RINDU TAK BERTUAN

RINDU TAK BERTUAN
Akhirnya Berjumpa Kembali


__ADS_3

Seorang pria bertubuh atletis dengan sorot mata tajam bak mata seekor elang sedang menatap laporan yang diberikan oleh bawahannya.


" Bagaimana dengan pembangunan untuk KPR bersubsidi di kawasan Tangerang, Pak Leo? Semua lancar?" tanya pria itu berkata dengan lugas.


" Sejauh ini tidak ada masalah Pak Dirga. Pembangunannya sudah memasuki delapan puluh persen, tapi semua unit sudah terjual," jawab Pak Leo.


" Bagus, selain pembangunan apartemen dan perumahan elit, kita juga mesti memikirkan penyediaan tempat tinggal untuk masyarakat kalangan ekonomi menengah ke bawah, kan?" lanjut Dirga.


" Benar sekali, Pak. Apalagi dengan ketentuan DP nol persen, membuat masyarakat berbondong-bondong untuk mengambil KPR bersubsidi ini." Pak Leo menyahuti.


" Saya bisa minta data penjualan properti di wilayah utara, Pak Leo?" tanya Dirga.


" Bisa, Pak. Sebentar saya suruh staff saya antarkan." Pak Leo langsung mengambil ponselnya dan menghubungi staffnya untuk mengantar arsip yang diminta.


" Sepertinya kinerja staff di divisi yang Pak Leo pimpin semakin solid."


" Terima kasih, Pak Dirga. Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk perusahaan, Pak." Pak Leo menjawab dengan senyum penuh kebanggan di bibirnya.


" Memangnya tadi di mana, Sus?"


" Tadi aku tinggal ke toilet sebentar, kok. Kamu nggak jagain memang?"


" Aku tadi lihat pesan masuk dari Ibu tanya Non Kayla."


" Jadi gimana ini? Pak bos pasti akan marah besar."


" Iya aku takut pak bos ngamuk kalau tahu Non Kayla hilang."


" Kamu sih teledor jaganya."


" Sudah-sudah jangan pada ribut. Saya coba suruh pak satpam cari sama lihat rekaman cctv."


Dari ruangan Dirga, dia bisa mendengar suara ribut-ribut di luar, karena pintu ruangannya tidak tertutup, sebab sejak tadi Kayla keluar masuk saja ruangannya.


Dirga segera melangkah keluar saat terdengar nama Kayla disebut-sebut.


" Ada apa ini?" Dirga menatap ke arah dua orang baby sitter yang biasa mengasuh Kayla. " Mana Kayla?" tanya Dirga dengan nada dingin.


Bukannya menjawab, dua pengasuh Kayla itu langsung menundukkan kepalanya karena merasa takut dengan pertanyaan Dirga.


" Saya tanya kalian di mana Kayla? Kenapa Kayla tidak bersama kalian?!" Nada suara Dirga kini mulai meninggi melihat dua orang pengasuh itu.

__ADS_1


" N-non K-kayla ..." Pengasuh bernama Isah tak melanjutkan kalimatnya.


" Apa? Kayla kenapa?" Dirga tak sabar.


" Hmmm, Non Kayla hi--lang, Pak." Wati, pengasuh lainnya berbicara dengan menundukkan kepalanya.


" Hilang?! Hilang bagaimana maksud kamu?!" hardik Dirga dengan suara tinggi hingga membuat dua orang pengasuh Kayla juga Lisna, sekretarisnya langsung menciut hatinya.


" Maaf, Pak. Tadi saya sedang ke toilet, sedang Wati tadi sedang membalas pesan dari Bu Nadia. Tiba-tiba saja Non Kayla hilang nggak tahu ke mana." Isah mencoba menjelaskan kejadian yang sebenarnya.


" Bagaimana kalian bisa seteledor ini, hah?!" bentak Dirga murka.


" Lis, kamu suruh orang periksa cctv segera!" Pak Leo segera memerintahkan ke Lisna untuk mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya.


" Sudah saya hubungi, Pak." Dengan cepat Lisna menyahuti.


" Jika terjadi sesuatu terhadap Kayla, kalian akan terima akibatnya!!" geram Dirga dengan aura kelam nampak di wajah tampannya.


" Kalian berdua kerja nggak becus! Menjaga satu anak umur tiga tahun saja sampai kecolongan begini!! Kalian berdua mau saya pecat?!" bentak Dirga lagi kepada Isah dan Wati yang makin tertunduk ketakutan.


Saat suasana menegangkan dan mencekam di depan ruang kerja Dirga berlangsung, tiba-tiba dari arah lift seorang gadis kecil berteriak sambil berhambur ke arah Dirga.


" Papa ...!"


" Kayla?" Dirga langsung membungkukkan tubuhnya menyongsong tubuh kecil gadis itu dan menggendongnya.


" Papa, Papa ... Kela mau dicuyik cama (sama) Ateu jeyek ( Tante jelek ) itu, Pa!" teriak Kayla menunjuk ke arah seorang wanita dari asal Kayla tadi berlari.


