Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
Part 198


__ADS_3

Keindahan tempat yang mereka kunjungi pun membuat Marsha juga merasa senang dan juga tenang sekali dan dia bisa berpikir dengan jernih juga saat ini tentang dia yang akan segera menikah dengan Fabian lelaki yang sangat tidak dia cintai bahkan dia juga tidak tahu bagaimana sifat nya karena dia selalu saja berubah sikap setiap kali bersama dengan nya . Mungkin saja memang ini sudah takdir dia yang harus dia jalani karena keserakahan dari kedua orang tua nya bahkan Marsha juga sudah pasrah jika memang pernikahan dia akan terlaksana


“Kamu kenapa tidak seperti biasa nya ?.” Tanya Jesi


“Tidak apa kak hanya saja aku merasa sangat senang ketika bersama dengan kalian dan aku merasa bahagia juga .” Kata Marsha


“Jika aku lihat justru malah kamu lebih terlihat seperti sangat tertekan sekali jika memang ada yang ingin kamu ceritakan silahkan saja aku akan mendengar kan nya jangan ragu untuk bercerita kepada ku .” Kata Jesi


“Sungguh kak tidak ada hal apapun yang aku sembunyikan hanya saja memang aku sangat merindukan kehadiran kamu di rumah tapi itu juga tidak mungkin bukan sebab kamu juga sudah berkeluarga .” Kata Marsha


“Jika kamu ingin kamu juga bisa menginap di rumah pasti suami ku juga akan mengizinkan jika kamu menginap di rumah .” Kata Jesi


“Tidak mungkin kak , nanti malah papa dan mama akan marah jika aku ada di rumah kalian .” Kata Marsha


“Soal itu bisa nanti di urus oleh Alex dia pasti bisa melakukan sesuatu hingga papa dan mama mengizinkan kamu menginap di rumah nanti nya .” Kata Jesi


Jesi sangat tahu dengan pasti jika kedua orang tua nya juga mana mungkin berani dengan Alex bahkan jika Alex meminta Marsha untuk tinggal di rumah pasti mereka juga akan mengizinkan nya tanpa memberikan banyak alasan juga jadi Jesi akan meminta batuan sang suami untuk hal ini


“Kita adalah saudara bukan jadi jika kamu ingin apapun katakan saja aku akan membantu mu dan kamu tahu juga bukan siapa suami ku tentu nya dia akan sangat bisa sekali membantu kita jika memang kamu membutuhkan bantuan nya apalagi kamu adalah adik ipar nya pasti dia akan membantu dengan senang hati .” Kata Jesi meyakinkan Marsha sebab Jesi kali ini sangat yakin sekali jika Marsha memang sedang dalam masalah namun sayang dia tidak mengatakan apa masalah nya saat ini membuat Jesi terus ingin memancing agar sang adik mau mengatakan apa sebentar nya yang terjadi hingga dia seperti tidak bersemangat sekali dan terlihat juga jika dia sangat lesu sejak tadi dan banyak melamun juga

__ADS_1


“Bagaimana kamu cukup senang ada di sini dan tidak pergi ke rumah sakit hari ini ?.” Tanya Leo


“Tentu saja dia senang kenapa juga Karin harus terus saja bekerja jika calon suami nya kaya raya .” Kata Alex


“Lex bukan itu maksud ku bahkan aku juga sudah mengatakan kepada nya jika dia tidak usah bekerja namun dia malah menolak .” Kata Leo


“Kau harus tahu jika dia menolak itu arti nya kau harus mencari cara lain jangan malah diam saja Leo . Kenapa mendadak kau jadi bodoh jika soal cinta .” Ejek Alex


“Bukan nya kau juga pernah seperti ku bung ketika menghadapi Jesi jadi kita sekarang sama .” Kata Leo


“Apa sih kalian ini ribut saja kerjaan nya . Aku memang masih senang bekerja di rumah sakit jadi jangan memaksa ku untuk berhenti dari sana sebab aku sungguh masih nyaman dan menikmati ketika bekerja di sana .” Kata Karin


“Bahkan semua yang ada di sana pun juga sudah tahu jika aku adalah kekasih Leo jadi untuk apa juga posisi di sana bagi ku itu sungguh sangat tidak penting sekali .” Kata Karin


“Pemikiran yang seperti ini lah membuat ku jatuh cinta kepada kamu sejak dulu bahkan kamu juga sangat baik berbeda dengan wanita lain yang pernah aku temui .” Kata Leo


“Dasar play boy ya selalu saja membandingkan bahkan kamu juga sudah menemui banyak wanita dalam persinggahan kehidupan kamu jadi aku Rasa kamu cukup play boy sama seperti kak Alex .” Kata Karin


“Aku sudah tidak seperti itu lagi karena saat ini kebahagiaan keluarga ku lah yang sangat penting melebihi apapun juga .” Kata Alex

__ADS_1


“Untung dulu kau menikah dengan nya Lex jadi semua nya berubah dan kau kini terlihat sangat bahagia sekali .” Kata Leo


“Ya memang aku sangat beruntung sekali mendapatkan dia dan aku akan menjaga nya sampai akhir hidup ku tidak akan aku biarkan orang menyentuh anak dan juga istri ku nanti nya karena jika ada yang ingin melakukan nya maka dia akan lenyap di tangan ku sendiri dan aku memastikan hal tersebut .” Kata Alex


Apa yang Alex katakan tentu saja tidak main-main bahkan dia memang melakukan sesuai dengan apa yang dia ucapkan tidak pernah dia membiarkan siapapun menyakiti bahkan menyentuh Jesi juga karena saat ini anak dan istri adalah prioritas nya jadi dia akan melakukan segala cara untuk tetap membuat mereka aman dan juga nyaman ketika bersama dengan nya


Tampak dari kejauhan sosok yang kini menatap tajam ke arah mereka sejak tadi dan selibat jyga tangan nya mengepal dengan kuat


“Apa Marsha tidak akan membocorkan rencana pertunangan kalian ?.” Tanya Luis


“Dia tidak akan berani melakukan nya aku yakin sekali .” Kata Fabian


“Aku juga yakin tapi seperti nya kali ini berbeda Fabian sebab dia sangat dekat dengan Jesi jadi bukan tidak mungkin kan jika dia akan membongkar segala nya dan rencana kita akan gagal nanti nya .” Kata Luis


“Kau tenang saja Luis semua yang kita rencanakan untuk menghancurkan Alex dari dalam akan sangat berhasil sekali apalagi mertua dia juga mendukung kita jadi itu akan terlihat sangat mudah sekali .” Kata Fabian yakin dengan semua rencana yang dia buat dan dia yakin jika semua akan berjalan sesuai dengan apa yang dia inginkan juga


“Tapi lihat lah mereka sangat serius sekali apa kau tidak curiga jika Marsha akan mengatakan nya kepada Jesi ?.” Tanya Luis lagi


“Apa kau meragukan ku, jika aku bilang dia tidak akan mengatakan maka tidak jadi tetap tenang dan diam saja jangan banyak bicara kita lihat saja nanti siapa yang akan memang antara aku dan Alex .” Kata Fabian yang kini mulai melajukan mobil nya dan dia kini memilih pergi meninggalkan mereka setelah lama dia dan Luis berada di sana bahkan sejak tadi tak henti juga Fabian memandangi wajah Marsha dari kejauhan

__ADS_1


__ADS_2