RINDU TAK BERTUAN

RINDU TAK BERTUAN
Bersembunyi


__ADS_3

Dirga mendengus kasar, sesungguhnya dia merasa kesal karena sikap Edward yang seolah mengejeknya.


" Jangan kau pikir aku tak sanggup melakukan hal yang ada di otakmu!" ketus Dirga yang melihat Edward yang menyeringai meledeknya.


" Kalau memang kau sanggup lakukan, kenapa kau hanya diam saja di sini dan bukannya cepat bertindak?" sindir Edward kembali.


" Damn!!" Dirga menggebrak meja. " Aku sudah bilang padamu, aku sudah berjanji pada keluarganya untuk menghargai keputusan Rania!" hardik Dirga dengan emosi yang membuat deru nafasnya tak beraturan.


" Wow ... wow... wow ..." Edward mengangkat tangannya ke atas menirukan gaya orang yang menyerah. " Aku hanya ingin memberikan solusi. Lagipula jika kau berkata kau sudah berjanji menerima keputusan wanita itu, ikhlaskan! Tidak perlu kau marah-marah seperti ini kepadaku, atau juga kau lampiaskan kepada karyawanmu." Edward kemudian bangkit dari duduk.


" Sekarang ini, silahkan nikmati saja penderitaan dan penyesalanmu ini ..." Edward menyeringai kemudian melangkah meninggalkan Dirga seraya melambaikan tangan ke arah Dirga tanpa menolehkan wajahnya.


***


" Apa rencana Kak Nadia setelah pisah dari Kak Dirga?" tanya Naomi saat mereka bertiga berada di kamar Kayla menyusun Lego Barbie.


Nadia menghempas nafas perlahan seraya mengedikkan bahunya." Kakak belum punya rencana. Tapi kemungkinan Kakak akan kembali bersama kalian." Itulah yang ada di pikiran Nadia, jika dia berpisah, dia kemungkinan memilih kembali ke Italy bersama orang tuanya.


" Lalu Kayla?"


Nadia mengelus lembut kepala Kayla yang kemudian bocah mungil berwajah cantik itu menoleh ke arahnya.


" Tentu saja dia akan ikut," sahutnya kemudian.


" Apa Tante Utami dan Kak Dirga mengijinkan?" tanya Naomi lagi.


" Tentu saja mereka harus menyetujui, karena bagaimanapun juga kakak adalah ibu kandungnya. Bersama mama, papa dan kamu, Kakak rasa itu lebih baik untuk Kayla." Nadia kemudian mengecup pucuk kepala anaknya, hasil dari kesalahan yang dilakukan oleh kakak dari suaminya saat ini.


" Kayla sangat dekat dengan Kak Dirga, apa Kayla juga mau jika harus berpisah jarak yang cukup jauh dengan Kak Dirga?" Naomi mengkhawatirkan Kayla akan menolak.


" Dia harus belajar menerima dari sekarang." Nadia membelai wajah lembut Kayla.


" Hmmm, apa Kakak tidak ingin menjalin hubungan dengan Bang Edo?"


Nadia terkesiap dengan pertanyaan Naomi, dia kemudian menatap wajah adiknya seraya menelan saliva.


" Kenapa disangkut pautkan dengan dia?" Nadia melempar pandangan ke sembarang arah.


" Bukankah belakangan ini kalian sering terlihat bersama?" selidik Naomi.


" Memangnya kenapa kalau kami terlihat bersama. Kebersamaan kami hanya untuk mengurus masalah aku dan Dirga. Sayang, bukan yang itu, pakai yang ini saja." Nadia pura-pura menyibukkan diri dengan kegiatannya Kayla agar Naomi tidak terus menerus menyelidiknya.


" Ayolah, Kak ... jujur padaku!" desak Naomi.


" Apa yang harus aku jelaskan? Tidak ada apa-apa antara aku dan dia."


" Kak, aku ini kenal sikap kakak dengan baik. Kakak nggak mungkin bisa pergi bersama pria lain, atau curhat masalah pribadi dengan pria lain jika kakak nggak merasa nyaman dengan pria itu!"

__ADS_1


Wajah putih Nadia langsung bersemu saat mendengar ucapan Naomi yang menjabarkan sikapnya yang memang seperti itu. Dia memang tidak mudah bisa akrab dengan orang walaupun orang itu masih dalam lingkaran kerabat jika dia memang tidak benar-benar merasa nyaman dengan orang itu.


Tok tok tok


Bagi Nadia suara ketukan pintu bagaikan penyelamatnya dari serangan pertanyaan Naomi yang seakan ingin menjebaknya. Namun helaan nafas lega seketika berubah saat Bi Imah yang muncul di pintu kamar Kayla berucap," Maaf, Bu. Ada Tuan Edo mencari ibu di luar."


" Panjang umur, deh." Naomi terkekeh. " Suruh masuk saja deh, Bi." Naomi kemudian bangkit lalu berjalan ke arah pintu membuat kening Nadia berkerut.


" Kamu mau ke mana?"


" Mau ke kamarku. Kakak di sini saja, nanti Bang Edo aku suruh masuk ke sini."


" Untuk apa kamu suruh dia ke sini?" Kedua alis Nadia bertautan.


