RINDU TAK BERTUAN

RINDU TAK BERTUAN
Ternoda


__ADS_3

Dirga baru selesai bermain futsal saat notif dari ponselnya berbunyi. Segera dia mengecek pesan yang masuk di ponselnya. Terlihat pesan masuk dari Doni, temannya. Dirga lalu membuka pesan yang ternyata sebuah gambar yang membuat matanya terbelalak. Dia memperbesar gambar yang dikirim Doni. Seketika membuat giginya mengerat, emosinya pun kemudian tersulut. Belum lagi pesan teks yang bernada provokasi dikirimkan Doni.


" Cewek lu digandeng cowok lain, dong. Pantas diajak jalan keluar lu ga mau🤣🤣🤣😜"


" Lu masih kalau pamor sama pesona seorang Prayoga 😜"


Dengan tergesa Dirga berjalan menuju mobilnya, setelah mendapat informasi di mana letak mereka berada dari Doni.


" Shit !! Punya nyali juga dia." geram Dirga memukul stir mobilnya. Dirga pun melajukan dengan kecepatan kencang menuju tempat yang ditunjuk oleh Doni.


Saat sampai di tempat tujuan, dengan langkah lebar Dirga bergegas masuk ke coffee shop yang disebutkan oleh Doni.


Sesampainya di tempat yang dituju, Dirga disuguhi pemandangan yang membuat dadanya terasa terbakar saat melihat Kirania duduk berhadapan dengan Yoga, dengan tangannya disentuh oleh pria itu.


" Apa yang kalian berdua lakukan di sini?!" hardiknya membuat dua orang dihadapannya itu tersentak melihat keberadaannya.


" Kak Dirga?"


" Bang ..."


Kirania dan Yoga terkesiap mendapati Dirga sudah berdiri di samping mereka.


" Brengsek, lu!" Dirga langsung mencengkram kerah baju yang dipakai Yoga, hingga membuat tubuh Yoga tertarik ke atas. Dan dengan cepat juga dia menghantamkan tinju ke wajah tampan Yoga.


" Kak, hentikan!!" seru Kirania mencoba melerai Dirga yang sedang dalam keadaan emosi yang memuncak.


" Gue sudah peringatkan supaya lu jangan pernah dekati Kirania!" geramnya hendak memberi tinju lagi ke arah Yoga namun tangan Kirania langsung merangkul lengannya.

__ADS_1


" Kak, jangan!! Hentikan!! Kamu kenapa memukul Yoga? Dia tidak bersalah. Kenapa kamu tega memukul orang yang telah menolong kamu!!" Sambil terisak Kirania mengucapkan kalimat yang bernada kekecewaan.


Dirga yang melihat Kirania sangat mengkhawatirkan Yoga kembali tersulut emosi. Dia kemudian menarik tangan Kirania dengan amat kasar dan membawa Kirania pergi.


" Bang, mau dibawa ke mana Rania?" Yoga berusaha mengikuti Dirga. Karena bagaimanapun dia yang bertanggung jawab membawa Kirania pergi dari rumahnya.


" Lu jangan ikut campur urusan gue!!" gertak Dirga sambil menunjuk ke arah muka Yoga.


" Tapi, Bang ...."


Dirga tak perdulikan Yoga. Apalagi Doni yang masih ada di sekitar situ tiba-tiba menghadang langkah Yoga.


Dirga dengan emosi yang meluap menarik paksa tangan Kirania membuat Kirania meringis


" Kamu mau bawa aku ke mana? Biarkan aku pulang sama Yoga, Kak" pinta Kirania memohon tapi tidak digubris oleh Dirga. Bahkan Dirga menghempaskan tubuh Kirania dengan kasar di jok mobil saat mereka sudah sampai di area parkir.


" Kak, aku mau pulang. Pakde aku pasti cemas kalau aku nggak pulang bareng sama Yoga." Kirania masih berusaha mengiba. Dia sangat mengkhawatirkan pakdenya jika tahu saat ini dia dibawa paksa Dirga. Tapi Dirga bergeming membuat Kirania hanya bisa terisak.


" Kita mau ke mana, Kak? Aku nggak mau!" Kirania menahan langkahnya sehingga membuat Dirga akhirnya mengangkat tubuh Kirania dengan pundaknya. Kirania memberontak sambil memukul tubuh Dirga.


" Kak Dirga lepaskan!! Kamu gila!! Lepaskan aku!!" teriak Kirania. Namun sekali lagi Dirga tak memperdulikan. Sampai akhirnya Dirga masuk ke salah satu unit apartemen. Dengan cepat dia membawa Kirania ke kamar dan menghempaskan tubuh Kirania ke atas tempat tidur. Dirga langsung menindih dan mengurung Kirania dengan tubuhnya.


