
Dirga terpesona menatap seorang wanita cantik yang mengenakan gaun pengantin muslimah mewah berwarna rose gold. Perlahan pewaris tunggal perusahaan Angkasa Raya Group itu pun mendekat kepada sosok cantik yang saat ini sedang dipasangkan slayer dan crown di kepala wanita cantik yang sudah berbalut hijab.
" Kau semakin nampak cantik dengan hijab ini, Sayang. Aku rasa keputusanmu menutup auratmu sudah sangat tepat. Aku pun tak ingin ada pria lain yang mengagumi keindahan tubuhmu selain aku." Dirga langsung melingkarkan tangannya di pinggang istrinya.
" Abang, iihh ... malu banyak orang." Kirania melirik kepada periasnya juga asisten-asistennya.
" Santai saja, Mbak. Anggap saja kami ini kupu-kupu yang berterbangan," celetuk salah satu asisten perias itu yang sepertinya transgender.
" Eike kalau punya suami kaya suaminya Mbak Kiran ini, sudah ganteng, tajir melintir. Eike kurung deh terus-terusan di kamar. Dari pada dilepas di luar banyak pelakor-pelakor yang bakal nemplok," ucap asisten perias itu lagi.
" Untungnya nggak ada laki-laki yang sama lu, Cin. Elu pikir burung apa pakai dikurung?" sambut asisten yang lain.
" Eits, kalau di kamar burungnya nggak eike kurung, dong. Eike biarkan bebas berkeliaran melintasi hutan rimba memasuki goa kenikmatan." Asisten perias yang pertama tadi terbahak setelah mengucapkan kalimat tadi.
" Ah, kayak punya goa saja lu, Cin." sindir asisten lainnya.
Candaan para asisten perias itu membuat ruang make up begitu ramai.
" Abang, ayo keluar dari sini." Kirania segera menarik lengan suaminya, mengajak suaminya itu keluar dari sana.
" Tuh lihat, Mbak Kiran saja sampai ketakutan lihat lu, Cin." Asisten lain tadi mengomentari.
" Mbak Kiran takut kali, ya! Pak Dirga kepincut sama Eike." Dan suara gelak tawa pun kembali menggelegar di ruangan itu.
***
What would I do without your smart mouth?
Drawing me in, and you kicking me out
You've got my head spinning,
no kidding, I can't pin you down
Semua tamu undangan langsung menoleh ke arah pintu masuk convention hall saat terdengar intro dan potongan syair tembang All Of Me milik John Legend.
What's going on in that beautiful mind?
I'm on your magical mystery ride
And I'm so dizzy, don't know what hit me,
but I'll be alright
Dari pintu itu nampaklah sepasang pria tampan dan wanita cantik yang mengenakan gaun pengantin muslimah dengan ekor menjuntai panjang yang dipegangi oleh seorang bocah cantik di belakang kedua mempelai itu
My head's under water
But I'm breathing fine
You're crazy and I'm out of my mind
Semua mata yang hadir di sana dibuat terkesima dengan sepasang mempelai bak raja dan ratu yang hendak berjalan ke singgasananya. Ketampanan seorang Dirgantara tak perlu diragukan lagi. Juga kecantikan Kirania yang malam ini tampil berbeda dengan balutan gaun pengantin muslimah membuat aura kecantikannya semakin terpancar hingga tak sedikit para tamu berdecak kagum.
Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I'll give my all to you
You're my end and my beginning
Even when I lose I'm winning
Penggalan refrain lagu John Legend itu mengiringi Dirgantara dan Kirania berjalan menuju stage pelaminan yang nampak elegan dan mewah dengan senyuman menggembang. Tangan Kirania nampak melingkar di lengan kokoh Dirga. Seolah menandakan jika pria yang ada di sampingnya saat ini adalah hak miliknya seorang. Dan Dirga pun dengan pandangan wajah tegas seakan ingin menunjukkan jika dia adalah pria paling beruntung karena mendapatkan wanita sederhana namun memiliki kecantikan wajah dan hati itu kepada setiap tamu yang hadir malam itu.
