
Tuan besar? siapa tuan besar dokter Jean?"
Namun pada akhirnya pertanyaan Maureen belum sempat terjawab karena dokter Jean langsung turun dari dalam mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah sakit.
"Jean akhirnya kau kembali juga."
Tuan Alexander langsung mengatakan hal tersebut kepada dokter Jean ketika dokter Jean dan Maureen tiba di depan ruang gawat darurat.
"Alexander bagaimana keadaan Austin."
"Sesuatu hal yang serius telah terjadi dengannya Jean."
Namun tiba - tiba saja pembicaraan tuan Alexander berhenti karena melihat satu wanita sejak tadi penuh kebingungan menatap ke arahnya.
"Anda nona Maureen?"
Tuan Alexander yang baru pertama kalinya bertemu dengan Maureen langsung mengatakan hal tersebut.
"Ya aku Maureen, anda siapa?"
Dan setelah itu tuan Alexander langsung mendekat ke arah Maureen.
"Perkenalkan nama ku Alexander, aku adalah ayah kandung dari Austin."
__ADS_1
Dan seketika itu juga Maureen mengerti bahwa kini dirinya sedang berhadapan dengan keluarga inti mafia Black Devil.
"Senang bertemu dengan anda tuan Alexander."
Maureen langsung membungkukkan badannya tanda memberikan hormat kepada tuan Alexander.
"Alexander bagaimana keadaan Austin? apa yang ingin kau katakan tadi? apakah saat ini Austin telah keluar dari ruangan unit gawat darurat ini?"
Dan dokter Jean yang sejak tadi menunggu Jawaban dari tuan Alexander langsung mencercanya dengan pertanyaan itu.
"Jean aku akan menyampaikan kabar penting, tapi ayo kita harus duduk."
Tuan Alexander mengajak dokter Jean dan juga Maureen untuk duduk di kursi kecil di depan ruang unit gawat darurat.
"Syukurlah Alexander."
Dokter Jean mengatakan hal tersebut sambil menarik nafasnya dalam - dalam.
"Lalu aku harus menyampaikan kabar ke dua untuk kita semuanya."
"Katakan saja Alexander."
"Jean, sepertinya Austin lumpuh dan aku belum tau lagi apa yang akan di derita oleh Austin karena pemeriksaan masih di lakukan."
__ADS_1
Deg
Dokter Jean dan Maureen yang mendengarkan kabar tersebut langsung menatap tajam ke arah tuan Alexander.
"Lumpuh? bagaimana bisa James? tembakan itu mengenai punggungnya!"
"Ya kau benar Jean, tapi tembakan itu beracun, dan racun yang digunakan saat ini masih di teliti di dalam laboratorium milik Black Devil."
Sungguh apa yang di katakan oleh tuan Alexander membuat dokter Jean sangat terkejut.
"Racun? astaga Alexander, siapa lagi yang berani mencelakakan keturunan Black Devil, dan mengapa sekarang menyerang Austin?"
"Entahlah Jean, sulit untuk mendeteksi siapa yang sebenarnya telah menyerang kelompok mafia Black Devil, karena Austin memiliki banyak sekali musuh di luar sana."
Tuan Alexander terakhir mengatakan hal tersebut sambil memijit - mijit kepalanya.
"Untuk sementara aku akan kembali membantu asisten Jo untuk menangani semua bisnis yang telah di bangun oleh Austin."
"Ya kau benar Alexander, saat ini posisi di dalam mansion kosong, sosok yang memiliki kekuatan dan kekuasaan telah tumbang, jika para mafia mengetahui maka akan mudah untuk mereka untuk menyerang kita."
"Ya aku paham Jean."
Sungguh Maureen saat ini hanya bisa mendengarkan, Maureen hanya bisa melihat percakapan dokter Jean dan juga tuan Alexander tanpa bisa melakukan sesuatu hal untuk membantu mereka.
__ADS_1
Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih