RINDU TAK BERTUAN

RINDU TAK BERTUAN
Ancaman Dirga


__ADS_3

Kirania berjalan meninggalkan area kampusnya saat tiba-tiba suara seseorang yang sudah sangat dia hapal memanggilnya. Kirania menoleh ke arah suara tadi. Dia melihat Dirga yang berjalan mendekat ke arahnya berdiri.


" Ran, aku minta maaf atas kekacauan yang terjadi," ucap Dirga merasa bersalah.


" Untuk apa Kak Dirga melakukan semua itu? Untuk apa Kak Dirga menyuruh Naura meminta maaf kepadaku?" tanya Kirania bernada ketus.


" Aku tahu aku salah."


" Kamu bisa menghukum orang lain atas kesalahan yang mereka perbuat. Sementara kamu sendiri, kamu merasa apa yang telah kamu lakukan bukanlah kesalahan. Aku nggak masalah mereka menyakiti fisik aku, tapi semua yang kamu dan teman-teman kamu bicarakan itu merupakan penghinaan buat aku. Aku nggak tahu aku punya salah apa ke kamu, Kak. Sampai kamu berbuat seperti itu, menganggap aku sebagai barang taruhan. Aku juga nggak menyangka harga diri aku hanya senilai motor kamu," ucap Kirania dengan nada tercekat di tenggorokan.


" Ran, kamu salah paham ...."


Belum sempat Dirga menyelesaikan ucapannya, Kirania disibukkan oleh bunyi telepon di dalam tasnya. Kirania melirik ke arah Dirga saat dia melihat Yoga lah yang menghubunginya.


" Assalamualaikum, Ga."


" Waalaikumsalam, kamu di mana?"


" Aku masih di dalam kampus, sebentar lagi aku keluar."


" Ya sudah, aku tunggu, Assalamualaikum ...."


" Waalaikumsalam." Kirania kemudian menaruh kembali ponselnya di tas.


" Siapa yang menelepon mu tadi? Prayoga?!" Ada nada tak suka dari ucapan Dirga.


Kirania menghela nafas perlahan, dia tak berminat berdebat lagi dengan pria yang belakangan ini membuat hidupnya terasa kacau.


" Aku permisi." Kirania berpamitan pada Dirga tapi tangan Dirga mencengkram lengan Kirania hingga menghalangi langkah Kirania.


" Ada hubungan apa kamu sama Prayoga itu?" tanya Dirga dengan sorot mata yang menghunus tajam menatap bola mata indah milik Kirania.


" Apapun hubungan aku dengan dia, nggak ada urusannya dengan kamu, Kak!" Kirania berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Dirga, tapi Dirga tidak membiarkan wanita itu lepas dari genggamannya.

__ADS_1


" Aku tidak suka kau dekat dengan dia!" ketus Dirga.


" Apa hak kamu melarang aku dekat dengan dia?!" tantang Kirania.


" Aku tidak hanya melarang mu dekat dengan dia, tapi aku juga melarang mu dekat dengan pria mana pun juga!" Dirga menyatakan keberatannya.


Kirania tersenyum sinis. " Kenapa? Karena kamu merasa penasaran, tidak bisa memenangkan taruhan mu?!" sindiran pedas terucap dari bibir Kirania. " Apa karena harga diri kamu merasa tercoreng karena gagal menaklukan cewek kuper seperti aku?!" Kirania menatap tajam ke arah Dirga, entah dari mana datangnya keberanian itu, dia juga tidak mengerti.


" Aku tidak akan membiarkan pria mana pun memilikimu. Karena kamu hanyalah milikku!" tegas Dirga memandangi bibir ranum Kirania


" Aku bukan milikmu, kau tidak berhak mengaturku! Kau tidak berhak melarang ku dekat dengan pria mana pun juga, termasuk dengan Yoga!" sanggah Kirania masih tidak melepaskan pandangannya dari Dirga. Tanpa mereka sadari posisi mereka yang terlihat sangat intim menarik perhatian beberapa mahasiswa yang masih ada di kampus siang itu.


" Aku akan menjadikan kamu milikku, hanya milikku!" Dengan cepat Dirga menarik tengkuk Kirania dan menyergap bibir ranum Kirania, hingga membuat wanita itu terperanjat. Seketika Kirania mendorong tubuh Dirga.


