RINDU TAK BERTUAN

RINDU TAK BERTUAN
Siapa Di Belakang Ricky?


__ADS_3

Kirania benar-benar kehilangan akal sehatnya. Serbuan sentuhan dari bibir Dirga yang awalnya hanya dia terima lambat laun mulai dibalasnya. Mendapati Kirania yang mulai merespon apa yang dilakukannya membuat Dirga kini semakin menarik tengkuk wanita itu dengan lidahnya mulai berani masuk menjelajahi rongga mulut Kirania, membuat beberapa kali lenguhan kecil lolos dari mulut wanita cantik itu. Bahkan tangan Kirania yang awalnya hanya mampu meremas baju yang ia pakai, kini mulai berpindah menyentuh pinggang Dirga.


Dan setelah berjalan beberapa menit akhirnya mereka menghentikan pagutan mereka karena sama-sama membutuhkan oksigen yang mesti mereka hirup dan menetralisir degupan jantung mereka berdua yang berdetak semakin kencang tanpa melepas pelukan mereka dan dengan kening yang kini saling bersentuhan.


" Apa arti balasan ciuman darimu, jika bukan karena kau pun merindukanku, hmm?" tanya Dirga lembut membuat Kirania menjauhkan tubuhnya dari Dirga.


Sungguh Kirania sangat malu, berdusta dengan mengatakan tidak rindu, tapi dia menikmati bahkan membalas ciuman Dirga, lenguhan yang lolos dari bibirnya bahkan membuktikan jika dia sangat menikmati pagutan mereka tadi. Seketika itu juga pipinya langsung bersemu merah menahan malu.


Dirga yang merasakan gerakan Kirania yang ingin melepaskan diri tak memberikan kesempatan untuk wanita itu menjauh darinya. Dia malah semakin mengeratkan pelukannya.


" Pak, tolong lepaskan!" pinta Kirania. " Ini salah, mestinya kita tidak melakukan hal ini," sesal Kirania.


" Kenapa? Bukankah kau juga menyukainya, kan?"


" Tidak!" Kirania menggelengkan kepalanya. " Bapak mempunyai istri, dan saya pun sudah bertunangan dengan pria lain."


" Apa kau mencintai tunanganmu itu, hmm?" tanya Dirga seraya memberikan kecupan-kecupan manis di seluruh wajah Kirania.


" Bukankah hanya Dirgantara seorang yang kau cintai," bisik Dirga disertai gigitan lemah di cuping telinga Kirania hingga membuat darah wanita itu kembali berdesir.


" Ayo katakan, apa kau mencintai tunanganmu hingga rela meninggalkan pria yang sesungguhnya kau cintai ini, hmm?" Kirania sampai harus menelan salivanya berkali-kali karena Dirga masih terus saja mengabsen semua bagian wajahnya dengan kecupan.


" Bapak suami orang dan mempunyai keluarga." Kirania memilih alasan itu, karena jika dia berdusta dengan mengatakan mencintai Gilang sudah pasti Dirga tidak akan percaya.


Dirga menjauhkan wajahnya dari Kirania saat mendengar ucapan Kirania tapi senyuman langsung terukir di bibirnya.


" Aku dan Nadia sudah resmi bercerai."


Kirania terkesiap mendengar perkataan Dirga.


" Tadi pagi sidang putusan hakimnya. Mulai saat ini aku resmi bukan suami wanita manapun, tapi akan segera menjadi suami seseorang wanita bernama Kirania Ambarwati." Tangan Dirga menyampirkan helaian rambut Kirania yang terlepas dari ikatan, membuat Kirania seakan membeku mengetahui fakta jika Dirga kini sudah menyandang status duda. Hatinya seakan mencelos. Dia ingat jika Dirga berjanji akan segera menyelesaikan urusan perceraiannya dan memintanya sabar menunggu. Tapi apa yang dilakukannya? Dia malah memilih menyerah dan memutuskan bertunangan dengan pria lain. Seketika nafasnya tercekat di tenggorokan jika mengingat dia sudah gegabah mengambil keputusan.


" M-maaf, tapi saya sudah bertunangan," lirih Kirania menundukkan kepalanya.


" Baru bertunangan, kan? Belum ada pernikahan. Artinya masih ada peluang untukku memilikimu. Sebelum ada janur kuning melengkung, kesempatan untuk bisa mendapatkan kembali dirimu masih terbuka lebar. Siapa yang bergerak cepat, dialah yang akan mendapatkannya." Dirga mengucapkan kalimat-kalimat itu dengan penuh semangat.

__ADS_1


" Tapi, Pak ...."


" Sssttt ..." Dirga menempelkan telunjuknya ke bibir Kirania membuat wanita itu menghentikan ucapannya. " Aku ini bukan bosmu lagi, jadi berhentilah memanggilku bapak. Panggil aku seperti biasa kamu panggil aku dulu, Kak Dirga atau kamu mau ganti memanggilku sayang misalnya." Dirga terkekeh membuat Kirania memutar bola matanya.


Dirga lalu meraih tangan kiri Kirania, secara perlahan dia mengeluarkan cincin pertunangan Kirania dan Gilang dari jari manis Kirania.


" Kak ...."


" Kau sudah tidak membutuhkan cincin ini lagi " Sedetik kemudian Dirga langsung menggerakan tangannya membuang cincin itu ke arah pantai. Sontak hal itu membuat Kirania membelalakkan matanya.


" Astaghfirullahal adzim." Kirania memekik melihat Dirga membuang cincin pertunangan miliknya. " Kak, kenapa di buang cincinnya?" Kirania memutar tubuhnya melihat ke arah Dirga melempar cincin tadi, tapi Dirga kembali menarik tubuh Kirania hingga kembali menghadapnya.


