RINDU TAK BERTUAN

RINDU TAK BERTUAN
Masih Merindukan


__ADS_3

Kirania begitu sangat terkejut saat mendapatkan perlakuan Dirga yang tiba-tiba saja menciumnya. Bahkan Kirania pun seolah kehilangan kesadarannya hingga dia tak mampu menolak sentuhan pria itu. Tapi saat Dirga menyadarkannya dengan ucapan, barulah Kirania tersentak dan sangat marah dengan perbuatan Dirga yang tanpa merasa bersalah dan tanpa persetujuan dari dirinya, Dirga tiba-tiba saja menciumnya.


Dengan mengumpat geram Kirania refleks hendak menghadiahi tamparan tapi tangan kekar Dirga lebih dulu mencengkram tangannya. Bahkan pria itu kini justru mengecupi jemarinya seraya mengucapkan kalimat yang mampu melambungkan jiwanya. Dan saat Kirania masih terkesiap dengan tindakan Dirga itu, tiba-tiba saja dua manusia dewasa itu dibuat kaget dengan kemunculan Kayla yang berkata dengan lantang.


" Papa, kenapa Papa tium-tium Ateu Lania ( cium-cium Tante Rania )?"


Kirania sontak mundur ke belakang dan menarik tangannya yang sedang digenggam Dirga.


" Hmmm, Papa itu sedang meniup tangan Tante Rania, karena tadi tangan Kirania digigit semut, sayang." Dirga memberi alasan yang membuat Kirania memicingkan matanya menatap penuh emosi pada Dirga.


" Digigit cemut? Pasti Ateu Lania nda cuci tangan abis makan belgel ya?" ( Digigit semut? Pasti Tante Rania nggak cuci tangan habis makan burger, ya?)


Kirania spontan menoleh ke arah burger yang dia letakan di atas mejanya, untung saja gadis kecil itu tak melihatnya.


" Iya benar, sayang. Tante Rania jorok 'kan habis makan nggak cuci tangan?" Dirga menyeringai seraya membungkukkan tubuhnya. Dirga seolah memprovokasi Kayla untuk menyudutkan Kirania.


" Ateu Lania kalo abis makan itu halus cuci tangan bial belsih. ( Tante Rania, kalau habis makan itu harus cuci tangan biar bersih)" ucap Kayla menasehati Kirania. Sudah pasti hal itu semakin membuat Kirania semakin kesal dengan Dirga yang merasa di atas angin..


***


Kirania mengerucutkan bibirnya menghadapi sepasang ayah dan anak yang benar-benar membuatnya kesal dan serba salah. Bagaimana Kirania tidak merasa seperti itu? Sikap Dirga yang dengan tidak sopannya berani mencium bibir di kantor, belum lagi sikap Kayla yang tiba-tiba saja bersikap akrab terhadapnya seolah antara dia dan anak itu telah kenal lama. Membuat kepalanya serasa mau pecah. Apalagi saat Dirga membawa Kirania ke apartemennya. Kirania diminta bosnya itu untuk mengurus Kayla termasuk memandikan bocah cilik itu.


" Saya ini bukan baby sitter, Pak. Kenapa Bapak menyuruh saya mengurus anak Bapak?!" umpat Kirania mencebikkan bibirnya.


" Anggap saja, kamu sedang belajar untuk mengurus anak kita kelak jika kita menikah." Dirga menyunggingkan senyuman.


" Maaf, Pak. Saya tidak berminat menjadi istri Bapak!" Kirania dengan cepat menangkis ucapan Dirga.


" Berminat atau tidak, jika Tuhan sudah menakdirkan kita untuk bersama, sekuat apapun kamu menolaknya, kamu akan tetap menjadi milikku, Rania," tegas Dirga.


" Saya harap Bapak ingat akan status Bapak, Tidak sepantasnya pria beristri seperti Bapak merayu wanita lain, sampai berpikir untuk menikah lagi dengan wanita lain. Benar-benar tak punya perasaan Bapak ini!" geram Kirania. Dia tak habis pikir, kenapa Dirga masih saja bersikukuh ingin memilikinya.

__ADS_1


" Sudah aku katakan aku tidak mencintai Nadia. Aku menikah pun bukan karena keinginanku. Jika saja saat itu kamu tidak memutuskan hubungan kita, mungkin saat ini kamulah yang sekarang ini menjadi istriku. Mungkin saat ini kita sudah bahagia dengan pernikahan kita, dan kita sudah mempunyai banyak anak."


Kirania menghela nafas yang kini terasa sedikit sulit dia hirup. Dia kini seperti mendapatkan kembali sosok Dirga yang seperti dulu, yang terlihat gigih untuk mendapatkannya. Tapi kini situasinya lebih rumit karena status Dirga adalah seorang pria beristri. Sebesar apapun cinta pria itu kepadanya, dia tetap tak ingin hadir menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Dirga dan Nadia.


" Apa kehadiran Kayla juga bukan atas keinginan Bapak? Apa Kayla ada karena Bapak tidak sadar saat menggauli istri Bapak?!" sindir Kirania membuat Dirga menyeringai.


" Apa kamu cemburu?" Dirga berjalan mendekat ke arah Kirania membuat Kirania segera mengambil jarak.


" Saya tak pantas cemburu dengan kalian," sanggah Kirania. " Seharusnya Bapak itu bersyukur mendapatkan seorang istri yang cantik dan sangat mencintai Bapak. Bapak dan Bu Nadia juga sudah dikaruniai putri yang lucu seperti Kayla."


" Tidak, Rania. Semua itu tidak seperti yang kamu pikirkan. Kayla itu ...."


