
" Rin, Karina ... bangun." Pria penolong Karina itu berusaha menyadarkan Karina dengan menepuk halus pipinya. Namun Karina tetap tidak juga terjaga. Pria itu lantas melihat penampilan pakaian yang dikenakan Karina yang terkoyak di bagian depan hingga ke bawah. Seketika dia menelan salivanya. Tubuh Indah dengan kulit putih mulus benar-benar menggoda pria manapun yang melihatnya. Pria itu dengan cepat melepas jaketnya dan memakaikan ke tubuh Karina yang masih tak sadarkan diri. Dia langsung mengangkat tubuh lemah Karina dan membawanya ke dalam mobilnya.
Sementara itu di kamar sebuah apartemen mewah, sepasang suami istri sedang tertidur pulas dengan tubuh saling berpelukan. Aktivitas selepas isya benar-benar membuat mereka berdua sangat kelelahan. Apalagi untuk sang istri yang harus melayani kemauan sang suami yang tak pernah ada matinya.
Ddrrtt ddrrtt
Kirania mengerjapkan matanya saat terdengar suara ponselnya bergetar dari atas nakas. Dia berusaha menyingkirkan tangan kokoh suaminya yang melingkar di perutnya seolah tak ingin membiarkan dirinya pergi menjauh dari pria itu.
Ddrrtt ddrrtt
Ponsel Kirania terus bergetar membuat Kirania mempercepat gerakannya untuk mengambil ponsel itu.
" Mau ke mana?" Dirga yang menyadari gerakan istrinya yang hendak beranjak dari tempat tidur langsung bertanya dengan suara parau.
" Teleponku bunyi, Abang." Kirania yang sedikit kaget karena suaminya ikut terbangun akhirnya mengatakan alasan kenapa dia terbangun.
" Sudah jangan hiraukan, kita tidur lagi saja, karena sebelum Shubuh nanti kita akan mengulang kegiatan yang tadi lagi." Masih dengan mata terpejam Dirga berucap, dia lalu menarik kembali tubuh istrinya agar segera berbaring.
Ddrrtt ddrrtt
" Abang, teleponnya berbunyi terus, aku takut ada hal penting. Aku takut itu dari mama." Kirania meminta ijin suaminya untuk menerima telepon itu. Kirania melihat jam yang sudah menunjukkan jam 23.07 menit. Dia selalu beranggapan, siapapun yang menelepon malam-malam pastilah sangat penting dan yang dia khawatirkan adalah mamanya.
" Ya sudah cepat angkat." Akhirnya Dirga mengijinkan istrinya itu untuk menerima telepon.
Kirania meraih ponselnya. Dia melihat nomer yang menghubunginya tanpa nama, tapi dari tiga angka terakhirnya dia kenal nomer itu milik siapa.
" Dari siapa?" tanya Dirga langsung menyerobot ponsel yang digenggam Kirania karena Kirania tidak segera menerima teleponnya.
" Nggak ada namanya, pasti orang iseng." Dirga langsung menolak panggilan masuk di telepon Kirania dan menyerahkan ponsel istrinya kembali.
" A-abang, kalau nggak salah, nomer itu nomernya Kak Gilang."
" Gilang?" Dirga langsung bengkit dari tidurnya. " Mau apa dia telepon istri orang malam-malam?" Dirga seketika geram saat mengetahui Gilang menghubungi istrinya itu.
" Aku nggak tahu. Aku juga heran kenapa Kak Gilang menghubungiku?"
Ddrrtt ddrrtt
" Kak Gilang telepon lagi, Abang."
Dirga yang mendengar ponsel Kirania berbunyi langsung mengambil seluler dari tangan Kirania lalu mengangkat panggilan telepon dari Gilamg.
__ADS_1
" Hallo, mau apa kau telepon istriku? Kau tahu, kau hanya mengganggu aktivitas bercinta kami saja!" Dirga sengaja menjauhkan ponsel dari tangannya mendekat ke arah Kirania lalu dengan cepat dia mencium dan menggigit ceruk leher Kirania hingga Kirania memekik.
" Ah, Abang ... sakiiiit," keluh Kirania manja.
Tak lama Dirga pun langsung mematikan ponsel Kirania sembari menyeringai. Dia sudah menduga jika Gilang akan kesal mendengar suara Kirania yang terdengar sangat manja dan menggoda.
***
Berkali-kali Gilang mencoba menghubungi Kirania tapi tak diangkat, sekali diangkat justru suara Dirga lah yang terdengar. Dan yang lebih menyesakkan dadanya adalah saat suara Kirania yang terdengar sangat menggoda tertangkap di telinganya.
" Ah, Abang ... sakiiiit."
Gilang menghela nafas dalam-dalam. Dia lalu menoleh ke arah wanita yang tertidur di sampingnya. Dia menatap wajah cantik Karina yang terlihat pucat dengan matanya yang sedikit sembab. Tangannya lalu terulur, merapihkan beberapa helai rambut Karina yang menempel di pipinya yang lembab karena air mata. Jarinya lalu menyusuri wajah cantik Karina seraya menelan salivanya, apalagi saat dia mendapati paha putih mulus Karina yang terpampang nyata di hadapannya karena baju wanita itu yang terkoyak sampai bawah.
