RINDU TAK BERTUAN

RINDU TAK BERTUAN
Terusir Secara Halus


__ADS_3

Setelah berhasil membujuk Kayla untuk tidak terus merajuk, Edward pun pergi bersama Nadia. Edward dan Nadia sepakat untuk berbincang di salah satu coffee shop.


" Apa yang ingin kamu bicarakan ini ada sangkut pautnya dengan permintaanku agar kamu bisa membujuk Dirga?" tanya Nadia saat dia memasuki mobil Edward.


" Nanti kita bicara jika sudah sampai di tempat tujuan saja." Edward menyahuti sembari menoleh sebentar ke arah Nadia.


Dua puluh menit kemudian, mereka berdua sampai di sebuah caffee shop.


" Kau sudah bertemu Dirga, kan?" Nadia terlihat tak sabar untuk mengetahui hasil pembicaraan Edward dengan Dirga.


Edward menghela nafas sejenak, dia memandangi wanita cantik di depannya. Sungguh miris, wanita secantik ini harus terombang-ambing kisah asmaranya.


" Kenapa kau tidak jujur semuanya padaku? Kenapa mesti ada yang ditutupi jika kamu ingin meminta bantuanku?"


" M-maksud kamu?" Nadia menyadari apa maksud dari perkataan Edward, tapi dia berusaha pura-pura tak mengerti.


" Tentang Kayla, tentang siapa papa dari Kayla."


Nadia menelan salivanya, dia merasa meminta pertolongan Edward itu suatu tindakan yang salah. Bagaimanapun Edward adalah sepupu dari Dirga, meskipun pihak keluarga sudah sepakat untuk merahasiakan asal usul Kayla, tapi pada akhirnya Dirga mengatakan juga kebenaran tentang Kayla pada sepupunya itu.


" Dirga yang mengatakan padamu?" tanya Nadia, sungguh rasa yang ada di dadanya saat ini adalah sesak. Dia tak tahu harus mencari dukungan siapa lagi agar rumah tangganya dengan Dirga tidaklah berakhir.


" Kalau aku boleh kasih saran, sebaiknya kau lepaskan Dirga. Kau carilah kebahagiaanmu di luar sana. Karena sekuat apapun usahamu untuk bertahan, tidak akan mampu meluluhkan keinginan Dirga untuk berpisah darimu, Nadia." Edward menyampaikan pandangannya.


" Aku nggak akan membiarkan itu terjadi, Edo! Aku akan tetap mempertahankan pernikahanku!" tegas Nadia.


" Ayolah, Nadia. Bangunlah dari mimpimu. Kau harus melanjutkan hidupmu, jangan terus terbelenggu dengan cintamu yang tak terbalas itu. Aku yakin di luar sana pasti akan ada pria lain yang bisa mencintaimu."


" Aku meminta bantuanmu itu untuk merubah pendirian Dirga, bukan untuk menyudutkanku seperti ini," ketus Nadia.


" Aku tidak menyudutkanmu, aku hanya berusaha membuka pikiranmu agar tidak terobsesi dengan Dirga. Jika kau terus menerus seperti ini, itu hanya akan merugikan dirimu sendiri, Nadia." Edward terus berusaha menasehati. " Lupakan Dirga, jangan mengharap sesuatu yang tidak bisa Dirga berikan kepadamu. Percayalah akan ada pria lain yang akan bisa mencintaimu melebihi cinta Dirga kepadamu dulu. Move on lah, Nadia. Jangan terus bersikap bodoh dengan menganggap rumah tangga mu baik-baik saja. Berhentilah mengharapkan cinta Dirga dari sekarang, atau kau akan semakin terluka dengan sikapmu seperti ini."

__ADS_1


Nadia terdiam, tapi lelehan air mata kini sudah membanjiri pipinya. " Aku takut, Do."


" Apa yang kamu takutkan?"


" Aku takut tak ada pria yang mau menerimaku dengan adanya Kayla. Dirga yang tahu gimana perbuatan Kak Bima saja tidak bisa menerimaku, apalagi pria lain yang tak tahu asal usul Kayla. Itulah mengapa aku berusaha terus bertahan dengan Dirga, walaupun sikapnya selalu dingin terhadapku, aku terima, Do. Aku hanya berharap suatu saat dia mengerti dan menyadari jika aku benar-benar tulus mencintainya. Aku berharap suatu hari Dirga bisa mencintaiku kembali." Nadia tersedu di hadapan Edward.


