
Marsha tidak menyangka jika Luis membohongi nya bahkan kini dia hanya bisa berdiam dengan rasa takut yang melanda dalam diri nya sebab dia tahu dengan pasti bagaimana jika Fabian marah tentu dia tidak akan bisa lolos sama sekali dari Fabian nanti nya
“Hentikan Fabian dia bisa mati jika kau terus memukul nya .” Kata Ben
Seperti tidak perduli kini Fabian pun masih tetap menghajar Luis hingga terdengar suara seseorang terjatuh dan itu adalah Marsha yang di dorong oleh Laura sebab Laura dia sangat tidak suka karena Marsha membuat Fabian menjadi seperti saat ini hal itu sangat tidak di terima oleh nya
“Kau dasar wanita sial kenapa selalu saja mencoba untuk merebut Fabian .” Kata Laura
Marsha masih diam sebab dia masih shock ketika melihat Fabian menghajar Luis bahkan kini rambut dia berantakan pun tidak dia perdulikan
“Hentikan Laura tidak boleh ada yang menyakiti nya kecuali aku .” Teriak Fabian agar Laura berhenti menyakiti Marsha
“Jadi kamu membela nya ?.” Tanya Laura
Fabian pun langsung menarik Laura dan kini segera membawa Marsha pergi dari sana
“Tuan aku minta maaf tolong ampuni aku .” Kata Marsha
Fabian tidak menggubris nya dia kini langsung memasukkan Marsha ke dalam mobil dan langsung melajukan kendaraan nya
“Kau memang suka sekali ya membangkang bahkan aku sudah melarang mu pergi dari rumah tanpa ku tapi kau masih saja membangkang .” Kata Fabian yang masih fokus
“Ampun tuan saya sungguh tidak ada niatan untuk pergi tanpa izin anda .” Kata Marsha dengan gugup dan suara bergetar nya bahkan dia masih memegang pergelangan tangan nya yang memang terluka akibat dari ulah Laura tadi
Marsha melihat jika jalan yang di ambil Fabian ini bukan lah jalan menuju kediaman nya tapi dia tidak berani sama sekali untuk bertanya
Tampak mobil sudah masuk ke dalam halaman rumah yang megah dengan banyak nya penjaga di sana terlihat Fabian keluar dari mobil membuat Marsha pun juga mengikuti nya
“Masuk obati luka mu .” Kata Fabian
Dia kini mengajak Marsha untuk segera masuk ke dalam terlihat para maid sudah berbaris dengan rapi di sana sambil menundukkan kepala nya menyambut sang tuan datang
“Selamat datang tuan .” Kata Marko
“Apa kau sudah memanggil nya untuk datang ke sini ?.” Tanya Fabian
“Dokter Tama sudah menunggu tuan jadi anda bisa menemui nya di lantai atas .” Jawab Marko
Fabian menggandeng tangan Marsha yang tidak terluka dan mengajak nya untuk segera pergi menemui Tama agar segera bisa mengobati luka nya
“Kau baik-baik saja tapi kenapa meminta ku datang ke sini . Jangan membuang waktu ku percuma Fabian karena waktu ku sangat berharga banyak pasien yang sedang menunggu ku .” Kata Tama
“Jangan banyak bicara obati saja luka nya .” Kata Fabian sambil mendorong Marsha maju ke hadapan Tama
Tama menatap Marsha dari ujung kaki hingga kepala bahkan tatapan nya sangat tidak biasa sekali bagi Marsha
“Jika mau terus menatap nya maka aku akan mengeluarkan bola mata mu dari tempat nya .” Kata Fabian dengan dingin nya
“Dan itu pun juga menjadi keahlian ku bung jangan lupa akan hal itu .” Kata Tama
Kini dia pun mengeluarkan peralatan nya untuk mengobati wanita yang kini ada di hadapan nya ini
“Berbaring lah nona cantik aku akan mengobati mu .” Kata Tama
“Jangan berani menggoda nya Tama .” Peringatan dari Fabian
“Nona kau sangat cantik sekali lalu kenapa bisa kau terpikat dengan lelaki psikopat ini . Apa kau perlu operasi mata jika iya maka aku bisa membantu mu .” Kata Tama
Bug
Bantal pun melayang mengenai kepala Tama dan untung nya itu hanya bantal coba jika vas bunga akan jadi apa kepala Tama nanti nya
__ADS_1
“Kau mengganggu ku Fabian jika aku salah memberikan obat lalu dia terluka semakin parah bagaimana nanti kau malah menyalahkan ku .” Kata Tama
“Maka lakukan dengan baik tanpa banyak bicara karena suara mu sangat mengganggu ku .” Kata Fabian
Dia pun kini hanya mengamati Marsha saja yang tengah berbaring sambil menahan sakit karena mendapatkan perawatan dari Tama dokter yang di minta Fabian datang ke rumah nya yang tidak banyak orang tau bahkan Laura pun tidak mengetahui nya
“Terima kasih tuan Tama .” Kata Marsha
“Itu sudah menjadi tugas ku dan lagi jangan panggil aku tuan panggil nama saja atau adik Tama yang tampan juga boleh .” Kata Tama
“Pergi saja pekerjaan mu sudah selesia dan Marko akan mentransfer uang nya .” Kata Fabian
“Dia harus beristirahat dengan cukup agar bisa segera sembuh jadi kau ikut lah bersama ku ayo kita mengobrol di luar .” Kata Tama mengajak Fabian
“Aku akan pergi jadi jangan keluar dari ruangan ini tanpa izin dari ku .” Kata Fabian
“Baik tuan saya mengerti .” Kata Marsha
Fabian dan Tama kini pergi turun ke bawah untuk duduk dan mengobrol di ruang tamu bahkan Tama terlihat tersenyum sejak tadi
“Apa yang kau tertawakan .” Kata Fabian
“Seperti nya kau tidak menganggap nya musuh mu bahkan aku tahu jika kau menyukai nya hanya saja gengsi mu terlalu tinggi Fabian .” Kata Tama
“Jangan sok tahu dan ikut campur urusan ku .” Kata Fabian
“Dia wanita baik dan kau tidak seharus memperlakukan dia dengan buruk apalagi menggunakan dia sebagai alat untuk balas dendam saja dengan kesalahan yang tidak pernah dia lakukan . Jangan sampai kau menyesal nanti nya Fabian .” Kata Tama
“Sebaik nya kau kembali saja ke rumah sakit aku sudah tidak membutuhkan Mu .” Kata Fabian
“Aku hanya mengingat kan mu dan satu lagi , sebaik nya kau segera akhiri hubungan mu dengan Laura karena jika kau masih bersama dengan nya aku tidak yakin jika istri mu akan bertahan hidup lebih lama lagi .” Kata Tama
Tama adalah saudara tiri Fabian meskipun hanya saudara tiri tapi hubungan kedua nya sangat baik sekali bahkan Tama juga tahu bagaimana kejam nya seorang Fabian namun ketika dia melihat bagaimana perlakuan Fabian kepada istri nya dia bisa menebak jika Fabian sudah jatuh hati kepada Marsha namun dia enggan untuk mengakui nya
“Kau benar-benar ya Setelah aku membantu mu kau malah mengusir ku begitu saja . Dasar kakak tidak baik .” Kata Tama
“Mana sudi aku menjadi kakak mu .” Kata Fabian
“Dan aku pun juga tidak ingin menjadi adik mu , bahkan tidak terpikir jika aku memiliki kakak seorang psikopat seperti mu .” Kata Tama
Belum juga dia pergi lemparan pun kembali mendarat di kepala nya dan kali ini cukup berat juga karena Fabian melempar dengan sepatu yang dia gunakan
“Dasar bos gila .” Maki Tama lalu berlari pergi agar dia tidak kembali menjadi sasaran Fabian
“Aku akan menginap di sini jadi urus Laura .” Kata Fabian kepada Marko lalu dia segera kembali naik ke atas tak lupa juga dia meminta madi di sana untuk menyiapkan makanan
Sementara itu di kediaman Fabian tampak Laura sangat marah sekali sebab dia tidak menemukan di mana keberadaan sang kekasih dan wanita yang dia aniayah tadi . Dia bertambah emosi sekali ketika ponsel Fabian tidak dapat di hubungi sama sekali
“Sialan kenapa Fabian tidak bisa di hubungi dan kemana mereka pergi sebenar nya .” Kata Laura
Para penjaga dan juga maid di sana tidak berani menghentikan aksi Laura sebab mereka tahu jika Laura adalah wanita yang di cintai oleh bos mereka jadi mereka pun hanya bisa diam saja ketika Laura meluapkan emosi nya
“Sebaik nya kau pulang saja dulu Laura jika kau mengamuk di sini dan Fabian melihat nya dia pasti akan marah karena dia tidak suka jika ada yang merusak rumah nya .” Kata Ben mengingat kan Laura
“Apa kalian tidak ada yang tahu di mana Fabian pergi ?.” Tanya Laura
“Bukan nya sudah kita katakan sejak tadi jika kita tidak tahu jadi jangan membuang energi mu untuk hal yang tidak berguna sama sekali .” Kata Joe
“Kalian sungguh tidak berguna bahkan bukan sahabat sejati Fabian karena kalian tidak tahu di mana Fabian berada .” Kata Laura
Dia memutus kan untuk pulang karena percuma juga jika dia ingin menunggu Fabian hasil nya pun pasti dia akan di usir juga jika nanti Fabian pulang dan melihat nya apalagi tadi dia sudah membuat kekacauan yang sangat parah sekali di kafe tadi tentu Fabian akan marah besar kepada nya jika kedua nua bertemu
__ADS_1
“Fabian pasti pergi ke rumah nya yang satu lagi .” Kata Sandy
“Tentu saja dia pasti pergi ke sana untuk menghindari nenek lampir itu .” Kata Joe
“Mungkin jika dulu Fabian bisa marah kau mengatakan hal buruk seperti itu tentang kekasih nya tapi sekarang aku tidak yakin jika dia akan bisa marah .” Kata Joe
