Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
PCSM 114


__ADS_3

Setelah kepergian Fahri dan Evan, Zian melanjutkan pekerjaannya yang bertumpukan. Laki-laki itu sedang serius membaca satu-persatu map yang tersusun di meja kerjanya. Hingga kedatangan Anita membuyarkan konsentrasinya.


"Selamat pagi," sapaan Anita pagi itu terdengar tak bersemangat, membuat Zian mengernyit.


"Ada apa denganmu? Sepertinya kau tidak bersemangat," ucap Zian tanpa mengalihkan tatapannya dari berkas di tangannya.


Anita langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa, lalu menatap Zian dengan wajah sedih. Jika hanya berdua dengan Zian, Anita menunjukkan sisi rapuhnya yang tidak pernah dia tunjukkan pada orang lain selain kepada Zian.


Menyadari gelagat Anita yang tidak biasanya, Zian menghentikan aktivitasnya sejenak, lalu menatap sahabatnya itu.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Zian.


Anita menatap Zian dengan wajah yang terlihat khawatir. Seperti memendam beban besar.


"Alex..." jawabnya dengan suara nyaris berbisik. Zian meletakkan map di tangannya ke atas meja mendengar Anita menyebut nama itu.


"Informasi apa yang kau temukan?"


"Aku tidak menemukan apapun. Tapi kau dan Naya harus lebih berhati-hati. Aku yakin Alex sedang menyiapkan balas dendam untuk kalian," ujarnya.


Zian hanya tersenyum tipis mendengar ucapan wanita yang sudah menemani hari-harinya selama delapan tahun itu.


"Aku lebih mengkhawatirkanmu, Marissa!" ucap Zian," Sebelum menjangkauku, mungkin dia akan merencanakan sesuatu untuk membalasmu."


"Aku tidak peduli dengannya. Aku bisa menghadapi sepuluh Alex sekalipun. Aku hanya..." Anita menggantung ucapannya saat pintu ruangan itu terbuka. Dimas muncul dari balik pintu menghentikan pembicaraan itu.


"Selamat pagi, Bos!" sapa Dimas dan langsung masuk. Dimas duduk di sofa tidak jauh dari Anita.


Zian yang melihat raut kegundahan dari wajah Anita langsung berdiri dan duduk di sebelah Anita. Dia menggenggam tangan Anita dengan erat.


"Aku tahu, kau sangat tangguh. Kau tidak membiarkan siapapun menginjakmu. Tapi sungguh, aku benar-benar tidak ingin terjadi sesuatu padamu. Kau tahu kan, kau sangat berharga bagiku," ucap Zian.


"Aku tidak apa-apa, sungguh!" Anita berusaha meyakinkan Zian bahwa dirinya baik-baik saja. Namun, Zian sangat mengenal asistennya itu.


"Alex mungkin saja sudah memberitahu Kenzo dimana kau berada. Jika itu terjadi, aku tidak bisa lagi menyembunyikanmu. Kenzo pasti akan mencarimu walaupun dia tahu kau bersamaku."


Dimas yang tidak mengerti isi pembicaraan dua orang itu hanya menatap mereka bergantian. Dengan pertanyaan-pertanyaan yang bermunculan di benaknya.


Siapa yang mereka maksud dengan Kenzo? Dan ada hubungan apa antara bos, Anita dan seseorang bernama Kenzo. Ini pertama kalinya aku melihat Anita seperti menahan takut. Bahkan saat bos hanya menyebut nama Kenzo. Apa jangan-jangan Kenzo yang mereka maksud adalah... Ya ampun, jangan sampai! batin Dimas.


Karena dibelenggu rasa penasaran, akhirnya Dimas memberanikan diri bertanya.


"Bos, Kenzo itu siapa?"


Zian dan Anita saking melirik mendengar pertanyaan dari Dimas. Bahkan, lirikan itu hanya dapat diartikan oleh mereka berdua. Sesaat kemudian, Anita kembali menundukkan kepalanya.


"Kau pernah dengar geng mafia terkejam di dunia? Geng Mara Salvatrucha? Geng mafia terbesar asal Amerika?" tanya Zian.


"Tidak, Bos!"


"Mara Salvatrucha adalah geng mafia asal Amerika. Mereka paling ditakuti di dunia. Dan Kenzo adalah seorang bos mafia. Apa kau pernah dengar nama Kenzo Salvatrucha ?"


Wajah Dimas langsung berubah mendengar nama yang baru saja disebut Zian itu. Namun, dia berusaha menyembunyikan keterkejutannya.