Sontak Dirga menoleh ke arah yang ditunjuk Kayla. Seketika bola mata Dirga membulat sempurna saat mendapati seorang wanita yang sedang berjalan pelan ke arahnya dengan mata menatap lekat ke arahnya.


Dirga seakan tak percaya pada penglihatannya. Wanita itu ... wanita yang kini hanya berjarak lima meter dari dirinya. Benarkah ini dia? Kirania? Dirga sampai tak ingin mengerjap karena dia takut sosok wanita ini akan menghilang saat dia mengerjapkan matanya nanti. Hingga kini tatap matanya saling bertautan dengan mata Kirania.


Dirga bisa melihat sorot mata sendu dari mata wanita cantik itu, seakan menyiratkan kerinduan di dalamnya.


" Pa, ayo lapol polici bial Ateu itu ditangkap, Pa" suara Kayla akhirnya memutus pandangan Kirania ke arahnya.


" Apa benar yang dikatakan Nona Kayla, Ran?" pertanyaan Pak Leo yang berada disamping Dirga seakan mengusik Kirania.


" Tidak, Pak. Itu tidak benar. Saya tadi melihat anak itu berlari ke dalam lift saat saya baru keluar dari lift. Saya suruh anak itu keluar tapi dia menolak. Saya hanya berusaha membantu anak itu agar tidak terkurung di dalam lift sendirian, karena kemudian lift itu mengarah ke lantai empat. Saya sama sekali tidak bermaksud jahat kepada anak itu, Pak." Kirania mencoba menjelaskan secara mendetail. Kemudian kembali menatap ke arah Dirga, membuat Dirga ingin terus berlama-lama menatapnya. Tapi ingatan akan masa lalu saat tiba-tiba wanita ini menjauhinya dan lebih memilih pria lain membuat seketika dadanya bergemuruh.


" Tapi Nona Kayla terlihat sangat ketakutan melihat kamu. Apa kamu sampai menyakiti Nona Kayla?" suara Pak Leo kembali terdengar. Membuat Dirga menatap tajam dengan sorot mata dingin ke arah Kirania.

__ADS_1


" Siapa dia, Pak Leo?" tanya Dirga tanpa memutuskan pandangan kepada Kirania.


" Dia karyawan dari cabang Cirebon yang terpilih karena program pengembangan karir, Pak Dirga." Pak Leo menyahuti.


" Setengah jam dari sekarang suruh dia menghadap saya!" tegas Dirga kepada Pak Leo sebelum akhirnya dia memutar tubuhnya melangkah pergi meninggalkan Kirania dan Pak Leo menuju ruangannya.


" Kayla, Kayla pulang dulu sama suster, ya. Papa masih harus bekerja." Sesampainya di ruangan Dirga menyuruh Kayla untuk pulang bersama kedua pengasuhnya.


" Tapi nanti Papa puyang ke lumah, ya?"(pulang ke rumah) tanya Kayla yang masih ada dalam gendongan Dirga.


Dirga tak menjawab pertanyaan Kayla. " Kalian bawa Kayla pulang, dan jangan sampai kejadian seperti tadi terulang lagi. Kalian paham?!" tegas Dirga kepada Wati dan Isah.


" Paham, Pak." Wati dan Isah menyahuti dan kemudian meninggalkan ruang kerja Dirga.


" Ini laporan yang Pak Dirga minta tentang penjualan di wilayah utara, Pak." Pak Leo menyodorkan arsip kepada Dirga.


" Baiklah, nanti saya pelajari." Dirga langsung mengambil arsip itu. " Pak Leo bisa kembali ke tempat, nanti jika ada yang perlu saya tanyakan saya akan hubungi bapak," sambungnya.


" Baik, Pak."


" Oh ya, pegawai tadi itu, siapa namanya?" tanya Dirga seolah tak mengenali


" Kirania, Pak. Saya lupa nama lengkapnya."


" It's oke. Pak Leo boleh kembali ke tempat."


" Baik, Pak. Permisi ...," pamit Pak Leo kemudian meninggalkan Dirga sendiri.


Dirga kemudian meraih telepon dan memencet nomer extension yang dituju.


" Halo Pak Bildan, tolong antar data karyawan baru divisi marketing atas nama Kirania Ambarwati ke ruangan kerja saya. Saya tunggu sepuluh menit dari sekarang."


Dirga segera mematikan sambungan teleponnya. seraya menyandarkan punggungnya ke kursi kerjanya.


" Kirania Ambarwati, akhirnya kita berjumpa kembali." seringai tipis seketika terbit dari sudut bibir pria berwajah tampan dan tegas itu.


Bersambung ..


Yang belum baca kisahnya Yoga silahkan dilihat di novel Mengejar Suami Impian abis itu tengok novel Kisah Cinta Azzahra ya readers tersayank😘 Yang mau gabung grup chat silahkan gabung aja kita rumpi²in big bos kita, kang Ojol kesayangan kita dll ya di sini👇


__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2