RINDU TAK BERTUAN

RINDU TAK BERTUAN
Aku Mencintaimu, Dirga.


__ADS_3

Seraya menundukkan kepalanya Kirania melangkah dengan agak ragu ke kursi yang ditunjuk Dirga, berbeda dengan Mama Dirga dan Nadia yang duduk di satu sofa yang sama.


" Baiklah, kebetulan sekali mama dan Nadia ada di sini. Jadi sekalian bisa aku sampaikan soal rencana perceraianku dengan Nadia," ungkap Dirga membuat tiga orang wanita dihadapnya terbelalak.


" Dirga, mama sudah bilang ...."


" Ma, tolong ... biarkan aku selesai bicara." Dirga memotong ucapan mamanya.


" Seperti yang pernah aku katakan kepadamu sejak awal Nadia. Agar kau jangan terlalu berharap pada pernikahan ini."


Kirania merunduk sembari menggigit bibirnya. Tak ada keberanian untuk melirik apalagi sampai menatap dua orang wanita berstatus mertua dan menantu itu. Sejujurnya dia tidak merasa pantas berada di antara mereka bertiga. Dia hanyalah orang asing, sebesar apapun cinta Dirga untuknya, posisinya tetaplah orang asing.


Sementara Nadia sudah mulai bersiap-siap menumpahkan air matanya, karena berpisah dengan Dirga adalah hal yang paling tidak dia inginkan. Sedangkan Mama Dirga terlihat agak kecewa karena keputusan Dirga yang ingin berpisah dengan Nadia, apalagi semua itu Dirga ucapkan di depan Kirania.


" Aku ingin sesegera mungkin mengurus perceraian kita. Pagi ini aku sudah ajukan gugatan cerai ke pengadilan."


" Aku nggak mau, Mas. Aku nggak mau cerai dari kamu." Tangis Nadia langsung pecah saat itu juga, demi mendengar perkataan Dirga.


Kirania sampai memejamkan mata dan menelan salivanya melihat reaksi Nadia yang seperti itu. Meskipun pernikahan mereka tanpa cinta, tetap dia merasa bersalah jika sampai harus memisahkan mereka. Karena dia melihat Nadia begitu mencintai Dirga.


" Dirga, kenapa kau tega sekali, Nak? Nadia sangat mencintaimu, ini tak adil untuk Nadia, Dirga," ujar Mama Dirga mencoba menenangkan Nadia.


" Aku tega? Apa Mama lupa kenapa aku harus menikahi Nadia? Apa Mama pikir ini cukup adil untukku? Aku harus menanggung perbuatan Abang dengan menikahinya."


" Dirga!!" Suara Mama Dirga menyentak, seraya menggerakan kepala ke arah Kirania.


Dirga kemudian mendudukkan tubuhnya di lengan kursi yang diduduki Kirania. " Rania sudah tahu semuanya, tentang siapa Kayla. Dia mesti tahu semuanya tentang masalah rumah tanggaku dengan Nadia. Karena setelah urusan perceraianku selesai, aku ingin menikah dengannya."


Deg

__ADS_1


Mata Kirania terbelalak dengan jantung yang berpacu lebih kencang dan nafasnya bahkan serasa tercekat sehingga dia seakan sulit untuk menghirup oksigen yang akan masuk ke rongga pernafasannya.


" Aku nggak mau cerai, Mas. Aku nggak mau cerai, Ma." Nadia semakin terisak, kini memeluk tubuh ibu mertuanya.


" Dirga, Mama mohon, pikirkan kembali keputusanmu. Nadia tidak pernah mengkhianatimu. Apapun yang pernah terjadi antara Nadia dan Bima, itu bukan kesalahan Nadia, Nak." Mama Dirga memohon.


Flash back on


Mama Dirga baru saja tiba di rumahnya, setelah melakukan perjalanan ke Pontianak mengunjungi kerabatnya yang baru saja menikahkan anaknya di sana.


" Kak, tolong lepaskan!"


Mama Dirga memperlambat langkahnya saat melewati kamar tamu yang sering ditempati Nadia. Sejak memutuskan kembali ke Indonesia, Nadia memang sering menginap di rumah orang tua Dirga ketimbang tinggal di apartemen yang diberi orang tuanya.


" Kak, jangan ... aku nggak mau!"


Terdengar kembali suara Nadia, sehingga membuat Mama Dirga semakin mendekat ke arah pintu kamar Nadia.


" Jangab, Kak. Aku nggak mau mengkhianati Dirga, aku mencintainya."


