RINDU TAK BERTUAN

RINDU TAK BERTUAN
Tolong Bantu Aku ...


__ADS_3

" Jadi kapan nih mau diresmikan, Kak?" ledek Karina saat Kirania duduk berselonjor di atas spring bed


" Apaan sih?" Kirania mencebik menanggapi ledekkan adiknya.


" Dia benar bos kamu, Ran?" Mama Saras yang masih menonton televisi di sofa ikut menimpali.


" Iya, Ma."


" Wah ... hebat, dong. Mama bentar lagi punya menantu bos, jadi nggak usah repot-repot jualan di pasar lagi." Karina berkelakar.


" Hush, jangan ngomong sembarangan, deh." Kirania menyanggah.


" Ih ... si Mbak, diaamiinin, kek. Orang didoain yang bagus-bagus juga," cibir Karina.


" Tapi hubungan Mbak sama Pak Dirga itu cuma bos dan karyawan doang, tau " Kirania bersikukuh menutupi. Menutupi? Apanya yang ditutupi? Terlepas dari perlakuan Dirga terhadapnya, bukankah memang Kirania sendiri menganggap hubungan dirinya dan Dirga memang sebatas karyawan dan atasan.


" Mbak itu jadi orang jangan polos-polos banget, deh. Orang awam juga pasti akan menyangka kalau kalian itu pacaran. Nggak mungkin kalau nggak pacaran, terus Kak Dirga sampai mempersiapkan kejutan, sampai memboyong aku, Mama dan Bude kemari." Karina pun tetap pada dugaannya.


" Nggak usah pakai ribut bisa nggak sih, kalian? Tiap bertemu pasti ada saja yang jadi permasalahan." Mama Saras mencoba menengahi.


" Kamu benar nggak ada hubungan apa-apa dengan Nak Dirga, Ran? Bude rasa apa yang adikmu katakan itu ada benarnya, lho." Bude Arum turut mengeluarkan pendapatnya.


" Tuh, kan ... aku bilang juga apa?!" cibir Karina merasa menang karena ada yang membela.


" Terus keluarga dia gimana? Apa ibunya Nak Dirga tahu jika kamu sekarang bekerja dengan Nak Dirga?" pertanyaan Bude Arum kali ini membuat Kirania menelan salivanya, karena Bude Arum tahu kejadian saat itu, saat Mama Dirga dan Nadia datang ke rumahnya, dan meminta dirinya untuk melepaskan Dirga.


" Memangnya kenapa dengan keluarganya, Mbakyu?" tanya Mama Saras kepada Bude Arum penasaran.


Kirania langsung melirik Bude Arum seraya menggeleng kecil, meminta budenya tak menceritakan kejadian yang sesungguhnya.


" Hmmm, maksudnya Nak Dirga itu 'kan bos, gitu lho, Ras. Apa nggak masalah Nak Dirga sama Kirania, karena kita ini 'kan berasal dari keluarga biasa saja, bukan dari orang berada." Bude Arum menyahuti


" Kalau Kak Dirga nya cinta sama Mbak Rania, maju terus pantang mundur dong, Bude. Kan yang nantinya menikah menjalankan rumah tangga itu Kak Dirga dan Mbak Rania, bukan keluarganya. lagipula Mbakku ini wanita yang baik, pintar masak pula, nggak rugi punya menantu seperti Mbak Raniaku ini." Karina memeluk tubuh Kirania.


" Kalau Mama sih, jika Dirga memang serius sama kamu, Mama akan merestui kalian. Bukan karena jabatan dia itu apa, tapi Mama melihat Dirga saat tulus sayang sama kamu, Ran. Nggak cuma sama Dirga saja sih, siapapun pria yang menginginkan kamu jadi istrinya asalkan dia benar-benar sayang, Mama pasti restui, selama pria itu tidak berstatus suami orang lain."

__ADS_1


Deg


Kirania lagi-lagi harus menelan salivanya mendengar kata-kata Mama Saras, apa jadinya kalau mamanya itu tahu status Dirga sekarang ini. Mungkin mama tidak akan sesantai ini menghadapi dirinya dan Dirga tadi.


***


Dirga menahan langkahnya saat dia mendapati Edward yang tengah berdiri bersandar di depan apartemennya.


" Mau apa lagi kamu kemari?" tanya Dirga dingin.


" Aku ingin membicarakan soal asistenmu itu." Edward menyahuti.


" Sudah aku katakan jauhi dia! Jangan coba-coba kau ganggu dia!" ancam Dirga dengan intonasi tinggi.


Edward tersenyum sinis menanggapi sikap Dirga yang terkesan berlebihan jika alasannya hanya menganggap Kirania sekedar karyawan. " Kau segitu posesifnya terhadap wanita itu. Kau bersenang-senang dengan mantan kekasihmu itu, tanpa memperdulikan istrimu yang stress hingga mabuk-mabukan di club malam, bahkan hampir dicelakai pria breng*sek semalam."


Dirga terkesiap mendengar ucapan Edward.


" Apa maksudmu?!"


" Nadia mabuk di club malam?"


" Kau baru mengetahuinya? Dia mungkin saja dilecehkan pria-pria breng*sek kalau saja aku terlambat menolongnya semalam."


