
Setelah beberapa jam dia pulang kini terdengar suara mobil dari atas balkon kamar nya lalu Tama pun menoleh kebawah dan benar saja saat ini Bian sudah pulang bersama dengan istri tercinta nya itu kedua nya tampak sangat bahagia sekali saat turun dari mobil nya
"Sudah puas nona kita pergi hari ini ?". Tanya Bian
"Terima kasih tuan tampan sudah mau mengajak ku jalan hari ini ". Kata Marsha
"Sama-sama tuan putri, sekarang istirahat saja karena aku juga ada kerjaan". Kata Bian
Marsha mengangguk kan kepala nya kedua nya kini masuk ke dalam rumah dengan hati bahagia sebab tadi banyak sekali hal yang kedua nya lakukan bersama bahkan terlihat juga jika mereka sangat menikmati momen berdua tadi Tanpa ada yang tahu juga apa yang tadi mereka lakukan bersama
"Ehm bagus ya pergi tanpa memberi tahu aku bahkan aku sudah pulang cepat untuk bisa makan bersama kalian berdua di rumah tapi nyatanya aku malah di tinggal oleh kalian pergi entah kemana ". Kata Tama sambil melipat kedua tangannya di dada dan tatapan tidak suka kini dia tidak berikan kepada mereka berdua
"Jaga mata mu itu jika kau masih ingin memiliki nya ". Kata Bian
"Ish kau ini kak memang benar-benar lupa dengan adik mu sendiri. meskipun kau punya keluarga tapi ya tetap lah ingat aku sebagai adik mu jangan malah seperti ini ". Kata Tama protes seperti anak kecil saja bahkan dia tampak sedang merajuk layak nya anak kecil
"Apa kamu belum makan, jika iya aku akan memasak untuk mu ". Kata Marsha
"Kamu istirahat saja jangan perduli kan Tama ". Kata Bian
Marsha merasa tidak enak dengan Tama tapi mau bagaimana lagi dia juga tidak bisa berbuat apapun karena Bian sudah meminta dia untuk masuk beristirahat jadi dia akan pergi tidur saat ini tidak memasak makanan untuk Tama yang menurut dia mungkin saat ini dia sedang kelaparan karena tidak makan tadi
"Sudah bicara di sana saja jangan terus mengganggu kakak ipar mu atau kau mau jika aku usir dari rumah ". Kata Bian
"Ada hal yang harus kita bahas kak sekarang ". Kata Tama
"Ya aku tahu itu maka nya kita bicara di sana nanti akan ada anak buah yang membawakan makanan untuk mu ". Kata Bian
"Ngomong-ngomong dari mana saja tadi kenapa tidak mengatakan nya kepada ku , tahu gitu tadi aku mengambil lembur jika kau tidak ada di rumah kak ". Kata Tama
"Jika aku mengatakan nya maka kau akan menyusul dan merusak suasana jadi aku tidak mau jika seperti itu sebab kau itu sangat mengganggu sekali Tama ". Kata Bian
"Dasar bucin kau ya kak bahkan aku juga tahu diri mana mungkin aku akan mengganggu mu jika memang kau sedang ingin membangun momen dengan kakak ipar dan jangan kira aku tidak tahu diri tenang saja adik mu ini selalu pengertian bahkan obat pun juga sudah ku berikan bukan untuk membantu mu cepat dapat momongan ". Kata Tama sambil tersenyum menatap sang kakak
"Dan kau melakukan nya pun juga tidak pernah gratis bukan selalu saja meminta imbalan dari ku ". Kata Bian membuat Tama hanya tersenyum saja karena dia juga tidak ada niatan terus meminta uang kepada sang kakak hanya Saja mungkin Bian Sudah terbiasa dengan hal itu jadi Tanpa di mintai pun dia langsung memberikan nya kepada Tama
"Aku dapat lima ratus juta dari Joe ". Kata Tama
"Terus kenapa ?". Tanya Bian
"Digunakan untuk apa uang ini Aku tidak tahu karena uang ku pun juga sudah sangat banyak sekali kak bahkan dari mu juga sudah sangat banyak ". Kata Tama
__ADS_1
"Sumbangkan saja kepada orang yang membutuhkan jika kau bingung menggunakan uang itu ". Kata Bian
"Tumben sekali kakak ku memikirkan orang lain padahal sebelumnya tidak pernah melakukan hal seperti itu sama sekali ". Kata Tama
"Untuk Luis biar kan saja dia terbaring di rumah sakit beberapa bulan agar dia tahu jika apa yang dia lakukan sangat lah salah kenapa dia bisa bodoh sekali mengikuti Joe untuk memberontak kepada ku padahal aku adalah sepupu nya sendiri ". Kata Bian
"Lalu jika om dan Tante datang apa yang akan kau katakan kepada mereka kak pasti mereka akan menyalahkan mu karena kau tidak bisa membantu anak nya yang bodoh itu ". Kata Tama
