RINDU TAK BERTUAN

RINDU TAK BERTUAN
Sang Penolong


__ADS_3

Karina terlihat gelisah di kamarnya. Pertemuan kembali dengan Gilang siang tadi, membuatnya gusar. Tentu saja karena kehadiran wanita yang datang bersama Gilang itu. Belum lagi kata-kata Gilang yang terdengar sangat menyakitkan.


" Aku nggak boleh menyerah. Lagi pula wanita itu belum tentu kekasih Kak Gilang. Mungkin saja dia itu hanya temannya. Nggak mungkin juga wanita itu kekasih Kak Gilang, Kak Gilang itu sangat mencintai Mbak Rania selama bertahun-tahun, nggak mungkin semudah itu berubah arah secepat ini." Karina berkata sendiri.


Tak lama kemudian Karina berganti pakaian. Memakai mini dress selutut tanpa lengan dipadu dengan cardigan crop warna mustard. Dia berhias mengoleskan lipstik warna Cherry di bibirnya. Setelah selesai merias wajahnya dia menyampirkan sling bag menyilang di punggungnya.


Karina membuka pintu perlahan seraya menoleh ke arah kanan dan kiri apartemennya. Dia tak ingin sampai kakak atau kakak iparnya tahu jika dia hendak pergi keluar apartemen.


Karina berjalan mengendap, berharap tidak ada orang yang mengetahui kepergiannya. Karina menarik nafas lega saat kini berada di dalam lift yang akan membawanya ke lantai bawah.


" Aman ..." gumamnya.


Karina melangkah keluar dari lift menuju luar bangunan apartemen. Dia bingung akan pergi ke mana? Karena itulah dia hanya berjalan menyelusuri trotoar ketimbang memesan ojek online karena dia memang tak mempunyai tempat tujuan. Dia hanya merasa sumpek di apartemen, butuh angin segar. Tapi Karina tidak memperdulikan bahaya yang akan datang dengan kehadirannya di jalanan.


Hampir di setiap trotoar yang dilewati selalu terdengar siulan bahkan kalimat-kalimat yang keluar dari mulut beberapa orang di sana yang sangat mengganggu Karina, bahkan ada beberapa orang yang berusaha menyentuh tubuhnya, hingga membuat Karina ketakutan dan memaksanya menyetop sebuah taksi online yang kebetulan melintas di hadapannya.


" Mau ke mana, Mbak?" tanya supir taksi itu.


" Jalan saja dulu, yang penting menjauh dari sini." Karina menjawab asal. Ketakutannya menghadapi orang-orang yang iseng di pinggir jalan tadi membuatnya tak sanggup berpikir cepat.


" Baik, Mbak." Supir taksi itu menjawab.


Setelah sekian lama berputar-putar akhirnya Karina memutuskan berhenti di sebuah club'malam. Ini bukan pertama kalinya dia masuk ke tempat hiburan seperti itu. Di kotanya dulu, bersama teman-temannya dia sering hang out bareng berkumpul ke tempat seperti itu.


Pandangan mata Karina mengedar ke setiap sudut ruangan di bawah kilatan cahaya lampu dan hentakan suara DJ yang memainkan musik ditambah beberapa orang pengunjung yang berjoget meliuk-liukkan tubuhnya menikmati musik yang disajikan oleh seorang DJ cantik berpakaian seksi.


Karina menyesap minuman non alko*hol dari gelas yang digenggamnya. Dia bukannya tidak pernah merasakan minuman beralko*hol. Saat bersama temannya dia pernah merasakan sedikit minuman jenis itu. Tapi karena sekarang ini dia pergi sendiri dan dia berada di kota besar, tentu saja dia tak ingin sampai mabuk dan kehilangan kesadarannya.


" Hai, dari tadi aku lihat kau sendirian saja. Boleh aku temani?"

__ADS_1


Tiba-tiba seorang pria menghampiri Karina. Pria berambut gondrong sebahu berkulit sawo matang dan bertampang lumayan.


Karina hanya menarik sedikit sudut bibirnya ke atas. Kini dia sudah berada dalam mode waspada.


" Apa kau sering datang kemari?" tanya pria itu tadi.


Karina kembali mengulum senyum menjawab pertanyaan pria tadi.


" Tidak keberatan kan aku duduk menemani kamu di sini?" Pria itu tak henti bertanya walaupun Karina tak menanggapinya.


