
Kini Alex pun berangkat kerja bersama dengan Denis dan dia tak lupa meminta kepada anak buah nya untuk tetap siaga saat ini ketika dia tidak di rumah untuk menghindar hal yang tidak di inginkan pasti nya
"Daddy yang semangat kerja nya Lexa dan mama menunggu di rumah ". Kata Jesi
"Tentu saja Daddy akan bekerja dengan sangat keras sekali agar kalian bisa bahagia bersama dengan Daddy dan nanti calon adik ku ". kata Alex
"Sudah sana berangkat saja jangan terus bicara sembarangan seperti itu nanti kamu malah telat kamu ke kantor nya ". Kata Jesi
Setelah mencium sang istri dan anak nya serta mengatakan beberapa hal kini Alex pun pergi bersama dengan Denis ke kantor, dan Jesi masuk ke dalam rumah untuk menunggu Rahma yang kata nya akan datang ke rumah dia hari ini
"Nyonya apa perlu membuat sesuatu untuk sahabat anda ?". Tanya Mirna
"Tidak usah biar pesan online saja supa tidak repot juga kamu Mirna karena aku juga akan membersihkan kamar dulu sebentar ". Kata Jesi
"Oh baik lah nyonya kalau begitu biar nona Lexa bersama saya jika anda sibuk ". Kata Mirna
"Tidak apa sama sekali aku tidak sibuk jadi tenang saja aku bisa membawa Lexa juga jadi kamu bisa melakukan hal lain nya saja tidak masalah ". Kata Jesi
Jesi memang sangat pengertian sekali dia juga tidak terlalu menyusahkan sang asisten karena jika dia bisa melakukan nya sendiri maka dia akan melakukan nya tidak pernah Jesi meminta hal aneh dan dia juga jika berbelanja pun tak lupa untuk membelikan mereka semua yang bekerja bersama dengan dia . se royal itu memang majikan mereka saat ini dan karena Jesi juga perubahan dalam rumah ini terjadi menjadi lebih baik dan berwarna juga tidak seperti dulu yang sangat suram sekali bahkan para pekerja nya pun tidak pernah bisa bernafas lega selama Alex ada di rumah karena mereka pun sangat takut sekali apalagi jika Alex sudah marah akan sangatlah menyeramkan sekali bagi mereka semua nya
"Kamu duduk sini ya sayang temani mama beres-beres kamar ini supaya bersih juga karena mama tadi tidak sempat juga dan lagi ada pakaian yang belum di tata dengan rapih juga ". Kata Jesi
Dia kini menaruh Lexa di tempat yang sudah di sediakan dan tak lupa juga mainan di berikan kepada sang anak agar dia bisa diam tidak rewel juga nantinya ketika dia sedang berbenah di kamar itu
"Semua pakaian Alex memang bagus sekali dan juga bermerk bahkan tidak ada yang harga nya murah semua nya sangat mahal sekali ". Kata Jesi
Dia mungkin baru sadar apa yang ada di tempat Alex terutama di lemari nya bernilai tinggi dan semua barang di rumah itu memang tidak ada yang murah sama sekali bahkan Alex pun memiliki beberapa koleksi yang bisa di katakan cukup limited juga jadi memang Alex suka sekali mengoleksi untuk investasi nya
"Lexa sayang lihat lah ini jam tangan Daddy banyak dan mahal sekali jika di uangkan pasti bisa membeli rumah dan mobil bagus sayang . kamu jangan seperti Daddy ya membeli semua barang mewah tapi tidak menggunakan nya sama sekali ". Kata Jesi menasehati sang buah hatinya meksipun dia tahu tidak akan ada respon sama sekali dari sang anak tapi tetap saja dia akan mengajak anak nya terus menerus berbicara seperti yang terjadi saat ini
"Mirna ". Panggil Kevin yang sudah masuk ke dalam rumah
"Eh tuan sudah datang ". Kata Mirna
"Dimana Jesi apa dia ada di rumah atau pergi bersama Alex?". Tanya Kevin
"Nyonya ada di dalam kamar tuan sedang berbenah tadi dan tuan juga sudah pergi ke kantor ". jawab Mirna
"Bisa kamu panggil kan Jesi sekarang ?". tanya Rahma dengan lembut nya
"Tentu saja bisa nona, silahkan duduk dulu tadi tuan Alex juga sudah mengatakan jika anda akan datang jadi nyonya di minta untuk tetap di rumah saat ini ". Kata Mirna
"kamu mengatakan kepada Alex jika kita akan ke sini ?". Tanya Rahma
"Iya tadi aku chat dia mengatakan jika kita akan ke sini kalau tidak begitu bisa saja Jesi tidak ada di rumah ". Kata Kevin
"Jika Jesi tidak ada ya tidak apa seharusnya karena jika dia ingin pergi kita tidak bisa dong melarang dia untuk pergi karena aku juga tidak mau jika Jesi ada urusan malah dia membatalkan nya untuk kita ". Kata Rahma
