Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
CINTA DI DALAM TAMAN


__ADS_3

Nona Maureen, sebaiknya anda beristirahat, karena malam nanti tuan muda kami akan kembali mengunjungi anda."


Dari luar kamar penjara cinta salah satu pengawal wanita mengatakan hal tersebut kepada Maureen, dan Maureen yang masih menangis sama sekali tidak memperdulikan lagi perkataan pengawal tersebut.


Malam hari ini seperti biasa sebelum bertemu dengan Austin Maureen harus menjalani berbagai perawatan dari kepala sampai kaki.


Dan seperti biasa juga ke dua tangannya akan selalu terikat, matanya akan selalu ditutup, dan mulutnya akan selalu di sumpal oleh kain ketika Maureen keluar dari dalam kamar penjara cinta.


Sampai saat ini Maureen hanya dapat melihat kamar penjara cinta selain itu Maureen sama sekali tidak mengetahui setiap sudut ruangan di dalam mansion Black Devil.


"Nona Maureen pakailah gaun malam ini."


di dalam penjara cinta salah satu pengawal wanita memberikan satu gaun malam tipis yang sangat cantik.


"Jadi malam ini kalian tidak menelanjangi aku lagi?"


Maureen menerima gaun tidur malam tersebut sambil mengatakan hal tersebut kepada salah satu pengawal.


"Tidak nona Maureen, sesuai permintaan tuan muda kami, ini yang harus anda kenakan."


"Aku tidak boleh menolaknya bukan?"


Dengan tegas salah satu pengawal tersebut langsung menggelengkan kepalanya.


Maureen hanya bisa pasrah dan langsung menggunakan gaun tidur malam tersebut ke tubuhnya.


"Ini ke dua tangan ku, jika kalian ingin kembali mengikatnya."


Maureen yang seakan - akan sudah terbiasa dengan cara aneh ini langsung mengulurkan ke dua tangannya untuk di ikat oleh salah satu pengawal.


Dan tanpa butuh waktu lama, ke dua tangan Maureen langsung di borgol ke belakang.


"Jadi sekarang menggunakan borgol, bukan tali lagi?"


Maureen mengatakan hal tersebut sambil tersenyum dengan sinis, namun para pengawal wanita seperti biasa tidak pernah menghiraukan perkataan Maureen.


Penutup mata yang terpasang di ke dua mata Maureen membuatnya kembali merasakan kegelapan.


"Mari nona."


"Kalian akan membawa ku kemana?"

__ADS_1


"Sesuai permintaan tuan muda kami yang akan menemui anda di taman."


"Taman?"


"Ya nona Maureen, mari."


Maureen pada akhirnya mengikuti langkah kaki para pengawal wanita.


Maureen yang kini sudah pasrah dengan segalanya tidak lagi banyak berbicara ketika ke dua tangan kembali terbelenggu, ketika dirinya harus kembali melayani nafsu sang tuan muda misterius tersebut.


"Pengawal apakah ini wangi bunga mawar?"


"Ya nona Maureen anda benar, ini adalah taman bunga mawar merah."


Meskipun ke dua mata Maureen tertutup kain hitam, namun penciuman tajam Maureen yang tidak terbelenggu masih bisa merasakan harum bunga mawar tersebut.


"Duduklah nona."


Para pengawal meminta Maureen untuk duduk di satu kursi yang sudah di siapkan untuk pertempurannya dengan tuan muda misterius tersebut.


Para pengawal langsung mengikat tangan kanan dan tangan kiri Mauren kepada tempat yang sudah di sediakan.


"Pengawal boleh aku meminta satu permintaan sebelum kalian melakukan hal yang lebih lagi terhadap ku?"


"Katakan kepada tuan muda mu, jika boleh aku ingin percintaan pada malam hari ini aku lakukan dengan keadaan sadar, tanpa aku mendapatkan suntikan seperti waktu itu."


Para pengawal yang mendengarkan permintaan Maureen kini hanya bisa saling pandang.


Baiklah kami akan menyampaikan kepada tuan muda kami.


