
Hampir seluruh karyawan yang melihat kedatangan Dirga langsung menundukkan pandangannya dari pria itu, tapi begitu Dirga melewati mereka, suara bisik-bisik antar karyawan langsung terdengar. Penyebabnya tidak lain karena Dirga yang datang bersama Kirania, bukan hanya sekedar datang bersama wanita yang mereka kenal sebagai asisten pribadi, tapi lebih dari itu, karena Dirga saat itu datang menggandeng tangan Kirania.
" Benar 'kan gue bilang, kalau ada affair antara boss dan asprinya itu. Nggak mungkin tiba-tiba pak bos angkat aspri kalau nggak ada maksud terselubung." Salah satu karyawan bergunjing.
" Nggak sangka juga sih, ya. Padahal orangnya kalem begitu tapi ternyata pelakor." Karyawan yang lain menimpali.
" Penampilan itu nggak jaminan sekarang sih. Itu yang namanya diam-diam menghanyutkan."
Itu sebagian pergunjingan yang beredar di lingkungan karyawan kantor sejak kedatangan Dirga dan Kirania pagi ini.
Kirania sendiri sebenarnya sedikit jengah dengan sikap sang suami yang menurutnya terlalu berlebihan. Karena di kantor suaminya itu belum banyak orang tahu tentang posisi dia sekarang.
" Selamat pagi, Pak, Bu ..." Lisna langsung berdiri saat melihat kedatangan Dirga dan Kirania. Lisna salah satu karyawan yang tahu tentang posisi Kirania saat ini adalah istri Dirga karena itulah dia cepat menyapa Kirania dengan panggilan 'Bu'.
" Pagi ..." sahut Dirga.
" Pagi, Mbak Lisna." Kirania balas menyapa dengan sedikit kikuk, apalagi saat Lisna tersenyum kepadanya.
" Lis, semua dokumen yang mesti saya tanda tangani selama saya cuti kemarin sudah kamu taruh di meja saya?" tanya Dirga kepada sekretarisnya.
" Sudah saya siapkan di atas meja, Pak." Lisna menjawab lugas.
" Oke," Dirga pun lalu memasuki ruang kerjanya, sementara tangannya masih menggenggam jemari Kirania.
" Mas, kamu ngerasa nggak beberapa orang karyawan membicarakan kita tadi?" keluh Kirania yang memang merasa beberapa karyawan menggunjingkannya.
" Biarkan saja, jangan diambil pusing. Kau adalah istri bos sekarang, kalau ada dari mereka yang mengunjingkanmu, kau bisa bertindak sesukamu." Dirga menanggapi keluhan sang istri dengan santai.
" Sesukaku? Kamu pikir aku ini bisa berbuat kejam sepertimu yang main pecat-pecat karyawan?" cibir Kirania membuat Dirga tergelak kencang.
Tok tok tok
" Selamat pagi Pak Dirga ..." sapa seorang pria yang baru masuk ke dalam ruang kerja Dirga.
__ADS_1
" Ricky? Welcome back, bro ..." Dirga langsung menyambut kedatangan Ricky dan memberikan pelukan kepada asistennya.
" Terima kasih, Pak Dirga." Ricky membalas pelukan Dirga.
" Aku yang mestinya berucap terima kasih kepadamu, karena pertolonganmu akhirnya aku bisa menikahi wanita yang aku cintai." Dirga melirik ke arah Kirania yang sedari tadi memperhatikan interaksi dua orang pria di hadapannya itu.
" Halo, Nyonya Dirgantara ... senang bisa berjumpa dengan Anda kembali." Ricky membungkukkan sedikit badannya saat menyapa Kirania.
" Tuan ...."
" Jangan panggil dia Tuan, panggil saja dia Ricky. Dia asistenku, berarti dia juga asistenmu," protes Dirga.
" Suami Anda benar Nyonya, Anda ini majikan saya, masa Anda memanggil saya dengan sebutan Tuan." Ricky terkekeh. " Oh ya, selamat atas pernikahan Anda, Pak Dirga, Nyonya Dirga, semoga langgeng sampai kakek nenek. Dan semoga Anda, tahan dengan sifat dan sikap suami Anda Nyonya," sindir Ricky.
" Sialan, kau! Memangnya kenapa dengan sikap dan sifatku?" Dirga tergelak tak terlalu serius menanggapi perkataan Ricky.
" Bagaimana urusan di Kalimantan? Beres semua?" tanya Dirga duduk di kursi kerjanya. Sementara Kirania memilih duduk di sofa.
" Kau memang sangat bisa diandalkan, Rick. Tak salah papa mengangkatmu menjadi orang kepercayaannya." Dirga memuji asistennya itu. " Syukur kau sudah kembali ke sini juga, karena aku berencana untuk berbulan madu, jadi aku bisa tenang menitipkan perusahaan kepadamu." Dirga melirik Kirania yang sedang asyik dengan ponselnya.
