
Kayla terlihat berlari menghampiri mamanya, sedang Kirania masih terlihat bingung. Sejujurnya ada rasa takut di hatinya jika tiba-tiba saja Nadia marah dan lebih parahnya sampai mempermalukan dia di depan karyawan lain, kerena menganggap dia sebagai perebut suaminya..
" Mama, Kok Mama yang cini (ke sini), ncus (suster) mana?"
Terdengar kembali suara Kayla membuyarkan lamunan Kirania.
" Suster di rumah sayang, jadi Mama yang jemput Kayla ke sini." Nadia menjelaskan kepada anaknya. " Oh ya, Kayla sedang apa tadi?"
" Kela sedang susun puzel sama Ateu Lania, Ma."
Bersamaan dengan Kayla berkata, Kirania lalu keluar dari ruang istirhat Dirga menemui Nadia.
" Selamat siang, Bu." Kirania mencoba sesantai mungkin menyapa.
Nadia langsung menoleh ke arah Kirania, tatap matanya penuh selidik terhadap Kirania, membuat Kirania sedikit agak merinding.
" Kamu ..." ucap Nadia.
" Saya disuruh Bapak menjaga Kayla, katanya suter yang akan menjemput Kayla kemari." Kirania terus berusaha mengatasi kegugupannya. Sungguh dia merasa seperti orang yang ketahuan sedang selingkuh dengan suami orang.
" Apa kamu menyesal, aku yang menjemput Kayla?" tanya Nadia bernada menyindir.
" Tentu saja tidak, Bu. Ibu adalah mamanya Kayla. Tidak mungkin saya merasa kaget," tegas Kirania.
" Bisa kita bicara? Mumpung Dirga tidak ada." Jantung Kirania berdetak lebih kencang saat Nadia mengucapkan kalimat itu.
" Silahkan saja, Bu."
" Kalau begitu, kita bicara di luar saja, sekalian makan siang."
Kirania pun tak punya alasan untuk menolak keinginan Nadia. Akhirnya dia menuruti apa yang dimau istri dari bosnya itu
Nadia memilih sebuah restoran seafood untuk mereka bicara.
" Kamu masuklah terlebih dahulu bersama Kayla, aku mau ke ATM di depan sana." Nadia menunjuk gerai ATM yang terletak di seberang restoran seafood itu. "
" Baik, Bu ..." Kirania mengiyakan apa yang diperintahkan Nadia. Dia langsung mengandeng Kayla dan memesan meja.
" Selamat siang, Bu. Silahkan mau pesan apa?" tanya seorang pelayan yang mendekati Kirania ramah seraya menyodorkan buku menu.
" Sebentar ya, Mbak. Saya masih tunggu orang." Kirania menyahuti, meminta pelayan itu melewatkannya terlebih dahulu karena dia memang menunggu Nadia datang.
" Ateu, ayo kejal Kela ..." ( Tante, ayo kejar Kayla)
Kirania baru menyadari jika Kayla terlepas dari pantauannya saat berbicara dengan pelayan tadi.
" Kayla jangan lari-lari nanti jatuh!" Kirania setengah berteriak karena merasa tak enak dengan pengunjung lain.
Kayla yang dipanggil tak merespon, dia malah asyik terus berlari sambil menyuruh Kirania mengejarnya.
" Ayo kejal ( kejar) Kela, Ateu kalah weee, nda bisa tangkap Kela." Kayla terus tertawa riang meledek Kirania yang terlihat kesulitan mengejarnya karena mengenakan heels. Sampai akhirnya gadis kecil itu kehilangan keseimbangan dan jatuh terjerembab.
" Huwaaaa, cakiiittttt ( sakit )... huhuhuuuu ..." Kayla langsung menangis.
Kirania yang melihat Kayla terjatuh langsung membelalakkan matanya. Dia segera bergegas menghampiri tapi ternyata dia kalah cepat dengan seseorang pria yang dengan cekatan meraih tubuh Kayla yang telungkup di lantai.
__ADS_1
" Kayla, kamu nggak apa-apa? Tante tadi sudah bilang jangan lari-lari, kan?!" ucap Kirania sesampainya Kirania di dekat pria yang kini sedang membelakanginya sambil menggendong tubuh mungil Kayla.
