
Yang masih di bawah umur harap menyingkir ya. Mohon bijak dalam membaca😉
_________________________________
Kirania sempat kaget saat tiba-tiba Dirga sudah menin*dih tubuhnya hingga seketika dia merasakan pasokan udara yang masuk ke rongga pernapasannya terhenti, apalagi saat tangan Dirga kini mulai melucuti kancing baju yang dia pakai membuat dia harus menelan salivanya secara kasar. Kirania memejamkan mata seraya mengigit bibirnya. Dia sangat malu, ini pertama kalinya dia berhubungan intim, dia sangat tidak pengalaman hingga apa yang dilakukan Dirga membuat tubuhnya menegang.
" Jangan tegang gitu, Sayang. Rileks saja ..." bisikan lembut di telinga Kirania membuat wanita itu seketika membuka matanya. Dan kini wajahnya berhadapan langsung dengan wajah Dirga sangat dekat. Kirania memandang wajah Dirga dalam-dalam, tak lama air mata menetes hingga akhirnya dia terisak seraya menutup wajahnya.
" Hei, kenapa kamu menangis? Apa aku menyakitimu?" Dirga langsung bangkit dari atas tubuh Kirania lalu berbaring di samping menghadap istrinya itu karena dia berpikir jika Kirania menangis karena berat menahan tubuhnya. Tapi Kirania menggelengkan kepala masih dengan menutup wajahnya.
" Lalu kenapa kamu menangis? Apa kamu menyesal menikah denganku?" Kembali Kirania menggelengkan kepalanya.
" Lalu kenapa? Apa yang membuat kamu sedih hingga menangis seperti ini?" Dirga benar-benar dibuat bingung oleh sikap Kirania.
Kirania kini membuka tangan yang menutupi wajahnya.
" A-aku, aku terharu, Kak. Aku, aku nggak menyangka kita benar-benar telah menikah. Setelah perjalanan cinta kita yang berliku, aku nggak menyangka kita sudah berada di titik ini menjadi pasangan suami istri. Aku berharap ini bukan mimpi, Kak." Kirania masih tersedu.
" Aawww ..." pekik Kirania saat Dirga menggigit hidung mancungnya. " Kenapa digigit?"
" Sakit?"
" Sedikit ...."
" Tapi kerasa digigit, kan?"
Kirania menganggukkan kepala membalas pertanyaan Dirga.
" Itu artinya kamu nggak bermimpi, Sayang. Please deh jangan kebawa-bawa readers yang selalu menganggap kamu berhalu😜."
Kirania kembali menganggukkan kepala.
" Kita lanjut yang tadi?"
__ADS_1
Kirania menganggukkan kepala kembali seraya berucap, " Lampunya dimatikan saja ya, Kak."
" Kenapa?"
" Aku malu ..." Kirania mengigit bibirnya.
" Aku nggak setuju. Kita ini sudah suami istri, sudah sah sudah halal. Nggak perlu ditutup-tutupi. Jadi kau tak perlu malu karena kita akan lakukan ini hampir tiap hari, jadi aku tak setuju dengan permintaanmu itu." Dirga merasa keberatan dengan keinginan Kirania.
Dirga langsung memposisikan diri mengungkung tubuh Kirania kembali.
" Kita lanjutkan malam pertama kita ini, jangan ada drama ya," Dirga menyeringai seraya melepas baju yang dia kenakan dari tubuhnya, hingga membuat Kirania menelan salivanya melihat badan Dirga yang altletis dengan perut kotak-kotak dan otot yang telihat liat. Dirga kembali melu*mat dan menge*cap bibir semanis madu Rania dan kini lidahnya mulai mengabsen ronga mulut sang istri hingga lidah mereka saling bertautan membakar hasrat mereka berdua sampai akhirnya terhenti karena mereka butuh oksigen untuk bernafas.
Sembari membiarkan Kirania menghirup oksigen, Dirga kini menyelusuri wajah Kirania dengan bibirnya, memberikan kecupan-kecupan lembut di wajah cantik wanita yang pagi tadi sah menjadi istrinya. Lalu kini beralih ke arah telinga wanita itu hingga membuat bulu kuduk Kirania berdiri karena Dirga kini bermain di salah satu titik sensitifnya. Dirga bahkan menggigit lembut cuping telinga Kirania membuat Kirania merasakan gelenyar aneh di tubuhnya, apalagi saat kini Dirga memberikan gigitan di lehernya hingga Kirania harus berkali-kali menelan salivanya.
Sementara tangan Dirga sudah mulai aktif menggera*yangi kedua bongkahan kenyal milik Kirania. Setelah berhasil melepas dan menyingkirkan bra milik Kirania, kini tangannya mulai mere*mas dan memilin puncak bongkahan itu membuat darah Kirania berdesir hebat. Kirania memejamkan mata seraya kembali menggigit bibirnya saat bibir Dirga mulai mengecup kedua aset berharganya itu. Bahkan saat mulut sang suami mulai mengeksplor ke dua bongkahan itu memberikan sentuhan-sentuhan yang sanggup membuat tubuh Kirania sedikit terangkat. Kirania bahkan tidak sadar jika kini tangannya menekan kepala sang suami sehingga membuat Dirga semakin bersemangat bermain-main di sana.
