RINDU TAK BERTUAN

RINDU TAK BERTUAN
Menemani Suami


__ADS_3

Kirania tersenyum malu-malu saat dia menyiapkan pakaian dalam suaminya yang pagi ini mulai aktivitas kembali ke kantornya. Apalagi saat Dirga yang baru keluar dari bathroom hanya mengenakan handuk yang dililit di pinggang sehingga memperlihatkan dada bidangnya dengan perut kotak-kotak yang masih terlihat lembab. Kirania bergegas menaruh pakaian kerja suaminya itu di tepi tempat tidur lalu hendak beranjak meninggalkan kamar tapi tangan Dirga lebih dulu menangkap pinggangnya.


" Mau ke mana, Sayang?" tanya Dirga merapatkan tubuhnya ke tubuh sang istri hingga membuat Kirania menelan salivanya.


" A-aku mau siapin sarapan dulu, Mas." Kirania berusaha melepaskan diri dari pelukan Dirga tapi tentu saja Dirga tak ingin melepaskan istrinya begitu saja.


" Pakaikan aku baju dulu." Dirga kemudian mengurai dekapannya lalu dia membuka handuk yang melilit pinggangnya, sejurus kemudian dia melempar handuk itu ke atas tempat tidur hingga saat ini pria itu bertelan*jang bulat tanpa satu helai benang pun yang melekat di tubuhnya. Sikap Dirga yang nyeleneh itu tentu saja membuat Kirania memekik seraya menutup matanya.


" Astaghfirullahal adzim, Mas. Kamu ini kalau mau lepas handuk dalemannya dipakai dulu, dong. Malu, seperti anak kecil saja," protes Kirania.


Dirga terkekeh mendekat ke arah istrinya, seperti biasa dia senang jika menggoda istri cantiknya itu.


" Kenapa pakai ditutup segala? Kan sudah pernah lihat ini, sudah merasakan juga nikmatnya dimasukin ini." Dirga kembali sengaja merapatkan tubuhnya ke Kirania hingga wanita itu mengedikkan bahunya.


" Mas ...!! Ya ampun kamu iseng banget, deh. Sana, iihh ... aku mau buat sarapan." Dengan cepat Kirania berlari keluar kamar meninggalkan Dirga yang terpingkal bahagia karena berhasil mengerjai sang istri.


***


Sesampainya di dapur, Kirania memasak nasi terlebih dahulu menggunakan magic com. Dia lalu memarinasi daging ayam yang tersedia di lemari pendingin. Setelah menunggu beberapa saat dia menyalakan kompor dan memanaskan minyak goreng, setelah dia merasa minyak sudah memanas dia langsung memasukan beberapa potong daging ayam yang sudah dimarinasi ke dalam minyak hingga menimbulkan suara percikan minyak panas.


" Sayang, sayang, sayang ... sudah cukup matikan saja." Dirga yang entah kapan datangnya tiba-tiba sudah ada di dapur langsung mematikan kompor dan menarik lengan Kirania.


" Eh, eh, Mas ... kenapa?" Kirania terkejut karena Dirga tiba-tiba menarik tangannya.


" Aku nggak ingin tangan kamu terluka karena percikan minyak panas itu. Sudah biarkan saja nanti aku panggil orang yang akan menyiapkan sarapan untu kita."


" Ya ampun, Mas. Aku pikir kenapa, nggak apa-apa kok, Mas. Kena percikan minyak sedikit itu wajar kalau masak." Kirania menanggapi kekhawatiran sang suami dengan santai.


" Tapi aku nggak mau kulit halus kamu ini ternoda, Sayang."


" Tapi itu ayamnya sudah aku masukan ke penggorengan loh, Mas. Bentar lagi juga matang, biar aku lanjutkan masaknya, ya." Kirania berusaha bangkit tapi dihalangi oleh Dirga.

__ADS_1


" Aku bilang nggak usah ya nggak usah. Jangan membantah apa yang suami bilang." Dirga tidak ingin perintahnya ditentang.


" Tapi 'kan aku cuma mau masak, Mas." Kirania berucap manja seraya memainkan dasi yang dipakai sang suami. " Aku mau menjadi istri yang baik, aku ingin melayani suami dengan baik juga."


" Kau cukup melayaniku di atas tempat tidur, Sayangku. Tak perlu melayani urusan dapur." Dirga mengangkat lembut dagu Kirania hingga membuat wajah Kirania terarah penuh ke arahnya, lalu membenamkan sebuah kecupan ke bibir ranum istrinya itu.


" Mas, iiihh ..." Kirania buru-buru melepas pagutan bibir sang suami, karena jika dibiarkan Dirga pasti akan berlama-lama bermain di sana.


" Biarkan aku teruskan masaknya, itu sudah tanggung. Besok-besok baru kamu suruh orang masak untuk kita, ya? Please ..." Kirania memohon dengan mengatupkan kedua tangannya.


" Aku bilang tidak ya tidak!" tegas Dirga.


" Ck, lebay banget sih, suamiku ini." Kirania menggerutu.


