RINDU TAK BERTUAN

RINDU TAK BERTUAN
Gelisah


__ADS_3

Kirania terperanjat saat tiba-tiba Kayla terus menerus memukulnya sambil berteriak mengumpat. " Ateu jahat! Pasti Ateu bikin Mama Kela nangis!"


" Kayla, Kayla nggak boleh seperti itu." Dirga segera menjauhkan Kayla dari Kirania.


" Apa maksudnya ini, Mas? Kenapa Kayla berkata seperti itu?" Nadia yang melihat anaknya tiba-tiba menyerang Kirania dibuat penasaran.


" Ateu itu mau cuyik ( culik ) Kela, Ma." Kayla mengadu kepada Nadia.


" Itu nggak benar Kayla. Tante Rania bukan menculik Kayla." Dirga membela Kirania.


" Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Nadia kembali.


" Rania menolong Kayla yang hampir terjebak di lift karena kecerobohan kedua pengasuh Kayla pilihanmu itu." Dirga terlihat masih kesal dengan ulah pengasuh-pengasuh Kayla. " Kamu bayangkan jika Kayla terkurung sendirian di dalam lift berjalan dari lantai delapan menuju lantai empat. Untung saat itu Rania melihat dan menemani Kayla."


" Astaghfirullahal adzim, kenapa bisa seperti itu? Kenapa mereka ceroboh sekali?" Nadia terlihat kaget dengan kejadian yang terjadi dengan anaknya.


" Kayla harus minta maaf ke Tante Rania, karena sudah bersikap buruk kepada Tante Rania." Dirga menyuruh Kayla untuk meminta maaf. " Ayo cepat, anak pintar kalau bersalah harus minta maaf."


Kayla langsung menoleh ke arah Nadia. " Minta maaf sama Tante, sayang," perintah Nadia.


Akhirnya Kayla pun menghampiri Kirania. " Ateu, Kela minta maaf." Kayla mengulurkan tangannya.


Kirania yang masih merasa tak enak hati pun dengan agak canggung menerima uluran tangan mungil Kayla.


" Iya, Tante sudah maafkan Kayla, kok." Kirania menyahuti. " Hmmm, kalau begitu saya pamit, Pak, Bu." Kirania berpamitan.


" Kita akan segera makan siang, kamu jangan ke mana-mana." Perintah Dirga menghentikan langkah Kirania.


Kirania langsung melirik Nadia yang juga sedang memandang ke arahnya. Jujur saja keadaan seperti ini membuatnya sangat tidak nyaman.


" Maaf, Pa. Sebaiknya saya tidak ikut makan siang dengan Bapak. Saya tidak ingin mengganggu acara keluarga Bapak." Kirania menolak.

__ADS_1


" Saya perintahkan kamu untuk ikut." Dirga merasa kesal karena Kirania membantah perintahnya.


" Maaf, Pak. Itu bukan tugas kantor, jadi saya berhak menolaknya," tegas Kirania.


Sikap keras Kirania tentu saja membuat Dirga merasa kesal, karena Kirania dianggap selalu saja menentang perintahnya. Sedangkan Nadia terlihat mengerutkan keningnya, dia nampak surprise melihat Kirania yang terkesan berani membantah seorang Dirgantara.


" Permisi ..." Kirania langsung beranjak keluar dari ruangan Dirga kembali.


" Ateu Lania, main cama Kela, yuk ( Tante Rania, main sama Kayla, yuk)," Suara Kayla menghentikan langkah Kirania. " Kita 'kan cudah belteman ( Kita kan sudah berteman )." Kayla menarik tangan Kirania. Apa yang dilakukan Kayla jelas membuat Dirga mengembangkan sedikit senyum di bibirnya, berbeda dengan Nadia.


" Kayla, sayang. Tante Rania mau istirahat. Kita juga 'kan mau makan siang sama Papa." Nadia melirik ke arah Dirga yang sedang menatap Kirania penuh rasa mendamba, dan itu sangat membuat hatinya serasa teriris.


" Ateu ikut cama ( sama ) kita aja," celetuk Kayla.


" Kayla mau main sama Tante?" Kirania membungkukkan badannya sembari menyentuh pundak mungil Kayla.


" Iya, Ateu ... coalnya encus nda ikut kecini, Kela jadi nda ada teman belmain ( Iya, Tante ... soalnya suster nggak ikut ke sini. Kayla jadi nggak ada teman bermain)," sahut Kayla mencebikkan bibirnya.


" Oke, Ateu janji, ya." Kayla pun membalas dan menautkan jarinya.


Kirania menganggukkan kepalanya. " Ya, sudah Tante mau keluar istirahat dulu ya, Kayla." Kirania mengusap kepala Kayla kemudian kembali menegakkan tubuhnya dan berpamitan.


" Kalau begitu, malam ini biarkan Kayla menginap di tempatku, setelah makan siang kau pulang saja." Dirga berbicara kepada Nadia dan memutuskan akan membawa Kayla menginap di apartemennya.


