Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
AKU TIDAK BISA MENOLONG


__ADS_3

Asisten Jo mengatakan hal tersebut sambil membungkukkan badannya terhadap Maureen.


"Ah senang berkenalan dengan anda tuan Jo."


"Apa yang sedang nona Maureen lakukan disini?"


"Aku mendengar suara teriakan satu orang wanita, dan aku sedang menuju ke arah suara tersebut tuan Jo."


Asisten Jo yang mendapatkan pengakuan tersebut kini langsung memandang wajah Maureen dalam - dalam.


"Nona Maureen ada baiknya anda tidak mencari lebih dalam sumber suara ini."


"Apa alasannya tuan? apa alasannya kenapa aku tidak boleh mencari tau lebih dalam sumber suara ini? bagaimana jika ada yang sedang membutuhkan pertolongan?"


"Karena tidak semua hal di dalam mansion ini nona Maureen harus mengetahuinya."


"Meskipun aku adalah istri sah dari tuan Austin?"


"Ya nona Maureen, tidak akan ada pengaruh hal apapun meskipun anda adalah istri sah dari tuan Austin."


Dan Maureen sadar bahwa pertanyaannya tersebut hanya membuang waktu saja.

__ADS_1


"Baiklah tuan Jo, aku akan mengikuti apa yang tuan Jo katakan."


"Terima kasih nona Maureen, sekali lagi saya. bertanya akan kemanakah anda?"


"Aku mau ke dapur tuan Jo, namun aku lupa dimana letak dapur di dalam mansion Black Devil ini."


"Mari saya antarkan nona Maureen."


Asisten Jo mengatakan hal tersebut sambil membungkukkan badannya di hadapan Maureen.


Dan mau tidak mau Maureen harus mengikuti langkah kaki asisten Jo, meskipun saat ini Maureen masih saja mendengarkan suara teriakan wanita tersebut, namun langkah kaki Maureen yang tidak dapat melangkah ke suara tersebut membuatnya harus mencoba untuk menutup ke dua telinga nya.


Nona maafkan aku yang tidak dapat melakukan hal apapun untuk bisa menolong mu*.


Maureen mengatakan hal tersebut di dalam hati sambil menutup ke dua telinga dan berjalan maju mengikuti langkah kaki asisten Jo.


Sementara itu di ruangan yang lainnya, Austin saat ini sedang duduk dengan tenang menghadap satu layar raksasa yang mempertontonkan adegan demi adegan pemerkosaan sadis di dalam ruang kematian.


"Tuan Austin memanggil saya?"


"Ah Jo kau sudah datang rupanya."

__ADS_1


Asisten Jo yang telah selesai mengantarkan Maureen ke dapur pada akhirnya segera kembali ke dalam ruangan Austin.


"Bagaimana dengan wanita itu apakah sudah aman?"


"Sudah tuan Austin."


"Ya, aku harus lebih berhati - hati lagi terhadap nya, sifatnya yang ingin tau urusan orang akan sangat berbahaya."


Selesai mengatakan hal tersebut Austin kembali mengarahkan pandangannya ke satu layar raksasa.


"Tuan Austin apakah tidak sebaiknya kita sudahi saja hal ini? "


Austin yang mengerti maksud dari Jo mulai perlahan menganggukkan kepalanya.


"Ya Jo, aku juga sudah melihat darah mulai mengalir dari wanita itu."


Austin mengatakan hal tersebut sambil menunjuk ke layar raksasa dimana darah mulai mengalir dari organ kewanitaan satu wanita yang saat ini masih di perkosa secara beramai - ramai.


"Kirimkan wanita tersebut tanpa busana, taruh wanita itu di depan pintu gerbang keluarga Harold, ini adalah hadiah yang telah di kirimkan kelompok mafia Black Devil ketika berani berurusan dengan ku."


Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2