
Dirga merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, sementara tangannya menggenggam benda pipih yang tadi dia temukan di bawah jok mobilnya. Dirga kemudian menekan tombol power pada benda itu untuk mengaktifkan kembali. Saat ponsel itu kembali menyala ternyata ponsel itu terkunci. Dirga mencoba memasukan tanggal lahir gadis itu, tak lama ponsel itu terbuka dan nampaklah gambar Kirania yang sedang tersenyum menjadi wallpaper ponsel Kirania. Dirga yang mendapati gambar Kirania pun ikut tersenyum, seolah membalas senyuman yang diberikan Kirania kepadanya.
Pertama yang Dirga lihat adalah galery di ponsel Kirania. Tidak banyak foto selfie yang tersimpan di sana, lebih banyak foto-foto bersama teman-temannya. dia lalu membuka kontak ponsel Kirania, dia mencari namanya sendiri di kontak telepon, ternyata Kirania tidak menyimpan nomer teleponnya. Dirga menyeringai, bisa-bisanya nomer orang sepopuler dia sampai tidak disimpan gadis itu. Padahal hampir semua wanita ingin memiliki dan menyimpan nomer ponselnya.
Selanjutnya Dirga membuka pesan WhatsApp di ponsel Kirania. Dia membuka pesan terakhir yang masuk ternyata pesan dari grup 'Charlie's Angels ' itu nama grup-nya, yang ternyata beranggotakan Kirania dan dua temannya Sabilla dan Hasna. Dirga mulai membaca obrolan ketiga gadis itu.
" Aku keluar sama Kak Dirga"
" Cieee ... yang malmingan 🤭"
" Kencan pertama dengan pria pertama, bagaimana rasanya, Ran?"
" Biasa saja."
" Masa, sih? Nggak deg deg pyar ... deg deg pyarr gitu jantungnya?" 😂😂
" Biasa saja, sih. Aku juga pakai baju tidur ini keluarnya."
" Serius? Pakai baju tidur? Malu-maluin, dong."
" Biarin saja, biar dia ilfil sama aku."
" Mending kalau ilfil, kalau dia malah napsu sama kamu gimana? Secara kamu dengar kan gosip dia yang suka ngajak tidur cewek-cewek? Hati-hati keperawanan kamu, Ran. Pokoknya jangan tergoda bujuk rayunya dia, karena aku masih nggak yakin dia tulus dekatin kamu, Ran."
Dia mengeryitkan keningnya membaca pesan teks itu seraya menyunggingkan sebuah senyuman.
" He-eh, aku juga setuju sama Hasna, kalau dekat-dekat dia, kamu baca-baca ayat kursi saja, Ran. Biar setan-setan yang dia sebarin nggak mempan buat kamu."
Dirga kembali terkekeh membaca pesan berikutnya.
" Iya-iya, aku juga pasang wajah sejutek mungkin, malas banget sebenarnya aku pergi, tapi Pakde aku kasih ijin dia bawa aku keluar."
" Pakde kamu belum tahu saja track record Kak Dirga seperti apa, kalau Pakde kamu tahu, pasti akan larang dia dekat-dekat kamu."
" Eh, tapi kalian ngapain saja nih kencannya?" 😁
" Makan sih, sama ini dia ngajakin nonton. Gila nggak sih, aku jadi tontonan karena piyama aku?"😏
" 🤣🤣🤣 Lagian kamu pakai piyama."
" Iya, sih. 🤭🤭 Ada-ada saja kamu, Ran."
" Ya aku '*k**an tadi bilang, memang nggak ingin keluar pergi sama dia, tapi dia maksa, bilangnya mau makan doang, nggak tahunya dibawa ke bioskop juga*."
" Ya sudah, hati-hati ya nanti di dalam bioskop, gelap-gelapan, kali saja Kak Dirga curi-curi kesempatan kecup-kecup gitu."