" Uuugghh ..."
******* dan lenguhan berkali-kali lolos dari bibir ranum Kirania, membuat Dirga tersenyum melihat sang istri sudah terbakar gairah. Kini Dirga semakin turun ke bawah hingga wajahnya kini tepat berada di inti sang istri. Perlahan dia melepas pengait celana Kirania. Dia melepas jeans yang dikenakan Kirania hingga kini menampakan paha putih mulus wanita itu membuat Dirga harus mengelap liurnya. Perlahan pula dia melepaskan ce*lana dalam milik Kirania hingga membuat Kirania sontak terkaget dan menutup area intinya karena malu.
Setelah berhasil menyingkirkan kedua tangan Kirania kini dia mulai intens memainkan inti sang istri hingga membuat tubuh Kirania berulang kali menggelinjang.
" Aaaakkhh ...." Kembali ******* lolos dari bibir Kirania.
Dirga kini mengakhiri aktivitasnya di inti sang istri, kemudian dia membuka celananya hingga kini dia bertelaj*ng bulat dan memperlihatkan sang junior yang kini menegang sempurna dengan ukuran yang sangat wow membuat Kirania menutup matanya.
Dirga yang melihat istrinya malu langsung berniat usil kepada sang istri. Bukanlah Dirgantara namanya kalau dia tidak iseng terhadap sang istri. Dia lalu mengarahkan alat tempurnya ke kepala Kirania meyelusuri dari kening hidung kini berada tepat di bibir Kirania. Kirania yang merasakan sesuatu yang aneh di bibirnya langsung membuka matanya.
" Kak ...!!" Kirania memekik kaget saat melihat alat tempur Dirga sudah menempel di bibirnya. Dengan segera Kirania menepis milik Dirga itu.
" Aawww ... jangan dipukul dong, Yank. Sakit ..." rintih Dirga.
" Lagian kamu iseng."
__ADS_1
" Lah, kamu kenapa pakai tutup mata segala? Kamu itu harus terbiasa melihat ini." Dirga kembali mendekatkan miliknya ke wajah Kirania.
" Kakak ...!!" pekik Kirania membuat Dirga terkekeh.
" Mohon ijin mau masuk ya, jangan ditolak." Dirga kembali terkekeh.
" Asal jangan bikin sakit."
" Sakit sedikit sesudahnya pasti enak, kok. Kalau kamu merasa sakit kamu bisa gigit bahuku, ya."
Dirga kemudian mengecup kening Kirania kemudian mengecup lembut bibir Kirania sementara tangannya mengarahkan miliknya ke inti sang istri mencoba memasuki inti wanita itu yang terasa sangat sempit untuk dimasuki. Dan setelah mencoba beberapa kali hentakan akhirnya Dirga berhasil menerobos sang istri dibarengi suara pekikkan Kirania.
" Aaakkkhh ... sakit, Kak." Kirania menangis seraya memukuli dada suaminya.
" Tahan, Sayang ... tahan." Dirga mengerakkan bagian bawah tubuhnya dengan ritme perlahan.
" Sakit, Kak. hiks ..." Dirga langsung melu*mat bibir Kirania agar Kirania tidak terus merintih sementara bagian bawahnya bergerak dengan tempo sedang di dalam inti sang istri. Dirga memang tak ingin cepat menuntaskan aksinya, dia benar-banar ingin merasakan dan memberikan kenikmatan surga dunia terhadap wanita yang dicintainya itu. Hingga membuat Kirania mendesah, melenguh dan mengerang karena kini justru rasa lain yang dia dapat. Bukan lagi rasa sakit tapi nikmat yang belum pernah dia rasakan. Dan setelah berjalan hampir satu jam dengan tempo yang begitu apik diatur oleh Dirga penyatuan di antara mereka sama-sama mencapai pelepasan.
" Sayang ... Kirania, aaakkkhh ..." Semburan cairan kental hangat memasuki inti sang istri.
" Terima kasih, Sayang. Terima kasih kau sudah menjaga kesucianmu untukku. I love you, aku mencintaimu Kirania." Tanpa melepas penyatuannya Dirga mengecup lembut kening Kirania yang berpeluh karena aktivitas malam pertama mereka yang cukup menguras tenaga mereka berdua.
*
*
*
Bersambung ...
Hareudang ... hareudang, jangan panas dingin ya bacanya 😂😂
Dalam kurun waktu sehari bisa nulis 3 bab, entah ya kalo urusan beginian tuh otak Othor lancar jaya dapet idenya 😂😂😂
__ADS_1
Happy Reading❤️