
Nona Maureen di pindahkan ke mansion Utara nona Huaran."
Deg
Kini Huaran hanya bisa terdiam dengan perkataan dari salah satu pengawal wanita tersebut.
"Mansion di bagian Utara?"
"Tepat nona Huaran, dan tuan muda juga berpesan bahwa tidak ada satupun dari kita yang boleh menyentuh mansion tersebut selama nona Maureen berada di dalam sana."
"Ah seperti itu, baiklah terima kasih atas informasi yang telah kalian berikan kepada ku."
Setelah mengatakan hal tersebut Huaran meninggalkan kamar penjara cinta dan berjalan ke arah kamarnya.
Tuan muda sebenarnya apa yang saat ini berada di dalam pemikiran mu? kau tiba - tiba saja membatalkan eksekusi mu terhadap nona Maureen dan sekarang tiba - tiba juga kau memindahkan nona Maureen ke mansion Utara, mansion yang jaraknya paling jauh dari mansion utama, namun mansion terbaik dari hal kesehatan dan juga fasilitas yang ada di dalamnya..
Huaran yang sampai saat ini belum mengetahui kebenarannya hanya bisa mengatakan hal tersebut di dalam hatinya saja.
Sungguh saat ini Huaran masih belum mengerti perubahan demi perubahan dari Austin yang semakin dia rasakan.
Hari ini semua sibuk dengan setiap aktivitasnya masing - masing termasuk dengan kesibukan asisten Jo yang sedang bernegosiasi dengan madam Beatrix soal harga dari Maureen.
Beberapa hari pun telah berlalu dan pagi hari ini adalah hari yang telah di tetapkan untuk menjadi hari pernikahan bagi Maureen dan juga Austin.
"Selamat pagi nona Maureen."
Pagi - pagi sekali dokter Jean datang ke mansion Utara dan langsung menuju ke kamar Maureen, dengan cepat dokter Jean membuka semua jendela kamar Maureen dan hal tersebut lah yang pada akhirnya membuat Maureen terbangun.
"Pagi dokter Jean, pagi - pagi sekali anda datang kemari, apakah ada sesuatu hal yang sangat penting sehingga membawa dokter Jean sepagi ini sudah berada di mansion ini?"
Maureen mengatakan hal tersebut sambil masih berada di tempat tidurnya dengan keadaan masih setengah tersadar.
"Ya nona, maafkan aku yang baru sempat mengatakan kepada mu tentang rencana hari ini."
"Rencana hari ini? apa maksud dari perkataan dokter Jean?"
"Hari ini kau akan menikah."
Deg
__ADS_1
Bagai petir yang menyambar Maureen di pagi hari ketika Maureen mendapatkan kabar ini dari dokter Jean.
"Apa dokter aku akan menikah? dengan siapa aku akan menikah?"
Maureen yang sempat tidak percaya dengan hal yang di katakan oleh dokter Jean kembali bertanya akan hal itu kepadanya.
"Tuan muda kami akan menikahi anda secara resmi nona Maureen."
Deg
Jantung Maureen seperti berhenti berdetak ketika dokter Jean mengatakan hal tersebut kepadanya..
"Tuan muda misterius itu akan menikahi aku dokter? apakah dokter sedang tidak bercanda?"
Maureen yang masih belum percaya dengan ucapan dari dokter Jean kembali mempertegasnya.
"Ya nona, itu semuanya benar, dan betul - betul tuan muda kami akan menikahi anda secara resmi, jadi aku minta sekarang anda harus bersiap-siap dengan hari istimewa ini."
"Apa yang harus aku persiapkan dokter? aku tidak memiliki siapapun lagi, dan saat ini aku juga tidak bisa memiliki hak untuk menolak hal ini bukan?"
Maureen kembali mengatakan hal tersebut sambil menundukkan kepalanya dan sungguh reaksi Maureen sontak membuat dokter Jean sangat kaget.