Suara tepuk tangan dari tamu pun langsung terdengar riuh saat melihat kehadiran sang pengantin.
***
Setelah MC mempersilahkan para tamu untuk memberikan waktu untuk memberikan selamat juga meminta foto bareng dengan kedua mempelai para tamu pun langsung menuju stage pelaminan.
Dirga tersenyum saat melihat seorang wanita cantik yang bergandengan dengan pria tampan menaiki tangga stage pelaminan. Setelah memberi ucapan selamat kepada Mama Saras dan Om Malik, wanita itu langsung memberi selamat dan memeluk Dirga.
" Sekali lagi selamat ya, Mas. Semoga langgeng selamanya." ucap wanita itu.
__ADS_1
" Thanks, Nad. Kamu juga, semoga kau segera menggapai kebahagianmu." Dirga mendoakan kebahagiaan untuk Nadia, wanita yang pernah bertatus sebagai istrinya itu seraya melirik pria di sebelah Nadia.
" Selamat, Bro! Bulan depan, aku yang akan berada di tempat seperti ini." Edward yang kini memberi selamat kepada Dirga pun langsung mengatakan berita gembira itu.
" Oh ya? Gerak cepat juga kau, Do." Dirga menyindir.
" Dari pada diserobot pria lain." Edward menjawab. " She's so hot, Eerrgghh ..." bisik Edward diakhiri dengan tawa membuat Dirga pun tertular untuk tertawa.
" Selamat ya, Kirania. Semoga selalu bahagia." Nadia memberikan ucapan selamat kepada Kirania.
" Aamiin, terima kasih, Kak Nadia "
" Hei, Sweety ... kita jumpa kembali. Selamat ya, semoga betah lama-lama punya suami seperti dia."
" Si*al ...!!" umpat Dirga namun tak lama Dirga pun ikut tertawa.
" Terima kasih, Bang Edo " Kirania menyahuti ucapan selamat dari Edward.
" Sayang, kenapa kau panggil dia dengan sebutan seperti itu?" protes Dirga saat Kirania juga memanggil Edward dengan panggilan Bang Edo.
" Memang kenapa, Abang? Kak Nadia bilang adiknya juga memanggil Bang Edo."
" Aku nggak suka! Kau hanya boleh memanggil Abang hanya untukku."
" Sweetheart, sepertinya kini harus segera meninggalkan mereka." Edward langsung langsung merengkuh pinggang Nadia dan menariknya menuruni stage setelah menyalami Mama Utami terlebih dahulu.
***
" Yank, jangan buru-buru, hati-hati kandunganmu." Yoga langsung menegur istrinya yang terlihat berjalan cepat ingin menuju ke stage pelaminan.
" Itu mumpung nggak terlalu ramai, Mas Jadi kita bisa puas minta berfoto dengan mereka." Natasha terlihat bersemangat ingin segera ke depan stage.
" Kalau kamu nggak bisa pelan jalannya, aku akan gendong kamu biar cepat sampai ke depan, nih!" ancam Yoga karena istrinya itu tidak mendengar nasehatnya.
" Oh, astaga, Mas. Apa kamu ingin kita jadi tontonan para tamu? Jangan malu-maluin, deh." Natasha mengerucutkan bibirnya.
" Makanya nurut sama suami." Yoga segera melingkarkan tangan kanannya ke pinggang Natasha sembari memberikan kecupan singkat di bibir istrinya.
" Mas, please, deh ... jangan buat kita jadi perhatian tamu. Kasihan Pak Dirga sama Rania kesaing sama kita." Natasha terkikik mendapat perlakuan manis dari suaminya itu.
" Ayo kita kasih ucapan ke mereka." Yoga mengajak istrinya menuju stage pelaminan.
" Pak Dirga, selamat ... semoga samawa, langgeng sampai kakek nenek. Semoga cepat dikasih momongan." Natasha lebih dulu mengucapkan selamat kepada Dirga.
" Selamat ya, Bang. Samawa till Jannah." Yoga memberi selamat kepada Dirga bergantian dengan istrinya.
