RINDU TAK BERTUAN

RINDU TAK BERTUAN
Aku Akan Buat Perhitungan Denganmu!


__ADS_3

Dari ruang kerjanya Dirga terlihat mencari informasi di mana Kirania saat ini berada. Dia yakin Kirania tidak akan ada di apartemennya, oleh karena itu dia mengatur orang untuk menghubungi penggelola apartemen untuk meminta rekaman cctv tertutama di luar lobby F untuk mengetahui kapan Kirania pergi meninggalkan apartemen dan siapa yang menjemputnya.


Dari rekaman cctv di apartemen terlihat jika Kirania meninggalkan apartemen pukul tujuh pagi dengan sebuah taksi online, beberapa kali tertangkap kamera cctv wanita itu sedang menyeka air matanya. Tentu saja hal itu semakin membuat hati Dirga merasa tergigit. Dia tahu Kirania melakukan hal ini dengan sangat terpaksa. Seketika ingatannya kembali pada kejadian kemarin sangat Kirania bersikap aneh. Dirga merutuki dirinya yang tidak peka dengan perubahan sikap Kirania yang tiba-tiba.


Dirga kemudian meminta orang suruhannya menghubungi pihak perusahaan taksi online itu, untuk mencari tahu ke mana mobil dengan plat nomer seperti yang nampak di cctv itu membawa Kirania pergi.


Sesuai dengan dugaan Dirga, ternyata Kirania menuju ke Stasiun Gambir, setidaknya itulah informasi yang di dapat orang suruhannya. Dirga langsung mengarahkan dugaan jika Kirania kembali ke kotanya. Dari ponselnya dia mengecek jadwal keberangkatan kereta api pagi menuju Cirebon. Jika Dirga melihat jam kedatangan Kirania di stasiun Gambir, besar kemungkinan Kirania menggunakan kereta Agro Bromo Anggrek keberangkatan pukul 08.00, kemungkinan sekarang sudah sampai Cirebon karena jam kedatangan pukul 10.30 atau jika telat sedikit Kirania kemungkinan menggunakan kereta Argo Dwipangga jam keberangkat 08.30 dan sampai di Stasiun Kejaksan Cirebon sekitar pukul 11.18. Sedangkan saat ini arloji yang melingkar di tangan Dirga menunjukkan jam 11.45 menit. Mengingat jarak stasiun kota tak jauh dari tempat tinggal Kirania, dia pun mengira jika saat ini Kirania sudah tiba di rumahnya.


Dirga langsung menghubungi nomer seseorang.


" Halo, Assalamualaikum ... ini nomernya Kak Dirga, kan?" Seseorang dari telepon langsung bertanya saat sambungan telepon terhubung.


" Waalaikumsalam, iya benar ini aku, Rin." Dirga menyahuti Karina, adik Kirania yang dia hubungi.


" Wah, ada apa nih Kak Dirga telepon aku? Mau ada acara makan-makan lagi, ya?" tanya Karina terkekeh.


Dirga tersenyum menanggapi celotehan wanita yang dia anggap sebagai calon adik iparnya itu. " Rin, apa Kirania ada di sana?" tanyanya kemudian.


" Mbak Rania? Nggak ada kok, Kak. Memangnya kenapa? Apa Mbak Rania kabur lagi? Kak Dirga sudah cek di kantor belum? Jangan sampai kaya kejadian kemarin lho, Mbak Rania ada di kantor eh Kak Dirga sampai cari ke sini." Karina memberondong pertanyaan dengan diakhiri sebuah sindiran mengingat tingkah Dirga beberapa waktu lalu.


" Dia resign dari perusahaan."


" Hah?? Kok bisa?? Kak Dirga berantem sama Mbak Rania, ya?" pekik Karina memekakkan telinga hingga membuat Dirga sejenak menjauhkan ponsel dari telinganya. " Iihh kenapa pakai berantem segala sih, couple UWU favorit aku ini?"


" Jadi kakakmu ada di sana, nggak?" Dirga yang memang membutuhkan kepastian soal keberadaan Kirania mengabaikan pertanyaan Karina.