" Ateu kaki Kela cakit, huhuhuuu ..." Kayla yang melihat kehadiran Kirania langsung merentangkan kedua tangannya., membuat pria itu pun menoleh ke arah Kirania berdiri
Kirania langsung terkesiap saat mendapati pria yang kini menggendong Kayla. Dia sangat mengenal pria itu, walaupun bertahun-tahun tak berjumpa. Tak banyak yang berubah dari pria itu. tetap terlihat sangat menawan dan boleh dibilang semakin tampan dengan perawakan lebih gagah, nampak dewasa dan matang.
" Yoga?" Kirania mencoba memastikan bahwa pria yang dihadapannya ini adalah pria yang dulu pernah beberapa kali menolongnya. Dan pria yang pernah menyatakan perasaan suka kepadanya.
" Kirania?" Di saat yang bersamaan pria yang ternyata Yoga pun mengenali sosok Kirania, yang tentu saja penampilannya kini sudah semakin cantik dan dewasa.
" Hai ..."
Mereka berdua menyapa bersamaan membuat masing-masing tertawa kecil.
" Apa kabar?" tanya Yoga seraya menyerahkan Kayla kepada Kirania.
" Alhamdulillah, baik." Kirania lalu mengembangkan senyumnya. " Kamu sendiri gimana, Ga?" Kirania balik menanyakan kabar Yoga.
" So far so good lah." Yoga pun tak mau kalah memperlihatkan lesung pipinya saat tersenyum, seketika membuat pipi Kirania bersemu.
" Lama nggak ketemu, ya?" Kirania berusaha menutupi sedikit rasa grogi saat bertemu dengan pria yang dulu pernah sangat menyukainya.
Yoga mengeryitkan keningnya, " Enam tahun kali, ya?"
" Kaki Kela cakit, huhuhuuuu ..." rengekan Kayla seolah menyadarkan kedua orang dewasa itu yang sedang bernostalgia.
" Iya, nanti Tante obati. Sekarang Kayla jangan menangis. Tadi Tante bilang jangan lari, Kayla nggak mau dengar Tante." Kirania mengusap lembut kepala Kayla.
" Anak kamu?" Yoga yang melihat Kirania memperlakukan anak kecil itu dengan penuh kasih sayang langsung bertanya.
" Dirga? Dirgantara maksud kamu?" Yoga terperanjat saat mendengar penjelasan Kirania tentang siapa gadis kecil yang sedang digendongnya itu.
Kirania mengangguk menjawab pertanyaan Yoga. Dia mengerti jika Yoga dilanda kebingungan. Karena jika orang yang tahu bagaimana jalan cerita mereka bertiga, pasti akan terkejut saat ini Kirania sedang bersama anak dari Dirga dengan wanita lain.
" Kela mau ke Mama." Kayla meminta bertemu dengan Mamanya.
" Mama Kayla sedang ke ATM, tadi Mama pesan supaya Kayla tunggu sama Tante di sini." Kirania mencoba memberikan pengertian pada Kayla.
" Aku pikir kamu dan Bang Dirga itu ..."
Kirania menggelengkan kepala, seolah tahu apa yang akan diucapkan Yoga.
" Lalu bagaimana kamu bisa bersama anaknya Bang Dirga?" tanya Yoga heran.
" Aku bekerja di kantornya di Jakarta ini." Kirania menjawab pertanyaan Yoga.
Yoga mengangguk kecil. " Kamu sendiri sudah menikah?"
Kirania menunduk sesaat sambil menggelengkan kepala. " Belum, kamu sendiri, Ga? Apa kamu juga sudah menikah?"
" Mas ... kamu bicara dengan siapa?"
Tiba-tiba seorang wanita cantik dan terlihat berkelas datang langsung mengandeng posesif lengan Yoga membuat Kirania mengeryitkan keningnya.
" Ah, Oh ya, kenalkan ini Kirania, teman aku dulu." Yoga langsung mengenalkan Kirania kepada wanita itu. " Dan ini Natasha, dia ...."
__ADS_1
" Aku istri Yoga," dengan cepat Natasha menyambar ucapan Yoga seraya mengulurkan tangan mengajak berjabat tangan Kirania.