" Aamiin, thanks, Ga."
" Kirania?? Masya Allah, kamu cantik banget, deh. Aku sampai pangling, lho." Natasha yang melihat penampilan Kirania yang berbalut gaun pengantin muslimah.
" Makasih, Nat. Insya Allah semoga Istiqomah." Kirania menyahuti.
" Congrat ya, Ran. semoga Samawa dan cepat diberi momongan di sini." Natasha kemudian menyentuh perut Kirania.
" Aamiin, makasih Nat atas doanya, semoga cepat nular dari kamu," ujar Kirania.
" Selamat ya, Rania. Aku turut bahagia untuk kalian berdua. Perjuangan cinta kalian tidak sia-sia." Yoga mengingat bagaimana perjalanan bagaimana kisah mereka dulu.
" Makasih, Ga. Iya, Alhamdulillah, Allah memang sudah mentakdirkan kami berjodoh." Kirania menyahuti.
***
" Tuan Dirgantara, selamat atas pernikahan kalian." Seorang pria tampan memberikan ucapan kepada Dirga.
" Oh, Tuan Gavin. Terima kasih sudah hadir memenuhi undangan kami." Dirga membalas ucapan selamat dari Gavin. " Oh ya, mana Tuan David?" tanya Dirga karena tidak menemukan sosok ayah dari Gavin.
" Maaf, Tuan Dirga. Dad David masih ada urusan di Munich, jadi beliau tidak bisa hadir malam ini." Gavin menjelaskan alasan Daddy nya yang merupakan relasi bisnis Angkasa Raya berhalangan hadir.
" Oh, tak apa Tuan Gavin. Tuan David masih semangat saja dalam memperkokoh bisnisnya ya, Tuan Gavin?" Dirga sangat mengagumi sosok ayah dari Gavin yang sangat ulet meskipun usianya sudah tidak muda lagi.
" Ya, daddy saya memang tidak suka jika harus duduk santai di belakang meja, Tuan Dirga," jawab Gavin.
Kini giliran Gavin memberikan selamat kepada Kirania disusul oleh istrinya yang lebih dulu memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.
" Kak, mereka ini yang datang di repsepsi pernikahan kita dulu, kan?" tanya Azzahra kepada Gavin.
" Iya, Tuan Dirga dan Nyonya nya yang hadir di wedding party kita sebulan lalu."
" Mempelai pria nya itu sepertinya aku pernah lihat sebelumya deh, Kak. Tapi aku lupa pernah lihat di mana?"
" Tidak perlu kau ingat tentang pria lain, cukup aku saja yang kamu ingat di sini." Gavin menunjuk kening Azzahra, " Dan juga di sini." Kini giliran dada Azzahra yang ditunjuk Gavin.
__ADS_1
" Iya, Kak. Iya ...." Azzahra tersenyum.
" Ayo kita nikmati hidangannya. Kau ingin makan apa, Honey?" tanya Gavin.
" Aku ingin cake nya saja, Kak. Imut, lucu dan menggemaskan."
" Lucu dan menggemaskan sama sepertimu, Honey." Gavin menarik hidung mancung istrinya.
" Kak, iihhh ..." Azzahra mencebik namun tak lama dia pun tertawa seraya merangkul lengan kekar suaminya.
Sementara itu, seorang pria tengah menatap dengan lekat sang mempelai wanita. Pandangannya tak pernah putus dari sosok wanita cantik yang malam ini berpenampilan sangat berbeda dengan sebelumnya. Bukan hanya karena riasan pengantinnya tapi juga pakaian muslimah yang dikenakan wanita yang malam ini seolah menyihir semua tamu untuk mengaguminya.
" Kak ..." Suara Karina membuyarkan lamunan pria itu dan membuat pria itu mengerjapkan matanya.
" Karina ..." Gilang, pria yang sedari tadi terpukau dengan kecantikan Kirania kini mengalihkan pandangannya pada wanita yang kini sudah ada di sampingnya.
" Kita kasih ucapan selamat ke mereka yuk, Kak?" ajak Karina.
