
Kirania terkesiap mendengar pengakuan jujur adiknya. Dia menggelengkan kepalanya pelan. Dia seolah tak percaya jika apa yang terjadi dalam mimpinya benar-benar nyata, bahwa Karina benar-benar menyukai Gilang.
" Aku mencintai Kak Gilang, Mbak. Hati aku nggak rela melihat Kak Gilang terluka," tegas Karina.
Kirania terdiam, dia mengambil nafas secara perlahan. Tentu saja semua ini terjadi memang akibat keputusannya yang terlalu terburu-buru meminta bertunangan dengan Gilang, dia tidak memikirkan akibatnya akan sejauh ini.
" Maafkan Mbak, Dek. Semua ini memang kesalahan Mbak." Kirania menampakkan wajah sedihnya. " Tapi Mbak minta kamu jangan lakukan ini lagi. Pergi dari rumah, berbohong kepada mama dan Mbak, bilang kamu tugas ke luar kota dan mengajukan cuti selama seminggu. Bagaimana kalau terjadi sesuatu yang buruk terhadap kamu?"
" Aku baik-baik saja, Mbak." Karina menyahuti cepat.
" Lalu kenapa kamu mesti berbohong kepada kami, Dek?" Kirania masih tidak mengerti adiknya berbohong seperti itu.
" Karena aku takut kalau mama nggak memberi ijin aku menemui Kak Gilang." Karina menjawab sejujurnya.
" Tentu saja mama nggak akan memberi ijin, karena kamu nggak perlu melakukan hal ini. Kamu nggak perlu meminta maaf kepada Kak Gilang karena kamu nggak salah, Dek." Kirania memegang kedua bahu adiknya itu.
" Aku juga merasa bersalah karena sudah membantu saat penculikan Mbak dulu," lirih Karina menundukkan kepalanya.
" Untuk hal itu Mbak bisa memaklumi, kamu pasti berada di posisi yang sulit." Kirania membelai kepala adiknya. " Sekarang kamu bereskan baju-bajumu, kamu ikut ke tempat Mbak."
" Tapi, Mbak ...."
" Tidak ada bantahan." Kirania kemudian bangkit mengambil koper milik adiknya yang diletakan di dekat lemari pakaian dan dengan segera dia memasukkan baju-baju Karina yang ada di lemari itu ke dalam koper Karina.
***
Dirga membawa Karina ke kantornya, sebenarnya Kirania meminta suaminya itu mengantarnya pulang ke apartemen karena dia membawa Karina, jadi dia tidak akan merasa kesepian karena ada yang menemani di apartemen, tapi Dirga menolak. Dirga memilih membawa Karina ke kantornya, karena tentu saja alasannya karena Dirga tidak ingin jauh dari istrinya.
Karina menatap kagum bangunan di hadapannya itu saat mereka turun dari mobil yang dikendarai Dirga.
" Ini perusahaan punya Kak Dirga, Mbak?" bisik Karina kepada kakaknya yang kini berjalan berdampingan dengannya sementara Dirga berjalan di depannya.
" Iya." Kirania menjawab singkat.
" Wuiiihh, benar-benar Sultan ya suami Mbak Rania." Karina berkomentar. " Beruntung banget Mbak aku ini. Mendapatkan suami yang gantengnya nggak ketulungan, sayangnya nggak perlu diragukan, tajirnya nggak ketampung." Karina berseloroh membuat Kirania terkekeh seraya menutup mulutnya.
" Kalian mentertawakan apa?" Dirga melirik istri dan adik iparnya itu yang terlihat tertawa-tawa kecil saat mereka bertiga menunggu lift khusus.
" Aku bilang kalau Mbak aku ini beruntung mempunyai suami Kak Dirga." Ujar Karina.
Dirga tersenyum seraya membelai lembut kepala Kirania. Tak lama kemudian Dirga langsung memberikan kecupan di pucuk kepala Kirania membuat Kirania terkesiap karena suaminya itu berani melakukan adegan romantis di depan umum.
__ADS_1
Dan pemandangan itu tentu saja terekam oleh beberapa pasang mata karyawan yang ada di sekitar situ. Membuat karyawan yang sebelumnya hanya mendengar dari selentingan-selentingan jika Kirania, mantan Aspri Dirga itu adalah istri bosnya, kini benar-benar dibuat syok karena melihat langsung kenyataan itu di depan mata kepala sendiri.
Ting
Dan saat pintu lift berbunyi Dirga langsung menggenggam tangan Kirania dan menariknya pelan untuk memasuki lift khusus itu.
