
Dirga baru saja keluar dari ruang rapat saat ponselnya tiba-tiba berbunyi. Dia melihat nama Rizal yang muncul di layar ponselnya. Dengan cepat dia mengangkat panggilan dari Rizal.
" Halo, gimana ... sudah dapat info?" tanya Dirga langsung saat panggilan terhubung.
" Gue sudah dapat info dari pihak kantor adik ipar lu bekerja, dan ternyata dia tidak sedang dalam tugas luar kota."
" Maksudnya?"
" Karina Ambarsari mengajukan cuti kerja selama satu Minggu ini."
" Cuti??"
" Yoi, Bro."
Dirga mendengus mengetahui fakta jika adik iparnya itu ternyata berbohong kepada ibu mertuanya.
" Ada info lagi yang lu dapat?" tanya Dirga.
" Sejauh ini belum ada, tapi gue sedang suruh orang untuk menghubungi teman kerja yang dekat dengannya. Lu bisa tolong tanya ke bini lu teman-teman adik ipar lu yang bisa dihubungi?"
" Gue nggak mau membuat istri gue cemas. Kalau dia tahu ternyata adiknya itu berbohong kepada mamanya tentang kepergiannya, dia pasti akan senewen."
" Lu sudah tanya Ricky?"
" Ricky? Kenapa gue mesti tanya dia??"
" Iya siapa tahu dia juga yang menyembunyikan adik ipar lu itu." Rizal tergelak.
" Jangan bercanda! Ricky nggak ada kepentingan dengan hal ini."
" Gue bisa minta nomer telepon adik ipar lu itu?"
" Oke, nanti gue kirim nomer telepon. Gue minta lu kerahkan orang lebih banyak lagi untuk menemukan Karina. Gue nggak mau terjadi sesuatu terhadapnya. Karena setahu gue istri gue nggak punya sanak saudara di Jakarta ini."
" Beres, Bos!"
" Ya sudah, kalau ada perkembangan cepat lu kabari gue."
" Siap Pak Bos!" Rizal terkekeh sebelum akhirnya menyudahi panggilannya dengan Dirga.
Selepas mengakhiri teleponnya, Dirga masuk ke dalam ruangannya. Dia mendapati Kirania sedang tertidur di sofa. Dia segera menghampiri istrinya itu, lalu dengan perlahan dia mengangkat tubuh istrinya itu dan membawanya ke kamar di samping ruang kerjanya.
" Uugghh ..."
Kirania melenguh saat menyadari tubuhnya terangkat dan sekejap kemudian dirinya tersadar jika saat ini tubuhnya telah berada di antara tangan kekar suami.
" Ya Allah aku tertidur, ya?" tanya Kirania dengan suara parau.
__ADS_1
" Kau pasti lelah. Kenapa nggak istirahat di kamar?" tanya Dirga kemudian merebahkan tubuh Kirania di atas tempat tidur.
" Aku pikir kalau di kamar pasti tertidur, eh ternyata di sofa pun tetap tertidur." Kirania terkekeh.
" Kalau kamu masih mengantuk istirahatlah dulu, setengah jam lagi kita pulang," ucap Dirga duduk di tepi tempat tidur lalu membelai wajah istrinya.
Aku sudah nggak ngantuk, kok." Kirania segera mengangkat tubuhnya bangkit dari peraduan. " Oh iya, tadi Karina telepon aku, katanya hari ini hari terakhir tugas di Bekasi dan besok kembali ke Cirebon." Kirania memberitahukan.
" Oh ya? Dia di mana sekarang?" Dirga tertarik akan kabar yang disampaikan istrinya itu.
" Sedang di tempat kerja dia bilang."
" Dia bilang menginap di mana?"
" Katanya sih hotel yang disediakan pihak perusahaan."
" Dia menyebutkan di mana? Nama hotelnya?"
Kirania menggeleng menanggapi pertanyaan Dirga. " Tadi aku sempat tanya, aku bilang mau mampir nanti malam ke sana, tapi bilang nanti malam itu ada gathering dari kantor pusat." Kirania menyampaikan apa yang Karina katakan. " Ada apa memangnya? Abang nanyanya mencurigakan, deh."
Dirga menatap istrinya lekat. Sebenarnya dia tidak ingin mengatakan apa yang disampaikan oleh Rizal, tapi dia juga butuh info tentang teman dekat adik iparnya itu. Dirga lalu memegang kedua bahu Kirania.
" Aku minta kamu tenang dan jangan panik karena aku sudah menyuruh Rizal untuk menyelidiki keberadaan Karina. Rizal itu orang yang pernah aku suruh untuk mencarimu waktu kau disembunyikan Ricky kemarin."
" Memangnya ada apa? Karina bilang dia baik-baik saja, besok juga dia akan kembali ke Cirebon."