" Untuk melatih kalian menjadi keluarga bahagia kelak. Aku lihat Kayla juga sangat akrab dengan Ongke Do, pasti bukan hal susah jika Bang Edo menjadi papa sambung Kayla nantinya," goda Naomi menggerakkan alisnya turun naik.


" Kamu jangan macam-macam deh, Naomi!" Nadia segera bangkit ingin menghalangi niat Naomi, tapi Naomi dengan cepat merentangkan tangannya menghalangi kakaknya yang ingin keluar kamar.


" Bi, cepat suruh Bang Edo naik ke atas!" seru Naomi pada Bi Imah.


" Baik, Non." Bi Imah pun bergegas meninggalkan kedua bersaudara itu.


" Naomi, lepaskan!" Nadia berusaha melepaskan diri dari dekapan tubuh adiknya yang sedang terus menghalanginya.


" Sudah deh, Kak. Aku itu mau bantu Kakak agar bisa cepat move on jika berpisah dengan Kak Dirga nanti." Dengan postur tubuh lebih tinggi dari Nadia membuat Naomi tidak kewalahan menahan gerakan kakaknya.


" Kayla tolong Mama, Sayang. Aunty Naomi nakalin Mama." Nadia mendramatisir pura-pura merengek.


" Onty jangan nakalin Mama Kela, dong!" Kayla bangkit seraya berkacak pinggang menghampiri dua orang dewasa itu.


" Aunty nggak nakal kok, Kayla. Aunty cuma mau jagain Mama Kayla yang mau kabur."


" Kabul itu apa Onty?"


" Kabur itu pergi bersembunyi."


" Memang Mama mau sembunyi kenapa?"


" Mama mau cembunyi dari Ongkel Do."


" Naomi!!" pekik Nadia kesal melihat adiknya yang tak bisa menjaga ucapannya.


" Kenapa Mama cembunyi dali Onkel Do?"


" Siapa yang sembunyi dari Uncle Do??"


Terdengar suara berat pria dari luar pintu kamar membuat Nadia, Naomi juga Kayla langsung menoleh ke asal suara tadi.

__ADS_1


Wajah Nadia langsung memucat mendapati Edward sudah ada di hadapannya, berbeda dengan Naomi yang terlihat tersenyum penuh kemenangan, apalagi Kayla yang langsung berjingkrak melihat Edward ada di depannya.


" Ongkel Do," Kayla langsung berhambur yang langsung disambut rentangan tangan Edward.


" Hai, Princess ..." Edward langsung mengangkat tubuh ringan itu yang kini telah melingkarkan tangan mungilnya di leher Edward. Edward lalu melirik Nadia dan Naomi yang masih berposisi Naomi mendekap tubuh Nadia dari belakang. " Kalian sedang apa?"


" Kata Onty Nomi, Mama lagi cembunyi dali Ongkel Do. Yeah Mama ketauan nda bisa cembunyi lagi dali Ongkel Do." Kayla bersorak bahkan bertepuk tangan membuat Naomi terkikik dan Edward mengeryitkan keningnya.


Sedangkan Nadia, entah dia tidak tahu apa warna mukanya saat ini. Yang pasti dia sangat malu akan kelakuan adik dan anaknya yang kompak seperti sedang mengoloknya sekarang ini.


" Kenapa kamu ingin bersembunyi dariku, Nadia?"


Nadia seakan kesulitan mendapatkan pasokan oksigen yang akan masuk ke rongga pernafasannya mendapatkan pertanyaan dari Edward tadi.


" Kayla, Aunty mau makan ice cream. Kayla mau nggak?" Naomi sengaja memberi ruang untuk Kakaknya berbincang dengan Edward.


" Mau, tapi Kela mau cama Ongkel Do." Kayla langsung merebahkan kepalanya di bahu kokoh Edward.


" Kayla, Uncle Do itu mau kasih hukuman sama Mama karena tadi mau sembunyi. Kalau Kayla di sini nanti Kayla juga kena hukuman. Kayla mau?" Naomi mencoba menakuti keponakannya..


" Naomi!!" geram Nadia yang ditanggapi Naomi dengan cengengesan.


" Kela ikut Onty aja, deh." Kayla merentangkan tangannya meminta dipeluk Naomi. Dan kini setelah pindah dalam gendongan Naomi, Kayla pun berkata, " Ongkel Do, kacih hukuman Mamanya jangan belat-belat, ya?"


Edward tersenyum sambil menganggukkan kepala seraya mengacak rambut Kayla.


" Jadi, apa maksud ucapan Kayla tadi yang bilang jika kamu ingin bersembuyi dariku?" Selepas kepergian Naomi dan Kayla, Edward langsung melontarkan pertanyaan itu kepada Nadia.


"


*


*


Bersambung ...


Kita refreshing dulu di sini cz kemarin mumet mikir hubungan Rania dan Dirga yg ruwet😁😁


R : Ya ampun, Thor. Udah berapa purnama ini Dirga sama Kirania ga dipertemukan dalam satu dialog??


A : Sama ini 11 bab 😂😂😂


R : Sungguh terlalu dirimu, Thor!😠😡


A : Peace ah✌️ Kabuuuurrr


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2