"Ti-tidak! Aku tidak pernah dengar!" jawabnya gelagapan.


Zian menghela nafas panjang, lalu melirik Anita sekilas, "Boleh aku memberitahunya?"


Anita menjawab dengan anggukan kepala.


"Dia dikenal sebagai Kenzo Salvarutcha, seorang bos mafia yang sangat kejam. Satu-satunya bos mafia di negara ini yang belum pernah berhadapan denganku. Karena kekejamannya, dia dijuluki reinkarnasi Mara Salvarutcha. Kenzo adalah mafia gerbong narkoba, perdagangan manusia, bahkan organisasi pembunuh bayaran."


Dan, ucapan Zian itu membuat Dimas merinding. Lalu melirik Anita dengan wajah takut. Ketakutan Dimas pada sosok Anita semakin menjadi-jadi.


"Lalu apa hubungannya Anita dengan mafia yang bernama Kenzo itu?" Pertanyaan Dimas itu seketika membuat wajah Anita memucat. Zian yang melihat wajah pucat Anita langsung berusaha menenangkannya.


"Tenanglah! Selama aku masih hidup, tidak akan kubiarkan dia menemukanmu!" ucap Zian seraya mengeratkan genggaman tangannya.


Rasa penasaran semakin menggerogoti jiwa Dimas yang melihat Anita begitu ketakutan. Selama ini, Anita terkenal tidak pernah takut pada apapun. Namun, hanya mendengar nama Kenzo Salvarutcha saja sudah membuatnya gemetaran.


Ada apa dengan Anita. Ini pertama kalinya aku melihatnya ketakutan seperti itu. Ada hubungan apa dia dengan Kenzo Salvarutcha? Dan ada apa antara dia dan bos. Mereka sangat dekat dan saling menjaga.


"Emm... Maaf sepertinya pertanyaanku salah." Dimas menundukkan kepalanya dengan ekor matanya yang melirik Anita. Wanita yang selama ini terlihat sangat tangguh itu mulai menunjukkan kelemahannya.

__ADS_1


Sepertinya aku harus mencari tahu masa lalu Anita. Batin Dimas.


Sesaat kemudian, Anita tersadar dari lamunannya.


"Aku harus kembali ke ruanganku, permisi!" Anita berdiri dari duduknya, lalu beranjak keluar dari ruangan itu, meninggalkan Zian dan Dimas berdua.


Dimas masih berkutat dengan sejuta pertanyaan di benaknya. Baginya Anita dan Zian adalah paket paling misterius yang dikirim Tuhan ke dalam hidupnya.


"Ada ada dengannya, Bos? Kenapa dia sangat aneh?" tanya Dimas.


Zian melirik ke arah pintu, hendak memastikan bahwa Anita benar-benar sudah tidak ada di sana. Laki-laki itupun menatap Dimas dengan serius.


"Dimas, boleh aku minta tolong sesuatu?" tanya Zian kemudian.


"Apapun untukmu, Bos!" kata Dimas dengan santainya.


"Kau tahu, kan... Selain Naya, Anita adalah orang yang paling berharga dalam hidupku. Jangan pernah biarkan Anita pergi sendiri. Aku memberimu tugas untuk selalu bersamanya kemana pun Anita pergi! Bahkan bila perlu, kau menjadi bayangannya!"


Dimas membelalakkan matanya mendengar perintah dari bos nya itu. Perintah yang baginya seperti hukuman mati.


"Kau serius, Bos? Kau tidak sadar semengerikan apa wanita monster itu? Dia akan menembakku kalau aku salah bicara sedikit saja."


Zian hanya terkekeh mendengar ucapan Dimas. "Kau belum mengenalnya dengan baik. Jika kau mengenalnya lebih dekat, pendapatmu tentangnya akan berubah. Anita hanyalah seorang gadis yang butuh perlindungan. Aku sudah menyembunyikan Marissa selama delapan tahun, dan membentuknya menjadi Anita."


"Maksudnya?"


"Kau akan tahu nanti. Sekarang, aku minta kau menjadi kutunya Anita. Pergilah kemanapun Anita pergi. Jangan biarkan dia sendiri!"


"Baiklah," ucap Dimas dengan penuh keterpaksaan.


Lindungi aku dengan doamu ibu! Bos baru saja memberiku tugas berat yang seperti eksekusi mati. Mengikuti monster gila itu kemana pun dia pergi.


*


*


*


****


Naya tergesa-gesa menuruni tangga begitu mendengar suara mobil terhenti di depan rumah. Membuat seorang asisten rumah tangganya mengusap dada.


"Nona, berhati-hatilah menuruni tangga. Kalau tuan tahu, Nona bisa kena marah!"


"Ssttt!!! Maaf Bibi, aku khilaf! Hehe..." ucap Naya pada wanita paruh baya itu.


Begitu Zian muncul dari balik pintu, Naya langsung menabrakkan dirinya ke tubuh suaminya itu.


"Kenapa kau pulangnya lama? Aku kan menunggu sejak tadi." Naya bergelayut manja pada suaminya itu.


"Maaf, Sayang... Aku banyak pekerjaan," ucapnya seraya membelai rambut panjang sang istri. "Kau sudah makan?"


"Sudah. Bibi membuat makanan yang sangat enak."


"Baguslah..." Zian merangkul Naya masuk ke dalam. "Ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu."


"Apa?"


"Ayo kita bicara di kamar saja!"


"Tuan, anda tidak makan malam dulu?" tanya wanita paruh baya yang mengekor di belakang tuannya.


"Tolong bawakan ke kamar saja, Bibi! Terima kasih!" ucap Zian pada wanita itu.


"Baik, Tuan!"


Setibanya di kamar, Zian mendudukkan Naya di sofa, lalu berjongkok di depannya. Naya dapat melihat raut wajah Zian yang lain dari biasanya.


"Ada apa? Apa kau ada masalah?" tanya Naya seraya membelai wajah Zian.


"Tidak, tapi..."


"Tapi apa?" Zian menggenggam jemari sang istri lalu memberi kecupan singkat di kening.

__ADS_1


"Sayang, apa kau keberatan kalau aku menempatkan beberapa orang untuk menjagamu? Maksudku bukan beberapa orang, tapi beberapa puluh orang."


Naya terlonjak kaget mendengar ucapan sang suami. "Kenapa aku harus dijaga puluhan orang? Kau pikir aku tuan putri dari sebuah kerajaan? Aku hanya manusia biasa."


"Tapi bagiku kau adalah ratuku yang harus dijaga!"


"Apa aku sedang dalam bahaya?" Naya memberanikan diri bertanya.


"Tidak, Sayang... Kau akan aman selama aku masih hidup." Zian menangkup wajah Naya lalu memberi kecupan di bibir.


Susah payah, Naya melepaskan diri dari ciuman yang membuatnya kewalahan itu.


"Lalu kenapa aku harus dijaga?"


"Aku hanya tidak mau terjadi apa-apa padamu. Jadi aku mohon, untuk sementara kau jangan keluar rumah."


"Baiklah, aku akan menuruti apapun katamu!"


Tidak lama, terdengarlah suara ketukan pintu. Zian langsung berdiri dan membuka pintu kamarnya.


"Tuan, saya membawa makan malam anda!" kata wanita paruh baya itu. Zian meraih nampan berisi menu makan malamnya dan meletakkan di meja.


"Terima kasih, Bibi! Istirahatlah!"


"Baik, Tuan!"


Zian kemudian duduk di sofa, lalu mengambil sendok dan memberikannya pada Naya.


"Tolong suapi aku!" pinta Zian pada sang istri.


Kenapa dia jadi seperti anak kecil yang minta disuapi? Biasanya kan dia yang menyuapiku. batin Naya.


***


BERSAMBUNG.


maaf ceritanya jadi gaje 😂


otor kasih deh visualnya Naya versi author.



babang Dokter Fahri



Keong Laknat Evan. Minjem ke sebelah lagi!



tante Anita yang cantik jelita



special cast, asisten rumah tangganya zian yang keponya minta ampun tapi baik bangettttt .... wkwkwk Luis fernando, akoh pinjem tante Carlota buat babang Zian yaaa....


Ada yang kenal???



l


NOTE\=


Nama Kenzo Salvatrucha Aku ambil dari nama MARA SALVATRUCHA.


Mara Salvatrucha adalah geng kriminal terkejam di dunia yang berasal dari Los Angeles, Amerika Serikat dan menyebar ke Amerika Tengah.


Geng ini juga disebut sebagai MS, Mara, dan MS-13.


Sebagian besar anggotanya terdiri dari orang El Salvador, Honduras, dan Guatemala.


Jadi, geng mafia dengan nama Mara Salvatrucha, beneran ada di dunia nyata ya gaes...

__ADS_1


Tapi yang paling akrab di telinga kita yaitu geng mafia asal jepang yaitu YAKUZA. Padahal, geng Mara Salvatrucha jauh lebih kejam dari Yakuza.


__ADS_2