Edward menghela nafas perlahan, dia bisa mengerti jika Nadia benar-benar merasa tertekan dan terpukul dengan perlakuan kedua sepupunya itu. Tak bisa dipungkiri jika sikap Bima dan Dirga telah menyakiti dan mengecewakan hati wanita cantik yang terlihat rapuh di hadapannya saat ini.


***


Tok tok tok


" Permisi, Pak. Nona Angela sudah datang ..." ujar Lisna saat pintu ruangan Dirga terbuka.


" Suruh dia masuk, Lis." Dirga menyahuti.


" Baik, Pa. Permisi ..." pamit Lisna kemudian mempersilahkan tamu Dirga siang itu untuk memasuki ruangan direktur.


Seorang wanita cantik berambut sedikit curly dengan pakaian ketat di atas lutut dan baju di bagian dada sedikit terbuka memasuki ruang kerja Dirga.


" Halo Nona Angela, apa kabar?" Dirga langsung menyambut wanita yang bernama Angela itu dengan sangat ramah dan akrab. " Silahkan Nona Angela, kita duduk di sini." Dirga menunjuk ke arah sofa.


Angela pun duduk di sofa dengan memangku kakinya sehingga menampakan betis dan paha yang putih mulus.


Kirania yang melihat hal itu langsung mengeryitkan keningnya, Apalagi saat Dirga kini duduk di samping wanita bertubuh sintal itu. Tentu saja hal itu seketika mengusik hatinya. Melihat Dirga berposisi sangat dekat dengan wanita itu, tentu saja pemandangan indah di bagian dada wanita itu terlihat jelas oleh Dirga.


" Ada angin apa yang membawa Nona Angela datang kemari?" tanya Dirga yang kini memiringkan tubuhnya sehingga berhadapan dengan Angela, terang saja hal itu membuat bibir Kirania mencebik.


Angela tertawa kecil. " Saya berminat membeli beberapa unit apartemen lagi, Pak Dirga. Tentu saja saya datang langsung kemari supaya Pak Dirga memberikan potongan untuk pembelian beberapa unit apartemen itu, saya ini sudah langganan Pak Dirga, kan? Masa tidak ada discount khusus untuk saya." Kata-kata yang keluar dari mulut Angela diucapkan dengan nada yang dibuat seseksi mungkin.


Kirania yang mendengarkan wanita itu berbicara saja sampai mengedikkan bahunya, dia merasa jika Angela sedang berusaha menggoda Dirga.

__ADS_1


" Tentu saja saya akan memberikan potongan khusus untuk pelanggan setia saya, Nona Angela." Di luar dugaan Kirania, Dirga yang selalu terlihat dingin pada wanita lain kini malah menanggapi Angela.


" Wah, terima kasih, Pak Dirga. Makin senang saya menjadi customer Pak Dirga." Angela menyampirkan rambut panjangnya ke belakang telinga dengan gerakan yang sangat menggoda. Hal itu semakin membuat Kirania kesal, karena dia bisa menduga jika Angela sengaja tebar pesona di depan Dirga.


" Oh ya, Pak Dirga. Apakah nanti malam sibuk atau ada acara?" tanya Angela kemudian.


Kirania yang mendengar pertanyaan Angela pun langsung memasang sorot mata tajam ke arah Angela, yang sepetinya tak menggubris keberadaannya.


" Nanti malam?" Dirga merespon pertanyaan Angela.


" Iya, nanti malam. Jika Pak Dirga tidak keberatan, boleh kita makan malam di luar malam ini?"


Rasanya ingin sekali Kirania melempar mouse yang sedang digenggamnya ke arah Angela yang terlihat kecentilan menggoda Dirga.


Sedang Dirga yang mendapatkan pertanyaan dari Angela langsung menoleh ke arah Kirania dan berkata, " Ran, kamu bisa tinggalkan ruang kerja saya sebentar?"


Ucapan Dirga tentu saja membuat Kirania tersentak kaget. Dia tidak menyangka Dirga akan mengatakan hal itu. Perkataan Dirga tadi bisa diartikan jika pria itu secara tidak langsung mengusirnya secara halus dari ruangan itu. Dengan mendengus kesal dan gigi mengerat dia pun langsung bangkit.


" Baik, Pak. Permisi ..." Dengan langkah sedikit menghentak Kirania berjalan meninggalkan ruangan kerja Dirga. Tapi sebelum meninggalkan ruangan dia sempat melirik ke arah Dirga yang melanjutkan obrolan tanpa menoleh lagi ke arahnya. Seketika dadanya serasa bergejolak, sepertinya api cemburu langsung berkobar di hatinya saat itu juga.


.


.


.


Bersambung ...


Tinggalkan Jejak Like n Komen biar Othor semangat 💪😘


Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2