" Tadi pagi sih nggak ada, Kak. Tapi kalau sekarang aku nggak tahu, soalnya aku ada di tempat kerja, di rumah nggak ada orang. Nanti istirhat makan siang aku pulang ke rumah deh, Kak. Siapa tahu Mbak Rania memang pulang ke sini."


" Oh, ya sudah kalau gitu. Kalau kamu dapat kabar tadi Kakakmu, kasih tahu aku, ya," ujar Dirga.


" Ah siap, Bos!" dengan cepat Karina menyahuti.


" Oke, sip. Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam calon kakak ipar." Karina terkekeh membalas salam dari Dirga.

__ADS_1


Dirga langsung menutup ponselnya, dia kemudian mencoba menghubungi ponsel Bude Arum juga menghubungi Hasna serta Sabilla, tapi jawaban yang didapat tetap sama, tak ada yang tahu keberadaan Kirania.


Dirga menghela nafas panjang seraya mengusap kasar wajahnya.


" Kamu sembunyi di mana pun, aku yakin aku pasti akan menemukanmu, Kirania Ambarwati." gumam Dirga.


Tok tok tok


Dirga langsung menoleh ke arah pintu saat suara pintu diketuk.


" Permisi, Pak. Ini saya dapat rekaman cctv dari pihak bank yang Bapak minta." Pak Wendy menyerahkan flashdisk kepada Dirga.


" Iya sudah, Pak Wendy silahkan kembali ke tempat." Dirga menerima Flashdisk dari tangan Pak Wendy.


" Baik, Pak. Saya permisi." Pak Wendy beranjak meninggalkan ruangan Dirga.


Dengan segera Dirga memasang flashdisk itu ke laptopnya. Dia memperhatikan detik-detik saat transaksi penyetoran itu terjadi yang terekam oleh cctv bank. Dirga mendapati sosok wanita yang mengenakan baju yang Kirania pakai kemarin. Tatapan matanya semakin tajam memastikan jika sosok itu adalah Kirania. Dirga memperbesar gambar di laptopnya, ternyata itu memang benar Kirania. Dirga lalu memperhatikan sosok wanita di sebelah Kirania, dia sangat hapal dengan postur tubuh wanita di sebelah Kirania yang menggunakan kacamata hitam. Mata Dirga melebar seketika saat dia mengenali sosok wanita itu.


" Nadia??" geram Dirga dengan tangan mengepal disertai giginya yang mengerat, aura kemarahan pun sudah menyebar ke seluruh hati dan otaknya.


" Berani sekali dia melakukan semua itu! Kau bermain-main dengaku, Nadia. Shit ...!!" Dirga menghantam meja kerja dengan sangat keras, lalu dengan langkah lebar dia meninggalkan ruang kerjanya.


***


" Nadia !!! Keluar, aku bilang keluar dari persembunyianmu!!" suara Dirga semakin menggelegar.


" Tuan Dirga." Imah salah seorang ART langsung mendekati Dirga.


" Mana Nyonyamu?!" geram Dirga dengan wajah merah padam karena diselimuti emosi yang meluap.


" I-ibu Nadia ...."


" Mas? Ada apa? Kenapa kamu datang teriak-teriak?" Belum sempat Imah menjawab Dirga, dari lantai atas Nadia muncul dan dengan cepat berjalan menuruni anak tangga.


Dirga yang melihat Nadia langsung mencengkram menarik lengan Nadia dengan kencang lalu menghempaskan tubuh Nadia ke sofa hingga membuat wanita itu memekik kesakitan.

__ADS_1


" Apa yang sudah kau lakukan pada Rania, hah?! Apa yang kau katakan kepadanya hingga dia pergi meninggalkanku?!" bentak Dirga dengan intonasi suara yang sangat keras.


" A-a-apa maksudmu, Mas?" Nadia yang kaget melihat Dirga yang marah mencoba pura-pura tidak memahami apa yang ditanyakan Dirga.