" Aku akan mengganti dengan yang lebih bagus dari itu. Aku akan menggantinya dengan cincin pernikahan kita. Itu yang mestinya terpasang di sini." Dirga menunjuk jari manis Kirania yang kini telah kosong.


" Iya tapi kenapa dibuang?" Kirania merasa kesal dengan tingkah Dirga. Karena dia tak enak hati pada Gilang jika pria itu tahu cincinnya hilang atau dibuang oleh Dirga.


" Kan sudah kubilang kau sudah tidak membutuhkannya, karena kau tidak akan meneruskan pertunangan kalian."


" Tapi setidaknya dikembalikan, jangan dibuang seperti itu." Kirania bersungut kesal, sembari menoleh ke arah cincin dibuang tadi.


***


" Selamat malam Pak, Dirga. Bagaimana sudah berjumpa?"


Suara Ricky dibarengi dengan suara kekehan terdengar di ponsel Dirga saat hubungan teleponnya tersambung. Dirga sengaja menekan loudspeak agar percakapannya dengan sang asisten didengar Kirania agar wanita itu percaya jika dia tidak terlibat dengan penculikan Kirania ini.


" Sial!! Bagaimana kamu bisa melakukan ini, Rick?" umpat Dirga penasaran.


" Pak Dirga tahu, kenapa Pak Poetra merekrut saya menjadi orang kepercayaan beliau? Karena saya selalu memberikan yang terbaik yang bisa saya lakukan untuk atasan saya."


Ya, tentu saja Dirga sangat ingat jika papanya merekrut Ricky bekerja di perusahaan papanya sejak pria itu berusia sembilan belas tahun. Pria yang kini sudah menginjak usia tiga puluh lima tahun itu adalah anak dari pekerja bangunan yang orang tuanya meninggal karena mengalami kecelakaan kerja di proyek yang sedang Pak Poetra garap saat Ricky berusia lima belas tahun. Karena itulah, sebagai bentuk tanggung jawabnya, Pak Poetra membiayai Ricky juga adiknya hingga tamat sekolah. Selain bekerja, Ricky pun diberi kesempatan mengenyam pendidikan di bangku kuliah, karena Pak Poetra melihat sosok Ricky adalah sosok pemuda yang ulet, sangat berbeda dengan kedua anak laki-lakinya Bima juga Dirga. Tak heran jika Pak Poetra sangat mengandalkannya dan menjadikan asistennya. Bahkan hingga kini Dirga yang memimpin perusahaan pun, Ricky tetaplah selalu bisa diandalkan. Itulah sebabnya dia memerintahkan Ricky menanggani langsung perusahaan papanya di luar pulau yang sedang bermasalah, yang dia dengar kabar belakangan ini semakin stabil sejak Ricky menghandle urusan di sana.


" Iya, tapi bagaimana kau bisa tahu tentang Kirania? Aku tidak pernah sekalipun menyinggung tentang Kirania di hadapanmu." Dirga semakin dibuat penasaran.


" Tapi pilihan Pak Dirga memang istimewa, dia sangat cantik, pantas selama enam tahun ini Pak Dirga tidak bisa berpaling kepada wanita lain, Ibu Nadia sekalipun." Ricky mengabaikan pertanyaan Dirga.

__ADS_1


Dirga menoleh ke arah Kirania yang juga sedang mendengarkan percakapannya. Dengan jari tangannya yang saling bertautan dengan jemari Kirania, Dirga langsung mengecup punggung tangan wanita itu yang kini menoleh ke arahnya.


" Tentu saja, dia sangat istimewa untukku, karena aku sangat mencintainya."


Kalimat yang diucapkan Dirga membuat Kirania merona, jiwanya pun serasa terbang ke angkasa. Setiap ungkapan rasa cinta yang terlontar di bibir pria itu sanggup melumpuhkan akal sehatnya.


" Kalau saja dia bukan milik Pak Dirga, sudah pasti saya bawa kabur ke Kalimantan." Ricky berseloroh seraya terkekeh.


" Hei, kau jangan macam-macam!!" ancam Dirga mendengar perkataan Ricky yang dibalas gelak tawa sang asisten.


" Siapa dalang yang membawa kabur Kirania sebenarnya? Aku yakin kau tidak mungkin tahu persoalan yang terjadi padaku dan Kirania jika tidak ada yang menyuruhmu," selidik Dirga.


" Rencana membawa kabur itu semua karena ide saya dengan dibantu beberapa orang, semua murni ide saya. Tapi memang ada seseorang yang menyuruh saya membantu menyelesaikan permasalahan kisah cinta Pak Dirga. Orang itu adalah ...."


" Adalah siapa? Halo?? Halo Ricky?? Ah, sial ..." Dirga mengumpat karena hubungan teleponnya terputus. Karena dia sangat penasaran siapa di belakang Ricky yang sudah meminta bantuan asistennya itu untuk bergerak. Dia mencoba menghubungi nomer Ricky kembali, namun yang terdengar suara operator yang berkata,


" Nomer yang ada hubungi sedang tidak aktif atau berada diluar service area, cobalah beberapa saat lagi."


*


*


*


Bersambung ...


R : Othooooooorrr, bisa ga sih, ga pake acara ngegantung kaya jemuran?!


O : Bisa dong, tapi nanti saat kata Bersambung berubah menjadi Tamat🤭🤭🤭


R : Haseeeeeeemmm💣💣💥💥


Yuk ayo, yang belum mampir di Novel MSI berkenalanlah sama couple terHot Tata & Yoga dan juga novel KCA ketemu dengan Gavin & Rara


Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2