
Dirga terbangun dari tidurnya dan saat membuka matanya yang dia jumpai adalah wajah sang istri yang tertidur berbantalkan lengannya dan dengan tangan memeluk perutnya. Dirga tersenyum memandangi wajah cantik di hadapannya itu. Dia kemudian memainkan tangannya menyusuri tiap bagian wajah cantik istrinya kemudian menghadiahkan beberapa kecupan di wajah Kirania hingga wanita itu menggeliat tapi tak sampai terbangun.
Tangan kanan Dirga lalu meraih ponsel di atas nakas untuk melihat jam berapa saat ini, dan ternyata jam di ponselnya sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Dirga kemudian mengecek pesan yang masuk di ponselnya. Ada beberapa pesan masuk dan panggilan tak terjawab dari Rizal. Dia kemudian membuka pesan masuk dari Rizal itu.
" Gue sudah hubungi teman adik ipar lu yang sempat disinggahi Karina. Dia bilang kalau adik ipar lu itu berencana menemui mantan tunangan kakaknya. Apa orang yang dimaksud itu orang yang sama yang menjadi rival lu dulu, Bro?"
" Lu tahu mantan tunangannya itu kerja di mana, kan?"
Selepas membaca pesan dari Rizal, Dirga segera menelepon pria itu.
" Halo? Gila lu nggak lihat-lihat waktu telepon dini hari gini, ganggu orang lagi tidur saja!" gerutu Rizal saat menjawab panggilan telepon Dirga.
" Lu yakin kalau Karina menemui orang itu?" tanya Dirga tak perdulikan protes Rizal.
" Iya temannya sih bilang seperti itu. Bukannya mantan tunangan bini lu memang dinas di Jakarta, kan?"
" Tapi untuk apa Karina menemui dia?"
" Itu yang akan kita selidiki. Lu tahu tempat kerja pria itu, kan?"
" Iya, dia kepala cabang Bank xxx."
" Besok pagi rencananya gue mau temui orang itu."
" Gue ikut, Zal."
" Hei, nggak pakai kekerasan di sini, ya!"
" Gue bakal tahan emosi asal dia nggak berbuat yang menyakiti adik ipar gue."
" Iya itu dari pihak lu, gimana kalau justru dia yang tersulit emosi karena harus bertemu kembali dengan pria yang sudah merebut tunangannya?" Rizal terkekeh seraya menyindir.
" Pokoknya gue ikut menemui dia besok!" tegas Dirga tak ingin dibantah.
" Okelah, kalau Bos Dirgantara sudah memberi perintah, siapa yang bisa membantah?!" Rizal kembali menyindir.
" Ya sudah, kalau ada kabar terbaru lagi kabari gue secepatnya!"
" Siap delepan enam!"
Dirga pun kemudian menutup panggilan teleponnya dan kembali menaruh ponselnya di atas nakas, kemudian merengkuh tubuh istrinya lebih erat dan kembali mengistirahatkan dirinya di peraduan.
***
" Apa sudah dapat kabar dari teman Abang soal Karina?" tanya Kirania saat melipat sajadah yang dia dan Dirga pakai selepas melaksanakan sholat Shubuh berjamaah.
" Iya, semalam Rizal sudah kasih kabar." Dirga menjawab seraya memberikan kopiah kepada istrinya itu.
" Lalu gimana? Karina ada di mana sekarang? Apa dia baik-baik saja?" tanya Kirania antusias sambil mencengkram lengan Dirga.
" Kita ngobrolnya sambil duduk." Dirga menunjuk ke arah sofa kemudian merangkul istrinya dan membawanya duduk di sofa.
" Abang, apa yang terjadi?" tanya Kirania penasaran.
" Semalam Rizal mendapatkan kabar dari temannya yang kamu kasih tahu, siapa itu namanya?"
" Layla?"
__ADS_1
" Iya, dia memberi info jika kedatangan Karina ke Jakarta ini karena ingin bertemu dengan ..." Dirga menjeda kata-katanya, sungguh dia malas untuk mengingat nama mantan rivalnya itu.
" Bertemu dengan siapa? Abang cepat katakan!" desak Kirania.
" Mantan tunanganmu."
" Kak Gilang?" Kirania terkesiap hingga menutup mulutnya. " Karina ke sini untuk bertemu Kak Gilang? Tapi untuk apa, Abang?" Kirania merasa sedikit syok mengetahui adiknya itu berniat menemui Gilang. Seketika dia teringat mimpi yang pernah dia alami saat Karina mengatakan mencintai Gilang. Dan apakah mimpinya itu juga menjadi kenyataan setelah sebelumnya soal hubungan Karina dan Zidan sama seperti di mimpinya.
" Ada apa, Sayang?" tanya Dirga saat tiba-tiba istrinya itu termenung dan terlihat gelisah.
" A-aku ingat mimpi aku."
" Mimpi? Memang kamu mimpi tentang apa?"
" Mimpi tentang perkelahian Abang dan Kak Gilang saat Abang mencoba membatalkan acara pertunanganku. Dalam mimpi itu sempat terjadi perkelahian antara kalian dan mengakibatkan penusukan Abang oleh Kak Gilang. Di mimpi itu juga Karina bilang jika dia mencintai Kak Gilang. Apa jangan-jangan itu yang menyebabkan Karina berniat menemui Kak Gilang?" Kirania menceritakan mimpinya.