" Ada apa? Apa yang terjadi? Abang, apa Karina sedang dalam masalah?" Kirania kini memegang tangan Dirga yang memegang bahunya, seketika hatinya dilanda kecemasan.
" Karina nggak sedang dalam masa tugas ke luar kota. Menurut info yang didapat dari orang suruhanku, Karina mengajukan cuti seminggu ke perusahaan."
" Dia cuti? T-tapi kenapa dia bilang dia tugas ke luar kota? Kenapa dia bohong ke aku juga mama?"
" Yang pasti ada yang disembunyikan adikmu dari kalian, entah itu apa? Aku sudah kerahkan orang untuk menyelidikinya." Dirga kini menggenggam tangan istrinya.
" Abang, aku takut terjadi sesuatu dengan Karina. Karina di mana sekarang? Bagaimana jika dia sedang dalam masalah? Bagaimana jika sekarang ini sedang kesulitan?" Kirania semakin gelisah.
" Hei, kamu tenang. Harus berpikir positif, semoga adikmu baik-baik saja."
" Tapi aku takut ...." Seketika Kirania terisak.
" Sssttt, kamu percaya padaku, kan? Aku sudah mengerahkan orang untuk mencari adikmu. Kamu jangan cemas." Dirga langsung memeluk tubuh Kirania dan memberikan kecupan di pucuk kepala sang istri, mencoba menyalurkan kekuatan kepada wanita yang dikasihinya itu.
***
Dengan menggunakan taxi online Karina sampai di rumah Gilang selepas isya. Dia segera menekan tombol bel di dekat pintu rumah Gilang. Tak berapa lama pintu itu dibuka oleh Ratih, ART Gilang.
" Assalamualaikum, Mbak. Kak Gilang nya ada?" sapa Karina saat pintu dibuka.
__ADS_1
" Waalaikumsalam, silahkan masuk, Mbak. Pak Gilang sudah menunggu." Ratih mempersilahkan Karina masuk ke dalam rumah Gilang.
" Terima kasih, Mbak."
" Mari ikut saya, Mbak." Ratih menyuruh Karina mengikutinya saat Karina ingin duduk di kursi sofa.
" Oh ..." Karina pun melangkah mengekori Ratih yang menaiki anak tangga sampai akhirnya mereka berhenti di depan pintu kamar.
" Hmmm, Mbak ... ini kamar apa? Kak Gilang nya di mana?" tanya Karina cemas saat dia berhenti di depan kamar.
" Pak Gilang ada di dalam ruang kerjanya, Mbak." Ratih menunjuk pintu kamar di hadapannya. " Mbak sudah ditunggu Pak Gilang sejak tadi."
" Oh, oke ...."
Tok tok tok
" Pak, Mbak Karina sudah datang," ucap Ratih.
" Masuklah ..." Dari dalam ruangan terdengar sayup-sayup suara Gilang menjawab Ratih.
Ratih pun akhirnya membuka pintu ruang kerja Gilang. " Silahkan, Mbak." Ratih kembali mempersilahkan Karina untuk masuk.
Karina mengangguk dengan sedikit ragu. Dan setelah Karina masuk ke dalam ruang kerja Gilang, Ratih pun menutup kembali pintu dan meninggalkan Karina dan Gilang di dalam ruangan itu berdua.
" Akhirnya kamu datang juga," Ujar Gilang saat Karina memasuki kamar kerjanya.
Karina mendapati Gilang yang duduk di kursi kerjanya kini berdiri.
" Kak Gilang ..." sapa Karina tersenyum kepada Gilang yang malam ini mengenakan t-shirt tanpa kerah dan celana panjang berwarna broken white.
Gilang menatap penampilan Karina dari atas hingga ujung kaki yang malam ini terlihat sangat cantik dengan balutan gaun warna maroon sebatas lutut. Setelah beberapa saat menatap penampilan Karina yang terlihat sangat menggoda, Gilang pun kemudian berjalan mendekat ke arah Karina masih dengan sorot mata lekat menatap adik dari mantan tunangannya itu hingga membuat jantung Karina berdetak tak beraturan.
" Kamu sangat cantik malam ini."
Pujian yang keluar dari mulut Gilang seketika menghasilkan rona merah di pipi wanita cantik itu. Apalagi saat punggung jari Gilang kini menyentuh wajahnya
" Apa kamu siap menggantikan kakakmu menerima hukuman dari saya?" ucap Gilang lembut membuat Karina menelan salivanya hingga membuat darahnya seketika berdesir.
*
*
*
Bersambung ...
Mak² Reader serempak memanggil nama Ricky untuk membantu Karinašš Padahal Ricky udah othor kirim kembali ke Kalimantan karena udah membuat gaduh mak² reader dimariš¤£
__ADS_1
Happy Readingā¤ļø