" Kau jangan pura-pura tidak tahu apa maksudku, Nadia! Apa yang sudah kau katakan padanya?! Apa kau mengancamnya?! Apa kau yang menyuruhnya pergi, hahh?! Apa kau tidak juga sadar kalau aku tidak akan pernah mencintaimu lagi, Nadia!!" Geram Dirga dengan mata memerah dan rahang mengeras.


" Apa kau tidak mengerti kalau aku tidak bahagia dengan pernikahan ini?! Kenapa kau melakukan semua ini kepada Raniaku?! Aku sangat mencintainya! Dan kau telah membuatnya pergi dariku. Apa yang ada di dalam otakmu, hahh?!" Tak henti-hentinya Dirga membentak Nadia. Nadia sendiri dibuat ketakutan atas apa yang dilakukan Dirga kepadanya, karena selama ini dia tak pernah melihat pria itu semarah ini.


" Katakan padaku, apa yang kau janjikan?! Apa yang kau hasut padanya, sehingga kau mau membayar uang itu?!" Dirga kembali menarik lengan Nadia hingga wanita itu kembali berdiri. " Katakan padaku, Nadia. Katakan!!" Dirga sampai menguncang dua pundak Nadia.


" A-aku tidak bicara apa-apa, aku-aku ... dia yang meminta bantuanku, dia yang ingin lepas darimu. Dia itu tidak mencintaimu, karena itu dia meninggalkanmu, Dirga! Sadarlah ..." Nadia berdusta.


" Bohong!! Kamu pembohong!!


" Aku tidak bohong, Dirga! Dia yang mengatakan ingin lepas dari kontrak kerja itu! Dia tidak mencintaimu, Kirania itu tidak pernah mencintaimu!!" Nadia sudah berlinang air mata, sebenarnya dia sangat ketakutan melihat Dirga seperti ini.


" Aaarrrgghh ...!!" Dirga yang semakin tersulut emosi mendengar pembelaan diri Nadia langsung menghempaskan tubuh Nadia, hingga tubuhnya terhuyung dan hampir jatuh ke lantai namun sebuah tangan menangkap tubuh Nadia yang sempoyongan itu.


" Dirga, apa yang kau lakukan?? Apa kau sudah gila?!" Kamu sama saja melakukan tindakan kekerasan." Edward yang baru saja datang sempat tersentak melihat sikap Dirga. " Kamu nggak apa-apa?" tanya Edward kepada Nadia yang terlihat ketakutan.


" Ada apa sebenarnya? Kenapa kau semarah ini?" Edward benar-benar dibuat bingung oleh sikap Dirga.


" Kau tanyalah padanya apa yang sudah dia lakukan kepada Rania!" Dirga berbicara kepada Edward tapi matanya terus menghunus tajam ke arah Nadia. " Dan kau ..." Dirga menunjukkan jari telunjuknya tepat di hadapan wajah Nadia


" Jika aku tidak berhasil mendapatkan Rania kembali, jika sampai terjadi sesuatu pada Rania. Aku akan buat perhitungan denganmu!!" Dirga langsung beranjak meninggalkan Edward dan Nadia hingga langkahnya terhenti saat dilihatnya seorang gadis kecil sedang bersembunyi di balik kursi dengan wajah berlinang air mata.


Dirga mendengus sebelum akhirnya menghampiri Kayla yang malah beringsut ketakutan saat Dirga mendekat ke arahnya. Dirga lalu mengelus kepala dan mengangkat tubuh Kayla lalu mengusap air mata di pipi lembut Kayla.


" Kela takut Papa malah-malah (marah-marah)" ucap Kayla tersedu.


Dirga lalu mengecup pucuk kepala Kayla beberapa saat kemudian melihat dua pengasuh yang masih tercengang melihat kejadian tadi. " Kalian bawalah Kayla ke kamarnya." Dirga lalu menyerahkan Kayla pada Sus Wati, kemudian dengan langkah lebar meninggalkan rumah itu.


***


Bersambung ...

__ADS_1


Yang masih aja penasaran siapa jodoh Rania, lirik aja di MSI, di situ udah aku kasih clue nya terang benderang, lho 😂😂


Happy Reading❤️


__ADS_2