Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
Part 244


__ADS_3

Setelah di rasa cukup Alex mengajak sang istri untuk segera pulang sebab tidak mungkin juga jika menginap di kediaman Fabian sebab kedua nya juga tidak se akur itu juga jadi kini Alex memutuskan untuk mengajak istri nya pulang saat ini


“Aku pasti akan sangat merindukan kamu kan apalagi Lexa .” Kata Marsha sambil memeluk Jesi


“Ya kamu main lah ke rumah jika rindu .” Kata Jesi


“Itu bisa di atur kakak ipar tenang saja .” Kata Fabian


“Titip dia ya dan jaga dengan baik . Marsha baik sekali dia juga nurut tidak seperti aku .” Kata Jesi


“Iya dia memang sangat baik sekali .” Kata Fabian tanpa di sengaja


Kini Alex dan Jesi segera masuk ke dalam mobil dan mereka pun segara pulang dari kediaman Fabian . Tampak Marsha terlihat murung ketika sang kakak pergi meninggalkan rumah tapi mah bagaimana lagi tidak mungkin juga jika Jesi akan menginap di rumah karena sudah pasti Alex juga tidak setuju dan lagi Fabian juga tidak menawarkan nya juga jadi tidak mungkin mereka akan menginap juga saat ini


“Kenapa wajah mu menjadi semakin jelek apa Tama tidak mengobati nya dengan baik .” Kata Fabian dengan dingin nya


“Tuan Tama sudah mengobati ku tuan dan tadi kak Jesi juga mengatakan jika aku cantik malam ini .” Kata Marsha


“oh jadi sekarang mau besar kepala karena kakak mu mengatakan jika kau cantik .” Kata Fabian menatap Marsha membuat Marsha pun takut saja karena tatapan itu


“Kenapa kau malah mundur apa kau takut dengan ku istri ku tersayang .” Kata Fabian kembali menggoda Marsha membuat Marsha hanya menampakkan ekspresi terkejut nya saja sebab dia pun masih sangat tidak bisa memprediksi bagaiamana sifat Fabian karena terkadang dia pun juga sangat temperamental sekali dan sekarang dia berubah menjadi sangat lembut tentu itu sangat aneh bukan jika di ingat kembali bagaiamana Fabian sehari-hari nya jika bersama dengan Marsha tentu ini berbanding terbalik sekali jika di teliti lebih lanjut lagi


“Ah tentu saja aku sangat takut tuan .” Kata Marsha


“Aku bukan hantu lalu kenapa kau malah takut dengan ku apa begitu pandangan mu terhadap ku yaitu menganggap ku seperti hantu .” Kata Fabian yang kini memeluk Marsha membuat Marsha pun semakin terlihat pucat saja sekarang


“Kenapa , apa kau sakit ?.” Tanya Fabian menyentuh pipi Marsha

__ADS_1


“Aku sangat sehat sekali tuan .” Kata Marsha menjawab pertanyaan Fabian tadi


“Lalu kenapa mau malah terlihat sangat pucat . Jika kau sakit maka aku pun bisa memanggilkan Tama agar dia bisa memeriksa mu sekarang karena aku tidak ingin di repotkan oleh mu .” Kata Fabian


Tuh kan ucapan nya terkadang sangat tidak berperikemanusiaan sekali bahkan bisa-bisa nya dia bicara seperti itu tanpa dosa sama sekali membuat Marsha ingin sekali memukul wajah tanpa dosa sang suami tapi dia juga mana berani melakukan nya bisa kena marah dia jika berani melakukan hal itu kepada Fabian


“Aku tidak apa-apa tuan sungguh aku sangat baik sekali .” Kata Marsha


“Oh ya , lalu kenapa kamu terlihat pucat sayang .” Kata Fabian kembali sambil memeluk dan mengelus rambut Marsha membuat Marsha kini hanya bisa terdiam saja dengan apa yang di lakukan oleh suami gila nya ini


