RINDU TAK BERTUAN

RINDU TAK BERTUAN
Fakta Yang Menyakitkan


__ADS_3

Kirania dan Sabilla berniat ke kantin waktu istirahat ini, karena Hasna memang masih cuti kuliah karena pulang ke Lampung.


" Bil, kok aku merasa orang-orang pada liatin kita, ya?" Kirania tiba-tiba saja merasa jengah, karena dia merasa beberapa pasang mata seperti mengulitinya.


" Masa, sih, Ran?" Sabilla mengedar pandangan, dia memang mendapati beberapa mahasiswa sedang memperhatikan mereka, tak jarang mereka berbisik sambil memperlihatkan senyum penuh misteri.


" Ada apa, ya, Bil? Perasaan aku kok nggak enak, ya." Tiba-tiba saja detak jantung berdebar tak beraturan.


" Bentar aku cek dulu, ada gosip apa di grup." Sabilla kemudian membuka ponselnya dan mengecek ada berita apa di grup chat antara mahasiswa. " Nggak ada yang aneh, Ran. Nggak ada berita miring."


Kirania menghela nafas perlahan. " Mungkin perasaan aku saja, ya."


" Bisa jadi, mungkin juga efek gosip kemarin Kak Dirga bawa cewek baru." Ucapan Sabilla dibalas anggukan kepala Kirania.


" Ya sudah, kita lanjut ke kantin, yuk." Sabilla menggandeng Kirania, yang hari ini mulai tidak memakai tongkat.


" Kasihan, ternyata cuma buat taruhan, doang!"


" Lagian, mestinya sadar diri, buat jadi ceweknya Kak Dirga itu nggak sembarangan."


" Iya benar, Naura yang famous gitu saja bisa ditendang. Nah, dia yang penampilannya ala kadarnya mimpi jadi Cinderella, akhirnya jatuh, sakit, deh ... hahaha."


" Sudah jadi taruhan, kena razia pula. Bagus nggak sampai diarak warga karena ketahuan berbuat mesum.


Deg


Kirania menelan salivanya, seketika tubuhnya menegang demi mendengar selentingan beberapa mahasiswa yang mereka lewati. Taruhan, Dirga, Diarak masa, semua itu bagaikan puzzle yang jika disatukan mengarah kepadanya. Secara reflek dia mencengkram tangan Sabilla.


" Kenapa, Ran?" Sabilla terkesiap saat tiba-tiba Kirania mencengkram erat lengannya.


" Bil, mereka menggosipkan aku." Suara Kirania seolah tercekat di tenggorokan.


" Bukannya dari kemarin juga mereka menggosipkan kamu, Ran?" Sabilla masih santai menanggapi.


" Tapi mereka tahu soal kejadian malam itu." Seketika rasa cemas menyeruak di hati Kirania.


Sabilla yang mulai melihat kegusaran di wajah Kirania, langsung menatap beberapa mahasiswa yang terlihat sedang berbincang dengan pandangan mata ke arah Kirania dengan senyum seakan mengolok.


Dengan langkah lebar Sabilla menghampiri sekelompok mahasiswa yang tadi sempat dia dengar bergunjing. " Kalian sedang gosipin siapa?" tanya Sabilla lantang.

__ADS_1


" Gosipin teman lu, kan memang berita tentang dia lagi jadi hot news sekarang." Orang yang ditanya menyahuti.


" Memang apa yang salah sama temanku? Dia nggak ada hubungan apa-apa sama Kak Dirga, jadi nggak masalah, dong. Kalau sekarang Kak Dirga mau jalan dengan cewek mana pun juga!" geram Sabilla yang merasa tak terima sahabatnya dibully.


" Nggak ada apa-apa, kok bisa sampai digrebek warga gara-gara ketahuan ingin berbuat mesum?" Satu mahasiswa lain menimpali.


" Iya, hampir diarak pula, hiiii ... kalau gue sih, malu banget pasti," celetuk yang lainnya.


Sabilla langsung menoleh ke arah Kirania yang sudah mulai memerah wajahnya. " Kalian dapat dari mana berita itu?" Sabilla mulai terlihat emosi.


" Dari chat grup lagi ramai berita itu." Orang yang pertama ditanya menjawab.


" Chat grup?" Kirania membuka kembali ponselnya, tapi dia tidak juga menemukan berita yang sedang dibicarakan mahasiswa itu. " Nggak ada apa-apa di grup."


