
Selepas mendapatkan gaun yang diinginkan, Kirania langsung kembali ke apartemen karena setelah Maghrib nanti Dirga berkata akan langsung menjemputnya.
Kirania melakukan sapuan blush on terakhir pada pipinya saat tiba-tiba teleponnya berbunyi. Dengan sigap dia mengambil ponsel itu dan menjawab panggilan yang berasal dari Dirga itu.
" Assalamualaikum ..."
" Waalaikumsalam, turunlah ... sebentar lagi aku sampai depan lobby."
Klik
Seperti biasa, belum sempat Kirania menjawab, Dirga sudah mematikan ponselnya terlebih dahulu. Kirania langsung merapihkan tatanan rambut panjangnya yang dia ikat bergaya messy bun sebelum akhirnya dia meraih clutch bag berwarna rose gold disesuaikan dengan gaun yang dia pilih.
Kirania akan melangkah memasuki lift saat pintu terbuka, namun matanya terbelalak saat mendapati sosok pria yang keluar dari dalam lift dengan buket bunga di tangannya.
" Sweety, kita jumpa di sini? Wow ... kau terlihat semakin cantik." Pria yang ternyata Edward itu berjalan mengelilingi Kirania sambil mengamati Kirania dari ujung rambut sampai ujung kaki. " Kau berdandan seperti ini, apakah kau tahu jika aku ingin mengajakmu kencan, Sweety?" Edward menyeringai sembari menyodorkan buket berisi mawar dan Lily pink kepada Kirania.
Tak berniat menerima, Kirania hanya memandangi saja bunga yang disodorkan Edward kepadanya.
" Ini untukmu, terimalah."
" Maaf, saya tidak bisa menerimanya, Tuan." Kirania menolak.
" Kenapa?" Edward mengeryitkan keningnya.
" Saya mau ada perlu, permisi Tuan." Kirania kembali menekan tombol lift karena tadi sempat tertutup karena terhalang oleh Edward.
" Kamu mau pergi ke mana dengan gaun dan riasan seperti ini?" selidik Edward.
" Saya mau pergi ke mana, saya rasa itu bukan urusan Anda, Tuan." Kirania mulai merasa terusik dengan kehadiran Edward.
" Apa kamu ingin pergi berkencan? Dengan siapa? Bos kamu itu?"
Deg
Kirania langsung mendelik ke arah Edward yang juga sedang menatapnya, sekejap mereka saling pandang, sebelum akhirnya dia memalingkan wajahnya memutuskan pandangan
" Apakah benar telah terjadi affair di antara bos dan asprinya yang cantik ini?" bisik Edward membuat Kirania harus menelan salivanya.
__ADS_1
" Kamu cantik, aku yakin kamu itu wanita baik-baik. Kenapa kamu mau dijadikan wanita simpanan bos kamu itu?"
Seketika dada Kirania bergemuruh, sesak yang dia rasa sekarang. Hawa panas pun mulai menyerang matanya.
Ddrrtt ddrrtt
Ponsel di dalam clutch bag nya Kirania berbunyi, dia yakin itu pasti panggilan dari Dirga.
" Kamu bisa berbahagia dengan pria single daripada harus menjadi orang ketiga dalam rumah tangga atasanmu itu. Atau kamu memang masih berminat kembali kepada mantan kekasihmu itu?"
Deg
Kirania kembali menoleh ke arah Edward yang sedang tersenyum menyeringai.
" A-apa maksud Tuan?"
" Ayolah, kau tak bisa membohongi banyak orang. Aku tahu kisah lamamu bersama Dirgantara. Pantas saja Dirga melarangku untuk mendekatimu, rupanya dia ingin menjalin kembali kisah asmaranya bersamamu."
" Aku kasihan padamu, kamu ini wanita terhormat. Jangan karena keegoisan Dirga, membuatmu dianggap negatif oleh banyak orang."
Serbuan hawa panas kini sudah membuat cairan bening mengembun di kedua mata Kirania, dia berusaha untuk tak menumpahkannya di hadapan Edward.
" Aku tak rela melihat orang lain kelak akan mencemoohmu karena dianggap sebagai orang ketiga dalam rumah tangga bos mu. Orang lain pasti akan mengganggap dirimu adalah wanita penggoda. Aku tak ingin kamu mengalami hal seperti itu, karena itu ijinkan aku menolongmu lepas dari Dirga."
Kirania memejamkan matanya, bersamaan dengan itu air matanya pun luruh ke pipinya, sungguh benar-benar sesak di dada yang dia rasakan.
Ting
Saat itu pintu lift sebelah Kirania dan Edward berdiri terbuka.