"Tidak apa lagi pula Jesi juga tidak pergi kemana-mana karena Alex juga masih sibuk dia tidak akan pergi tanpa izin suami nya ". Kata Kevin
Menunggu beberapa waktu untuk menanti kan kedatangan sang Sahabat sambil berbicara berdua sejak tadi bahkan Rahma pun sempat memarahi sang suami juga tadi karena beberapa hal
"Kok tumben cepat sekali kalian datang nya , aku kira nanti baru datang ternyata sudah datang saja sekarang ". kata Jesi yang turun dari tangga sambil menggendong Lexa
"Apa kita mengganggu kamu ?". tanya Rahma
__ADS_1
"Tentu saja tidak, aku juga tidak melakukan apapun di rumah jadi tidak mengganggu sama sekali ". Kata Jesi
"Minta minta tolong buat kan minum untuk mereka berdua ". Kata Jesi
"Baik nyonya akan saya buat kan segera ". Kata Mirna
"ini Jes hanya sedikit saja maaf ya aku hanya membawa ini saja ". Kata Rahma
"Kenapa repot sekali sih gak bawah apa-apa juga tidak masalah kok kan kita ini keluarga jadi tidak perlu seperti ini ". kata Jesi
"ini cemilan untuk kita makan bersama jadi tidak apa jika aku membawa nya ". Kata Rahma
"Tumben Alex berangkat ke kantor pagi sekali, apa ada meeting penting hingga dia ke kantor se pagi ini ". Kata Kevin
"Entah lah tadi Denis datang ke sini pagi sekali ya mungkin memang ada kerjaan penting ". Kata Jesi
Kevin Hanya mengangguk kan kepala saja dia kini hanya duduk manis sambil mendengarkan obrolan mereka berdua Sekarang bahkan mereka terlihat sangat asik sekali sekarang ini
"Jes aku kemari untuk memberi tahukan hal penting kepada kamu ". kata Rahma
"Hal penting apa ?". tanya Jesi
"Istri ku saat ini sedang hamil itu kabar yang ingin dia berikan kepada mu bahkan dia sangat tidak sabar memberi tahu mu maka dari itu kita datang ke sini sepagi ini ". kata Kevin
Jesi sangat senang sekali dia juga sangat berantusias sekali karena akhirnya sang sahabat bisa hamil juga dan mereka akan sama-sama memiliki anak , sungguh Jesi sangat bahagia hingga dia menetes kan air mata nya sangking bahagia nya dia mendengar kabar itu tadi
Kini Karl pun masih di rumah nya dia belum berangkat kerja , masih duduk manis dengan tatapan tajam nya saat ini
"Jessica Aurora Albert itu bukan nama asli nya aku sangat yakin sekali ". kata Karl
Dia bahkan meyakini jika memang dia kenal Jesi dan seperti nya memang Jesi itu sangat dekat dengan nya hanya saja dia masih belum menemukan kebenaran dan informasi nya sebab Jesi kini sudah menjadi istri Alex jadi akan sangat sulit sekali mencari tahu tentang dia saat ini sebab Alex sangat menutup informasi tentang sang isteri
"Aku ada urusan jadi kau saja yang menggantikan aku hari ini ". Kata Karl
"Baik bos saya akan melakukan sesuai dengan apa yang Anda katakan bos ". Kata Hardy
"Sana pergi lah dulu dan jangan mengubungi ku karena hari ini aku sangat sibuk sekali tidak ingin di ganggu sama sekali". Kata Karl
Jika Hardy tidak bisa di andalkan maka dia akan pergi sendiri untuk mencari tahu bahkan dia akan melakukan apapun agar bisa tahu dengan sesungguhnya siapa sebenarnya Jesi apa benar dia adalah orang yang dia cari selama ini atau dia salah menilai saja
Hardy kini pergi meninggalkan kediaman Karl untuk melakukan meeting dengan klien nya sementara itu Karl tengah menelfon seseorang untuk mengajak nya bertemu saat ini membahas sesuatu hal penting bagi diri nya sekarang ini karena dia juga sangat ingin tahu sekali tentang Jesi saat ini
"Aku akan berangkat sekarang kita bertemu di tempat biasanya ". Kata Karl
Setelah mengatakan nya dia kini turun ke bawah untuk pergi menemui orang yang tadi dia hubungi
"Aku akan pergi jangan menerima tamu siapapun sebab aku akan pergi saat ini ada urusan penting ". Kata Karl
"Baik bos ". Jawab anak buah Karl
Dia menggunakan mobil sport nya kini pergi menemui seseorang dan dalam sepanjang perjalanan pun Karl masih saja memikirkan tentang Jesi bahkan senyum Jesi pun sangat mirip dengan wanita yang dia cari
Flashback on
" Karl ayo kejar lah aku ". Kata Key
__ADS_1
"Jangan lari Key nanti jatuh ". Kata Karl