"Dia sudah besar jadi seharusnya bisa jaga diri bukan ya sudah jangan perduli kan soal itu karena aku juga tidak perduli sama sekali ". Kata Bian sangat tenang
Bian mungkin memang menghormati orang tua Luis tapi jika Luis sudah mulai di luar batas maka dia pun tidak akan segan juga untuk memberikan Luis pelajaran yang tidak akan bisa dia lupakan dan akan selalu melekat di ingatan nya jika dia tidak bisa sembarang melakukan hal seperti itu apalagi kepada Bian yang menjadi sepupu nya dan juga selalu membantu dia selama ini
"Kak , seperti nya kau dan Karl itu hanya salah paham saja ". kata Tama yang kini mulai membahas Karl dengan sang kakak dan yang pasti tatapan tajam pun di dapat oleh nya karena dia seakan membela Karl musuh dari kakak nya sendiri
"Jangan ikut campur urusan ku Tama ingat lah jika aku sama sekali tidak suka jika ada yang mengusik dan ikut campur dengan urusan pribadi ku meksipun kau adalah adik ku sendiri tapi ingat lah untuk tidak melewati batas mu dan aku tidak pernah segan melakukan hal buruk kepada siapapun ". Kata Bian dengan wajah serius nya sekarang ini
"Iya kak aku juga tahu tenang saja . aku selama ini juga tidak pernah melewati batas bukan dan tadi pun aku hanya bertanya saja tidak ada niatan ikut campur sama sekali dengan urusan kamu kak dan jika kau tersinggung maafkan aku ". Kata Tama
"Fokus saja dengan kerjaan mu jangan sampai kau malah melakukan kesalahan yang nanti akan merugikan diri mu sendiri dan jika kau butuh bantuan seperti biasanya katakan saja dengan ku atau dengan Marko langsung juga tidak masalah dia juga akan membantu mu karena kau adalah adik ku ". kata Bian
Tama hanya tersenyum saja dia tahu jika apapun yang dia lakukan bahkan jika itu salah Bian akan tetap menganggap dia adik dan tidak akan Bian melakukan hal yang akan membuat Tama celaka . makanan yang tadi Bian pesan datang dan kini dia meminta Tama untuk makan setelah nya baru pergi beristirahat jika sudah selesai makan
"Nyonya sudah turun ". kata Mirna
"Iya Mirna aku akan membuat sarapan untuk suami ku ". Kata Jesi
"Baik nona saya juga akan membantu anda ". Kata Mirna
"Iya terima kasih banyak Mirna ". Kata Jesi
Sibuk dengan pekerjaan di dapur pun sudah menjadi kebiasaan Jesi sejak dulu bahkan sebelum menikah dengan Alex dia juga selalu melakukan pekerjaan dapur di kediaman papa nya namun beda dengan saat ini karena sekarang dia melakukan dengan senang hati tanpa ada paksaan dari siapapun kalau dulu di rumah nya dia memang di minta untuk menjadi tukang masak sekaligus tukang bersih-bersih di rumah nya sendiri jadi tidak heran jika dia selalu bisa melakukan pekerjaan rumah ketika berada di kediaman Alex seperti yang dia lakukan saat ini bersama dengan Mirna
"nyonya selalu bisa memasak apapun dan makanan nya sudah pasti sangat enak sekali ". Kata Mirna
"Kamu bisa saja ya Mirna, sudah pasti dong makanan ku itu selalu enak sebab dulu aku pun bekerja di restoran milik Kevin beberapa tahun jadi aku pasti lah bisa masak makanan dengan baik dan sudah pasti rasa nya sangat lah enak sekali". Kata Jesi
"Padahal keluarga Albert itu sangat lah kaya sekali nyonya tapi anda masih saja mau bekerja keras tapi kemandirian anda bisa mengantarkan anda bertemu dengan tuan Alex dan saat ini kalian pun hidup bahagia bersama ". Kata Mirna
"Iya benar sekali apa yang kamu katakan Mirna memang semua yang terjadi itu ada hikmah nya seperti saat ini aku mendapat kan keluarga bahagia dan juga sangat hangat sekali apalagi suami ku juga kaya dan dia pun juga sangat pengertian sekali dengan ku tidak pernah dia melakukan hal buruk juga Kepada diri ku ini Mirna ". Kata Jesi
Mungkin saja dulu memang Alex memperlakukan nya dengan buruk namun sekarang sudah berubah dia kini sangat baik dan juga perhatian dengan Jesi dan juga buah hati mereka bahkan Alex sangat lah sayang dan cinta kepada kedua nya dia selalu berusaha menjadi dan memberikan yang terbaik untuk mereka berdua. apapun pekerjaan Alex dan sesibuk apapun dia sama sekali dia tidak lupa untuk menyenangkan istri dan anak nya dia selalu mengajak mereka berdua untuk jalan bersama dan menghabiskan waktu bersama juga dengan dia . Liburan dan belanja pun sudah menjadi kebiasaan Alex untuk memanjakan istrinya karena dia ingin sang istri menikmati hasil kerja dia selama ini