" Bukan grup yang itu, yang satu lagi." Orang itu menyahuti.


" Ada grup baru?" Sabilla mengeryitkan keningnya.


" Iya, memang lu nggak gabung sama grup itu?" tanya Orang itu.


" Mana aku lihat beritanya!" Sabilla mengulurkan tangannya meminta ponsel dari Orang itu. Kemudian mahasiswa itu membuka chat grup dan memperlihatkan isi rekaman yang berisikan percakapan Dirga dan teman-temannya di kafe.


Tanpa memperdulikan Sabilla dan mereka yang menggunjingkannya, Kirania langsung melangkah dengan cepat walaupun dia harus menahan sakit di kakinya dan air mata yang sudah tidak bisa dia bendung lagi kini membasahi pipinya. Yang dia inginkan adalah menghilang tanpa ada satu orang pun yang menemukannya.


Buugghh


" Aakhhh ..."


Kirania hampir saja terjatuh saat dia akhirnya menabrak seseorang, tapi dengan cepat orang itu menangkap tubuh Kirania agar tidak terjatuh.


Kirania terkesiap saat mengetahui orang yang sedang menahan tubuhnya adalah orang yang menyebabkan dirinya kacau seperti ini.


" Ran, Rania ..." Sabilla yang berhasil menyusul Kirania pun sontak terkejut melihat saat ini Kirania berada dalam rengkuhan pria yang menjadi sumber masalah bagi Kirania.


" Lepaskan!!" Kirania menepis kasar tangan kokoh Dirga yang kini memeluk tubuhnya.


Setelah Dirga melepaskan tubuh Kirania, Kirania pun bergegas meninggalkan Dirga dengan berlinang air mata.


" Kak Dirga breng sek!!" geram Sabilla saat melewati Dirga sebelum akhirnya dia menyusul Kirania.

__ADS_1


Sementara Dirga hanya tercenung, dia sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi. Yang dia ingat tadi hanya wajah bersedih dengan air mata yang membasahi wajah Kirania.


Dirga kemudian menoleh dari mana arah Kirania tadi berasal, dan dilihatnya beberapa mahasiswa memandang ke arahnya tak lama kemudian mereka saling menunduk. Dirga berniat menghampiri mereka guna menanyakan apa yang terjadi, tapi panggilan telepon tiba-tiba menghentikan langkahnya.


Dengan cepat dia mengambil ponselnya, ternyata pesan dari Ruben yang masuk ke nomer WhatsApp nya.


" Obrolan semalam di kafe bocor"


Itu pesan yang dikirimkan Ruben, bersamaan dengan video yang berisikan obrolan dirinya dengan teman-temannya semalam.


" Shit! Siapa yang berani mengusik gue?!" geramnya. Dengan cepat dia menelepon ponsel Ruben. " Lu cari tahu, siapa yang sudah berani menyebarkan privacy gue ke mahasiswa kampus sini, dan bawa ke hadapan gue!" tanpa menunggu balasan Ruben, Dirga mematikan sambungan teleponnya. Kemudian melangkah ke arah tadi Kirania pergi.


Sementara Kirania terus berjalan ke arah luar kampusnya, dan Sabilla pun berhasil menyusulnya.


" Ran, kamu mau ke mana?" Sabilla mencoba mencegah langkah Kirania dengan menarik lengannya.


" Lepaskan, Bil." Kirania menepis sambil masih terisak.


" Tapi kamu mau ke mana?"


" Aku mau pulang, aku malu, Bil. Semua orang mencemooh aku. Aku jadi bulan-bulanan mereka."


" Aku mengerti perasaan kamu, kamu marah, kamu kecewa, kamu malu, tapi kamu jangan lemah gini, dong, Ran!"


" Aku nggak tahu, aku itu punya salah apa sama dia? Aku selama ini nggak pernah mengusik orang lain. Aku nggak pernah jahat sama orang lain. Kenapa mereka jahat sama aku, Bil? Kenapa Kak Dirga setega itu sama aku?" Isak tangis Kirania semakin kencang, hingga membuat Sabilla memeluk tubuh sahabatnya itu dan mencoba menenangkannya.


Sementara tak jauh dari mereka terlihat Dirga menatap ke arah Kirania dan Sabilla berdiri. Dirga bisa melihat Kirania yang sedang menangis dalam pelukan sahabatnya itu.


*


*


*


Bersambung ...


Selamat berpuasa..


Happy Reading😘

__ADS_1


__ADS_2