"Dan ada satu hal yang aku minta lagi, bolehkah jika kalian tidak menyumpal mulutku di dalam percintaan malam hari ini?"


"Maafkan kami nona Maureen, kami harus tetap melakukan hal ini."


Dan tanpa butuh waktu lama, para pengawal langsung menyumpal mulut Maureen dengan kain.


"Ini adalah aturan di dalam mansion Black Devil bagi setiap wanita malam yang menjadi tamu tuan muda kami, namun kami akan tetap menyampaikan hal ini kepada tuan muda, jika nanti tuan muda berkenan, tuan muda lah yang akan melepaskan sendiri kain ini dari mulut nona Maureen."


Dan setelah mengatakan hal tersebut semua para pengawal langsung meninggalkan taman.


Malam yang kembali dengan kesunyian, saat ini di taman mansion hanya Mauren sendiri berada di sana, dengan tangan terikat, mulut dan ke dua matanya terbelenggu di dalam kegelapan Maureen tidak bisa menjerit atau mengatakan sesuatu hal lagi selain menunggu kedatangan tuan muda misterius yang akan kembali menyentuhnya di dalam kegelapan.

__ADS_1


Di tengah kesunyian malam, tiba - tiba saja Maureen mendengarkan suara langkah kaki yang kini semakin mendekat ke arahnya.


Maureen juga dapat merasakan jika kini di sampingnya ada satu orang yang sedang duduk, dan Maureen memilih untuk diam.


Tiba - tiba saja orang tersebut langsung membuka kain yang membungkam mulut Maureen.


"Tuan muda, apakah saat ini anda yang duduk di samping ku?"


Maureen yang sudah dapat kembali bersuara mengatakan hal tersebut, namun yang Maureen dapatkan hanyalah keheningan semata.


Tidak ada tanda - tanda suara yang lain yang menyahut pertanyaan Maureen.


"Ya aku yakin anda adalah tuan muda di dalam mansion ini."


Dan tetap tidak ada suara yang menyahut perkataan Maureen.


"Tuan muda, malam ini aku akan melayani anda dengan sangat baik, tuan muda tubuh ini adalah milik mu seutuhnya, namun apakah boleh aku meminta satu permintaan kepada anda?"


Dan untuk kesekian kalinya Maureen tidak mendapatkan jawaban apa - apa dari pertanyaan nya kali ini.


"Aku ingin melayani anda dalam keadaan sadar, aku mohon untuk malam ini jangan lagi aku menerima suntikan itu tuan, aku mohon."


Maureen kembali mengatakan hal tersebut tapi tetap saja tidak ada yang menjawab setiap perkataannya.


Baiklah untuk malam ini aku akan mengabulkan permohonan mu nona, aku sudah mengetahui efek dahsyat dari obat yang di suntikan kepada mu, dan malam ini aku akan mengabulkan permintaan mu ini


Austin yang saat ini duduk di samping Maureen mengatakan hal tersebut di dalam hatinya.


Dan tanpa butuh waktu lama, Austin kembali menyambar bibir Maureen dan ******* bibir tersebut dengan sangat lembut.


Maureen yang sadar jika serangan kembali datang langsung mempersiapkan dirinya.


Namun kali ini Maureen bisa merasakan ciuman yang hangat dari satu laki - laki misterius yang kembali menyentuhnya di dalam kegelapan.


Dengan permainan yang lembut Austin membuka semua baju tidur Maureen.


Dengan gerakan - gerakan lembutnya Austin menyentuh semua tubuh Maureen dan gerakan demi gerakan Austin tersebut mampu kembali membuat Maureen kembali terbang ke langit paling tinggi.


Di dalam tempat duduk taman, di tempat terbuka Maureen merelakan dirinya ketika Austin pada akhirnya kembali berhasil melucuti semua pakaiannya.


Maureen sudah tidak peduli lagi ketika tubuh telanjangnya itu kini juga di lihat para pengawal laki - laki yang datang bersama dengan Austin ke taman tersebut.

__ADS_1


Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih


__ADS_2