
Nona Mauren anda harus tahan karena ini akan sedikit sakit."
Tanpa mendapatkan persetujuan dari Maureen salak satu pengawal langsung menusuk lengan Maureen dengan jarum suntik dan di dalamnya berikan obat.
Seketika itu juga Maureen menjerit kesakitan dan menangis, sungguh rasanya nyeri sekali ketika jarum suntik tersebut menyentuh kulitnya.
"Kalian kejam, seumur hidup ku, akan aku ingat apa yang telah kalian lakukan kepada ku hari ini!"
Dengan berlinang air mata Maureen mengatakan hal tersebut kepada para pengawal yang seolah - olah tidak peduli dengan perkataan Maureen.
Dengan kasar Maureen terus mengeluarkan umpatan demi umpatan kepada para pengawal, sampai pada akhirnya dia berhenti mengatakan hal tersebut karena kini dirinya merasa sedang berada di awan - awan.
Tubuhnya mendadak terasa ringan, tubuhnya seakan - akan di bawa terbang ke tempat yang indah.
"Selamat tuan Austin."
Satu pelayan wanita langsung membungkukkan badan ketika melihat Austin sudah ada di depan pintu penjara cinta milik Maureen.
Austin yang datang dengan jubah hitam dan topeng pada mata kirinya nampak memandang tajam ke arah pelayan tersebut.
"Semua sudah siap?"
"Semua yang tuan Austin perintahkan sudah kami siapkan."
"Minggir, aku akan masuk!"
Dan dengan cepat para pelayan wanita langsung menyingkir dan membiarkan Austin membuka pintu kamar penjara cinta tersebut.
Setelah Austin masuk ke dalam penjara cinta Austin dapat melihat tubuh polos Maureen yang saat ini terikat di atas tempat tidur dengan ke dua matanya tertutup.
Dengan cepat Austin menyalakan lampu kamar dan membuka semua jubah hitamnya, membuka penutup mata kirinya.
"Pasti kau sudah diberikan obat tersebut nona."
Austin mengatakan hal tersebut sambil mendekatkan diri ke arah Maureen yang saat ini dengan meracau dengan pelan.
"Kau tau mengapa kau harus diberikan obat ini? supaya saat aku sedang menyentuh bagian demi bagian tubuh mu kau bisa melayani ku dengan sempurna."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Austin langsung melahap bibir Mauren dengan kasar.
Dengan luapan hasrat yang sudah tidak terbendung lagi Austin menyentuh semua area sensitif di tubuh Maureen.
Dengan gerakan cepat akibat ulah Austin Maureen mengeluarkan ******* panjangnya berkali - kali.
Obat yang di suntik kan kepadanya membuat gairah Maureen menjadi berkali - kali lipat.
"Tuan muda siapapun anda saat ini jangan ragu untuk menyentuh ku, ya tuan sentuh aku dengan seluruh kekuatan yang kau miliki."
__ADS_1
Dengan kencang Mauren mengatakan hal tersebut kepada Austin, perkataan yang dikatakan tanpa sadar, perkataan yang dikatakan tanpa perasaan, namun hasrat yang semakin menggelora membuat Maureen terus berteriak - teriak meminta Austin untuk terus menyentuh seluruh tubuhnya dengan cepat.
Rupanya obat ini bekerja dengan sangat cepat, bagus ini akan menjadi bisnis baru untuk ku.
Di tengah nafas nya yang tersengal Austin bisa melihat dengan jelas jika kini Maureen begitu haus akan sentuhan dan gairah Maureen betul - betul memuncak.
Aku suka permainan pada malam hari ini, aku akan memberikan malam yang tidak terlupakan pada mu nona.
Setelah Austin mengatakan hal tersebut di dalam hati, Austin kembali menerkam tubuh indah milik Maureen.
*******, mencumbu, mencium semua tubuh Maureen tanpa ada satupun yang tersisa.
Maureen yang sudah menerima obat hanya bisa pasrah dan di bawa terbang ke langit yang paling tinggi.
Hentakan demi hentakan Austin lakukan berulang - ulang kepada Maureen di dalam posisi terikat di atas tempat tidur.
