang dulu sangat dia cintai dan dia sayangi selama beberapa tahun


__ADS_2