
Apa yang terjadi pada mu saat ini, adalah bentuk dari racun yang berhasil masuk ke dalam tubuh mu."
"Ya Austin apa yang telah di katakan oleh Ayah mu itu benar, karena itulah saat ini kami sedang mencari jalan terbaik untuk masalah mu ini."
Dokter Jean mengatakan hal tersebut kepada Austin yang saat ini sedang memandang tajam kepada setiap orang yang masih berada di dalam ruang rawatnya.
"Dokter Jean, sepertinya tuan muda Austin ingin mengatakan sesuatu, apakah kita tidak memiliki alat tulis dan buku?"
Maureen yang bisa mengerti akan isi hati Austin berusaha untuk memberitahukan hal tersebut kepada dokter Jean.
"Nona Maureen sepertinya anda benar."
Dokter Jean langsung mengambil alat tulis dan buku dari dalam tasnya.
"Ini Austin, coba katakan kepada kami apa yang ingin kau katakan."
Dokter Jean mengatakan hal tersebut kepada Austin sambil memberikan peralatan tulis tersebut kepadanya.
__ADS_1
Austin yang mendapatkan perlengkapan alat tulis langsung bergerak cepat untuk mengukir setiap perkataannya dan langsung menunjukkan tulisan yang telah dia buat.
"Akan aku bunuh orang yang telah melakukan hal ini terhadap ku, bukan hanya dia, tapi dia dan seluruh keturunannya di muka bumi ini."
Deg
Maureen yang membaca kata demi kata yang telah di tulis oleh Austin kini hanya bisa memandang sekelilingnya lagi.
"Nak kami mengerti akan kemarahan mu, namun untuk saat ini kita tidak bisa gegabah di dalam mengungkapkan kasus ini mengingat bahwa musuh dari mafia Black Devil sangat banyak."
Austin yang mendapatkan jawaban tersebut dari sang ayah segera menuliskan kembali apa yang ingin dia tuliskan.
Hal tersebut Maureen katakan dari tulisan Austin.
"CCTV telah di hancurkan sebelum kejadian itu nak, memang penembak mu sudah tertangkap, namun dia langsung menembak dirinya kembali, jadi kami tidak bisa melakukan pemeriksaan terhadap nya."
Dan Austin langsung melemparkan semua alat - alat tulis tersebut..
__ADS_1
Ke dua matanya merah, ke dua tangannya mencengkram selimut dengan sangat erat, saat ini dapat terlihat dengan jelas bahwa Austin sedang marah.
Jika saja saat ini bisa berjalan dengan normal, tentunya Austin sudah menembak siapapun yang berada di dekatnya.
"Tuan Alexander, dokter Jean sebaiknya kita tidak membicarakan hal ini terlebih dahulu, saat ini tuan muda Austin sedang membutuhkan istirahat."
Maureen yang mengetahui amarah suami nya langsung mencoba untuk menenangkan semua isi ruang rawat tersebut.
"Ya nona Maureen anda benar, saat ini sebaiknya kita berkonsentrasi terhadap kesehatan Austin terlebih dahulu."
"Ya, Jean apa yang kau katakan itu benar, nak maafkan, kami tidak akan membicarakan hal ini terlebih dahulu sampai kau keluar dari rumah sakit ini."
"Jika kau ingin mengungkap siapa pelakunya, maka fisik mu harus sehat, untuk sementara mari kita fokus terlebih dahulu terhadap kesehatan mu."
"Rumah sakit adalah tempat paling aman untuk mu saat ini Austin, dan nona Maureen akan menemani mu disini."
"Jika kau kembali ke mansion Black Devil papa khawatir akan terjadi penyerangan selanjutnya, musuh sepertinya mengetahui jika kau sedang terluka saat ini."
__ADS_1
"Dan jika kau kembali ke mansion dengan kondisi seperti ini tentunya akan sangat berbahaya."
Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih