
Maureen kembali membaca tulisan yang telah di tuliskan oleh Austin.
"Mau anda butuh atau tidak, aku akan tetap berada di samping mu tuan Austin."
Dengan tegas Maureen mengatakan hal tersebut kepada Austin, saat ini tidak ada hal lain lagi di dalam diri Maureen kecuali kesembuhan Austin.
"Tuan muda Austin, izin kan aku untuk merawat mu, aku berjanji aku tidak akan melanggar semua hal yang sudah di tetapkan di dalam mansion."
Maureen mengatakan kembali hal tersebut kepada Austin dan kali ini Austin hanya bisa memandang Maureen dengan tajam.
*Kau tau, saat ini justru aku sangat mengkhawatirkan keselamatan bayi yang ada di dalam kandungan mu..
Dengan satu orang berhasil melukai aku, bukan tidak mungkin dia sudah mengetahui jika ada satu calon penerus mafia Black Devil yang saat ini sedang kau kandung.
Aku sebenarnya tidak ingin untuk berada di tempat menjijikkan seperti ini, terkulai lemas, dan membutuhkan bantuan orang lain.
Aku ingin kembali ke mansion dan membuat perhitungan dengan mereka.
Karena nyawa harus di bayar dengan nyawa*.
Hal tersebut yang Austin perkatakan di dalam hati sambil terus memandang tajam ke arah Maureen.
__ADS_1
Namun Austin yang saat ini sedang terkena racun tidak akan mungkin bisa mengatakan hal itu secara langsung.
"Tuan muda ayo kembalilah beristirahat."
Maureen mengatakan hal tersebut sambil membantu untuk Austin kembali berbaring di tempat tidurnya.
Sungguh baru pertama kalinya Austin menuruti perintah satu orang wanita, yang bagi dirinya wanita tersebut bukanlah wanita yang terbaik.
Sepanjang hari itu Maureen tidak sedikitpun meninggalkan Austin, Maureen membuktikan perkataannya bahwa dirinya sangat menjaga rahasia Austin .
Sementara itu malam ini di dalam mansion Black Devil terjadi pembicaraan antara tuan Alexander dan juga asisten Jo.
Asisten Jo langsung terdiam dan memikirkan semua perkataan tuan Alexander.
"Satu - satunya cara agar kita dapat mengetahui semua hal ini dengan mudah adalah dengan mengetahui racun apa yang mereka gunakan tuan."
"Maksud mu jenis racun apa begitu?"
"Betul tuan Alexander, tidak semua mafia menggunakan racun di dalam senjata andalannya, hanya beberapa mafia saja yang menggunakan ini, karena formula racun lebih kuat terdeteksi daripada peperangan secara langsung."
Tuan Alexander hanya menganggukkan kepalanya saat asisten Jo mencoba untuk menjelaskan apa dia ketahui.
__ADS_1
"Ya, kita harus menunggu tuan Fang untuk hal ini Jo."
"Kita tidak perlu menunggu tuan Fang lagi Alexander."
Dokter Jean mengatakan hal tersebut sambil memasuki ruang rapat membawa satu orang laki - laki paruh baya.
"Tuan Fang saat ini sudah bersama dengan kita."
Dokter Jean mengatakan hal tersebut sambil memperkenalkan tuan Fang kepada tuan Alexander dan juga dokter Jean.
"Senang bertemu dengan anda tuan Fang."
Tuan Alexander mengatakan hal tersebut sambil membungkukkan badannya.
"Senang dapat membantu anda tuan Alexander."
Tuan Fang mengatakan hal tersebut kepada tuan Alexander sambil membungkukkan badannya.
"Baiklah, kita akan melanjutkan pembicaraan kita, karena pembicaraan ini adalah pembicaraan yang penting.
Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih
__ADS_1