"Mana mungkin aku terjatuh, sudah jangan Banyak alasan cepat kejar saja aku ". Kata Key
Kedua nya tampak bermain bersama di taman rumah mereka terlihat sekali Key sangat bahagia bermain bersama kakak nya
Bruk
kaki Key tersandung dan dia pun kini terjatuh membuat kaki nya berdarah dan dia pun menangis
"Kan tadi Sudah kakak bilang jangan lari jatuh kan ". Kata Karl
"Sakit sekali". Kata Key
"Sudah jangan menangis biar kakak tiup nanti sembuh . sudah sudah sudah adik nya Karl kan sangat hebat sekali dan kuat juga jadi tidak boleh cengeng ". Kata Karl
"Kamu janji kan akan selalu melindungi ku ?". Tanya Key
"Tentu saja aku akan melindungi adik ku bahkan aku akan menjadi kuat untuk mu agar bisa melindungi mu nanti dan tidak ada satu orang pun yang bisa melukai adik ku ini . Jika ada yang melakukan nya maka aku akan membalas nya itulah janji Karl untuk Key ". Kata Karl
Sang adik pun senang dan dia pun kini memeluk Karl bahkan kedua nya kembali bermain bersama setelah drama tadi terjadi
Flashback off
Karl ingin menepati janji nya kepada adik nya bahkan saat ini dia sudah sangat berjaya sekali jadi dia pun mencari saudara nya yang terpisah karena seseorang yang tak bertanggung jawab membuat Karl dan juga Key berpisah
Marsha saat ini sedang bersama dengan Liya melakukan hal baru bahkan saat ini Marsha di ajari Liya bela diri
" Nona pelan saja tidak usah buru-buru bahkan jika Anda lelah bisa beristirahat dulu jangan terlalu di paksakan nona nanti tuan bisa marah dengan saya ". kata Liya
"Tidak Liya aku juga ingin bisa bela diri karena aku juga ingin menjaga diri ku jika pergi sendiri saja ". Kata Marsha
"Tapi tidak mungkin juga jika tuan akan membiarkan Anda pergi sendiri nona pasti akan ada bodyguard untuk anda nanti ". kata Liya
"Apa banyak musuh Bian hingga kemanapun aku harus di kawal seperti tahanan saja ". Kata Marsha
"Itu untuk keselamatan anda nona untuk menghindari hal yang tidak di inginkan jadi memang tuan harus melakukan hal itu nona ". Kata Liya
"Dan sekarang aku pun belajar bela diri juga untuk menjaga diri ku siapa tahu tuan kamu berbuat ulah aku bisa menghajar nya nanti ". Kata Marsha
Liya pun tersenyum dengan ucapan Marsha dia sangat senang karena Marsha sangat lucu sekali bisa di ajak bicara dengan baik bahkan Marsha pun juga sangat pengertian juga dengan semua orang yang ada di rumah Bian
"Nona saya ambilkan minum dulu anda bisa menunggu di sini ". Kata Liya
"Tidak perlu aku belum haus Liya jadi nanti saja sekalian istirahat jika sudah selesai nanti minum saat ini aku ingin fokus latihan saja ". Kata Marsha
"Jika begitu baik nona kita lanjutkan saja latihan nya agar anda bisa melakukan latihan dasar dalam bela diri saat ini ". kata Liya
Marsha memang sangat antusias sekali bahkan dia memang sudah ingin latihan sejak awal namun Karl tidak membolehkan tapi tadi ketika dia meminta izin langsung di perbolehkan karena ada Liya yang melatih nya
"Liya jika mengajari menembak bagaimana ?". Tanya Marsha
"Maaf nona saya tidak berani jika belum izin dengan tuan jadi saya tidak bisa mengajari anda saat ini bukan karena tidak mau namun belum ada izin dari tuan Fabian jadi saya tidak bisa lancang melakukan nya nona ". Kata Liya
"Ah iya aku hampir lupa jika harus meminta izin dulu dengan Bian baru kamu mau ya melakukan nya , ya sudah belajar ini saja dulu sampai bisa baru nanti aku akan tanya lagi kepada Bian apa boleh jika kamu mengajari ku menebak nanti ". kata Marsha
__ADS_1
Marsha tidak akan memaksa Liya karena dia juga tahu jika Liya melakukan tugas nya sesuai dengan perintah Bian jadi jika dia belum mendapatkan persetujuan dari Bian mana mungkin juga dia akan mau melakukan nya meskipun Marsha sendiri yang meminta tetap saja bos nya adalah Bian jadi tanpa seizin Bian tidak akan ada yang berani melakukan apapun dan melanggar nya seperti saat ini
"Ah latihan seperti ini memang sangat melelahkan sekali ya bahkan aku pun capek sekali Liya rasanya tubuh ku remuk semua ". Kata Marsha sambil memijat badan nya dan Liya hanya melihat nya saja sekarang ini