" Kamu pikir Dirga akan mau menerimamu? Kau masih suci saja dia mengacuhkanmu, apalagi saat dia tahu kamu sudah tidak perawan. Dia pasti akan mencampakkanmu, Nadia."


" Itu semua karena Kak Bima, kenapa Kakak tega memper*kosa aku??" pekik Nadia sambil menangis.


Mama Dirga sampai membelalakkan matanya, sementara mulutnya yang terbuka langsung dia bekap dengan telapak tangannya karena merasa shock dan air matanya pun kini luruh di pipinya.


" Aku tidak memper*kosamu, Sayang. Bukankah kau juga sangat menikmati saat itu?"


" Tapi Kak Bima yang sengaja membuat aku mabuk saat itu. Kak Bima sengaja menjebakku." Isak Nadia semakin kencang.

__ADS_1


Mama Dirga segera membuka pintu kamar yang tak terkunci. Matanya terbebelak saat melihat anaknya itu sedang berposisi menin*dih tubuh setengah telan*Jang Nadia.


" Bima, apa yang telah kalian lakukan?!" pekik Mama Dirga.


" Mama ...."


" Tante ...."


Flashback off


" Mama mohon jangan menghukum Nadia seperti ini Dirga, dia itu korban. Korban sikapmu yang dari awal tidak tegas mengambil keputusan, juga korban dari almarhum abangmu yang terbujuk rayuan setan," lirih Mama Dirga mencoba melunturkan niat Dirga yang terlihat sudah mantap untuk bercerai.


Dirga terdiam beberapa saat, begitupun dengan Kirania. Berbagai hal berkecamuk di dalam pikiran wanita itu. Dia mendengar dari Dirga jika Bima adalah ayah dari Kayla tapi dia sendiri tidak tahu cerita yang sebenarnya seperti apa. Kenapa Nadia sampai bisa berhubungan dengan Bima, karena Dirga sendiri tidak menceritakan lebih detail tentang hal itu.


" Itu tidak menghalangi langkahku untuk berpisah dengan Nadia, Ma." Kata-kata tegas terdengar dari mulut Dirga.


Nadia langsung menarik tubuhnya dari pelukan Mama Dirga. Dia kemudian berjalan melangkah ke arah Dirga duduk di lengan kursi yang diduduki Kirania, lalu dia bersimpuh di kaki Dirga. Tindakan Nadia sontak membuat semua orang di sana terperanjat.


" Aku mohon, Dirga. Jangan ceraikan aku. Jika kau ingin menikah dengan Kirania, a-aku nggak akan melarang, silahkan saja jika itu memang keinginanmu. Tapi aku mohon jangan ceraikan aku, aku nggak mau berpisah darimu Dirga. Aku nggak ingin kita bercerai." Seraya menangis tersedu Nadia terus duduk bersimpuh memohon kepada suaminya itu.


Kirania harus menelan salivanya melihat tindakan tak terduga yang dilakukan Nadia. Apa Nadia sudah gila merelakan suaminya menikah dengan orang lain? Dia bahkan rela dimadu asalkan Dirga tak menceraikan. Seketika rasa bersalah mulai merayap di hatinya. Apakah dia terlalu egois jika dia mengikuti keinginan Dirga yang bersikukuh ingin bercerai.


" Nadia, hentikan!" Dirga menarik kedua lengan Nadia, meminta supaya wanita itu untuk berdiri. " Nadia, sadarlah ... kau tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaanmu bersamaku. Kau bisa mendapatkan kebahagiaan dengan pria lain, yang benar-benar tulus mencintaimu. Jangan menyia-nyiakan waktumu untuk hal yang tak mungkin bisa kau dapatkan dariku. Carilah kebahagiaanmu dengan pria lain yang akan mencintaimu kelak. Aku tetap akan menyanyangi Kayla, aku tak akan merubah rasa sayangku terhadapnya, meskipun kita nantinya berpisah." Dirga mencoba memberi penjelasan kepada wanita cantik yang dulu pernah dia cintai itu.


" Aku mencintaimu, Dirga. Aku sangat mencintaimu." Nadia langsung memeluk tubuh Dirga dan menangis di dada pria itu.


Kirania yang melihat adegan itu langsung memalingkan wajahnya. Setitik air mata luruh di pipinya yang dengan cepat dia usap. Bukan rasa cemburu yang kini hadir di hatinya, tapi perasaan bersalah yang kini menyeruak melihat bagaimana Nadia harus membuang jauh harga dirinya demi mempertahankan pria yang dicintainya.


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading ❤️


__ADS_2