" Pengalaman kamu, Bil?"🤣🤣
" 🙄🙄Kaya kamu nggak pernah saja, Has.'😜
" Eh, sudah dulu ya, mau masuk bioskop."
" Oke, Ran. Good luck yess"😜
" Awas jangan sampai kena grepe Abang Dirga lho, Ran."🤣
" Rese kalian." 😒
Dirgakembali terkekeh membaca grup chat tiga cewek itu.
__ADS_1
" Ternyata kemarin itu dia ngerumpiin gue bareng temannya?" Dirga menyeringai. Kemudian dia kembali membaca chat grup itu.
" Ran, gimana semalam? Kamu aman, kan?"
" Iya, Ran. Ceritain setelah nonton terus ke mana lagi kalian?"
Chat itu terjadi pukul enam pagi, dan ada chat susulan lagi pukul sepuluh, percakapannya tentu saja terjadi antara Sabilla dan Hasna.
" Ran, gimana? Kok nggak mau bagi-bagi cerita? Gimana akhirnya semalam?"
" Dia dari semalam chat sama kita nggak buka lagi WhatsApp nya, Bil."
" Masa?"
" Coba saja kamu lihat, terakhir jam sembilan lebih."
" Terus ke mana itu anak sampai sekarang nggak muncul? Apa jangan-jangan dia diculik Kak Dirga, ya?"
" Hush, ngawur ...."
" Siapa tahu, 'kan aneh banget dia nggak cepat balas chat kita."
" Aku barusan hubungi dia, tapi HP nya malah nggak aktif."
" Duh, aku khawatir, deh. Coba tanya Budenya saja, kamu punya nomer Bude Arum, nggak?"
" Ada."
" Bagi sini."
" Wait ...."
" Barusan aku hubungi nomer Bude Arum, ternyata HP Kirania hilang, sekarang dia pakai HP Budenya, kamu simpan saja nomernya."
" Oke, Has."
Dirga kemudian mencatat nomer kontak Bude Arum di ponselnya. Dia lalu mencari kontak yang berhubungan dengan Kirania, Dia menemukan kontak Mama Saras dan satu kontak atas nama Karina, yang dia duga adalah adik Kirania, kalau dilihat dari percakapan di chat WhatsApp nya.
Dirga juga mencari chat 'aneh' antara Kirania dengan pria lain, ternyata tidak banyak, kalaupun ada jawaban yang diberikan Kirania hanya seputar, Iya, nggak, sudah, oke.
Dirga kembali menarik sudut bibirnya ke atas.
" Ternyata memang susah tersentuh cewek itu, gue makin penasaran sama dia."
***
" Ran, Rania ...."
Kirania menghentikan langkahnya saat terdengar suara Hasna memanggil namanya.
" Hai, Has ... Sabilla mana?" tanya Kirania karena tidak melihat kehadiran satu temannya itu.
" Belum datang dia. Kamu berangkat sama siapa? Kok nggak sama Kak Dirga? Peraturannya 'kan dia antar jemput kamu kuliah." Hasna merasa heran ketika tidak melihat Dirga saat Kirania memasuki gerbang kampus. " Jangan bilang kamu turun seratus meter dari kampus ini, karena nggak ingin ketahuan mahasiswa lain, karena beritanya sudah kesebar kalau kalian itu pacaran tauuu ...."
Kirania mengedikkan bahunya. " Kesepakatan aku sama dia sudah the end."
" Hah?? Serius?? Kenapa?? Apa yang terjadi dengan kencan kalian malam minggu kemarin?" Hasna terkesiap mendengar ucapan Kirania.
" Nanti saja aku ceritakan, yang pasti mulai sekarang aku dilarang Pakde berhubungan dengan dia lagi." Kirania menunduk.
__ADS_1
" Duh, jadi penasaran, deh. Apa Kak Dirga berbuat macam-macam, Ran?"