“Sudah terlihat bukan jika dia sudah jatuh cinta hanya saja tidak mau mengakui nya .” Kata Ben
“Bagaimana dengan Luis apa Fabian akan melepaskan nya ?.” Tanya Sandy
“Itu bukan urusan kita dan lagi salah Luis sendiri dia bukan nya sudah tahu bagaimana Fabian tapi kenapa masin saja mencari masalah bahkan ketika perusahaan dia dalam keadaan seperti ini dia malah mencari masalah dengan Fabian .” Kata Joe
Ya, perusahaan Luis sedang mengalami masalah dan semua itu karena Demian yang mencoba untuk balas dendam kepada nya dan saat ini dia terluka jadi mana bisa dia melawan Demian dan bangkit kembali jika seperti ini , semua itu salah Luis sendiri kenapa dia bisa seceroboh itu membuat Fabian dan juga Demian marah secara bersama jadi dia harus menanggung sendiri konsekuensi nya karena sudah membuat masalah seperti ini dan sahabat Fabian pun juga tidak akan bisa membantu nya karena mereka tidak mau mencari masalah juga dengan Fabian
“Sebaik nya kita pulang saja karena Laura pun juga sudah tidak di sini bukan .” Kata Ben
“Ya sudah ayo pulang saja tidak ada gunanya juga di sini karena Fabian tidak di sini .” Kata Joe
Di kantor nya kini Alex pun juga sudah kembali ke kantor setelah tadi menemui sang Istri di restoran dan kejadian yang menimpa Marsha pun sudah dia dengar juga dari Denis
“Apa kau akan memberi tahu istri mu tentang apa yang terjadi kepada adik ipar mu ?.” Tanya Ken
“Tidak perlu karena tidak ada guna nya juga memberi tahu istri ku sebab itu bukan hal penting menurut ku jadi dia tidak perlu tahu .” Kata Alex
“Gila , dia adalah adik nya ya meskipun hanya adik tiri saja tapi kan harus nya dia tahu kabar ini .” Kata Ken
“Lex kenapa tidak mau ikut menginap di rumah ayah ?.” Tanya Kevin yang baru saja datang
“Aku sangat sibuk jadi lain kali saja .” Kata Alex
“Kau ini ya memang benar-benar bahkan aku hanya meminta hal sepele seperti saja tidak bisa kau mengabulkan nya .” Kata Kevin
“Jika telinga mu tidak berfungsi dengan baik maka periksa kan saja ke dokter .” Kata Alex
“Cih kau hanya sibuk dengan pekerjaan mu saja bahkan aku yakin jika istri mu ingin liburan tapi kau pasti tidak ada waktu mengabulkan nya .” Kata Kevin
Dia sengaja memancing Alex agar Alex mengubah keputusan nya dan mau menginap bersama dengan dia dan sang istri pasti nya
“Kau pergi saja dari sini karena aku sangat sibuk sekali .” Kata Alex
“Kita sedang bekerja Kevin jadi jangan mengganggu dulu sebaik nya pergi saja sekarang .” Kata Ken
“Tumben kau di sini bukan nya kau memiliki kantor sendiri lalu kenapa di sini ?.” Tanya Kevin
“Aku bekerja sama dengan Alex jadi aku harus mendiskusikan beberapa hal dengan nya .” Kata Ken
“Tumben sekali kau melakukan pekerjan dengan benar .” Kata Kevin
“Dan maka dari itu sebaik nya kau pergi saja agar pekerjaan ku segera selesai dan aku bisa pergi dari sini .” Kata Ken
“Ya aku akan pergi dari sini .” Kata Kevin
Dia tidak berhasil mengajak Alex untuk bergabung dengan nya weekend besok jadi dia pun memutuskan untuk pergi saja tanpa mengganggu Alex yang memang sedang sibuk juga saat ini mengajari Ken mengurus perusahaan dia
“Tuan Kevin , ada apa anda datang kemari ?.” Tanya Denis yang tidak sengaja berpapasan dengan Kevin
“Aku hanya ingin menemui Alex saja tadi dan seperti nya dia sangat sibuk sekali .” Jawab Kevin
“Ya bos sedang membantu tuan Ken menyelesaikan masalah proyek nya .” Kata Denis
“Ya aku juga tidak ingin mengganggu maka nya aku sekarang akan pergi ke kantor lagi .” Kata kevin
__ADS_1
Denis hanya mengangguk kan kepala nya lalu dia kini pergi menuju ruang kerja nya untuk kembali bekerja sementara itu kevin pun kini juga akan kembali ke kantor setelah dia tidak berhasil membujuk Alex kini dia harus kembali bekerja sebab jam kerja sudah tiba dan dia harus profesional juga seperti apa yang di katakan oleh istri nya jika sebagai bos dia harus bisa mencontohkan kepada karyawan bagaimana disiplin waktu dan juga bagaimana profesional nya dalam melakukan pekerjaan dia meskipun dia adalah bos nya tapi dia tidak boleh se enak nya seperti yang Alex lakukan selama ini