" Ya sudah, nanti aku suruh Sus Wati dan Isah ke tempatmu." Nadia menyahuti.


" Tidak usah, biar aku yang urus Kayla." Dirga menolak.


" Tapi bagaimana kamu mengurus Kayla sendirian? Bagaimana kamu bisa memandikannya, menyuapinya?" tanya Nadia meragukan kemampuan Dirga.


" Kamu tak perlu khawatirkan tentang hal itu, Rania pasti bisa membantuku." Dirga lalu mengangkat tubuh Kayla. " Kayla, nanti malam menginap di rumah Papa mau?"

__ADS_1


" Mau, Pa. cama ( sama ) Mama, kan?" tanya Kayla.


" Mama mesti menemani nenek, jadi Kayla hanya menginap berdua dengan Papa saja." Dirga mengecup pipi Kayla.


" Kamu lebih mempercayakan wanita lain untuk mengurus Kayla ketimbang aku ibu kandungnya sendiri?" Nadia memprotes Dirga.


" Bukankah selama ini juga kamu mempercayakan orang lain untuk mengurus Kayla dengan mempekerjakan dua pengasuh sekaligus?" Dirga balik memprotes Nadia.


" Tapi itu memang pekerjaan Sus Wati dan Isah, sedangkan asisten pribadimu itu? Apa jangan-jangan dia akan kamu jadikan istri juga?" sindir Nadia.


Dirga menyeringai tipis. " Seandainya saja dulu kamu tak datang kembali menemuiku, mungkin saat ini dialah yang menjadi Nyonya Dirgantara Poetra Laksmana," tegas Dirga.


" Kamu masih saja terobsesi dengannya, Mas?" Nadia seolah tak percaya Dirga masih menyimpan perasaannya kepada Kirania.


" Dari awal kamu tau jika aku mencintainya, sampai saat ini pun aku masih mencintainya," ungkap Dirga.


" Dia sudah meninggalkanmu, Dirga. Bertahun-tahun dia meninggalkanmu, tapi kenapa kamu masih bisa menyimpan rasa cintamu untuk dia? Kenapa denganku kamu tak bisa seperti itu? Tiga tahun aku jauh darimu dengan alasan yang jelas, bukan karena meninggalkanmu begitu saja. Tapi kenapa kamu tidak bisa mempertahankan rasa cintamu untukku Dirga? Kenapa?" pekik Nadia kembali terisak.


" Aku tidak pernah bilang kalau dia meninggalkanku, darimana kamu tau jika Rania yang telah meninggalkanku?!" selidik Dirga.


" Papa ... Mama ... kenapa belantem telus cih? Kela cedih kalo Papa cama Mama belantem. ( Papa ... Mama ... kenapa berantem terus, sih? Kayla sedih kalau Papa sama Mama berantem)" Kayla ikut menangis di pundak Dirga.


" Maafkan Papa ya, sayang. Maaf jika Papa bikin kamu sedih." Dirga mengusap kepala Kayla dan mengecup keningnya. " Jangan terlalu bermain drama di depan anakmu." ketus Dirga melirik ke arah Nadia yang masih terisak sembari melangkah keluar ruangannya.


Sementara Kirania sendiri, selepas keluar dari ruang kerja Dirga dia berjalan ke arah toilet. Dia membasuh wajahnya, hatinya seketika mendadak gelisah. Pertemuan ketiga kalinya dengan Nadia ini, mengingatkan pertemuan terakhir mereka saat Nadia dan mama dari Dirga menemuinya di rumah Pakde Danang. Di mana saat itu dia dipaksa untuk memutuskan hubungannya dengan Dirga, pria yang sesungguhnya mulai memasuki relung hatinya. Pria yang mulai dia rindukan saat pria itu tidak memberikan kabar. Pria yang membuat hatinya bahagia setiap kali berjumpa dengannya. Pria yang selama enam tahun ini selalu berusaha dia lupakan namun pada kenyataannya rasa itu sangat sulit dihilangkan dalam ingatannya. Pria yang pada akhirnya kini menjadi atasannya.


Sungguh Kirania tidak pernah menyangka jika selama lima tahun yang dia jalani, ternyata dia bekerja di perusahaan milik mantan kekasihnya itu. Seandainya dia tahu dari awal mungkin dia memilih untuk resign dari perusahaan cabang milik Dirga. Dan saat akhirnya dia harus pindah ke Jakarta, dia tidak pernah menduga jika pertemuannya kembali dengan Dirga akan membuatnya berada dalam posisi rumit seperti ini. Apakah keputusannya untuk bertahan di sini adalah suatu kesalahan, terlebih melihat secara langsung pertengkaran antara Dirga dan Nadia tadi.


Bersambung ...


Mohon maaf jika belakangan up nya suka rada telat dan cuma up 1 bab aja, cz di RL nya lagi butuh konsentrasi yg bikin aku ga fokus nulis, mohon pengertiannya, makasih all๐Ÿ™๐Ÿ˜˜

__ADS_1


Happy Reading โค๏ธ


__ADS_2