RINDU TAK BERTUAN

RINDU TAK BERTUAN
Ide Gila Dirga


__ADS_3

Tok tok tok


" Permisi, Pak. Ini ada kiriman G-food." Nuning menunjukkan kantong plastik di tangannya.


" Taruh di meja saja, Ning." Gilang menyuruh Nuning untuk menaruh makanan di meja.


Gilang langsung melirik ponselnya setelah Nuning keluar dari ruangannya. Sudah satu Minggu ini Karina mengirimkan makan siang untuknya, tapi sejak pertama pertama kali Karina mengirimkan pesan kepadanya saat pertama mengirim makanan, wanita itu tak pernah lagi mengirimkan pesan untuknya.


Gilang terus memandangi pesan terakhir yang Karina kirim untuknya seminggu yang lalu. Dia sendiri tidak tahu bagaimana kabar wanita itu saat ini. Dia lalu mengetikkan pesan ke Karina.


" Mulai besok tidak usah kirim-kirim makanan lagi ke saya."


Itu pesan yang sengaja Gilang kirimkan kepada Karina.


Tak lebih satu menit sebuah balasan masuk ke ponselnya dari nomer Karina.


" Oh ... Oke, Kak."


Jawaban singkat dari Karina membuat Gilang mengeryitkan keningnya. Tidak biasanya wanita itu menerima apa yang dilarangnya. Biasanya selalu ada sanggahan yang dilontarkan Karina, tapi kenapa sekarang ini wanita itu terlihat pasrah? Apa wanita itu sudah menyerah mengejarnya? Entah mengapa ada rasa tak rela di hatinya saat dia merasa Karina sudah tak lagi menghubunginya.


" Apa-apaan aku ini? Bukankah harusnya aku merasa senang tidak terus menerus diganggu oleh wanita itu? Tapi kenapa sekarang aku malah merasa kehilangan?" gumam Gilang seraya mengusap kasar wajahnya.


Sementara Karina di ruang kerjanya tersenyum saat mendapati notif dari aplikasi G-food nya mengabari jika makanan sudah diterima.


" Selamat makan Kak Gilang." Senyuman Karina tak menyurut dari bibirnya. Dia kemudian meletakkan ponselnya. Sudah seminggu ini dia selalu memesankan makan siang untuk Gilang, tapi dia tak pernah lagi mengirimkan pesan pada pria itu. Sejak mendengarkan cerita masa lalu Ricky juga nasehat dari pria itu, pikiran Karina mulai sedikit terbuka. Tapi dia tidak melupakan tujuan utamanya yaitu menaklukan hati Gilang.


Karina menoleh kembali ponselnya saat terdengar pesan masuk. Dia kemudian membuka dan membaca isi pesan itu.


" Mulai besok tidak usah kirim-kirim makanan lagi ke saya."


Karina mengerucutkan bibirnya. Kata-kata Gilang tentu saja sangat membuatnya kecewa dan menggoyahkan hatinya. Namun kalimat lecutan dari Ricky membuat akhirnya dia bisa membalas pesan Gilang dengan kalimat yang singkat tapi jelas.


" Oh ... Oke, Kak." Itu kalimat yang dia pilih untuk membalas pesan dari Gilang.


" Kalo memang nggak suka aku kirim makanan kenapa nggak bilang dari kemarin-kemarin? Kenapa baru sekarang ini protesnya?" gerutu Karina, dia tidak mengetahui jika di tempatnya Gilang pun sedang merasakan kehilangan akan dirinya.


***


" Ran, kalian kapan akan mengadakan resepsi pernikanan kalian?" tanya Mama Utami saat Kirania menemani Mama Utami berbincang santai sembari minum teh di depan kolam renang sore ini.


" Aku sih terserah Abang saja, Ma." Kirania menyahuti.


" Ya sudah kamu nanti bicarakan sama suami kamu itu. Karena relasi bisnis Angkasa Raya harus tahu jika Dirga itu sudah menikah dengan kamu."

__ADS_1


" Iya, Ma. Nanti Rania bicara sama Abang." Kirania menanggapi permintaan Mama Utami.


" Apa yang mesti dibicarakan denganku? Assalamualaikum ...."


Suara Dirga tiba-tiba terdengar di tengah-tengah mereka seraya memeluk Kirania dari belakang dan mengecup pucuk kepala sang istri lalu menghampiri Mama Utami dan mencium punggung tangan mamanya.


" Waalaikumsalam ..." Kirania dan Mama Utami menyahuti.