" Ateu Lania, Kela udah ngantuk, mau bobo." rengek Kayla tiba-tiba membuat Dirga tak sempat menyelesaikan kalimatnya.


" Kayla nanti bobo sama Papa saja ya, karena Tante Rania harus pulang sekarang."


Dirga langsung mendelik ke arah Kirania saat mendengar ucapan wanita itu. " Aku tak ijinkan kamu pulang!" ketus Dirga.


" Kok Papa cama Ateu Lania belantem juga cih? Nda boleh belantem, Papa. Doca tau. ( Kok Papa sama Tante Rania berantem juga, sih? Nggak boleh berantem, Papa. Dosa tau ..." Kayla berkacak pinggang. Tingkah Kayla sukses membuat Kirania tersenyum dalam hati. Tapi tiba-tiba dia merasa miris melihat kelakuan Papa dari bocah kecil ini, yang rela memilih ingin bercerai demi dirinya. Seketika dirinya merasa menjelma sebagai sosok yang sangat jahat jika sampai Dirga benar-benar menceraikan istrinya.


" Kayla masuk ke kamar dulu, nanti Tante Rania menyusul ke kamar." Dirga menyuruh Kayla kembali ke kamar dan dituruti Kayla.


" Pak Dirga yang terhormat, tolong jangan mempersulit saya. Bapak semestinya mengerti posisi saya sekarang ini. Bagaimanapun perasaan Bapak terhadap saya, saya ini hanya orang asing. Sedangkan Ibu Nadia, walaupun Bapak berkata tidak mencintai Ibu Nadia, walaupun Bapak berkata menikahinya bukan karena keinginan Bapak, tapi beliau tetaplah istri Bapak yang sah. Orang akan beranggapan jika saya ini perusak rumah tangga Bapak. Orang akan menganggap saya ini wanita yang tidak tahu diri, menganggap saya menggoda suami orang. Saya harap Bapak jangan bersikap egois. Bapak jangan hanya memikirkan apa yang Bapak rasakan, tapi Bapak juga seharusnya memikirkan bagaimana rasanya saya berposisi sulit seperti sekarang ini." Kirania berusaha menahan tangisnya karena dia sudah sangat emosi.


Dirga terdiam sesaat, dia menatap Kirania yang sedang mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.


" Aku ingin kamu jujur tentang perasaanmu kepadaku, Rania."


Serbuan hawa panas mulai menyerang sekitar mata Kirania. Dadanya mulai terasa sesak serasa ditimpa beban yang sangat terasa berat. Karena sejujurnya perasaannya terhadap pria di hadapannya itu tidak pernah berubah sedikit pun. " Apapun perasaan saya." Kirania menjeda ucapannya sesaat, " Tidaklah penting sekarang ini." Tanpa bisa dibendung, air matanya pun luruh membasahi pipinya.


Dirga mendapati wanita yang sangat dia cintainya itu menangis, dia segera menghampiri Kirania lalu menyeka air mata wanita itu. " Tentu saja perasaanmu sangatlah penting untukku, Rania. Aku tahu kamu masih mencintaiku. Aku akan memperjuangkan cinta kita ini. Kamu tak usah khawatir. Kamu tak perlu merasa bersalah, karena rencana aku berpisah dengan Nadia sudah lama ingin aku lakukan sebelum kita berjumpa kembali. Aku hanya ingin kamu percaya padaku, aku akan mengurus semua ini. Aku hanya ingin kamu tidak menghindar dariku lagi," ucapan Dirga malah membuat Kirania terisak. " Aku akan menyuruh supir datang ke sini untuk mengantarmu pulang."

__ADS_1


Kirania langsung menggelengkan kepalanya. " Saya pulang sendiri saja." Kirania menolak.


" Sekali saja jangan menentangku, aku tidak ingin membiarkan kamu pulang sendirian." Dirga mengusap lembut kepala Kirania, seperti yang sering dia lakukan dulu.


Kirania tertegun, sesungguhnya dia kini merasa rapuh, pertahanan dirinya terasa lemah. Bagaimanapun juga dia hanya manusia biasa, seorang wanita pada umumnya. Walau akal sehatnya terus berusaha menolak, tapi hatinya memang masih sangat mendamba dan merindukan satu-satunya pria yang pernah dia cintai sebagai seorang wanita dewasa itu.


Sepanjang perjalanan menuju hotel tempat sementara dia tinggal selama dua malam kemarin pun, Kirania hanya bisa termenung, memikirkan harus bagaimana dia sekarang. Karena dia tahu, Dirga tidak akan melepasnya begitu saja.


Sesampainya di hotel, Kirania berjalan dengan tergesa, sembari mencari kunci hotel di dalam tasnya. Dia tak memperhatikan jalan di depannya hingga tiba-tiba dia menabrak seseorang.


Buugghh


" Maaf ..." ujar Kirania kepada orang yang dia tabrak tanpa sempat melihat karena dia fokus mengambil kunci yang sempat terjatuh.


" Rania?"


Kirania langsung menoleh ke arah orang yang dia tabrak saat orang itu menyebut namanya. Seketika itu juga dia langsung terkesiap mendapati orang yang memanggilnya tadi.


Bersambung...


Sambil menunggu up Dirga & Kirania, silahkan tengok novel aku yang lain.


Mengejar Suami Impian \=\= Kisah cintanya Yoga&Natasha, kisahnya ga kalah seru dari RTB, lebih ringan, lebih kocak



Kisah Cinta Azzahra \=\= Kisah cintanya Azzahra & Gavin



Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2