“Jika kamu merasa sakit katakan saja aku akan menyuruh Tama mengobati mu jadi jangan di pendam sendiri rasa sakit itu .” Kata Fabian begitu lembut


Tatapan mereka pun kini bertemu bahkan Marsha masih diam mematung melihat Fabian yang begitu lembut ini sebab dia pun juga tidak pernah melihat dan merasakan kelembutan ini dari suami nya


“Wah wah wah mau pamer kemesraan kenapa tidak di kamar saja .” Kata Tama yang baru saja datang bersama dengan Ben dan Sandy juga


“Tentu aku akan menginap di sini apa tidak boleh atau kau ingin bermesraan dengan kakak ipar tanpa di ganggu oleh siapapun juga di rumah ini . Sungguh sangat tega sekali kau dengan adik mu sendiri kakak .” Kata Tama mengejek Fabian


“Ini rumah ku jadi terserah bukan aku ingin melakukan apapun di rumah ini . Jika kau ingin menginap di sini maka jangan banyak tingkah .” Kata Fabian


“Sama sekali aku tidak banyak tingkah . Oh ya kakak ipar kapan memberikan keponakan lucu untuk ku ?.” tanya Tama


“Pertanyaan mu itu seharus nya kau berikan kepada Kakak karena dia kan yang berperan penting dalam cocok tanam itu .” Kata Ben


“Ya aku juga harus tahu apa kakak ipar ku ingin punya anak dengan suami nya atau tidak siapa tahu dia memakai alat kontrasepsi penunda kehamilan .” Kata Tama


Mendengar hal itu kini Fabian pun menatap Marsha dengan tajam dia juga tidak memikrikan hal itu dan kali ini dia pun ingin memastikan juga apa benar Marsha melakukan hal itu

__ADS_1


“Apa Tama berkata benar dan kau memang memakai nya ?.” Tanya Fabian dengan tatapan tajam nya kepada Marsha


“Jawab jangan bohong karena aku paling tidak suka jika kau membohongi ku “ Bentak Fabian


“Jangan terlalu kasar dengan istri mu kak .” Kata Tama


“Diam lah aku tidak berbicara dengan mu jadi jangan ikut campur .” Kata Fabian


“Tuan bahkan ketika sudah berada di kediaman mu aku tidak pernah bisa keluar dari sini lalu bagaimana cara ku melakukan nya .” Kata Marsha


Dia memang tidak pernah berbohong kepada Fabian dan saat ini pun dia juga tidak berbohong bahkan dia untuk sekedar menelfon saja tidak bisa lalu bagaimana cara nya keluar dari kediaman Fabian


“Pergi lah tidur sekarang .” Perintah Fabian seraya mengecup pipi istri nya


Marsha pun langsung pergi menuju kamar agar dia tidak terus di sudutkan dan mendapatkan kebingungan dari sifat Fabian dia pun segera pergi ke kamar nya saat ini


“Kau kenapa tadi bicara seperti itu ?.” Tanya Fabian


“Aku hanya bertanya saja apa itu salah kak kenapa marah sekali sih .” Kata Fabian


“Dia takut mungkin jika istri nya tidak mau memiliki anak dengan dia .” Kata Sandy


“Kau adalah dokter jadi pasti tahu bukan tanda jika wanita menggunakan hal seperti itu jadi aku hanya ingin memastikan saja tadi .” Kata Fabian


“Jadi , kau ingin segala memiliki anak dengan kakak ipar . Wah kabar sangat mengejutkan sekali di dengar nya bagi ku .” Kata Tama


Dia memang tadi hanya ingin menggoda Fabian saja dan dia pun tidak tahu jika respon Fabian akan seperti itu sungguh di luar dugaan sekali bagi mereka apalagi Tama yang notaben nya sangat tahu bagaimana sang Kakak dan kali ini yakin jika Marsha spesial bagi kakak nya

__ADS_1


__ADS_2