Dirga mengusap kasar wajahnya, tentu saja dia cemaskan kelakuan Nadia akan berpengaruh buruk kepada Kayla.


" Kau tak tahu, kan? Karena terlalu sibuk dengan asistenmu yang ternyata mantan kekasihmu saat kuliah dulu?" sindir Edward lagi.


" Apa Nadia yang mengatakan padamu?"


" Tentu saja, dia juga mengatakan niat gilamu untuk menceraikan dia dan menikahi seligkuhanmu itu," sindir Edward. " Oh ayolah, Bro. Kenapa kamu tega menyakiti hati Nadia dan Kayla dengan memilih bercerai? Kau lebih memilih selingkuh dengan asistenmu sendiri daripada mempertahankan rumah tanggamu. Kau hanya memikirkan kesenanganmu pribadi tanpa memikirkan bagaimana nantinya jika Kayla tahu papanya tega meninggalkan mamanya demi wanita lain."


Dirga diam sesaat sebelum akhirnya membuka pintu apartemennya. " Masuklah, ada yang perlu aku jelaskan." Dirga menyuruh Edward untuk masuk ke dalam apartemennya.


" Apa saja yang telah Nadia katakan kepadamu?" tanya Dirga kepada Edward setelah mereka berdua duduk di sofa ruang tamu Dirga.

__ADS_1


" Banyak."


" Banyak? Sebanyak apa?" Dirga yakin, Nadia tidak semuanya jujur mengatakan permasalahannya.


Flashback on


Nadia menatap pria yang menolongnya, yang merupakan sepupu dari suaminya saat ini juga sepupu dari pria yang menghamilinya. Seketika kebencian pun merayap di hatinya.


" Pergilah! Percuma bicara denganmu. Kau masih keluarganya, tentu saja nanti kau juga akan membelanya!" usir Nadia seraya menyeka air matanya.


" Apa ini masalah rumah tanggamu dengan Dirga?" tanya Edward, pria yang kebetulan saat itu juga sedang menghabiskan waktu di club setelah pulang dari apartemen Kirania.


" Masalah rumah tangga ..." Nadia tersenyum getir. " Rumah tangga yang bermasalah tepatnya." Kini Nadia terkekeh tapi ada kesedihan yang terdengar dari tawa kecilnya itu. " Aku sudah bertahun-tahun mencintai dia, tapi kenapa dia tega melakukan itu terhadapku? Kenapa kepada wanita itu dia bisa mempertahankan cintanya tapi kenapa padaku tidak? Salah aku apa sama dia? Salah apa aku sama Dirga?! Katakan ... katakan kesalahan apa yang telah membuat hingga dia berhenti mencintaiku?!" pekik Nadia, sementara tangannya mengguncang keras lengan Edward.


" Aku menjaga cintaku hanya untuk dia, aku tidak pernah mencoba meladeni pria yang mendekatiku karena aku menjaga cintaku untuk dia, tapi dia tega melupakanku. Dia tega mengatakan kalau dia sudah tidak mencintaiku, hiks ...Dirga malah tega mengenalkan wanita lain sebagai kekasihnya kepadaku. Hiks ... hiks ...."


" Wanita lain? wanita lain siapa yang kau maksud?"


" Wanita yang kini menjadi asistennya." Nadia seketika tertawa kencang. " Kau tahu, sepupumu itu masih mencintai dia walaupun hampir enam tahun berpisah, padahal wanita itu telah mencampakannya dulu. Sedang aku hiks ... aku yang benar-benar tulus mencintainya malah dicampakkan begitu saja. Bahkan setelah menikah pun sikap dia tak pernah bisa manis kepadaku." Nadia kembali menyeka air matanya, lalu meneguk kembali minumannya.


" Sekarang sepupumu itu." Nadia menunjuk dada Edward dengan telunjuknya. " Dia ingin menceraikan aku dan ingin menikahi mantan kekasihnya itu, eh bukan mantan kekasih, mantan selingkuhannya, karena dulu juga Dirga itu selingkuh dariku."


" Dirga ingin menceraikanmu?"


Nadia menganggukkan kencang, tapi sedetik kemudian dia menggelengkan kepalanya. " Aku nggak ingin cerai, aku nggak mau pisah dari Dirga, hiks ... hiks ..." Nadia terisak dengan menutup wajah dengan kedua tangannya.


Edward memandang Nadia, dia merasakan jika Nadia memang benar-benar kecewa dan terluka atas apa yang diperbuat oleh Dirga.


" Edo, bantu aku ..." Sekejap kemudian Nadia mencengkram baju Edward. " Tolong bantu aku, aku nggak mau pisah dari Dirga. Aku nggak mau bercerai darinya, aku nggak mau, Do ..." Nadia pun kini menenggelamkan wajahnya dengan isak tangis yang semakin kencang di dada pria yang merupakan sepupu dari Dirgantara dan Bimantara itu.


Flashback off


Bersambung ...


Gimana-gimana-gimana? Gimana pendapat kalian? Silahkan berasumsi dengan pendapat masing-masing😁

__ADS_1


Happy Reading ❤️


__ADS_2