" Apa katamu tadi?" Dirga yang mendengar umpatan Kirania langsung protes. " Siapa yang lebay?"


Kirania membulatkan matanya dan tersenyum kaku.


" Hehe ... sedikit." Kirania mendekatkan ibu jari dan jari telunjuk hampir bersentuhan sebagai gambaran sikap suaminya yang sedikit lebay.


" Berani bilang suamimu lebay? Mau aku hukum, hmm?" Dirga menarik tengkuk sang istri dan kembali membenamkan bibirnya di manisnya candu sang istri dan kini berlangsung lebih lama karena kini Dirga sudah menjelajah ke dalam rongga mulut istrinya hingga akhirnya Kirania kesulitan bernafas karena kurangnya pasokan oksigen.


" Mas, sudah hentikan! Kamu harus berangkat ke kantor," lirih Kirania dengan nafas tersengal sementara wajahnya sudah mulai memerah karena berhasil dipancing Dirga hingga bergairah.


" Kita bisa melakukan itu dulu sebelum berangkat, aku mesti menghukummu karena berani mengatakan jika suamimu ini lebay." Dirga langsung mengangkat tubuh Kirania dan melangkah menuju arah kamar.


" Mas, Astaghfirullahal adzim ... jangan lagi..Aku minta maaf, aku salah bilang kamu lebay, tapi jangan dihukum itu lagi. Aku lelah, Mas. Lagipula kamu harus berangkat ke kantor. Please kalau mau hukum jangan sekarang, nanti malam saja, ya ... ya ... ya? Aku butuh mengumpulkan tenaga dulu, Mas." Kirania berontak dalam belitan lengan Dirga yang mengangkat tubuhnya, tapi Dirga tak menghiraukannya.


" Mas, Aakkhh ..." pekik Kirania sangat Dirga menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur yang empuk dan menindihnya. Apalagi saat tangan terampil Dirga mulai melucuti satu persatu kancing bajunya membuat Kirania harus menahan nafasnya bahkan memejamkan matanya saat bibir Dirga mulai menyentuh kulit tubuhnya. Kirania menggigit bibirnya, mencoba berpikir bagaimana caranya agar dia terbebas dari suaminya saat ini. Karena suaminya ini benar-benar susah dikendalikan jika sedang berhasrat.


Mungkin dia seharusnya merasa beruntung, karena suaminya itu benar-benar bisa memuaskan kebutuhan biologisnya, tapi dia bukanlah wanita yang berpengalaman bahkan bisa dibilang pemalu. Melakukan hubungan suami istrinya untuknya cukuplah di waktu malam hari itupun tidak harus dilakukan berulang-ulang. Mungkin pemikirannya beda dengan sang suami yang nyatanya tidak pernah mengenal kata puas dan lelah jika sedang mencumbunya.

__ADS_1


Bahkan menjelang Shubuh tadi mereka sudah melakukannya kini sang suami sudah menuntut dipuaskan lagi.


" Kenapa malah memejamkan mata? Keenakan ya disentuh?"


Kirania terkesiap saat mendengar suara Dirga agak jauh dari posisinya berbaring apalagi saat dia merasa tubuhnya kini lebih ringan tak lagi berat dan sesak karena tertin*dih tubuh sang suami. Dengan cepat Kirania membuka matanya. Dia melihat suaminya itu sudah berdiri di tepi tempat tidur sembari merapihkan dasinya. Sementara dia sendiri melirik ke bagian dadanya, semua kancing bajunya sudah terlepas tapi kedua assetnya masih aman dengan penutupnya.


" Buruan ganti baju, kita berangkat sekarang," ujar Dirga menyisir rambut dengan jemari tangannya.


" Berangkat ke mana?" Kirania pun segera bangkit menutupi bagian dadanya.


" Ke kantor, dong. Memang kamu ingin kita ke mana? Bermain-main di sini terus?" Dirga menyampirkan rambut Kirania ke belakang telinga.


" M-maksudnya?" Kirania masih belum memahami.


" Maksudnya, kau ikut ke kantor denganku. Kau harus menemani suamimu ini bekerja."


Kirania membulatkan matanya. " Maksud kamu aku bertugas sebagai Aspri lagi?"


Dirga merengkuh pinggang Kirania. " Kau tidak perlu melakukan apa-apa di kantor. Kau hanya bertugas untuk menemaniku di kantor, karena aku tak ingin jauh darimu. Lagipula di sini juga kamu sendirian, kan? Jadi mending kau temani aku di kantor." Dirga kemudian mengurai pelukannya. " Sudah cepat ganti pakaiannya, aku tunggu kau di bawah." Dirga pun kemudian beranjak meninggalkan sang istri yang masih terkesima dengan apa yang dititahkan suaminya itu.


*


*


*


Bersambung ...


Selamat Hari Raya Idul Adha 1442H teruntuk Readers RTB, mohon maaf lahir batinšŸ™


Semoga semua diberikan kesehatan dan selalu dalam.lindungan Allah SWT, Aamiin Ya Rabbal Alamin🤲

__ADS_1


Happy Readingā¤ļø


__ADS_2