Karina buru-buru menghabiskan minumannya dan bergegas bangkit dari standing chair yang dia duduki.


" Hai, kamu ingin ke mana?" Pria itu tiba-tiba mencekal lengan Karina. " Aku ingin menemani tapi kau malah mau pergi. Sangat tidak sopan sekali." Pria itu nampak geram dengan sikap Karina yang dinilainya sombong.


Pria itu lalu menarik tangan Karina dan menyeretnya keluar ruangan club. Dia berniat membawa Karina ke sebuah kamar yang memang disediakan oleh pemilik club' untuk pengunjung yang ingin bermalam di sana. Tentu saja bermalam dengan ditemani oleh wanita-wanita sek*si yang akan melayaninya.


" Kamu mau apa? Lepaskan aku! Aku mau pulang! Tolong ...!!" teriakan Karina sama sekali tak diperdulikan oleh pengunjung di sana karena teredam musik yang disuguhkan oleh DJ.


Karina yang mendapati dirinya benar-benar dalam bahaya langung menggigit bibir pria yang masih mencumbu bibirnya.


" Tolong ...!!" pekik Karina berusaha meminta bantuan. Dia sendiri tak tahu akan ada yang menolongnya atau tidak.


" Wanita si*alan!" geram pria itu.


Plakk


Sebuah tamparan mendarat di pipi Karina membuat Karina histeris. Dia sungguh tidak menyangka kepergiannya dari apartemen karena ingin mencari udara segar malah berakibat fatal untuk dirinya.


" Dasar Ja*lang!!" Pria itu semakin mengoyak pakaian yang dikenakan Karina hingga saat ini pakaian yang dikenakannya itu hampir terbelah menjadi dua.

__ADS_1


Karina menangis sambil menutupi tubuh bagian vital dengan kedua tangannya.


" Aku akan membuatmu merasakan bagaimana caranya harus melayani laki-laki dengan baik." Dengan sorot mata yang sudah dipenuhi kabut gairah pria itu kembali menarik tubuh Karina yang setengah telanjang menuju lift yang akan membawanya ke lantai atas, membuat Karina semakin histeris dan meronta-ronta.


" Lepaskan aku, hiks ...." Karina terus menangis tapi tak diperdulikan oleh pria itu yang kini berhenti dipintu lift.


Namun saat pintu lift terbuka dan dia hendak masuk ke dalam lift tiba-tiba seseorang menendang punggung pria gondrong hingga pria itu terhuyung masuk dan menabrak dinding bagian dalam lift.


" Ba*jingan!! Berani sekali kau melakukan ini!!" Geram orang yang menendang pria berambut gondrong itu. Sementara tangan orang yang menendang tubuh pria itu langsung menggenggam dan menarik tangan Karina agar terlepas dari tangan pria berambut gondrong, kemudian merengkuh tubuh Karina hingga Karina kini berada dalam pelukan sang penolong itu.


Karina yang mendapati orang wajah orang yang menolongnya langsung membulatkan matanya.


" K ..."


" Breng*sek siapa kau? Berani sekali mengganggu kesenanganku!!" Belum sempat Karina berkata-kata pria gondrong itu langsung menyerang pria penolong Karina. Penolong Karina itu memberi perlawanan dengan tangan kanannya, sedang tangan kirinya tetap mendekap Karina dan berusaha melindungi Karina agar tidak terkena pukulan dari pria gondrong itu.


Namun karena pria gondrong itu ternyata punya ilmu bela diri yang mumpuni, dibutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk bisa benar-benar melumpuhkan pria yang berniat jahat kepada Karina tadi.


" Kamu tidak apa-apa?" tanya pria itu kepada Karina yang terus menatapnya dengan bola mata tertutup air mata.


Namun lama-lama pandangan Karina semakin memudar. Rasa syok mendapatkan perlakuan kasar dari pria yang tak dikenalnya ditambah lagi tubuhnya harus terus bergerak karena pria penolongnya itu tak melepasnya saat menghadapi pria berambut gondrong membuat tubuh Karina lemas dan akhirnya terkulai tak berdaya masih dalam rengkuhan lengan kokoh sang penolongnya.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Uhuukk siapa nih sang penolong ini?😁 yg pasti bukan Kang Yoga lagi ya 🤣


Happy Reading,❤️


__ADS_2