" Astaghfirullahal adzim, Ka-kamu mau apa?" Kirania mencoba beringsut tapi tubuh Dirga menahannya.


" Kak, lepaskan aku. Demi Allah jangan lakukan ini." Kirania terisak di tengah ketakutannya.


" Kenapa? Kenapa kau mau pergi dengan dia, sementara kau menolak pergi bersamaku dengan alasan malas?! Kenapa kau berdandan rapih saat pergi dengan dia, sedangkan bersamaku kau hanya mengunakan piyama?! Kenapa kamu membiarkan dia menyentuhmu?! Jadi ini alasanmu menolak ajakan aku?! Karena kau ingin berkencan dengannya?! Apa kau menyukainya?!" Masih dengan nada emosi Dirga mengucapkan kata-katanya dan amarah di sorot matanya.

__ADS_1


Kirania menggeleng. " A-aku, pakde yang menyuruh aku menemaninya. Tolong lepaskan aku, Kak."


" Melepaskanmu dan membiarkan pria lain kembali menyentuhmu?! Jangan harap aku akan melepaskanmu." Dirga langsung menyergap bibir Kirania, menye sap dan melu mat secara paksa membuat Kirania histeris. Tapi tangis dan teriakannya teredam ciuman dari Dirga. Dirga pun kemudian mengoyak dress yang dikenakan Kirania secara paksa.


" Astaghfirullahal adzim. Kak, tolong jangan lakukan itu." Kirania menangis tersedu.


Dirga yang sudah terbakar rasa cemburu langsung menarik kain penutup bagian bawah Kirania. Dia pun melepas celana yang dikenakan. Memperlihatkan miliknya yang sudah menegang. Dengan segera dia hujamkan miliknya ke inti Kirania yang masih terasa sempit secara paksa. Tanpa ada kelembutan dan pemanasan membuat Kirania memekik histeris. menangis dan berontak. Tapi itu tak menghentikan kegilaan Dirga. Dia justru makin kencang melakukan penyatuan di area inti Kirania.


" Aaawwww ...," teriak Kirania histeris. Seketika itu juga dia benar-benar merasa hancur. Saat intinya berhasil dimasuki milik Dirga. Dia hanya bisa menangis saat kesuciannya sebagai seorang wanita yang selama ini dia jaga, yang dia banggakan harus ternoda oleh orang yang bukan menjadi suaminya. Disisa tenaganya dia masih berusaha melepaskan diri dari penyatuan yang dilakukan Dirga. Tapi apalah daya, dia hanya seorang wanita yang tidak punya tenaga sekuat Dirga. Dia hanya bisa menangisi nasib malangnya.


Setelah mencapai pelepasan, Dirga langsung ambruk di samping Kirania. Dia langsung merengkuh tubuh Kirania tapi Kirania menepisnya. Kirania langsung membelakangi Dirga. Dia merasakan bagian intinya yang terasa amat perih atas perbuatan Dirga tadi.


" Kau sudah menjadi milikku, Sayang. Tak ada pria lain yang bisa menyentuhmu dan memilikimu." Jemari Dirga menyampirkan helaian rambut ke belakang telinga Kirania walau kembali ditepis Kirania.


" Kamu tidak usah khawatir. Aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan terhadapmu." Dirga mengecup pelipis Kirania membuat Kirania terisak kencang.


" Sssttt ... kamu tak perlu takut. Aku tidak akan meninggalkanmu. Bahkan jika kamu menginginkan menikah sekarang, akan aku lakukan." Bisik Dirga. Membuat Kirania membalikkan tubuhnya menatap dengan sorot mata penuh kebencian.


" Kamu jahat!! Aku benci kamu!! Kamu sudah menghancurkan aku!! Kamu monster!! Aku benci kamu!! Ini 'kan yang kamu rencanakan dari awal?! Kau hanya ingin meniduriku seperti wanita lain yang pernah kamu tiduri?! Aku benci kamu, Dirgantara, aku benci kamu!!" teriak Kirania sambil memukul dada Dirga sambil terisak. Dirga akhirnya merengkuh tubuh Kirania yang masih berontak.


" Kamu boleh memakiku sepuasnya. Aku pantas mendapatkannya. Tapi asal kamu tahu. Aku mencintaimu. Aku akan bertanggung jawab. Aku tidak menganggap kamu seperti wanita lain. Aku hanya cemburu. Aku tidak ingin orang lain menyentuhmu. Aku hanya ingin aku lah yang bisa memilikimu, bukan orang lain." Dirga menghujani ciuman di pucuk kepala Kirania yang masih menangis tersedu dalam dekapannya.


*


"


"

__ADS_1


Bersambung ...


Happy Reading ❤️


__ADS_2