Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
AKU MOHON


__ADS_3

Sementara itu di dalam kamar utama milik Austin, saat ini Maureen yang sedang istirahat kembali mendapatkan mimpi buruk nya.


"Pergi! aku bilang pergi, kau bukan orang itu, kau pembunuh, aku benci kepada mu!"


Maureen terus berteriak - teriak di dalam mimpi buruk nya tersebut.


"Nona Maureen bangun, nona bangun."


Maureen langsung kembali membuka mata begitu Maureen merasakan jika ada yang menepuk pundaknya berkali - kali.


"Dokter Jean."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Maureen langsung memeluk dokter Jean dan menangis di dalam pelukan dokter Jean.


"Ada apa nona Maureen?"


"Aku, aku, aku bermimpi buruk lagi dokter."


Dengan Isak tangis Maureen mengatakan hal tersebut kepada dokter Jean, Maureen mengatakan hal tersebut di dalam pelukan dari dokter Jean.


"Semuanya akan baik - baik saja nona Maureen, itu hanya mimpi jadi nona tidak perlu untuk khawatir."

__ADS_1


Dokter Jean mengatakan hal tersebut sambi menepuk - nepuk bahu Maureen.


Cukup lama untuk dokter Jean bisa menenangkan kembali Maureen di dalam kamarnya.


"Dokter Jean maafkan aku yang telah merepotkan mu, apa yang membuat mu kemari dokter? apakah ada sesuatu hal yang penting sehingga membuat mu sampai datang ke kamar menjelang malam?"


Maureen mengatakan hal tersebut sambil mengendurkan pelukannya dan seketika itu juga dokter Jean langsung kembali teringat akan tujuan utamanya bertemu dengan Mauren.


"Ah maafkan aku nona Maureen, namun kedatangan ku kemari ingin memberitahukan mu sesuatu."


Maureen yang mendengarkan perkataan dokter Jean kini hanya bisa mengernyitkan dahinya.


"Apa yang akan kau katakan kepadaku dokter Jean?"


Maureen langsung menarik nafasnya dalam - dalam ketika mendengarkan perkataan dari dokter Jean.


"Ya aku siap dokter, aku yakin kabar yang dokter bawa kali ini pasti bukan kabar baik, itu sebabnya dokter sampai mengatakan hal ini kepada ku sendiri di dalam kamar."


Dan dokter Jean langsung menganggukkan kepalanya.


"Kau benar nona Maureen, ini tentang tuan muda Austin, suami anda."

__ADS_1


Deg


Maureen langsung terdiam ketika mendengarkan perkataan dokter Jean, firasat nya yang tidak enak telah terjadi sesuatu hal tentang Austin sungguh tepat sekali dengan berita yang akan di bawakan oleh dokter Jean.


"Katakan saja dokter."


"Saat ini tuan muda Austin sedang berada di dalam rumah sakit di dalam ruang unit gawat darurat."


Deg


Sungguh kali ini tubu Maureen terkulai lemas ketika mendengarkan perkataan dari dokter Jean.


"Apa? apa maksud dokter? apa yang sebenarnya terjadi dengan tuan muda Austin? mengapa tuan muda sampai berada di sana?"


Ke dua mata Maureen memerah saat Maureen mengatakan hal tersebut kepada dokter Jean.


"Ceritanya panjang nona Maureen, tuan muda Austin terkena luka tembak pada punggungnya dan itu semua terjadi karena ada seseorang yang berhasil masuk ke dalam lapangan ketiak tuan muda Austin sedang berkuda."


Air mata Maureen langsung mengalir dengan deras ketika mendengarkan kabar tersebut.


"Dokter, apakah anda bersedia mengantarkan aku untuk bertemu dengan suami ku di rumah sakit, dokter aku mohon antarkan aku, aku mohon."

__ADS_1


Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih


__ADS_2