
" Halo, Bro. Ada apa? Sukses jebol gawang istrimu? Hahaha ..." suara Edward terdengar saat video call tersambung.
" Ongkel Do ..." Kayla yang justru menjawab Edward.
" Oh hai Princess, sedang sama papa ya, Kayla?"
" Iya, Ongkel ..." sahut Kayla. " Ongkel, Kela punya Mama balu, Mama Lania namanya."
" Oh, Kayla punya Mama baru?"
" Iya, Ongkel ..."
" Bilang ke Uncle Edo, Kayla juga ingin punya papa baru." Dirga membisiki Kayla.
" Mas, iihh ..." Kirania memprotes sikap Dirga yang dianggapnya tak pantas mengajari Kayla seperti itu.
" Kela juga ingin punya papa balu, Ongkel."
" Uncle mau nggak jadi papa barunya Kayla," bisik Dirga kembali yang direspon gelengan kepala oleh Kirania.
" Ongkel mau nda jadi papa balu Kela?"
" Uhuukk uhuukk ..." Edward langsung tersedak saat mendengar ucapan Kayla
" Ongkel batuk, ya? Minum dulu Ongkel kalau batuk." Kayla menasehati layaknya orang dewasa.
" Bro, kau gila ya, bisikin apa ke dia?" protes Edward karena dia melihat Dirga beberapa kali membisikan sesuatu kepada Kayla.
" Kayla itu ingin punya papa dua, karena sekarang mamanya ada dua. Dia mau cari papa baru, ya siapa tahu kau berminat menjadi papa baru untuk Kayla. Kau juga sangat dekat dan sayang dengan Kayla, Jujur aku lebih setuju jika kau yang menjadi ayah sambung Kayla, setidaknya dia berada bersama orang yang tepat dan aman." Dirga beralasan.
" Sialan, Kau!! Kau tahu aku tak suka terikat dengan pernikahan. Pernikahan membuat aku tidak bebas bergerak." Edward menyampaikan pandangannya.
" Mulai sekarang kau harus membuang pikiran itu. Berumah tangga, menjalin hubungan yang suci dalam satu ikatan pernikahan dengan orang yang kita cintai itu luar biasa nikmatnya, Bro." Dirga memberikan nasehatnya..
" Sudah seperti ustadz saja kau ini," cibir Edward.
Dirga terkekeh. " Jadi gimana, Do? Mau tidak jadi Papa Baru buat Kayla?" ledek Dirga kembali.
" Kayla mau 'kan punya Papa seperti Uncle Edo?" Kemudian Dirga terus mencoba mempengaruhi Kayla.
" Mau, Pa. Ongkel Do baik cama Kela, Ongkel Do juga cayang cama Kela."
__ADS_1
" Nah, kau dengar itu, Edo?" Dirga kembali terkekeh. " Anak kecil itu tidak bisa dibohongi, siapa yang tulus atau tidak sama dia, mereka itu bisa langsung peka merasakan."
" Shit!! Awas kau ya, Dirgantara!" umpat Edward membuat Dirga terpingkal.
" Jadi bagaimana Ongkel Do? Mau tidak jadi Papa balu Kela?" sindir Dirga menirukan gaya bicara Kayla.
" Iya, Ongkel. Ongkel mau nda jadi Papa balu Kela?" Kayla menimpali.
" Kayla juga nanti bilang sama Mama Nadia. Bilang Kayla mau Uncle Edo jadi Papa baru Kayla, oke?!"
"Dirgantara!!" geram Edward.
" Ciap, Pa. Nanti Kayla bilang cama Mama."
" Tapi Kayla jangan bilang disuruh Papa bilang gitu ke mama ya, Sayang," bisik Dirga lagi.
" Baik, Pa."
" Awas ya kau, Dirgantara. Aku balas kau nanti!" ancam Edward.
" Ayolah, Do. Apa kau tega mengabaikan permintaan gadis kecil tak berdosa ini? Dia nggak minta berlebihan, kok. Hanya ingin mendapatkan Papa baru untuk mamanya, dan itu bukan perkara sulit untukmu." Dirga merasa senang telah berhasil mengerjai sepupunya itu.
***
" Memang Kayla nggak menginap di sini, Mas?" tanya Kirania.
" Tentu saja tidak. Kalau dia tetap di sini, kita tidak akan melakukan aktivitas memproduksi cucu buat mama." Dirga mengedipkan matanya.
