Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
Part 267


__ADS_3

Di tempat yang tak jauh dari mereka kini Bian pun masih melihat ke arah istri nya yang sedang belanja bersama bahkan dia menatap tanpa henti sang istri sejak tadi


“Kau sungguh terpesona dengan adik ipar ku Fabian bahkan saat ini kau mengajak ku kerja sama , aku jadi berpikir bagaiamana reaksi sahabat mu ketika mereka tahu kau kini dekat dengan ku .” Kata Alex


“Yang jelas hal itu tidak akan merugikan mu , aku menjamin nya .” Kata Fabian


“Yah tentu saja aku tidak akan merasa rugi sama sekali karena aku tidak ada urusan dengan hal itu tapi Marsha pasti dia mendapat kan imbas nya kan .” Kata Alex


Dia tahu tidak mungkin juga jika Marsha adik ipar nya karena dia tahu bagaimana mereka dan pasti nya juga mereka tidak akan menerima jika Fabian dekat dengan nya


“Aku akan menjamin jika istri ku akan aman dan tidak akan ada yang bisa menyentuh bahkan menyakiti nya jadi pegang lah kata-kata ku ini .” Kata Fabian


“Jika kau menyakiti nya atau siapapun melakukan hal itu maka aku akan bertindak karena istri ku pasti akan sedih nanti nya jika adik nya dalam bahaya dan lagi aku juga akan menghancurkan para sahabat mu jika mereka berani melakukan nya .” Kata Alex


“Seperti nya Joe yang akan bergerak karena aku melihat dia sangat tidak suka sekali dengan Marsha bahkan tatapan nya kepada Marsha sangat lah tidak bersahabat sekali .” Kata Kevin


“Bukan hanya dia saja karena aku juga sudah mengamati mereka jadi aku tahu juga siapa yang berniat jahat dan siapa yang tidak akan melakukan hal itu bahkan jika kau melakukan nya pun aku juga akan menghajar Mu tanpa ampun Fabian .” Kata Alex


“Yah lakukan lah jika memang aku terbukti melakukan kejahatan nanti nya .” Kata Bian tanpa ragu karena dia juga tidak akan menyakiti Marsha sebab rasa itu juga sudah mulai tumbuh saat ini karena mereka sudah terbiasa bersama jadi Bian merasa jika memang dia harus melindungi istri nya dari siapapun yang ingin berusaha membuat sang istri dalam bahaya dan kesulitan


“Apa kau berencana menemui mertua mu Fabian ?.” Tanya Alex


“Dia juga mertua mu . Nanti aku akan menemui mereka .” Kata Fabian


“Kenapa kalian tidak datang bersama saja agar membuat kejutan untuk mereka apalagi perusahaan Romy masih ada dalam tangan mu kan Lex .” Kata Kevin


“Ya betul dan dia berusaha merebut nya .” Kata Alex sambil menatap Bian


“Jangan bodoh , untuk apa aku melakukan nya bahkan perusahaan ku juga sangat banyak sekali tidak ada guna nya juga jika aku merebut perusahaan itu .” Kata Bian


Memang Bian tidak pernah berniat mengambil alih perusahaan mertua nya bahkan dia tidak perduli sama sekali hanya saja Luis dia melakukan hal itu dan mengatas nama kan Fabian jadi semua pun mengira jika Bian yang ingin melakukan nya padahal semua itu tidak pah benar


“Jadi semua yang kita dengar itu tidak benar menurut mu Fabian ?.” Tanya Kevin


“Ya pikirkan saja untuk apa aku merebut nya bahkan perusahaan itu tidak cukup baik menurut ku .” Kata Bian


“Ya mungkin saja memang ada kesalah pahaman yang terjadi maka nya semua gosip itu keluar .” Kata Kevin


Bian tidak memperdulikan hal itu sebab dia merasa jika itu hal yang sangat tidak penting sekali dan lagi dia memang tidak pernah perduli dengan hal yang beredar di luar sana juga untuk saat ini


“Lah kakak ku sayang kau ada di sini rupa nya .” Sapa Tama ketika dia melihat Bian


“Kenapa di sini , bukan nya sedang di rumah sakit ?.” Tanya Bian


“Aku ada urusan jadi ke sini eh malah ketemu dengan kakak ku sayang jadi sekalian saja ikut belanja . Apa kakak ipar di sini juga ?.” Tanya Tama sambil dia mengamati di sekeliling nya untuk mencari di mana keberadaan Marsha saat ini


“Nah itu dia , rupa nya kau malah di sini kak tidak bekerja di kantor malah sibuk bucin menemani istri belanja padahal kan tadi ada Marko yang menemani nya kenapa malah berganti kau yang di sini dan bukan nya kau juga sudah mengatakan jika nanti sibuk akan pulang larut apa itu juga tidak jadi kau lakukan karena saat ini sedang sibuk menemani istri mu ?.” Tanya Tama

