RINDU TAK BERTUAN

RINDU TAK BERTUAN
Kesucian Untuk Seorang Wanita


__ADS_3

Setelah Ricky berlalu dari hadapannya, Karina bukannya mengikuti langkah Ricky, dia malah berputar arah kembali masuk ke dalam restoran. Pandangan matanya mengedar ke seluruh sudut bangunan restoran mencari sosok pria yang dia cari, namun tak lama akhirnya dia mendapati sosok Gilang yang berjalan menuju arah toilet. Dengan cepat Karina mengikuti langkah Gilang.


" Kak Gilang," sapa Karina membuat langkah kaki pria itu terhenti dan menoleh ke arahnya. Namun pria itu seolah tak ingin memperdulikan Karina. Dia terus melangkah masuk ke dalam toilet pria membuat Karina harus menunggu Gilang menyelesaikan urusannya di toilet.


Ddrrtt ddrrtt


Karina meraih ponselnya yang berbunyi ternyata nama Pak Ricky lah yang muncul di layar ponselnya.


" Halo ...."


" Kamu ada di mana? Dari tadi tidak sampai-sampai, kamu bukan siput 'kan yang kalau jalan lama?" Ricky menyindir membuat Karina mendengus kesal.


" Bapak duluan saja, nanti saya pulang naik ojek online, Pak." Karina menyuruh Ricky meninggalkannya terlebih dahulu.


" Dua menit kamu tidak sampai ke mobil, saya angkut kamu seperti karung beras. Klik ...!" Ricky segera menutup teleponnya.


" Dasar Om-om darah tinggi!" umpat Karina kesal. Dia lalu memasukkan ponselnya saat melihat Gilang keluar dari toilet.


" Kak Gilang tunggu!" seru Karina. " Kak, wanita yang datang sama Kak Gilang tadi itu siapa? Pacar baru Kak Gilang? Kakak kenapa tidak bisa terima aku tapi kakak bisa membuka hati untuk wanita lain?" Mata Karina kembali berkaca-kaca.


" Dengar Karina, saya sudah bilang jangan mengusik saya lagi. Mau saya datang dengan wanita mana pun tidak ada urusannya sama kamu. Dan kamu, kenapa kamu meninggalkan pria tadi? Dia pacar kamu juga, kan? Hebat ya, baru beberapa hari lalu kamu mohon-mohon ke saya sampai rela menyerahkan tubuh kamu, sekarang sudah jalan dengan pria lain. Apa ke pria itu juga kamu sodorkan tubuh kamu ini?"


Deg


Jantung Karina terasa seperti ditusuk sembilu saat mendengar perkataan Gilang menyakitkan tadi. Air mata Karina langsung meluncur di pipinya.


" Aku nggak seperti itu, Kak. Aku nggak pernah melakukan hal seperti itu terhadap pria mana pun selain dengan Kak Gilang." Karina terisak, tentu saja karena tuduhan Gilang tadi benar-benar membuat hatinya sakit.


" Di sini kamu rupanya." Suara Ricky tiba-tiba membuat Karina dan Gilang terkesiap.


" Apa yang kau lakukan hingga membuat dia menangis?" tanya Ricky menatap dengan sorot mata tajam kepada Gilang.

__ADS_1


" Tidak ada yang saya lakukan. Justru kekasih Anda ini yang mengusik saya, permisi." Setelah selesai mengucapkan kalimatnya, Gilang pun berlalu dari hadapan Karina dan Ricky.


Ricky kini menatap tajam ke arah Karina, dia sangat kesal karena wanita itu tak mendengar nasehat yang diucapkannya tadi.


" Bandel juga kamu, ya." Ricky langsung mengangkat tubuh Karina dan meletakannya di pundaknya layaknya seorang buruh angkut mengangkut beras.


Perbuatan Ricky sontak membuat Karina terkesiap hingga membuat wanita itu mengomel dan berteriak karena sangat malu.


" Pak Ricky, turunkan saya!! Bapak sudah gila ya, mengangkat saya seperti ini?! Turunkan saya cepat, Pak!" pekik Karina memukul punggung Ricky.


Tindakan Ricky dan teriakan Karina tentu saja menyita perhatian pengunjung serta pelayan di restoran itu, tak terkecuali dengan Gilang yang kini menatap kepergian Ricky yang membawa Karina dengan tatapan yang sulit diartikan.


***


Karina melipat tangannya di dada, sorot matanya penuh kebencian pada pria yang kini duduk di belakang kemudi. Baginya tindakan Ricky tadi adalah hal memalukan yang dia alami sepanjang hidupnya di depan umum.


" Tidak usah ditekuk seperti itu wajahnya, tambah jelek tuh muka kamu." Ricky menyindir seraya melirik ke arah Karina yang sedang mengerucutkan bibirnya.


" Saya tidak suka cara bapak seperti tadi!" ketus Karina.


" Lagipula kenapa kamu bertindak bodoh malah mendekati pria itu?" selidik Ricky.


" Itu urusan pribadi saya, Bapak tidak berhak ikut campur untuk itu." ketus Karina.


" Kenapa kamu sepertinya berat sekali melepas dia, padahal dia jelas-jelas menolakmu? Sampai kau rela menyodorkan tubuhmu untuk dia."


Deg


Karina terkesiap saat Ricky mengatakan hal itu.


" B-bapak tahu dari mana?" Karina merasa cemas, apa jangan-jangan Ricky tadi mendengar percakapannya dengan Gilang? pikirnya.

__ADS_1


" Aku punya telinga dan telingaku masih berfungsi untuk mendengar." Ricky menyahuti datar.


Hati Karina langsung mencelos, dugaannya jika Ricky mendengar perkataannya saat bersama Gilang tadi didengar oleh asisten kakak iparnya itu ternyata benar.


" Kamu tahu, kira-kira akan seperti apa reaksi Nyonya Dirga jika tahu apa yang sudah dilakukan oleh adiknya? Dan bagaimana juga jika Pak Dirga tahu tentang ini?" Ricky kembali melirik ke arah Karina, dan didapati olehnya wanita itu terlihat sangat cemas dengan perkataannya tadi.


" Pak, saya mohon ... Bapak jangan sampai mengatakan tentang hal ini kepada Mbak Rania ataupun pada Kak Dirga." Karina sampai memegang lengan Ricky, memohon agar pria itu tidak membocorkan rahasia itu.


Ricky menoleh lengannya yang di genggam oleh Karina. " Saya dengar dari Pak Dirga jika kamu pernah pulang malam-malam dari rumah pria itu dengan keadaan menangis. Apa kejadian malam itu saat kamu menyerahkan kesucianmu kepada pria tadi? Hingga kamu sangat gigih ingin menjadi kekasih dia?" Pertanyaan Ricky sungguh menyesakkan di hati Karina.


Karina menggelengkan kepala. " Tidak terjadi apa-apa malam itu, dan Kak Gilang tidak menodaiku," ucap Karina lirih.


" Kalau dia tidak menodaimu kenapa kamu sampai menangis? Apa kamu kecewa tidak dinodai oleh pria tadi? Apa kau justru berharap pria tadi itu menodai kesucianmu? Dan karena pria itu menolak lalu kamu menangis karena tujuanmu untuk mengikat pria itu dalam satu hubungan gagal?!" Kalimat sindiran bernada ketus yang terlontar dari mulut Ricky benar-benar membuat dada Karina bergejolak dan membuat dia seketika kembali menangis.


Melihat Karina menangis, Ricky segera menepikan mobilnya.


" Kesucian untuk seorang wanita adalah hal yang mesti dijaga. Kamu tahu, mungkin banyak wanita yang menangis sedih dan kecewa saat harus kehilangan kesuciannya karena diambil paksa oleh pria yang bukan suaminya." Dengan suara yang tercekat di tenggorokan Ricky mengucapkan kalimat itu. " Dan kamu, kamu malah menyodorkan dengan suka rela tubuh kamu dan kesucian kamu kepada pria yang belum menjadi suami kamu." Ricky menghela nafas panjang dan menengadahkan kepalanya. Sementara matanya terpejam. Sudut matanya menitikkan setetes air mata yang dengan cepat dia hapus, dan untung hal itu tidak sempat terlihat oleh Karina yang juga sibuk dengan tangisannya mendengar apa yang dikatakan Ricky.


*


*


*


Bersambung ...


Iishh, kenapa nih Pak Ricky sampai menitikkan air mata?


Sembari menunggu lanjutan RTB, yuk mari dilirik novel aku yang masih on going lainnya KCA dan karya tamat yg masih berjalan season 2 nya MSI mohon dukungan like juga komennya ya mak² reader. Jangan kasih kendor kasih like juga komennya biar Othor selalu semangat berkarya di aplikasi ini, Makasih🙏


__ADS_1



Happy Reading❤️


__ADS_2