" Abang, jangan suka begitu di depan karyawan. Aku 'kan malu dilihat banyak orang," protes Kirania saat mereka bertiga sudah berada di dalam lift.
" Memangnya kenapa harus malu? Kamu itu 'kan istriku," ucap Dirga santai menanggapi.
" Aku nggak enak jadi bahan omongan karyawan, Abang."
" Siapa yang berani ngomongin kita? Mau aku pecat memangnya?!" ancam Dirga.
" Iiihh, jangan suka main pecat-pecat karyawan. Jangan mematikan rejeki orang, Abang." Kirania memprotes suaminya.
" Itu hanya ancaman biar mereka tidak berani membicarakan istriku ini." Dirga menarik hidung Kirania membuat Kirania mencebikkan bibir.
" Ya ampun, Mbak Rania sama Kak Dirga bikin aku envy saja, deh." Karina yang berdiri di belakang pasangan suami itu langsung berkomentar.
" Makanya kamu buruan menikah, biar bisa romantis-romantisan seperti kita," sindir Dirga yang langsung membuat air muka Karina berubah. Dan Kirania yang menyadari hal itu langsung mencubit pinggang suaminya.
" Jangan godain adikku, ya!" Kirania sengaja berpura-pura kesal seraya merangkul pundak Karina.
" Apa kamu bilang tadi?" Dirga melotot ke arah Kirania.
" Peace Abang, jangan marah ..." Kirania langsung memeluk pinggang sang suami membuat Dirga tersenyum melihat tingkah istrinya itu.
***
" Tiap hari Mbak ngapain saja di kantor Kak Dirga?" tanya Karina saat mereka berdua mengobrol sambil selonjoran di kamar di ruangan kerja Dirga.
" Ya seperti inilah, hanya duduk, diam, nonton televisi. Sama sekali nggak ada kerjaan kantor yang boleh Mbak pegang." Kirania menyahuti.
" Benar-benar hanya menemani saja?" Karina benar-benar tak menyangka kakak iparnya itu begitu sangat menyayangi kakaknya, hingga tak ingin jauh dari istrinya walaupun pergi ke kantor. Pantas saja jika kakaknya itu tidak bisa move on dari Dirga, pikirnya. Karena Dirga benar-benar memperlakukan istrinya itu layaknya seorang permaisuri.
" Mbak, aku bosan, nih. Aku boleh lihat-lihat seputar kantor sini nggak?" tanya Karina.
" Kamu bilang dulu sama Abangmu sana." ucap Kirania.
" Mbak panggil ke Kak Dirga Abang, ya?" Karina tersenyum geli.
__ADS_1
" Iya dia yang minta." Kirania menjawab malu-malu.
" So sweet banget sih kalian ..." Karina kemudian keluar kamar dan meminta ijin ke kakak iparnya untuk melihat ruangan-ruangan di kantor Dirga itu.
Karina langsung ke luar ruang kerja setelah dia mendapatkan ijin dari Dirga. Dia melihat meja kerja sekretaris kakak iparnya itu kosong karena Lisna sedang berada di ruangan Dirga.
Hello, is it me you're looking for?
'Cause I wonder where you are ...
And I wonder what you do ...
Are you somewhere feeling lonely ...
Or is someone loving you?
Tell me how to win your heart ,,,
For I haven't got a clue ...
But let me start by saying ...
I love you ...
Karina menoleh ke arah ruangan yang berada di samping ruang kerja Dirga saat dia mendengar alunan lagu yang dia sendiri tidak kenal dengan lagu itu. Pintu ruangan itu terbuka hingga suara Lionel Richie yang menembangkan lagu Hello itu terdengar di telinganya.
Karina tertarik berjalan mendekat ke arah ruangan itu. Dia melongok ke arah dalam tapi tak dijumpai siapapun di sana. Dia tertarik melihat beberapa foto landmark dari beberapa Negera tergantung di dinding ruangan itu. Dan di setiap landmark itu selalu ada seseorang yang berfoto di depan landmark. Seorang pria yang sama, berwajah tampan dengan bentuk tubuh yang sangat sempurna. Tapi di mana pun pria itu berfoto, pria itu selalu berfoto sendiri.
" Siapa Anda? Dan apa yang sedang Anda lakukan di ruangan saya?"
Karina terperanjat saat suara seseorang terdengar tepat di belakang dia berdiri.
*
*
*
Bersambung ...
🤔🤔 Sepertinya Mak² reader di sini akan serempak menyebut satu nama yg sama deh😁
__ADS_1
Happy Reading❤️