
Austin yang masih mengikat tubuh Maureen seakan - akan tidak peduli lagi dengan pertanyaan Maureen dan terus mengencangkan ikatan nya.
"Aku hanya tidak ingin kau melihat wajah ku, atau kau mencoba untuk memaksa melihat nya, karena kau termasuk gadis yang ingin tau banyak hal."
Selesai mengatakan hal tersebut Austin langsung menutup ke dua mata Maureen dengan kain hitam dan menyumpal mulut Maureen.
Sungguh saat ini hati Maureen begitu kaget mendengar ucapan Austin dan apa yang Austin perbuat kepadanya, namun kali ini Maureen memilih untuk diam dan tetap tenang.
Samar - samar Maureen mendengarkan suara pakaian di buka, dan barang di letakan, lalu Maureen juga mendengar pintu kamar mandi di buka dan air di nyalakan.
Ternyata dia hanya akan mau mandi saja, sungguh terlalu, aku tidak perlu di perlakukan seperti ini , cukup dia mengatakan bahwa aku tidak boleh untuk melihat wajahnya, itu saja sudah cukup, tanpa perlu memperlakukan aku seperti ini lagi.
Di dalam ikatan dan ke dua mata yang masih di tutup oleh kain hitam Maureen hanya bisa mengatakan hal tersebut di dalam hatinya saja.
Maureen sampai saat ini masih belum bisa mengerti mengapa tuan muda misterius itu sangat tidak ingi di ketahui wajahnya oleh orang lain.
__ADS_1
*Ah lebih baik aku mengikuti saja apa yang dia ingin kan, sungguh saat ini aku hanya ingin menjadi istri yang baik untuk satu laki - laki yang telah mau menikah dengan ku.
Apapun profesi laki - laki yang saat ini telah menjadi suami ku, aku akan berusaha untuk menghormati nya dengan baik, menerima dan belajar untuk mencintai nya dengan sepenuh hati ku.
Karena pada nantinya tuan muda misterius inilah yang akan menemani ku hingga masa tua nanti, jadi mulai sekarang aku harus belajar untuk menjadi istri yang baik dan tidak membantah setiap perkataannya*.
Selesai mengatakan hal tersebut Maureen merasakan ada yang membuka ikatan, penutup mulut dan juga penutup ke dua matanya.
Dan saat Maureen sudah kembali bisa melihat, Maureen kembali dengan jelas dapat melihat satu laki - laki dengan pakaian tidurnya namun masih tetap saja menggunakan topeng di bagian wajah kirinya.
"Baik tuan muda Austin."
Setelah mengatakan hal tersebut Maureen segera mendekat ke meja makan, malam hari ini Maureen melayani Austin di meja makan dengan sangat baik.
Dan Austin yang selama hidupnya belum pernah mendapatkan pelayanan seperti ini dari seorang wanita, sungguh malam ini nampaknya begitu menikmati semua pelayanan Maureen.
__ADS_1
Sial, makanan ini enak sekali!
Hal tersebut yang pada akhirnya Austin ucapkan di dalam hati saat Austin mulai memasukan masakan Maureen ke dalam mulutnya.
Sungguh di luar dugaan Austin, wanita yang saat ini berada di sampingnya adalah wanita yang pintar memasak.
"Bagaimana tuan Austin? apakah masakan ku sesuai dengan lidah anda?"
Maureen yang sejak tadi melihat Austin begitu lahap makan kembali menanyakan hal tersebut kepadanya.
"Masakan mu biasa saja."
Hal tersebut yang pada akhirnya keluar dari mulut Austin, namun tidak dapat di pungkiri malam hari ini Austin makan dengan sangat lahap sekali.
Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih
__ADS_1