Gilang lalu keluar dari mobilnya menuju arah bagasi. Dia teringat dia masih menyimpan blazer di bagasinya lalu dengan cepat dia ambil blazer itu dan kembali masuk ke dalam mobilnya. Dia menutupi bagian bawah tubuh Karina dengan blazernya itu.
" Rin, Karina ... bangun. Aku akan mengantar kamu pulang. Kau sekarang ini tinggal di mana?" Gilang mencoba menepuk halus pipi Karina, tapi Karina tetap juga tidak cepat sadar. Dia tadi sengaja menelepon Kirania, sebenarnya dia ingin memberitahukan mantan tunangannya itu jika dia baru saja menemukan Karina dan ingin mengantar gadis itu pulang. Tapi malah jawaban Dirga bernada ketuslah yang dia dapatkan. Akhirnya Gilang menuliskan pesan kepada Kirania, berharap wanita itu akan segera membaca dan membalasnya. Namun setelah ditunggu hampir seperempat jam tak juga ada balasan dari mantan tunangannya itu.
Gilang lalu menjalankan mobilnya menuju tempat tinggalnya. Dia rasa tempat yang paling saat ini untuk Karina adalah tempat tinggalnya hingga akhirnya dia memutuskan membawa Karina pulang.
" Ini Mbak Karina, Pak?" tanya Ratih saat Gilang merebahkan tubuh Karina di kamar tamu sesampainya Gilang di rumah dinasnya.
Ratih mengeryitkan keningnya saat melihat pakaian yang dikenakan oleh Karina tapi dia tak berani bertanya lebih lanjut kepada majikannya itu.
" Baik, Pak."
Gilang langsung beranjak keluar meninggalkan kamar tamu dan berjalan ke kamarnya yang berada di lantai atas.
***
" Abang, sudah ... aku capek," keluh Kirania saat suaminya itu terus saja menyatukan tubuh mereka.
" Sebentar, Sayang. Sebentar lagi ..." Dirga mempercepat gerakannya agar segera mendapatkan pelepasan.
" Aaahhh ... Abang ..."
" Ya, Sayang ... ini sudah mau sampai. Oouugghh ..." Akhirnya pelepasan itu didapat pria tampan berbadan kekar itu.
" Olah raga pagi yang menyehatkan jiwa dan raga." Dirga terkekeh dengan nafas tersengal-sengal seraya menghempaskan tubuhnya di samping Kirania.
Kirania hanya memutar bola matanya karena perilaku suaminya yang tak kenal lelah untuk hal satu itu.
__ADS_1
" Kamu mau ke mana?" tanya Dirga yang melihat Kirania bangkit seraya membelit tubuhnya dengan selimut.
" Aku mau mandi, sebentar lagi Shubuh." Kirania menjawab dengan nada lemah karena tenaganya benar-benar terkuras karena aktivitas semalam juga pagi ini karena ulah suaminya itu.
" Aku ikut." Dirga langsung bangkit dan berlari menghampiri Kirania tanpa mengenakan apa-apa hingga memperlihatkan tubuhnya yang polos tak tertutup sehelai benang pun.
" Ya ampun, Abang ...!!" pekik Kirania saat tiba-tiba tubuhnya sudah melayang dan kini sudah berada di antara tangan kokoh suaminya.
" Kita mandi bersama saja, ya?" Dirga menyeringai seraya memainkan kedua alisnya.
" Nggak, aku nggak mau ..." tolak Kirania.
" Biar cepat kalau mandi bersama."
" Aku nggak yakin akan lebih cepat, yang ada justru semakin lama."
" Hehe ... aku yang mandiin kamu, aku sedang berbaik hati ini."
" Abang, aku nggak mau!!" pekik Kirania yang tidak diperdulikan suaminya itu. Dan Dirga terus membawa Kirania hingga masuk ke dalam kamar mandi di kamarnya.
Selepas melaksanakan sholat Shubuh berjamaah bersama Dirga, Kirania mengambil ponselnya. Dia mengecek ponselnya, karena jujur saja dia merasa penasaran kenapa Gilang tiba-tiba menghubunginya.
Kirania mendapati satu pesan masuk dari nomer Gilang sekitar pukul sebelas lewat lima belas menit tadi malam. Dengan cepat dia membuka karena dia sempat melihat ada nama Karina dalam pesan yang dikirim oleh Gilang kepadanya.
" Aku menemukan Karina di sebuah club malam. Dia hampir dicelakai oleh orang, tapi sekarang adikmu itu aman. Aku harus mengantar dia ke mana?"
" Astaghfirullahal adzim ..." Pekik Kirania seketika tubuhnya melemas. " Abang ...!!" teriak Kirania dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.
*
*
*
Bersambung ...
#TimKarinaRicky aman, kan?😁
Othor ; Kabuuuuuurrrr🚴🚴🚴
Aku minta dukungan Readers untuk mendukung karya aku yang lainnya ya. Jangan lupa tinggalkan like & komennya kalian, makasih🙏
__ADS_1
Happy Reading ❤️