__ADS_1
Alex yang kini sudah bangun pun terlihat sudah rapi juga bahkan dia kini menggendong Lexa yang tadi menangis hingga sang putri pun terdiam
"Sama Daddy dulu sayang karena mama pasti saat ini sedang sibuk di dapur untuk membuat makanan jadi kamu jangan rewel dan anteng ya dalam gendongan Daddy sekarang ini ". Kata Alex kepada putrinya
Dia sangat tahu jika sang istri sedang memasak maka dia akan mengajak sang buah hati jadi dia akan melakukan peran nya sebagai ayah yang baik dan saling berbagi tugas dengan sang isteri seperti yang dia lakukan biasanya dan saat ini juga dia sudah melakukan nya
Alex menuruni anak tangga dengan hati senang dan dia juga sejak tadi mengajak sang buah hati mengobrol
"Tuan ". Sapa Denis
"Kenapa kau datang pagi sekali atau kau memang sengaja datang hanya ingin makan gratis saja ". kata Alex dengan ketus nya
"Bukan begitu tuan saya datang hanya ingin menyampaikan informasi saja tidak ada niatan untuk meminta makan gratis di sini ". Kata Denis
"Apa informasi yang akan kau berikan kepadanya ku , awas saja jika hal itu sangat tidak penting maka aku akan menghajar mu nanti nya ". Kata Alex
"Tuan Karl dia saat ini bekerja sama dengan sahabat tuan Fabian yang bernama Joe dan juga mantan kekasih nyonya tuan Luis namun saat ini tuan Luis sedang kritis di rumah sakit dan tuan Joe mengeluarkan banyak uang untuk pengobatan tuan Luis ". Kata Denis
"Apa Fabian tidak membantu pengobatan Luis sama sekali karena Luis adalah sepupu nya tidak mungkin bukan jika dia tidak membantu sepupu nya sendiri ". Kata Alex
"Tuan Fabian tidak membantu sama sekali bahkan apa yang terjadi dengan tuan Luis ini pun tuan Fabian tidak perduli ". Kata Denis
Alex diam saja karena Bian tidak membantu itu tanda nya memang ada sesuatu yang membuat dia kesal dengan Luis dan dia pun masih belum tahu apa penyebab nya tapi Alex juga enggan jika tahu sebab tidak ada guna nya juga bagi dia jika tahu tentang hal yang menurut nya tidak penting
"Ingat lah untuk menutup informasi tentang istri ku karena aku sangat yakin sekali jika Karl akan mencari tahu tentang istri ku hingga menemukan nya ". Kata Alex
"Saya sudah melakukan nya tuan dan saya juga akan memastikan jika informasi tentang nyonya tidak akan bocor sama sekali bahkan akan sangat aman Sekali ". kata Denis
"Seharusnya memang begitu dan tetap saja biarkan informasi tentang istri ku adalah anak Albert tetap terdengar sampai nanti ". Kata Alex
"Saat ini anak buah tuan Fabian yang bernama Liya sudah ada di sini tuan dan saya yakin kedatangan Liya untuk membantu tuan Fabian menyembunyikan identitas nona Marsha agar tuan Karl tidak mengetahui nya ". kata Denis
"Jadi Karl juga mencari tahu tentang Marsha , sungguh lelaki itu memang selalu saja bergerak cepat tapi dia tidak akan menemukan apapun karena Hardy juga sangat bodoh sekali kan tidak seperti mu dan juga Marko ". Kata Alex
Di puji seperti itu membuat Denis hanya diam saja dia tidak melakukan ekspresi yang berlebihan sekali karena dia tahu bos nya memuji pun nanti nya dia juga akan menjatuhkan dia lagi jadi dia sama sekali tidak akan terlena dengan pujian yang di berikan sang bos kepada nya
"Tapi kau banyak lambat nya Denis jika melakukan pekerjaan bahkan jika kau di bandingkan dengan Marko pun sangat jauh sekali ". kata Alex
Nah kan benar apa yang sudah di pikirkan oleh Denis tadi tidak mungkin jika Alex sang bos akan memuji dia dengan tulus karena Alex tidak pernah berkata baik kepada siapapun kecuali dengan sang istri saja
"Loh Denis di sini juga , kebetulan sekali ayo makan di sini saja , sangat banyak juga makanan yang aku buat tadi ". Kata Jesi menawarkan kepada Denis ketika dia tahu asisten suami nya datang setelah dia selesai memasak dan kini menyajikan makanan nya juga
__ADS_1