" Nanti ya .aku ceritanya, sekarang ke kelas, yuk." Kirania merangkul pundak Hasna dan berjalan menuju ruang kelas karena mata kuliah pertama akan segera dimulai.
***
Saat waktu istirahat, Kirania dan dua sahabatnya memilih berbincang di taman, karena hari senin Kirania menjalankan puasa, dan sahabatnya itu ingin mendengarkan kisah apa yang terjadi dengan kencan pertama Kirania dan Dirga, akhirnya Sabilla dan Hasna memilih menemani Kirania di taman.
Kirania menceritakan semua yang terjadi malam itu termasuk saat mereka hampir diarak massa, dan keputusan Pakde Danang yang akhirnya melarang Dirga mendekati Kirania lagi.
" Astaga, aku nggak kebayang kalau saat itu nggak ada yang nolong kalian." Hasna terkesiap saat mendengar cerita Kirania.
" Lagian sadis amat sih, main arak-arakan segala, kalaupun Kak Dirga niat berbuat mesum ke kamu, tapi 'kan kamu nggak tahu, kamu nggak bersalah gitu, kok malah kena imbasnya juga." Sabilla ikut menimpali.
" Menurut kamu, masuk akal nggak sih, alasan Kak Dirga berhenti karena merasa pusing kepala?" Hasna bertanya kepada Sabilla.
" Akal-akalan dia saja itu menurut aku, sih. Eh, by the way yang nolongin kalian, kamu bilang kenal sama Kak Dirga?" Sabilla malah mengalihkan pembicaraan
" Iya, kalau aku nggak salah dengar mereka saling kenal, cowok sepantaran kita usianya mungkin, karena dia juga panggil Kak Dirga, dengan sebutan Bang."
" Ganteng nggak, Ran?"
" Apaan sih kamu, Bil? Orang kita lagi bahas serius malah tanya begitu," sindir Hasna.
" Lho, 'kan masih ada hubungannya juga, dia 'kan yang nolongin Rania sama Kak Dirga."
" Iya tapi pertanyaan ganteng atau nggak itu nggak masuk hitungan topik pembicaraan kita." Hasna mencebik.
" Ya nggak apa-apa kali." Sabilla terkekeh. " Ganteng nggak, Ran?"
" Aku nggak memperhatikan jelas, tapi aku sepintas dengar dia itu yang menang lomba karya ilmiah kemarin."
" What?? Yang menang lomba karya ilmiah? Prayoga, dong? Serius dia yang nolongin? Ih gila, dia mah ganteng, Ran." Sabilla kemudian mengambil ponselnya tak lama dia menunjukkan sebuah foto kepada Kirania. " Ini bukan orangnya?"
" Kayanya sih iya, entahlah aku nggak terlalu jelas soalnya gelap."
" Kalian nggak tukar-tukaran nomer ponsel gitu?" Kirania menggelengkan kepala menanggapi pertanyaan Sabilla.
" Ngapain pakai tukar-tukar nomer segala? Aneh deh kamu, Bil."
" Eh, Prayoga itu sebelas dua belas sama Kak Dirga, sama-sama ganteng, sama-sama pinter, tapi Prayoga orangnya kalem, nggak doyan main perempuan, aku dengar dari teman aku yang kuliah di sana, dia cowok baik-baik, nggak kaya Kak Dirga. Kalau suruh milih aku lebih setuju kamu sama Prayoga ketimbang kamu sama Kak Dirga."
" Apaan, sih? Nggak jelas deh ..." Kirania memutar bola matanya.
Sementara itu dari jarak kurang dari lima puluh meter mata elang Dirga terlihat terus memperhatikan Kirania dari kejauhan.
*
*
*
Gimana nih emak2 Sabilla bilang lebih setuju Kirania sama Prayoga ketimbang sama Dirga😂
Kirania itu kan tipe² cewek yang disukai sama Prayoga kan? Kalem gitu mirip Adelia.🤭
Bersambung ...
Happy Reading😘
__ADS_1