__ADS_1


“Sudah sana pergi saja kau di sini sama sekali tidak ada guna nya bahkan kau sungguh sangat mengganggu sekali di sini .” Kata Bian kesal dengan adik nya karena jika sudah ada Tama maka dia akan selalu saja menyudutkan dia dan membongkar semua aib yang dia ketahui bahkan Tama pun tidak pernah bisa mengaja mulut nya karena dia akan selalu terbawa jika di ajak bicara jadi Bian pun khawatir dengan adik nya ini


“Kau adik nya kan , apa dia memperlakukan istri nya dengan baik ?.” Tanya Kevin


“Tentu saja bahkan kakak ku juga sudah mulai bucin . Lihat kan bukti nya , dia yang gila kerja saat ini rela meninggalkan pekerjaan nya hanya untuk menamani sang istri saja padahal tanpa di temani pun seperti nya kakak ipar bisa belanja sendiri saja bahkan dia terlihat sangat bisa sekali jika pergi tanpa kakak ku .” Kata Tama


Bug


Bian memukul Tama sebab dia sama sekali tidak suka dengan apa yang di katakan oleh adik nya tadi bahkan tidak akan mungkin jika Bian membiarkan sang istri pergi tanpa pengawasan dari diri nya karena memang istri nya terlalu cantik jika di biarkan pergi keluar tentu banyak mata jahat yang akan menatap nya nanti jadi Bian tidak rela akan hal itu


“Tadi saja kakak ipar ku sudah di goda oleh para biaya jadi pasti kakak mu ini tidak rela jika harus membiarkan istri nya keluar sendiri .” Kata Kevin


“Apa , jadi sudah ada yang berani menggoda kakak ipar ku . Lalu bagaimana apa dia sudah masuk rumah sakit atau sudah masuk liang Lahat ?.” Tanya Tama


“Sayang nya itu tidak terjadi sama sekali karena Fabian belum datang dan tadi hanya ada asisten nya saja jadi ya sudah dia tidak bertemu dengan Fabian dan nyawa mereka pun juga masih aman .” Kata Alex


“Wah beruntung sekali mereka coba saja tadi kau datang lebih awal kak pasti akan ada yang menghuni ranjang rumah sakit ku jadi lumayan kan ada pemasukan lagi .” Kata Tama


“Otak Mu tidak akan pernah jauh dari kata uang Tama . Sudah sana kembali lah ke rumah sakit dan urus pasien mu di sana .” Kata Bian


“Tidak , aku mau pergi belanja dulu mumpung ada di sini dan kau traktir dulu aku .” Kata Tama


Mereka masih berdebat mengusir Tama tapi dasar nya Tama memang banyak sekali alasan jadi dia bisa bertahan di sana dan beli sesuatu juga di mall itu tanpa mengeluarkan uang sepeser pun


“Kak lihat lah , siapa itu berani sekali dia mendekati istri mu .” Kata Tama


Lantas mereka pun menatap ke arah Marsha dan benar saja saat ini terlihat Marsha sedang di tatap lelaki lain dan dia juga berdebat dengan seorang wanita juga di sana membuat Bian kini berdiri dan menghampiri nya


“Hey , tadi yang melihat dan memegang nya duluan adalah adik ku jadi dia yang berhak dan kau tidak ada hak sama sekali .” Kata Jesi


“Aku bahkan bisa membayar nya berkali lipat jadi aku tidak akan perduli , bungkus ini untuk ku .” Kata Amanda


“Bungkus ini untuk kekasih ku .” Kata Marcelino Maheswara


Dia adalah anak tunggal dari keluarga Maheswara yang memang juga sangat terkenal dengan kejayaan nya secara turun temurun jadi tak heran juga jika mereka yang di tokoh pun segan dengan Marcel dan mereka juga tahu amanda anak dari salah satu anak dari tokoh terkenal juga di kota tersebut


“Kenapa harus membungkus nya jika istri ku lebih dulu melihat nya jadi biarkan istri ku Yang memiliki nya .” Kata Bian


Karyawan tokoh tidak tahu jika Marsha adalah istri Bian sebab jika mereka tahu pun mereka akan membantu Marsha karena jika dengan Bian mereka akan sangat takut sekali


“Fabiano ternyata kita bertemu di sini . Aku tidak menyangka jika bertemu dengan mu di sini bahkan dia adalah istri mu sungguh aku tidak tahu .” Kata Marcel


“Kita sudah bertemu bukan jadi bungkus itu untuk istri ku .” Kata Bian


“Enak saja , ini aku yang membeli nya dengan harga dua kali lipat jadi aku tidak akan mau jika melepaskan tas ini .” Kata Amanda


“Kau yakin tidak akan mau melepaskan nya ?.” Tanya Bian

__ADS_1


“Ya tentu saja aku yakin , iya kan sayang .” Kata Amanda Kepada Marcel


“Ini hanya sebuah tas Fabian jadi untuk apa di permasalahkan lagi pula masih banyak model lain jadi biarkan istri Mu memilih yang lain nya saja .” Kata Marcel