" Apa yang sedang kau lakukan di sini, Edo?!" Suara Dirga terdengar menyentak membuat Edward dan Kirania terkesiap.
" Apa yang kau lakukan kepadanya hingga membuat dia menangis?" Dirga langsung mencengkram kerah baju Edward saat dilihatnya Kirania sedang menyeka air matanya.
" Kau pikir aku sedang apa? Aku ini sedang berusaha menolong dia agar terlepas dari pengaruh buruk mu," sindir Edward menepis tangan Dirga.
" Apa maksudmu?! Aku tidak pernah mempengaruhi dia," bantah Dirga.
__ADS_1
" Tidak mempengaruhi? Tapi memaksa dia untuk menerima kau kembali? Apa kau tidak merasa dirimu itu sangat egois? Kau ingin bersamanya sementara kau sendiri masih terikat pernikahan dengan Nadia?" sindir Edward ketus.
" Aku dan Nadia agar segera bercerai."
" Dan itu semua karena kemauan mu tanpa persetujuan dari Nadia. Kau ingin membuat dirimu bahagia tapi kau menyakiti hati wanita lain, menyakiti Nadia." sindiran pedas terus keluar dari mulut Edward. " Aku yakin asistenmu ini wanita baik. Apa kamu yakin dia akan bahagia dengan keputusanmu bercerai dengan Nadia?!"
" Kau tak tahu apa-apa, Edo! Sebaiknya kau jangan turut campur dengan urusanku," geram Dirga kesal.
" Aku tak berminat turut campur dengan urusanmu, tapi karena asistenmu ini telah memikat hatiku, mau tak mau aku akan terlibat kalian," tantang Edward penuh percaya diri.
" Sebaiknya kau pergilah! Jangan pernah kamu coba-coba mendekati Kirania!" ancam Dirga dengan rahang mengeras dan sorot mata menghunus tajam.
Edward menatap Kirania yang kini tengah terisak dengan menutup wajah dengan telapak tangannya.
" Oke, baiklah ... kali ini aku akan pergi. Tapi aku pastikan, aku akan bisa merebut dia dari tanganmu." Senyum sinis tersungging di sudut bibirnya sebelum akhirnya dia menekan tombol lift dan memasuki lift saat pintu lift terbuka.
" Hai, jangan menangis." Tangan Dirga merangkul pundak Kirania tapi langsung di tepis oleh Kirania.
" Sebaiknya Bapak pergi dari sini, tinggalkan saya sendiri." Kirania kemudian berlari menuju kamar apartemennya.
" Ran, tunggu ..." Dirga berusaha mengenjar langkah Kirania, tapi Kirania terlebih dahulu masuk ke dalam kamarnya.
" Ran, tolong buka pintunya. Kamu jangan dengarkan omongan Edward. Dia itu pengacau, dia berusaha mempengaruhimu untuk keuntungannya sendiri. Kamu dengar sendiri 'kan apa yang dia ucapkan tadi? Dia menyukaimu, karena itu dia berkata seperti itu agar kau terpengaruh dan mau menjauhiku." Dirga berkata setengah berteriak dari balik pintu yang masih bisa terdengar oleh Kirania.
" Rania, sayang ... bukalah pintunya, aku mohon. Aku sudah berjanji akan menyelesaikan perceraianku dengan Nadia. Kau jangan merasa bersalah seperti ini. Aku melakukan ini juga untuk kebaikan Nadia, supaya dia bisa memilih pria lain yang akan memberinya kebahagiaan. Aku juga ingin melihat dia bahagia bersama pria yang tulus terhadapnya. Kalau perlu kita bisa carikan jodoh untuknya, mencarikan ayah sambung yang baik untuk Kayla, agar dia bisa cepat move on dariku." Dirga sedikit terkekeh saat mengucapkan hal itu.
" Ran, ayolah buka pintunya, Sayang. Kita ada kencan makan malam. Kau tahu ada orang yang menunggumu di sana. Mereka akan kecewa jika kau tak datang ke sana ...."
Tak lama pintu kamar apartemen Kirania terbuka.
" Mereka? Siapa yang Bapak maksud mereka?" tanya Kirania seraya mengeryitkan keningnya saat dia muncul dari dalam kamarnya.
Bersambung ...
Semalam aku up extra part novel Mengejar Suami Impian, di sana ada clue tentang masa depan kisah mereka akan seperti apa. Di sana Rania sedang hamil, lho 🤭
Silahkan dibaca dan silahkan menebak² siapa jodoh masing². percayalah Othor yg baik hati ini selalu memberikan kebahagiaan kepada masing² tokohnya, kok😁😁😁
__ADS_1
Happy Reading❤️