" Sayang, mimpi itu hanya sekedar bunga tidur, jangan dibikin serius. Kamu lihat 'kan waktu kalian bertunangan, aku gagal membatalkannya?"
" Tapi pada akhirnya Abang lah yang menikah denganku."
" Ya karena aku adalah jodoh yang Tuhan ciptakan untuk kamu, Sayang." Dirga menarik pelan hidung istrinya.
" Tapi soal hubungan Karina yang putus dengan mantannya dulu kenapa bisa sesuai kenyataan?"
" Itu mungkin suatu kebetulan saja."
" Tapi seandainya itu benar, jika Karina mencintai Kak Gilang, gimana?"
" Aku nggak setuju! Aku nggak mau iparan sama dia!" tegas Dirga.
" Iya, tapi bukan dia!" Dirga kemudian bangkit saat ponselnya berbunyi.
" Halo, ada kabar terbaru apa, Zal?" tanya Dirga saat mendapat panggilan telepon dari Rizal.
" Ternyata semalam anak buah gue sudah mendapat info di mana mantan tunangan bini lu tinggal."
" Kalau tempat tinggal dia juga gue tahu."
" Tapi anak buah gue melihat semalam adik ipar lu itu keluar dari salah satu rumah di perumahan The Pearl Regency dengan kondisi menangis."
Dirga langsung melirik ke arah Kirania yang sedang fokus memperhatikannya.
" Apa lu yakin?"
" Iya, setelah kita hubungi driver taxi online yang dia pakai untuk kembali ke hotel, karena sepanjang perjalanan driver itu melihat jika adik ipar lu itu terisak."
" Berarti lu dapat info di mana dia menginap?" Dirga kembali melirik istrinya yang langsung bangkit saat Dirga bertanya tentang menginap.
" Sudah ketemu, Abang?" tanya Kirania penasaran.
" Sssttt ..." Dirga mendekatkan telunjuk ke bibirnya meminta Kirania untuk diam dulu.
" Iya, adik lu ada di hotel X kamar nomer 34."
" Oke kalau begitu, pagi ini juga gue temui pria itu di rumahnya."
" Kita temui dia di rumahnya?"
__ADS_1
" Gue nggak sabar nunggu dia sampai di kantornya."
" Apa nggak sebaiknya kita temui adik ipar lu dulu? Kita tanya dia apa yang terjadi sebelum kita bertindak gegabah. Setelah kita dapat info dari adik ipar lu, jika ada hal buruk yang dia lakukan pada adik ipar lu, baru kita temui dia."
Dirga menghela nafas panjang. " Oke, baiklah ... pagi ini ketemu di sana." Dirga langsung mematikan panggilannya setelah mendapat jawaban oke dari Rizal.
" Gimana, Abang? Sudah ketemu Karina? Dia baik-baik saja kan, Bang?"
Dirga mengusap kedua bahu Kirania. " Tempat adikmu menginap sudah ketemu."
" Lalu keadaan Karina gimana, Abang?"
" Pagi ini kita temui Karina di hotel dia menginap, ya?"
" Tapi apa yang terjadi, Abang? Abang jangan menutupi dariku." Kirania merasa Dirga tidak seluruhnya terbuka soal Karina.
" Semalam, Karina keluar dari perumahan The Pearl Regency sambil menangis."
" Astaghfirullahal adzim ... m-memangnya Karina kenapa, Abang? Dan dia menemui siapa di perumahan itu?"
" Kamu nggak ingat siapa yang tinggal di perumahan The Pearl Regency?" Kirania menggeleng cepat menjawab pertanyaan Dirga.
" Mantan tunanganmu."
Kirania membelalakkan matanya saat dia mengingat rumah dinas Gilang berada di perumahan elit The Pearl Regency.
" Ya Allah, apa yang sudah terjadi sampai Karina menangis? Abang, apa yang terjadi dengan Karina?" Kirania kini langsung meneteskan air mata karena sangat mengkhawatirkan adiknya.
" Jika terjadi sesuatu pada Karina, itu semua salahku, semua karena aku yang salah." Kirania semakin terisak karena dia merasa dialah yang mengakibatkan Karina seperti ini.
" Kamu tenang dulu, kita bersiap dan temui Karina sekarang, ya." Dirga memeluk istrinya dan mencoba menenangkan istrinya itu.
*
*
*
Bersambung ,,,
Readers : Othooooooooooooooorrrrrr🔨🔨🔨💣💣💣 Itu Karina diapain sama Gilang? Kenapa ga ceritain Karina-Gilang dulu sih?😠😠
Alhamdulillah sekarang udah mencapai Gold. Salah satu yg berperan tentu saja dukungan Readers setia MSI, RTB dan KCA.
Beribu² terima kasih untuk all reader atas dukungannya selama ini.
Aku tanpa kalian, bukanlah siapa²
Aku dengan kalian, Alhamdulillah sudah berpredikat Author Gold
Barakallah, lope U all🥰🥰🥰🥰
Doakan aku betah di sini menemani kalian semua ya @noveltoon_ind @mangatoon_ind dan tidak berpindah lapak😁
Happy Reading❤️
__ADS_1