" Tapi 'kan Kayla sebentar lagi pindah ke luar negeri, Mas. Kesempatan kamu bisa bersama dia sedikit sekali, jadi kenapa tidak dimanfaatkan sebaik mungkin? Masalah kita tidak bisa melakukan aktivitas suami istri, kita 'kan bisa lakukan lain waktu. Sementara bersama Kayla kita tidak punya lain waktu, dan mungkin akan lama bisa kumpul sama Kayla lagi. Aku masih kangen sama Kayla, Mas. Jadi biarkan dia menginap di sini ya, Mas? Ya ... ya ... ya ... please ..." Kirania merengek memohon agar suaminya itu mengabulkan permintaannya.
" Ck, itu pasti hanya alasanmu saja agar terbebas dariku malam ini." Dirga curiga jika itu hanya akal-akalan istrinya saja.
" Ya ampun, kamu kok su'udzon gitu sih, Mas? Aku itu serius masih kangen sama Kayla." Kirania melingkarkan tangannya ke pinggang sang suami, lalu melirik ke arah Kayla yang sedang memperhatikannya. " Kayla mau menginap di sini 'kan temani Papa sama Mama Rania ?" Lalu tangan Kirania merentang berharap Kayla menyambutnya.
Kayla dengan cepat menganggukkan kepala dan mendekat ke arah Dirga dan Kirania.
" Kela mau tidul di cini, Pa." Kayla pun memeluk paha betis Dirga karena tubuhnya yang kecil dibanding dengan tubuh Dirga sendiri.
" Boleh ya, Pa. Kayla tidur di sini bareng kita?" Kirania menatap Dirga sembari memasang tampang semanis mungkin.
" Hmmm, ceritanya Papa diserang sama Kayla sama Mama Rania, nih? Oke, baiklah ... Kayla boleh tidur di sini malam ini." Akhirnya dengan sangat terpaksa Dirga menyetujui permintaan sang istri.
__ADS_1
" Yess, makasih, Mas ... cup," Kirania langsung memberikan kecupan singkat ke pipi kanan Dirga. Lalu Kirania mengangkat tubuh Kayla, mendekatkan Kayla ke wajah suaminya, menyuruh Kayla pun melakukan hal yang sama dengannya.
" Makasih, Papa. Kela cayang Papa." Kayla melingkarkan tangan mungilnya ke leher Dirga dan mengecup pipi Dirga.
***
" Mas ..." Kirania terbangun saat mendapati Dirga sudah berada di atas tubuhnya. Suaminya itu kini sedang intens menelusuri ceruk leher Kirania hingga membuat Kirania menegang.
" Mas, nanti Kayla bangun." Dengan suara tercekat Kirania meminta suaminya untuk tidak melakukan berhubungan badan.
" Aku nggak tahan, Yank. Minta cepat dituntaskan." Tanpa menghentikan aktivitasnya Dirga terus memberikan sentuhan-sentuhan ke kulit halus Kirania. Bahkan kini Dirga turun ke bawah menjelajahi dan bermain-main di aset kembar Kirania.
" Oouugghh ... Mas ..." Desahan lolos dari bibir Kirania karena dia pun tak mungkin tak bereaksi apa-apa oleh sentuhan yang diberikan sang suami. Apalagi saat jemari Dirga kini menyentuh area intinya.
" Mas, jangan ... bagaimana kalau Kayla bangun?" keluh Kirania.
" Kita akan memainkannya dengan perlahan, tidak akan mengganggu tidur Kayla." Dirga kini sudah mengarahkan miliknya ke inti Kirania dan menghujamkan senjatanya itu ke dalam inti istrinya yang masih saja terasa sempit untuk dimasukinya.
" Aakkhh ..." pekik Kirania saat intinya berhasil dimasuki Dirga.
" Ssssttt ..." Tangan Dirga membekap mulut Kirania. " Kalau kau berteriak, Kayla akan bangun, Sayang."
" Ssshhh ... sakit, Mas." Kirania merintih.
" Sabar sebentar aku akan melakukannya pelan, kok." Dirga mengerakkan bagian miliknya dengan tempo sedang, namun semakin lama dia semakin berhasrat hingga menaikkan ritme gerakannya lebih kencang hingga membuat kasur empuk yang mereka bertiga gunakan untuk tidur berguncang dan mengusik Kayla yang sedang terlelap.
" Papa cama Mama Lania lagi ngapain?" pertanyaan polos Kayla lolos dari bocah mungil itu.
Dirga dan Kirania sontak terperanjat saat mendapati Kayla yang sudah duduk menatap ke arahnya.
" Mas ...!!" Dengan sekuat tenaga Kirania mendorong tubuh Dirga hingga penyatuan yang mereka lakukan terlepas sebelum mereka mendapatkan pelepasan yang mereka inginkan.
*
*
*
Bersambung ...
Happy Reading❤️
__ADS_1