" Hei, apa hidupku ini hanya untuk mengurus pekerjaan terus? Kapan kau beri aku waktu untuk bersantai? Aku juga ingin menikmati hari libur," protes Ricky.
" Nanti jika kau sudah menemukan wanita pujaan hatimu, aku beri kau cuti." Dirga tergelak membuat Ricky hanya mampu menggelengkan kepalanya saja.
***
Siang harinya Dirga memilih makan siang bertiga bersama Kirania juga Ricky.
" Saya tidak tahu jika Nyonya Dirga ini ternyata mantan kekasih Pak Dirga saat masih kuliah dulu. Pak Dirga tidak pernah cerita sebelumnya kepada saya. Seandainya Pak Edo tidak memberitahukan soal keadaan Pak Dirga kemarin, mungkin saya tidak akan tahu ada kisah di antara kalian berdua," ucap Ricky saat mereka bertiga menanti makanan yang dipesan.
" Aku memang tidak sempat mengenalkan Kirania kepadamu, dulu sih aku hampir memperkenalkan dia ke papa tapi dia menolak diajak bertemu dengan papa, karena dia bilang dia tidak terlalu percaya diri dikenalkan sebagai calon menantu keluarga Poetra Laksmana." Dirga membelai lembut kepala Kirania.
" Sayang sekali Anda tidak sempat bertemu dengan Tuan Poetra, Nyonya Dirga. Padahal beliau adalah sosok yang baik, bijak dan sangat berwibawa, sangat berbeda dengan putranya ini." Ricky melirik ke arah Dirga yang bukannya marah karena sindiran Ricky tapi malah terkekeh.
__ADS_1
" Kau jangan aneh melihat keakraban Ricky denganku dan keluargaku yang lain termasuk Edo. Karena kami sudah lama bersama, aku sendiri sudah menganggap Ricky seperti abangku sendiri, terlebih setelah Bang Bima meninggal. Kehilangan papa dan abangku semakin membuat aku sangat bergantung dengan Ricky." Dirga menjelaskan.
" Dan aku sudah sangat hapal karakter suami Anda, Nyonya. Termasuk kenakalannya saat masih di bangku SMA." Ricky dengan cepat menimpali membuat Dirga menatap Ricky dengan sorot mata tajam.
" Diamlah kau, Rick. Jangan mengungkit kisah masa lalu," bisik Dirga menyuruh Ricky untuk tutup mulut.
" Saya rasa tidak ada salahnya jika Nyonya Dirgantara tahu jika saat SMA Anda pernah mengirim surat cinta pada ibu guru Anda Pak Dirga. Dan itu yang sempat membuat Ibu Nadia cemburu bahkan sempat meminta putus dari Pak Dirga, tapi Anda menolak diputuskan oleh Ibu Nadia. Siapa sangka setelah kalian lulus dan Ibu Nadia pindah ke luar negeri Anda malah kembali mengejar cinta ibu guru Anda, Pak."
Kirania langsung melirik ke arah suaminya yang tersenyum kikuk seraya mengusap tengkuknya. Entah kenapa rasanya Kirania tidak menyukai saat mengetahui ternyata suaminya itu punya wanita pujaan lain selain Nadia yang dia tahu adalah mantan kekasih Dirga.
" Dan karena penolakan dari guru Anda itulah yang akhirnya membuat Anda sering berganti pasangan, bukan begitu Pak Dirga?" Ricky menyeringai saat membuka kartu tentang kelakuan Dirga jaman muda dulu.
" Sialan kau, Rick!" umpat Dirga kesal. " Sayang, jangan dengar apa yang Ricky bilang, apa yang dia sampaikan tidak semuanya benar. Kamu jangan terpengaruh oleh ucapannya ya, Sayang." Dirga mencoba menenangkan Kirania dengan terus mengusap kepalanya, karena Dirga sudah melihat perubahan air muka Kirania yang berubah sejak mendengar soal ibu guru yang pernah ditaksir Dirga saat SMA.
" Kalian ini 'kan saling mencintai, cinta kalian begitu kuat, takan berpengaruh dengan kisah cinta jaman SMA, kan?" Ricky kini terkekeh melihat Dirga yang mati kutu diserang olehnya.
" Permisi, saya ke toilet sebentar," pamit Kirania.
" Yank ..." Dirga mencoba menahan Kirania, tapi Kirania lebih dulu meloloskan diri dari sang suami.
" Sialan kau, Rick! Kenapa mesti ungkit-ungkit hal itu, sih? Kau lihat istrinya sepertinya ngambek karena ceritamu itu," umpat Dirga seraya bangkit dan hendak menyusul Kirania.
" Dasar bucin." Ricky tergelak menikmati hasil kerjanya yang sudah berhasil membuat pengantin baru merajuk.
*
*
*
Bersambung ...
Happy Reading❤️
__ADS_1