
Dirga semakin berhasrat, apalagi saat Kirania kini malah berani membalas ciumannya. Bahkan kini tangan Dirga menarik tengkuk Kirania, hingga membuat penyatuan bibirnya dan bibir Kirania semakin dalam.
Beberapa saat kemudian mereka menghentikan penyatuan bibir mereka. Mereka menjeda untuk meraih oksigen yang sulit mereka hirup saat bibir mereka bertemu. Kini mereka menyatukan kening mereka, dengan mata yang sama-sama terpejam.
" Maaf ..." lirih Dirga membuat Kirania membuka matanya dan menjauhkan tubuhnya dari Dirga.
" Hei, jangan marah." Dirga menarik lengan Kirania agar tidak menjauh, karena dia menduga Kirania telah salah paham dengan ucapannya.
" Seharusnya kita tidak melakukan hal ini. Sebaiknya kita kembali ke kantor." Kirania menepis tangan Dirga dan langsung berdiri. Sejujurnya dia merasa sangat malu dengan perbuatannya tadi, apalagi jika mengingat posisinya saat ini.
" Aku 'kan tadi bilang jika kita akan memantau pekerjaan kantor dari sini."
" Pak, tolonglah ... jangan membuat saya sangat tidak nyaman dengan semua ini. Apa yang kita lakukan tadi itu salah. Apa yang kita lakukan tadi sangatlah tidak pantas. Kita seharusnya tidak melakukan hal tadi." Mata Kirania sudah mulai berkaca-kaca. " Jangan buat saya seperti wanita murahan yang tak punya harga diri karena bermesraan dengan suami orang."
" Aku tidak mengganggap kamu seperti itu, Rania." Dirga pun bangkit mendekati Kirania.
" Bapak telah menempatkan saya di posisi sulit. Apapun permasalahan yang terjadi antara Bapak dan istri Bapak, tolong jangan libatkan saya. Jika akhirnya rumah tangga kalian tidak bisa terselamatkan, saya tidak ingin orang lain beranggapan jika itu karena kehadiran saya."
" Aku sudah bilang jika dari awal hubungan aku dan Nadia tidak seperti yang kamu pikirkan. Rumah tangga kami tidak seperti rumah tangga orang kebanyakan."
" Apapun alasannya, posisi saya di sini tetaplah salah," lirih Kirania. " Saya mohon dengan sangat kepada Bapak, jangan buat orang lain beranggapan negatif terhadap saya. Mereka nggak akan perduli dengan latar belakang apa yang terjadi dengan kita. Orang hanya tahu kalau saya ini sosok orang ketiga dalam rumah tangga Bapak dan Ibu Nadia. Dan itu sangat merugikan saya." Kirania menyeka air mata yang kembali menetes di pipinya.
Dirga menarik nafas dalam-dalam, dia sadar jika dia terlalu egois, selama ini hanya memperdulikan perasaannya, tanpa memperdulikan apa yang akan dialami Kirania atas sikapnya.
" Baiklah, aku akan selesaikan pernikahan aku dan Nadia secepatnya. Baru setelah itu kita bicarakan tentang kelanjutan hubungan kita." Dirga telah mengambil keputusan.
" Apa rumah tangga Bapak tidak bisa diperbaiki? Kasihan Kayla jika papa mamanya harus berpisah."
" Duduklah, sebenarnya ini yang ingin aku katakan kepadamu tentang status Kayla yang sebenarnya." Dirga menuntun Kirania untuk kembali duduk di sofa. " Maaf karena aku tadi terbawa suasana karena terlalu merindukanmu."
" Apa yang ingin Bapak jelaskan tentang Kayla." Kirania mengalihkan percakapan agar Dirga tak lagi membahas soal ciuman tadi.
" Sebenarnya aku terpaksa menikahi Nadia demi menutupi aib yang telah abangku lakukan bersama Nadia."
Kirania mengeryitkan keningnya saat mendengar penuturan Dirga. " Maksudnya?"
" Kayla anak dari Bang Bima dan Nadia."
__ADS_1
Bola mata Kirania membulat sempurna saat mendengar fakta sebenarnya tentang Kayla yang selama ini dia anggap anak dari Dirga.
" Karena abangku meninggal dalam kecelakaan, akhirnya mamaku meminta aku untuk menutupi aib keluarga dengan menikahi Nadia. Dan meminta aku menganggap Kayla seperti anak kandungku sendiri." Dirga menarik nafas perlahan saat menjeda ucapannya. " Selama ini aku menjalani pernikahan tanpa cinta, karena itulah aku tinggal terpisah dengan Nadia," ungkap Dirga kemudian.
Kirania tiba-tiba teringat obrolannya dengan Nadia kemarin. Dirga mengatakan jika Kayla bukan anaknya tapi Nadia terlihat sangat tidak rela harus berpisah dengan Dirga dengan alasan Kayla. Sudah pasti dia meyakini keputusan Dirga untuk berpisah dengan Nadia tak akan mudah diterima oleh wanita itu.
" Ran, kamu mau berjanji untukku?" Pertanyaan Dirga membuyarkan lamunan Kirania, hingga dia menoleh ke arah Dirga.
" Selama aku mengurus perpisahan dengan Nadia, kamu mau menunggu aku, kan?" pinta Dirga memohon.
Kirania terdiam tak langsung menjawab, dia masih memikirkan percakapannya dengan Nadia kemarin.