Dan itu semua berlangsung hingga Maureen pada akhirnya pingsan karena kelelahan.
"Sungguh reaksi obat ini luar biasa."
Austin yang telah menyelesaikan pertempuran nya dengan baik mengatakan hal tersebut sambil menggunakan kembali semua pakaiannya.
Dengan cepat Austin membuka pintu penjara cinta dan para pengawal yang masih berjaga di depan langsung kembali membungkukkan badan.
"Kalian boleh melepaskan ikatannya."
Tanpa banyak berkata - kata setelah Austin mengatakan hal tersebut Austin langsung pergi meninggalkan kamar penjara cinta tanpa memperdulikan lagi gadis yang saat ini masih berada di dalam dan masih pingsan.
Sungguh pertempuran yang luar biasa, pertempuran yang di lakukan dengan gairah yang sangat besar.
"Selamat pagi nona Maureen."
Deg
Pagi ini Maureen terbangun di atas tempat tidurnya dengan keadaan hanya menggunakan selimut putih saja.
"Katakan kepada ku, apa yang telah terjadi dengan ku semalam?"
Maureen mengatakan hal tersebut karena tubuhnya sangat merasa kelelahan dan bagian kewanitaan sakit.
"Semalam tuan muda kami berkunjung ke penjara cinta nona."
Deg
Seketika itu Maureen langsung mengingat kembali apa yang telah terjadi dengannya.
"Dimana saat ini tuan muda kalian berada?"
__ADS_1
"Maafkan kami nona, tapi kami tidak bisa mengatakan kepada nona Maureen dimana tuan muda."
Maureen yang mendapatkan jawaban dari para pelayan langsung menggelengkan kepalanya.
"Pergi lah aku ingin sendiri."
"Baik nona Maureen."
Setelah mengatakan hal tersebut beberapa pengawal wanita langsung keluar dari dalam kamar penjara cinta.
Kini hanya tinggal Maureen seorang diri di dalam kamar tersebut.
Dengan perlahan Maureen keluar dari dalam selimutnya dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Sebenarnya siapa kau sebenarnya tuan muda? kau selalu menyentuh ku di dalam kegelapan."
Maureen mengatakan hal tersebut di depan cermin di dalam kamar mandi.
"Lalu kau menyentuh semua tubuh ku dengan brutal."
Maureen mengatakan hal tersebut sambil melihat sekujur tubuhnya yang penuh dengan tanda cinta.
"Tapi meskipun kau menyentuh ku dengan brutal, aku bisa merasakan kenikmatan yang luar biasa di dalam permainan ini."
Maureen mengatakan hal tersebut sambil memejamkan ke dua matanya.
Mauren memejamkan ke dua mata sambil menarik nafasnya dalam - dalam.
Maureen sedang kembali mengingat setiap sentuhan demi sentuhan maut tuan muda yang selalu menyentuhnya di dalam kegelapan.
"Tuan muda, aku tidak pernah tau siapa kau yang sebenarnya, namun saat obat itu di suntik ke dalam tubuh ku, aku merasakan gairah yang luar biasa di dalam tubuh ku, apakah kau menggunakan obat perangsang dosis tinggi?"
"Jika benar kau melakukan hal itu, untuk apa kau melakukannya tuan muda misterius?"
Maureen kembali mengatakan hal tersebut sambil kembali memandang cermin besar yang saat ini berada di dalam kamar mandinya.
Rasa penasaran Maureen akan sang tuan muda misterius memang sangat tinggi, namun tidak ada yang bisa Maureen lakukan kecuali hanya menaruh rasa penasaran tersebut di dalam hatinya saja.
Sementara itu di dalam ruangan yang berbeda nampak satu laki - laki menggunakan topeng di mata kirinya sedang sibuk dengan pekerjaan.
"Selamat pagi tuan Austin."
"Pagi Jo, duduklah ada hal yang ingin aku bicarakan kepada mu."
Asisten Jo langsung duduk di hadapan Austin ketika mendengarkan perintah dari Austin.
"Katakan kepada ku bagaimana keadaannya saat ini?"
__ADS_1