“Seperti apa yang kau katakan jadi suruh saja kekasih mu untuk memilih yang lain nya saja dan lagi kau juga tahu siapa aku Marcel .” Kata Bian


“Hal sepele kenapa harus melibat kan kekuasaan Fabian itu sungguh kekanakan sekali .” Kata Marcel


“Sudah tidak apa aku tidak terlalu butuh itu jadi sebaik nya kita pergi saja dari sini .” Kata Marsha namun Bian enggan melangkah pergi dan dia pun masih saja tetap diam mematung di tempat


“Wah ini akan sangat seru sekali , aku yakin jika kakak ku akan menghancurkan usaha Maheswara karena sudah berani sekali si Marcel itu menentang kakak ku .” Kata Tama


“Iya betul bahkan tatapan Fabian terlihat sangat tajam dan tidak bersahabat sekali .” Kata Kevin yang juga menyaksikan apa yang terjadi saat ini dan Alex pun juga sama hanya saja dia enggan untuk berkomentar apapun sebab dia juga tidak perduli karena dia tahu jika Bian bisa menyelesaikan nya dengan cepat bahkan Bian yang sangat arogan itu juga melebihi diri nya jika sedang marah seperti yang terlihat saat ini


“Kita akan pergi jika sudah membawa tas nya .” Kata Bian masih saja dia tidak mau kalah


“Aku tidak ingin tas itu bahkan aku tertarik dengan hal lain jadi ayo antar aku membeli nya agar aku bisa memiliki kalung itu karena jika aku belanja sendiri saja seperti tadi pasti aku tidak akan mendapatkan nya seperti tas jelek ini .” Kata Marsha yang kini sudah menggandeng tangan Bian agar mau pergi dari tokoh bahkan semua yang dia pilih tadi dia taruh kembali di sembarang tempat dan Marsha pun melangkah kan kaki meninggalkan tokoh tas tersebut


“Sangat sombong sekali wanita itu padahal dia tidak terlihat kaya juga .” Kata Amanda


“Bahkan suami nya bisa saja membeli tokoh ini dan menghancurkan nya jika dia mau , lihat saja nanti berita nya di manapun .” Kata Jesi mengikuti apa yang Marsha lakukan tadi begitu juga dengan Rahma yang juga melakukan hal yang sama saat ini dengan mereka berdua . Para karyawan serta meneger pun merasa ketakutan juga karena mereka tahu bagaimana Fabian jadi kini mereka merasa sangat Was-was sekali


“Kenapa pergi , seharus nya kamu beli saja tadi tidak perlu mengalah dengan wanita gila itu .” Kata Bian


“Tidak perlu karena aku tidak terlalu membutuhkan nya jadi sekarang ayo pergi bermain saja .” Ajak Marsha membuat Bian menghentikan langkah kaki nya


“Bukan nya tadi kamu mengatakan ingin membeli kalung berlian dan kenapa malah berubah pikiran ?.” Tanya Bian


“Aku tidak tertarik juga dengan berlian karena saat ini aku ingin kamu bermain itu , bisa gak ?.” Tanya Marsha


“Mesin capit boneka .” Kata Bian


“Iya , aku ingin kamu mengambil boneka panda lucu itu untuk ku jika kamu bisa jika tidak bisa ya tidak apa lah .” Kata Marsha menunjukkan ekspresi sedih nya


Bian menarik Marsha agar dia menatap nya bahkan dia juga mencium sang istri di depan umum seraya memeluk nya


“Aku akan mengambil boneka itu untuk kamu jadi ayo kita main sekarang .” Kata Bian menyetujui permintaan Marsha lalu kini dia yang berganti menggandeng tangan sang istri menuju mesin capit


Dia membeli banyak koin untuk bermain mesin capit bahkan dia juga ingin menguras habis isi dari mesin capit itu saat ini


“Kamu mau boneka yang mana saja sayang , aku akan mengambil nya .” Kata Bian


“Ambil yang panda dulu jika bisa karena aku sangat ingin dan suka sekali dengan boneka itu .” Kata Marsha


Bian pun tanpa banyak bicara lagi kini dia menuruti apa yang Marsha katakan dan sekali capit dia bisa mengambil boneka yang di inginkan sang istri membuat Marsha kegirangan karena sang suami bisa mengambil untuk diri nya


“Wah kamu sangat hebat sekali , apa bisa mengajari aku ?.” Tanya Marsha

__ADS_1


“Sini aku ajari sampai bisa . Koin nya sangat banyak jadi bisa buat belajar kamu sampai bisa .” Kata Bian


Jika di lihat saat ini kedua nya sangat lah romantis sekali bahkan mereka terlihat seperti sejoli yang sedang di mabuk asmara dan sedang bermesraan di time zone mall saat ini dengan di saksikan oleh banyak sekali pasang mata di sana


__ADS_2