Plakk


Kirania pun memberikan sebuah tamparan kepada Dirga. " Kamu breng sek! Berani sekali kamu berbuat itu kepadaku!" Air mata yang tak terduga langsung luruh di pipinya. Kirania langsung berlari ke arah luar gerbang kampus. Apa yang dilakukan Dirga baru saja sungguh sangat menghina harga dirinya sebagai seorang wanita. Dia merasa kembali dipermalukan oleh Dirga. Setelah video pengakuan alasan Dirga mendekatinya, kini sikap Dirga dengan tanpa malu menciumnya di area kampus, di depan umum yang tentu saja akan dilihat oleh mahasiswa kampus mereka.


***


" Antar aku pulang sekarang, Ga." Kirania menyeka air matanya.


" Tapi kenapa kamu menangis, Ran? Apa yang membuat kamu sedih? Apa ada yang mengusik kamu lagi?" rentetan pertanyaan diajukan Yoga.


" Please, Ga. Antar aku pulang sekarang." Kirania nampak keberatan menjawab pertanyaan Yoga. Membuat Yoga akhirnya mau tidak mau menuruti Kirania.


Sesampainya di rumah pakdenya pun Kirania tanpa pamit langsung berlari ke kamarnya, membuat Bude Arum yang membukakan pintu rumah hanya bisa terbengong.


" Lho, Rania kenapa?" tanya Bude Arum kepada Yoga yang baru turun dari motornya.


" Assalamualaikum, Bu." Yoga langsung mencium punggung tangan Bude Arum.


" Waalaikumsalam, Rania kenapa, Nak Yoga?" Bude Arum penasaran kenapa keponakannya itu tiba-tiba datang dan berlari menuju kamarnya tanpa memberikan salam.

__ADS_1


" Saya juga nggak mengerti, Bu. Tadi saat saya jemput, dia keluar dari kampus sambil menangis. Saat saya tanya ada masalah apa? Rania tidak mau menjawab, hanya minta saya segera membawa pulang ke sini." Yoga mencoba menjelaskan apa yang dia ketahui.


" Ya Allah, ada masalah apa lagi sih dengan anak itu?" Bude Arum terlihat cemas.


Yoga yang menangkap kecemasan Bude Arum langsung berinisiatif bertanya. " Maaf, Bu. Kalau boleh saya tahu, apa Rania sering seperti ini? Pulang dari kampus menangis?"


" Sebelumnya dia tidak pernah seperti ini, walaupun dia anaknya pendiam, tapi dia tidak pernah ada masalah dengan orang lain. Tapi semenjak ..." Bude Arum terlihat ragu untuk berbicara.


" Semenjak apa, Bu?" Yoga nampak penasaran.


" Semenjak dia dekat dengan Nak Dirga, sepertinya ada saja masalah yang datang."


Yoga menghela nafasnya dalam-dalam, saat nama Dirga disebut Bude Arum. Dia berpikir apakah masalah yang menimpa Kirania saat ini juga ada hubungannya dengan pria yang dia kenal sebagai pemain wanita itu.


***


Setelah berbincang sebentar dengan Bude Arum, Yoga pun berpamitan. Walaupun hatinya ingin tahu apa yang terjadi pada wanita yang mulai mengisi hatinya itu, tapi dia harus meredam rasa ingin tahu nya itu dan menghargai privacy Kirania. Mungkin lain waktu dia akan mencari tahu masalah yang sebenarnya sedang gadis itu hadapi.


Yoga menghentikan motornya secara mendadak saat sebuah motor sport berhenti menyilang di depan motornya. Yoga mengenali siapa orang yang ada di atas motor sport itu.


" Bang Dirga??"


" Gue minta sama lu, mulai sekarang jauhi Rania!" hardik Dirga tanpa turun dari atas motornya.


" Maaf, Bang. Sebenarnya ada apa? Tadi saya antar Kirania pulang sambil menangis. Apa ada hubungan dengan Bang Dirga?"


" Lu nggak perlu tahu apa yang terjadi antara gue dengan Kirania. Yang perlu lu lakukan adalah menjauhi Kirania sekarang juga. Kalau lu masih berani menjemput Rania di kampus, lu bakal tahu sendiri akibatnya. Nggak perduli lu pernah tolong gue atau nggak!" ancam Dirga sebelum akhirnya dia meninggalkan Yoga dan mengemudikan motornya dengan kencang.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ...


Happy Reading ❤️


__ADS_2