" Apa kamu nggak takut, aku akan ditinju kakak iparmu itu?"
" Kak Dirga nggak akan mungkin mempermalukan dirinya di pestanya sendiri, Kak." Karina meyakinkan Gilang.
" Kita di sini saja, ya! Aku nggak ingin membaut suasana hati mereka memburuk dengan kehadiranku di sini." Gilang menolak untuk memberikan ucapan selamat.
" Ya sudah, Kakak mau makan apa? Mau aku ambilkan?" tanya Karina.
" Nggak usah, aku ambil sendiri saja," tolak Gilang.
" Ya sudah, ayo ..." Karina menarik tangan Gilang untuk mengikutinya.
Gilang pun mengekori langkah Karina, namun arah matanya kembali berpusat kepada wanita cantik yang malam itu seolah menjelma menjadi ratu. Sebuah tatapan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Dirga sendiri sejak tadi memperhatikan pria yang sedang berinteraksi dengan adik iparnya
" Sayang, pria yang bersama Karina itu, bukankah dia itu mantan tunanganmu?" Dirga menunjuk dengan arahan matanya.
Kirania mengikuti arah mata suaminya, dan dia pun mendapatkan sosok Gilang yang saat ini sedang menatap ke arahnya.
" Iya, sepertinya itu memang Kak Gilang."
" Kenapa dia bisa ada di sini? Bukankah aku tidak mengundang dia? Apa kau yang mengundang dia?" selidik Dirga.
" Aku nggak mengundang Kak Gilang, bukannya Abang sendiri yang melarangnya?" tepis Kirania.
" Lalu kenapa dia bisa ada di sini? Apa adikmu itu yang membawanya?" geram Dirga merasa tak suka dengan kehadiran Gilang.
Kirania mengusap punggung suaminya mencoba menenangkan suaminya itu.
" Abang, sudahlah. Hari ini hari bahagia kita, jangan dikacaukan dengan rasa kesal Abang."
Dirga lalu menoleh ke arah istrinya kemudian tersenyum memandang kecantikan wanita itu.
" Apa aku sudah pernah bilang ke kamu, Yank? Kalau aku begitu beruntung mendapatkan istri seperti dirimu?" tanya Dirga.
" Aku nggak perlu mendengar ucapan itu dari bibir Abang. Karena untukku, cinta Abang yang begitu besar untukku itu sudah melebihi dari apapun juga." Kirania menggenggam tangan Dirga, membuat Dirga akhirnya berganti menggenggam tangan Kirania dan mengecup lembut punggung tangan istrinya yang saat itu berhiaskan ukiran henna.
Sepertinya perjalanan cinta Kirania dan Dirga sudah memasuki gerbang kebahagiaan yang sempurna. Berbagai rintangan telah mereka lewati bersama. Begitu banyak air mata yang harus jatuh menetes untuk menebus kebahagiaan ini. Dan mereka bersyukur penantian mereka tidaklah sia-sia dengan kebahagiaan yang mereka raih sekarang.
...Baby, I'm dancing in the dark...
...with you between my arms...
...Barefoot on the grass ......
...listening to our favourite song ......
...When you said you looked a mess ......
...I whispered underneath my breath ......
...But you heard it, darling ......
...you look perfect tonight ......
...~ TAMAT ~...
Terima kasih untuk Readers setia RTB yang mengikuti dari awal dan tidak putus dijalan, walaupun dibuat kesal dengan kisah cinta Abang & Rania yang rumit (Mungkin akan kangen dengan sikap Abang yang usil dan pemaksa)
Terima kasih atas dukungannya, yang udah masukin ke daftar favorit, yg selalu kasih like, kasih komentar, gift juga vote nya buat Abang, semoga kebaikan readers semua digantikan kebaikan yang lain oleh Allah SWT, Aamiin YRA.🤲
Sekali lagi terima kasih🙏🙏 semoga readers semua diberikan kesehatan dan selalu dlm lindungan Allah SWT, Aamiin, Aamiin YRA🤲
__ADS_1
Happy Reading ❤️