" Oh, hai ... aku Kirania." Walaupun terlihat agak kaget tapi dengan ramah Kirania menerima jabat tangan dari Natasha. " Kamu sudah menikah ternyata, Ga." Kirania mengembangkan senyum indahnya, membuat istri Yoga itu mencebikkan bibirnya.
" Kamu teman lama Yoga, ya? Teman apa? SD? SMP? SMA? atau kuliah?" Kirania merasa sepertinya istri Yoga ini sangat penasaran dengan dirinya.
" Yank, kamu nanyanya kaya wartawan saja."
" Lho, aku kan ingin tahu teman-teman kamu dulu, apa lagi kalau teman wanita." Natasha merubah posisi tangannya kini melingkar di pinggang Yoga masih bergelayut manja, membuat Kirania tersenyum, dia tahu apa maksud gerakan tubuh Natasha.
" Kami nggak pernah satu sekolah, kok. Cuma dia pernah menang lomba, saat diadakan di kampus aku dulu." Kirania menerangkan, tidak mungkin Kirania bilang jika suami wanita itu pernah menyukainya.
" Oh, berarti kalian beda kampus? Kalian satu angkatan?" tanya Natasha kemudian.
" Nggak, saya satu tahun di atas dia," sahut Kirania, membuat Natasha membulatkan matanya.
" Mas, kalau dia teman kamu, gimana di resepsi pernikahan kita, dia diundang sekalian." ujar Natasha.
" Kalian belum resepsi?" tanya Kirania heran.
" Belum sempat, Ran." Yoga yang menyahuti.
" Berarti kalian baru menikah?" Kirania kembali bertanya.
" Iya kami baru sebulan lebih menikah, tapi kita sudah saling cinta seperti orang yang sudah bertahun-tahun pacaran." Natasha yang justru menjawab pertanyaan Kirania sambil mengeratkan pelukannya. " Mas, kok kamu nggak cium-cium aku, sih?" Natasha mendonggakan kepalanya ke arah wajah Yoga,
" Ini kan tempat umum, Yank."
Natasha langsung merenggangkan pelukannya." Biasanya juga kamu kalau mau peluk cium aku nggak lihat-lihat sikon. Kenapa sekarang bilang gitu? Apa karena kamu nggak mau ketahuan sama mantan kamu ini, kalau kamu itu sudah bucin sama aku, gitu?!" Natasha memberengut kesal kemudian bergegas meninggalkan Yoga dan Kirania.
Kini Kirania yang dibuat terkesiap dengan sikap dan ucapan Natasha tadi. Apa Natasha tahu tentang kisah dia dan Yoga dulu, hingga membuat wanita itu merajuk seperti tadi. Dan apa tadi istri yoga bilang? Mantan? Apa istri Yoga itu menganggap jika dia adalah mantan dari suaminya? " Ya Allah, apa lagi ini?" keluh Kirania membatin.
" Yank, nggak gitu ..." Yoga ingin mengejar Natasha tapi dia tidak enak terhadap Kirania, karena menganggap sikap istrinya tidak sopan.
" Ran, sorry ...."
" It's oke, nggak apa-apa." Kirania berusaha tersenyum ramah walau hatinya sedikit terusik dengan sikap dan ucapan Natasha tadi. " Sebaiknya kamu susul istri kamu itu."
" Sekali lagi aku minta maaf, ya."
Kirania hanya mengangguk, mengijinkan Yoga menyusul istrinya.
Kirania mendesah memperhatikan langkah Yoga yang tergesa menyusul istrinya. Setelah Nadia, istri Dirga yang terusik dengan kehadirannya, kini ada lagi Natasha, istri Yoga yang sepertinya juga merasa cemburu dengan pertemuan kembali Yoga dan Kirania.
" Ya Allah, kenapa dunia itu terasa begitu sempit untukku?"
Kirania akhirnya berjalan kembali ke arah meja yang dia pesan sambil menggendong Kayla yang sudah berhenti terisak.
Bersambung ...
Yang belum kenal Yoga & Natasha, baca novelnya. Kisahnya seru, ringan dan kocak. Perjuangan Yoga yang penyabar menaklukan hati seorang Natasha yang sombong, jutek dan selalu merendahkannya saat awal-awal kenal.
Happy Reading❤️
__ADS_1