"Nona dengarkan aku, ketika tuan muda kami telah memutuskan untuk menikah dengan anda itu tandanya tuan muda akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap janin yang sedang anda kandung."
Deg
Kini pertanyaan dari Maureen hanya bisa membuat dokter Jean langsung terdiam.
"Nona Maureen dengarkan aku, mungkin memang benar saat ini mungkin tuan muda kami menikah bukan atas dasar cinta, namun sekali lagi apa yang pernah aku katakan kepada mu kita tidak pernah mengetahui hari esok, jadi jadi mendahuluinya."
"Aku sangat percaya kepada mu, dengan perlahan pada akhirnya kau akan membuat tuan muda kami mencintai mu sepenuhnya."
Dokter Jean mengatakan hal tersebut dengan memandang tajam ke arah Maureen.
"Anda yakin dokter?"
"Sangat yakin nona Maureen, jadi sekarang izinkan para pengawal wanita membantu persiapan mu dengan sempurna."
Maureen pada akhirnya hanya bisa menganggukkan kepalanya saja.
__ADS_1
Maureen yang kini tidak ada kekuasaan dan kekuatan apapun untuk menolak pernikahan ini pada akhirnya hanya bisa pasrah saja.
Meskipun di dalam hati, Maureen sangat tidak yakin jika sang tuan muda misterius tersebut bisa mencintainya.
Dengan cepat para pengawal wanita membantu persiapan Maureen.
Pagi ini Maureen menggunakan gaun sederhana berwarna putih dan juga riasan natural yang menyapu wajahnya membuat Maureen sangat cantik.
"Sempurna, ternyata kau sangat cantik nona."
"Terima kasih dokter Jean."
Dan setelah Maureen mengatakan hal tersebut, salah satu pengawal wanita bersiap - siap untuk memasangkan penutup mata kepada Maureen.
"Tunggu, apakah aku harus tetap menggunakan penutup mata ini di hari pernikahan ku sendiri dokter?"
Maureen mengatakan hal tersebut seakan - akan tidak percaya jika pada hari yang spesial ini Maurer harus menggunakan juga penutup mata tersebut.
"Ya nona, anda harus tetap menggunakan penutup mata ini."
"Apakah aku tidak bisa melihat upacara pernikahan sakral dengan ke dua mataku dokter?"
Untuk kali ini dokter Jean hanya bisa menggelengkan kepalanya saja saat Maureen dengan nada memohon mengatakan hal tersebut kepadanya.
"Maafkan aku nona Maureen tapi untuk kali ini aku tidak dapat membantu mu, tuan muda kami meminta agar kau tetap menggunakan penutup mata saat acara pemberkatan nanti."
Sungguh perih sekali hati Maureen saat mendengarkan perkataan dari dokter Jean, namun apalah daya, Maureen tidak dapat melakukan hal apapun selain hanya menuruti apa yang telah menjadi ketentuan di dalam mansion tersebut.
"baiklah dokter aku akan tetap mengikuti aturan dari tuan muda misterius tersebut."
Dan setelah Maureen mengatakan hal tersebut, satu pengawal wanita mulai menutup ke dua mata Maureen dengan kain hitam.
"Mari nona Maureen aku akan membantu menuntun langkah mu, di dalam mansion utama terdapat satu gereja kecil dan kalian akan melakukan upacara pemberkatan di dalam sana."
Maureen hanya bisa menganggukkan kepalanya saat dokter Jean mengatakan hal tersebut.
Tak butuh waktu lama untuk Maureen sampai di gereja kecil tersebut.
Maureen masuk ke dalam dengan di tuntun oleh satu pengawal dan sungguh detak jantung Austin berdetak sangat cepat saat melihat Maureen dengan anggun dan juga cantik memasuki pelataran gereja..
__ADS_1
Austin tak henti - hentinya menatap ke arah Maureen saat ini Maureen sudah berada di sampingnya.
Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih