
Dengan langkah gontai Austin berjalan untuk menuju ke dalam pribadinya, rasa malas yang amat sangat untuk masuk ke dalam kamar tersebut lebih tepatnya sejak Maureen pada akhirnya menjadi satu tempat tidur dengan dirinya.
"Selamat datang tuan muda."
Begitu Austin membuka pintu sungguh sangat luar biasa.
Austin mencium aroma terapi yang sangat menenangkan pikirannya dan yang lebih luar biasa Austin dapat melihat senyum manis salah satu wanita yang kini dengan tenang menyambut ke datangan nya.
Austin dengan cueknya berjalan masuk ke dalam kamar dan Austin kembali melihat di sudut ruangan ada satu meja makan yang sudah lama kosong, namun malam ini meja makan tersebut di isi dengan berbagai macam masakan yang baunya sungguh menggugah selera.
"Siapa yang mengizinkan mu untuk melakukan hal ini?"
Austin mengatakan hal tersebut sambil menunjukkan semua dekorasi ruangan dan juga makanan demi makanan yang kini terletak di meja makan.
"Maafkan aku tuan muda, maafkan jika aku tidak meminta izin mu terlebih dahulu, tapi sungguh aku melakukan hal ini agar anda bisa lebih nyaman untuk tinggal di dalam kamar anda sendiri."
__ADS_1
Dengan menundukkan wajahnya Maureen mengatakan semua hal tersebut di hadapan Austin.
"Aku hanya ingin tuan muda Austin bisa melepaskan rasa penatnya ketika berada di dalam kamar, aku juga sudah memasak makan malam untuk tuan muda."
Sungguh saat ini hati dan pikiran Austin sangat ingin berontak, di satu sisi dirinya sangat tidak suka jika kamarnya di dekorasi tanpa seizinnya, namun di sisi yang lainnya saat ini tak dapat di pungkiri bahwa aroma masakan Maureen betul - betul menggugah selera Austin.
"Mari kita lihat seberapa enak masakan mu, jika sampai aku sakit atau aku mual karena aku memakan masakan mu ini, maka kau akan aku hukum!"
Dan hal tersebut lah yang pada akhirnya di putuskan oleh Austin.
"Baik tuan muda Austin, aku siap menerima hukuman dari anda jika makanan itu tidak sesuai dengan selera anda."
Sungguh saat ini tidak ada yang ingin Maureen lakukan kecuali membuat satu laki - laki yang saat ini berada di hadapannya senang.
"Tutup mata mu sekarang juga!"
__ADS_1
Deg
Sungguh saat ini Maureen hanya bisa terdiam ketika mendengarkan apa yang di perintahkan Austin kepadanya.
" Tutup mata tuan muda? untuk apa?"
Maureen yang masih belum mengerti dengan apa yang di maksudkan oleh Austin kembali menanyakan hal itu.
"Baiklah, sepertinya kau harus langsung di ajarkan agar kau bisa mengerti, aku ikut aku ke sana."
Austin membawa Maureen untuk duduk di tempat duduk di samping tempat tidur, dan setelah itu Austin mengeluarkan tali dari dalam saku celananya dan mulai mengikat Maureen.
"Tuan apakah anda akan melakukan hal itu lagi? bercinta dengan mata tertutup?"
Austin yang masih mengikat tubuh Maureen seakan - akan tidak peduli lagi dengan pertanyaan Maureen dan terus mengencangkan ikatan nya.
__ADS_1
"Aku hanya tidak ingin kau melihat wajah ku, atau kau mencoba untuk memaksa melihat nya, karena kau termasuk gadis yang ingin tau banyak hal."
Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih