RINDU TAK BERTUAN

RINDU TAK BERTUAN
Masa Lalu Ricky


__ADS_3

Karina meraih ponselnya saat terdengar notif dari aplikasi G-food yang dipesannya berbunyi yang menandakan pesanan makanan yang dia order telah sampai tujuan, dan Karina pun tersenyum mengetahui tentang hal itu


Sementara itu di kantor cabang Bank xxx ...


" Mbak Ning, ini ada pesanan makanan punya Pak Gilang. Memang Bapak order makanan, Mbak?" Satpam yang membawakan bungkusan makanan itu lalu menyerahkan kepada sekretaris dari Gilang.


" Pak Gilang order makanan?" Nuning mengeryitkan keningnya. " Pak Gilang nggak bilang apa-apa kok ke saya." Nuning menerima bungkusan makanan itu dari Satpam.


" Ini sudah dibayar apa belum, Pak?"


" Sudah katanya, Mbak."


" Oh, ya sudah nanti saya kasih ke Pak Gilang. Makasih ya, Pak." Selepas Satpam itu kembali ke bawah, Nuning segera berjalan ke arah ruang kerja Gilang.


Tok tok tok


Gilang menoleh ke arah pintu saat pintu ruang kerjanya diketuk. Tak lama muncullah Nuning membawa kantong plastik di tangannya.


" Permisi, Pak. Apa Bapak order makanan via aplikasi ojol?" tanya Nuning.


Gilang menautkan kedua alisnya mendengar pertanyaan Nuning.


" Siapa yang order makanan?"


" Maaf, Pak. Tadi ada ojek online yang mengantar makanan, katanya order atas nama Bapak Gilang Aditya dan sudah dibayar oleh pemesan."


" Tapi saya tidak pesan makanan apa-apa, Ning. Coba kamu lihat siapa pengirimnya."


" Tidak ada nama pengirimnya, Pak. Hanya nama restorannya saja." Nuning menjawab.


" Apa isi makanannya?"


" Soto Lamongan, orange juice sama buah melon, Pak."

__ADS_1


Gilang mengeryitkan keningnya, karena itu adalah menu favoritnya. Tapi siapa yang mengirimkan makanan itu untuknya?


" Tapi saya tidak pesan itu. Sebaiknya kamu bawa keluar saja makanannya, Ning." Dan saat Gilang memberi perintah kepada Nuning notif pesan di ponselnya berbunyi.


" Assalamualaikum, Kak. Selamat makan siang. Semoga Kakak suka makanan pilihan aku. Sekali lagi terima kasih atas pertolongan Kakak malam itu."


" Karina?" gumam Gilang. Walau Gilang sudah menghapus nomer Karina tapi dia tahu jika yang mengirimkan pesan itu adalah Karina. " Jadi dia yang mengirim makanan ini?" Seketika dia menoleh Nuning yang sudah sampai pintu hendak keluar dari ruang kerjanya.


" Eh, Ning ... taruh saja makanannya di meja. Ternyata teman saya yang mengirimnya. Dia baru saja mengirimkan pesan memberitahukan."


" Oh ... baik, Pak." Nuning memutar arahnya kembali dan meletakkan bungkusan makanan itu sesuai perintah Gilang.


" Tolong suruh OB untuk ambilkan piring dan sendoknya."


" Baik, Pak. Permisi ..." Nuning pun bergegas keluar dari ruangan Gilang.


Sedangkan di kantornya, Karina terlihat mengerucutkan bibirnya karena pesan yang dia kirim kepada Gilang hanya diread tanpa dibalas dengan satu patah kata pun.


" Kok nggak dibalas, sih. Bilang oke, kek. Makasih gitu ... masa diacuhin terus? Aku tahu Kakak itu baik, kalau nggak baik, nggak mungkin tolongin aku malam itu." Karina menggerutu.


Karina terkesiap saat mendengar suara Ricky tiba-tiba sudah terdengar di ruangannya. Rupanya asisten kakak iparnya sudah selesai menghadiri grand apening appartemen baru.


" Kalau bekerja itu jangan kebanyakan melamun, bisa bikin tidak fokus dan pekerjaan berantakan," sindir Ricky membuat Karina memutar bola matanya.


" Pak Dirga bilang jika dua malam lalu kamu hampir dikerjai orang. Ternyata kamu bebal juga rupanya. Apa nasehat saya kemarin itu tidak kamu dengar? Kamu dua kali hampir kehilangan kepera*wanan kamu. Dan kamu justru mengumpannya dengan terang-terangan. Bukan menjaga baik-baik untuk calon suamimu kelak." Ricky terlihat kesal melihat ternyata Karina sangat keras kepala.


" Ck ..." Karina berdecak mendengar nasehat Ricky. Karena dia merasa jika Ricky bukanlah anggota keluarganya yang berhak menasehati ini itu. Beda jika Dirga yang menasehatinya, mungkin dia akan bersedia mendengarkannya.


" Kemarilah, duduk di sini. Aku ingin mengisahkan pengalaman pribadiku." Ricky menyuruh Karina duduk di kursi di sebelah sofanya layaknya orang tua menyuruh anaknya.


Dan entah mengapa Karina pun mau saja menuruti apa yang diperintahkan Ricky kepadanya.


" Kamu tahu, kenapa aku selalu berkata agar kamu menjaga dirimu dan tidak merendahkan harga dirimu? Itu karena saya tidak ingin kamu melakukan kesalahan. Saya tidak ingin kamu menjadi korban seperti yang pernah saya lakukan." Nada berat terdengar dari suara Ricky.

__ADS_1


Karina melirik ke arah Ricky, dia mendapati aura wajah yang berbeda dari pria tampan di hadapannya itu. Tak ada wajah menyebalkan yang selama ini sering membuatnya kesal.


" Lima tahun lalu saya pernah melakukan kesalahan. Itu bermula saat saya pergi ke club' malam, karena saya merasa penat dengan pekerjaan dan beban yang diserahkan kepada saya. Saat itu saya pergi ke sana dan ternyata saya bertemu dengan rival dari perusahaan milik Pak Poetra yang sudah sangat lama mengincar untuk menjatuhkan Angkasa Raya. Mereka berusaha menjebak saya. Mereka menyodorkan seorang wanita penghibur untuk menemani saya untuk mengorek informasi penting tentang Angkasa Raya. Bahkan mereka sengaja memasukan obat perangsang dalam minuman yang saya pesan. Untung saja saya mulai merasakan ketidakberesan itu. Walaupun saya bisa kabur dan lepas dari jebakan mereka, tapi pengaruh obat yang tercampur dengan minuman saya sudah masuk ke dalam tubuh saya. Dengan menahan gairah karena obat itu saya berusaha kembali ke hotel. Tapi saya ternyata tersesat salah jalan hingga di sebuah jalanan yang sepi saya menabrak seorang wanita seumuranmu mungkin. Wanita itu melihat saya yang tersiksa karena penggaruh obat berusaha ingin menolong saya, dan dia tidak menyadari jika dia mengumpan dirinya ke dalam bahaya. Saya berusaha menyuruhnya untuk tidak mendekati saya, tapi wanita itu terus berusaha untuk menolong saya. Sampai akhirnya saya tidak bisa mengontrol gairah saya saat itu. dan terjadilah musibah untuk wanita itu, karena saya telah mengambil paksa kesuciannya. Masih terekam dalam benak saya saat wanita itu menangis dan berteriak histeris saat saya merebut mahkotanya. Dia syok ..." Ricky menjeda kalimatnya dengan menengadahkan kepala ke atas, dadanya terasa sesak jika harus mengingat malam naas itu. " Masih teringat oleh saya wajah ketakutan, kesedihan, kemarahan, kekecewaan dan penyesalan dari wajah wanita itu. Wanita ... yang tidak pernah saya temui lagi sejak saat itu. Wanita yang tidak saya ketahui namanya." Ricky lalu menoleh ke arah Karina yang sedang menatap lekat dirinya.


" Kamu tahu, rasa penyesalan itu bertahun-tahun saya pendam sendiri? Saya berusaha mencari dia tapi saya tidak pernah bisa menemukannya. Dia seperti hilang ditelan bumi. Orang yang saya suruh mencarinya selalu pulang dengan tangan kosong."


" S-saya tidak menyangka jika Pak Ricky punya masa lalu seperti itu." Karina menanggapi kisah yang diceritakan kepadanya.


" Karena itu saya menasehati kamu agar jangan sukarela menyerahkan kesucianmu. Karena saya ingat bagaimana wanita itu berusaha melepaskan diri dari saya karena dia tidak ingin kehilangan mahkotanya begitu saja. Tindakan seorang wanita yang mudah menyerahkan hal itu kepada pria atas nama cinta tanpa ikatan pernikahan adalah suatu kebodohan."


" Jadilah wanita yang punya harga diri. Buatlah pria yang kamu cintai dan kau kejar itu bertekuk lutut dan berbalik mengejarmu bukan malah sebaliknya. Kamu paham, kan?"


Karina mengangguk pelan mendengar kata-kata Ricky.


" Apa karena hal itu sampai sekarang ini Pak Ricky memutuskan masih menyendiri tidak menikah?"


" Bisa jadi ...."


" Bagaimana jika Pak Ricky tetap tidak menemukannya? Apa Pak Ricky akan melajang selamanya?"


Ricky menarik nafasnya dalam-dalam kemudian tersenyum dan bangkit dari duduknya.


" Sepertinya Tuhan sedang berbaik hati dengan saya." Ricky lalu beranjak keluar ruangannya meninggalkan Karina kebingungan dengan maksud dari ucapan Ricky terhadapnya.


*


*


*


Bersambung ...


Untuk yang tanya kenapa Ricky bisa terpengaruh obat perangsang, aku sengaja diceritakan di sini ya. ga akan aku kisahkan panjang lebar di Novel Anindita agar mempersingkat waktu.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like & Komen ya, bantu Novel² aku ya. Biar aku tetap mendapatkan MoodBooster untuk rutin kasih up buat kalian, makasih🙏


Happy Reading ❤️


__ADS_2