" Kalian sedang bicara apa? Kelihatannya serius banget." Dirga kemudian duduk di sisi kursi yang diduduki Kirania.


" Mama cuma tanya kapan kalian akan mengadakan resepsi pernikahan?" ucap Mama Utami.


" Kapan, Sayang?" Dirga malah mengajukan pertanyaan kepda Kirania.


" Kalau aku gimana Abang saja." Kirania menjawab.


" Bagaimana kalau bulan depan saja, Yank? Setelah ini kita lanjut honeymoon karena kemarin kita batal pergi bulan madu." Dirga memberikan saran.


" Ya sudah kalau Abang maunya bulan depan." Kirania menyetujui.


" Rasanya sudah lama sekali aku tidak berenang di sini." Dirga lalu bangkit dan menanggalkan pakaiannya dan menyerahkan kepada Kirania. Dirga hanya menyisakan boxer nya saja yang dipakai lalu dia menyeburkan dirinya ke kolam renang di hadapan Kirania dan Mama Utami duduk.


" Dulu Dirga sering bertanding renang di kolam itu bersama kakaknya." Mama Utami mengisahkan kejadian masa lalu Dirga kepada Kirania.


Kirania langsung mengulurkan tangannya menggenggam tangan ibu mertuanya itu.


" Mama yang sabar ya, Ma. Semua itu sudah kehendak Sang Maha Kuasa. Mama harus mengikhlaskannya agar Almarhum Papa Poetra dan Bang Bima tenang di sana." Kirania lalu bangkit dan memeluk tubuh mertuanya.


" Ada apa, Yank? Mama kenapa?" tanya Dirga dari kolam renang melihat istrinya itu sedang memeluk mamanya.


" Nggak apa-apa, tadi mama sedikit melow saja." Mama Utami langsung bangkit. " Kamu temani Dirga dulu, Mama mau panaskan makanan. Kalian jadi menginap di sini, kan?" tanya Mama Utami kemudian


" Iya, Ma. Rani bantu Mama, ya?"


" Jangan, kamu temani suamimu saja, siapkan handuknya."


" Iya, Ma."


Setelah mendapat jawaban dari Kirania, Mama Utami pun langsung beranjak ke arah dapur.


" Mau ke mana, Yank?" tanya Dirga saat melihat Kirania hendak memasuki bangunan dalam rumah orang tua Dirga itu


" Aku ingin menyiapkan handuk untuk Abang."

__ADS_1


" Nggak usah, kamu ke sini saja, temani aku berenang."


" Aku nggak bisa berenang."


" Nggak bisa berenang?"


" Iya."


" Ya sudah sini sekalian aku ajari."


Kirania menggelengkan kepalanya tapi dia tetap mendekati suaminya yang berada di kolam renang dan duduk di tepinya dengan kaki menggantung masuk ke dalam kolam renang.


Dirga langung menghampiri istrinya. lalu melingkarkan lengannya ke pinggang sang istri.


" Kayanya bercinta di kolam renang asik deh, Yank." Dirga menyeringai. " Yuk, kita lakukan di sini."


" Jangan macam-macam, Abang!" Kirania langsung melotot mendengar ucapan Dirga tadi.


Dirga tergelak melihat ekspresi istrinya itu. " Biasa saja nggak usah pakai melotot dong, Yank."


" Lagian ide kamu itu gila, Abang."


" Berani sekali kamu bilang aku gila." Dirga langsung menarik tubuh Kirania ke kolam renang membuat Kirania tersentak kaget.


" Abang aku nggak bisa berenang." Kirania berteriak histeris seraya memejamkan matanya saat dia terjatuh di air.


" Sssttt ... ada aku, Sayang." Dirga tentu saja tak membiarkan tubuh istrinya itu tenggelam. Saat dia menjatuhkan istrinya itu ke kolam, dia tentu saja memeluk tubuh ramping Kirania.


" Aku takut, Abang ..." Kirania menggelengkan kepala masih dengan mata terpejam.


" Buka mata kamu, lihatlah ... kau aman dalam pelukanku," bisik Dirga.


Perlahan Kirania membuka matanya. Dia mendapati suaminya itu kini sedang memeluknya erat. Bahkan tangan dia kini melingkar di leher sang suami. Wajah mereka pun berhadapan dengan jarak yang sangat dekat.


" Bagaimana? Kita lakukan apa yang aku usulkan tadi?" Dirga langsung menyergap bibir ranum Kirania memberikan lu*matan penuh gai*rah kepada sang istri."


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa like & komennya ya, Makasih🙏


Happy Reading❤️


__ADS_2