" Ran ..."
" Selesaikan saja urusan Bapak dengan Bu Nadia terlebih dahulu. Masalah setelah itu kita bicarakan nanti." Akhirnya Kirania menyahut. " Dan saya minta sama Bapak, perlakukan saya seperti karyawan lainnya. Jangan beri perlakuan istimewa kepada saya yang akan memancing omongan negatif orang-orang terhadap saya." Kini Kirania yang mengajukan persyaratan.
" Baiklah, jika itu mau kamu. Aku akan bersikap sewajarnya terhadap kamu sementara waktu ini." Dirga akhirnya menyetujui apa yang diinginkan Kirania.
***
" Hai, Kirania ...."
Kirania langsung menoleh ke arah suara tadi. Dia terkesiap saat menjumpai ternyata yang memanggilnya adalah Natasha yang terlihat bersama Yoga yang nampaknya agak kaget melihat dia dan Dirga. Tak beda jauh dengan Yoga, Dirga pun merasa terkejut mendapati mantan rivalnya dulu saat merebutkan cinta Kirania.
" Oh, hai ..." Kirania membalas ramah sapaan Natasha. " Kita berjumpa lagi." Kemudian mengulurkan tangan berjabat dengan Natasha. " Hai, Ga ..." Kini giliran Yoga yang disapa Kirania.
" Hai ..." Yoga membalas sapaan Kirania tapi matanya menoleh ke arah Dirga. " Bang Dirga apa kabar?" sapa Yoga ramah.
" Kau ..." Sorot mata Dirga tampak tak menyukai pertemuannya dengan Yoga.
" Masih ingat saya, Bang? Saya Prayoga." Yoga menjabat tangan Dirga.
Dirga kemudian menoleh ke arah Kirania. " Kalian pernah bertemu sebelum ini?" selidik Dirga masih tak melepas pandangannya pada Kirania. Karena terlihat Kirania dengan Natasha sangat akrab.
" Emmm, i-iya beberapa hari lalu." Jawaban Kirania terdengar gugup.
" Kapan? Kalian bertemu berdua?" Masih dengan nada selidik Dirga bertanya pada Kirania yang terlihat semakin gugup.
__ADS_1
" Kami bertemu tanpa sengaja, Bang. Aku dan istriku ketemu dia dan ...."
" Iya, aku bertemu hanya bertiga dengan Yoga dan Natasha." Kirania dengan cepat memotong ucapan Yoga, dia tak ingin Dirga tahu kalau saat itu dia bertemu dan berbicara dengan Nadia.
" Apa kamu menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Dirga kembali.
Kirania mendengus. " Tidak ada! Tidak ada yang saya sembunyikan dari Anda, Pak Dirga!" Kirania berucap sedikit tegas untuk mengalihkan perhatian Dirga yang mencurigai kebohongannya.
" Hmmm, kalian pasti mau makan, kan? Bagaimana jika kita satu meja saja." Natasha tiba-tiba menawarkan bergabung.
" Yank, kita jangan mengganggu privacy mereka." Yoga berusaha menolak.
" Lho, mereka 'kan teman lama kamu, Mas. Apa salahnya kita kita makan bersama. Kamu dan Pak Dirga 'kan bisa mengobrol tentang masa lalu kalian," ujar Natasha. " Bagaimana, Kirania? Mau 'kan kalian gabung dengan kita?"
" Hmmm, aku terserah atasan aku saja." Kirania melirik ke arah Dirga yang masih tak mengalihkan pandangan darinya.
" Bagaimana Pak Dirga?" Natasha bertanya kepada Dirga.
Dirga menoleh ke arah wanita cantik yang tadi diakui Yoga adalah istrinya. Dirga melihat wanita itu terlihat sangat posesif memeluk Yoga. " Baiklah kalau begitu," ucapnya kemudian.
Mereka berempat pun akhirnya masuk ke dalam restoran ayam panggang itu.
" Kalian sudah lama menikah? Kalian terlihat sangat romantis?" tanya Dirga saat mereka sudah memesan makanan.
" Baru sebulan lebih, Bang." Yoga membalas.
" Istrimu cantik, pintar kamu cari istri, Ga. Ah, tentu saja bukan perkara sulit untuk mendekati seorang wanita cantik untukmu, kan? Asal bukan pacar teman saja yang didekati." Pujian dan juga sindiran terlontar dari bibir Dirga.
Sedang Kirania hanya menghela nafas dalam-dalam. Dia paham ke mana arah perkataan Dirga, pasti bosnya itu sedang menyindir Yoga tentang masa lalunya dulu.
" Tentu saja, Pak Dirga. Untuk pria sebaik suamiku ini pantaslah mendapatkan istri secantik aku." Natasha berkelakar menjawab sindiran Dirga. " Dan suamiku yang super tampan ini bukan tipe pria pecundang yang ingin merebut milik orang lain. Benar, kan, Sayang?"
Jawaban istri Yoga itu membuat Dirga terkesiap dan langsung mengeryitkan keningnya.
Bersambung ...
Karena di novel MSI ada beberapa part couple Dirga&Rania, otomatis di RTB pun aku masukan part itu, biar nyambung ceritanya, cz aku yakin banyak yang kangen sama couple Yoga&Tata š¤ termasuk akuš
__ADS_1
Happy Readingā¤ļø