
" Bagaimana di rumah mama tadi? Apa kamu senang?" tanya Dirga saat menjemput istrinya sepulang dari kantor.
" Alhamdulillah menyenangkan, Abang. Mama sangat baik ternyata. Kayanya aku betah jika tiap hari harus menemani mama." Kirania sangat antusias menceritakan tentang mama mertuanya.
" Enak saja setiap hari." Dirga memprotes. " Apa kamu merasa keberatan mengurus suamimu, hmm?" Dirga menjewer telinga Karina.
" Abang ... " Kirania terkekeh saat Dirga menjewer telinganya walaupun dilakukan Dirga dengan lemah. " Kok aku dijewer, sih?" Kirania pura-pura mencebikkan bibirnya.
" Karena kamu bandel nggak mau nurut sama suami."
Kirania terkikik. " Mama cerita sama aku, ternyata Papa Poetra mirip seperti Abang sikap posesifnya terhadap istri. Lebay ..." bisik Kirania mendekat di telinga suaminya itu.
" Aku bukan lebay, tapi aku ini terlalu cinta sama kamu." Dirga menampik julukan yang diberikan Kirania untuknya.
" Ternyata mama itu orangnya baik dan aku bersyukur mama bisa menerima aku dengan baik."
" Tentu saja mama bisa menerima dengan baik, karena mama tahu jika anaknya ini bahagia bisa menikah denganmu."
Kirania menoleh seraya memiringkan tubuhnya ke arah Dirga.
" Abang bahagia menikah denganku?" tanya Kirania.
" Sangat, aku sangat bahagia menikah denganmu." Dirga langsung menautkan tangannya dengan menggenggam tangan istrinya lalu kemudian menghujani kecupan pada punggung tangan berkulit halus lembut milik Kirania membuat istrinya itu tersipu.
Tak lama kemudian mobil yang dikendarai Dirga memasuki halaman sebuah toko florist yang kebetulan dilewatinya.
" Kita mau apa ke sini?" tanya Kirania heran.
" Kamu tunggulah di sini." Dirga melepas seat belt nya dan turun dari mobilnya. " Awas jangan kabur, ya!"
Kirania tergelak mendengar ancaman suaminya itu dan membiarkan suaminya itu masuk ke dalam toko bunga itu.
" Selamat sore, Tuan. Ada yang bisa dibantu? Sedang mencari bunga apa, Tuan?" sapa wanita cantik pegawai dari toko florist itu menyapa Dirga yang baru saja masuk ke dalam toko.
" Tolong pilihkan buket mawar putih." Dirga berucap penuh wibawa layak seorang atasan yang memerintahkan anak buahnya.
" Baik, Tuan. Untuk pasangan, anggota keluarga lain atau kerabat?" tanya wanita itu.
" Kamu kepo sekali." Dirga nampak tidak suka pegawai toko itu terlalu mendetail menanyakan.
" Oh ... maaf Tuan, bukan begitu maksud saya. Saya hanya memilihkan buket yang cocok untuk orang yang ingin Tuan beri buket." Pegawai toko itu langsung menerangkan maksudnya.
__ADS_1
" Untuk istri."
" Silahkan, Tuan. Ada beberapa desain buket mawar putih di sini. Tuan ingin yang seperti apa?" Wanita cantik itu menunjukkan beberapa model buket dari layar komputer yang ditunjukkan kepada Dirga.
" Saya mau yang seperti ini saja." Dirga menunjuk buket mawar putih yang di tengahnya diberi mawar berwarna pink berbentuk hati.
" Ada request khusus untuk jumlah kuntum mawar yang diinginkan atau sesuai contoh ini saja, Tuan?"
" Sesuai itu saja."
" Baik, Tuan. Silahkan menunggu sebentar." Wanita itu menunjuk ke arah sofa menyuruh Dirga menunggu sebentar. "Ra, Rara ... Tuan ini pesan buket mawar putih sesuai kode nomer delapan. Suruh Yeti segera membuatkan." Wanita itu meminta rekannya yang mengenakan hijab untuk segera meminta karyawan yang sudah ahli untuk segera mengerjakan. Karena wanita berhijab itu adalah pegawai baru di toko florist itu.
" Baik, Mbak Anin." Wanita berhijab bernama Azzahra yang dipanggil oleh wanita yang bernama Anindita pun segera melakukan perintah Anindita.
Sekitar lima belas menit menunggu di mobil akhirnya Kirania melihat suaminya itu keluar dari toko florist dengan sebuah buket mawar putih dalam genggamannya. Seulas senyuman langsung merekah di bibirnya. Suaminya itu benar-benar membuatnya serasa menjadi wanita paling beruntung di dunia ini.
" Untuk istriku tercinta." Dirga langsung menyodorkan buket itu ke hadapan Kirania saat dia masuk ke dalam mobilnya.
" Ah, Abang ..." Wajah Kirania langsung bersemu merah. " Terima kasih, Abang." Kirania langsung mengecup pipi suaminya itu.
" Kamu ingat pertama kali cium aku? Saat aku memberikan buket mawar putih saat pacaran dulu. Sekarang pun aku mendapat kecupan yang sama. Kalau tiap hari kamu berikan kecupan seperti itu, aku akan berikan kamu buket mawar putih setiap hari juga."
" Buat apa kasih tiap hari? Kalau Abang ingin aku cium pipi Abang seperti itu, nggak harus kasih aku bunga, Abang. Ya kalau sekali waktu sih nggak apa, tapi kalau setiap hari sayang-sayang 'kan uangnya." Kirania menolak niat suaminya itu.
" Nggak, aku nggak meragukan kemampuan Abang, kok. Abang borong semua bunga berikut toko-tokonya pun aku percaya Abang mampu. Tapi daripada uangnya dikeluarin percuma seperti itu, mending Abang sumbangkan ke panti asuhan. Lebih bermanfaat, lebih berkah dan Insya Allah akan memperlancar rezeki kita ke depannya." Kirania lebih rasional dalam berpendapat.
Dirga yang mendengar alasan istrinya menolak keinginannya kini langsung merangkum wajah cantik istrinya itu.
" Inilah yang membuat aku semakin mencintaimu, Sayang. Kebaikan, kesederhanaan dan ketulusanmu adalah kecantikan hatimu yang melengkapi kecantikan parasmu. Bagaimana mungkin aku bisa berpaling darimu, jika kau sudah membuatku jatuh terlalu dalam ke dasar hatimu?" Dirga langsung membenamkan sebuah kecupan di bibir ranum sang istri tercinta.
***
Ting
* Ah, Abang ...!!" Kirania memekik kaget saat dirasanya tubuhnya melayang karena Dirga mangangkat tubuhnya ala bridal style saat pintu lift terbuka dan kini Dirga membawa tubuh Kirania di antara kedua lengannya seraya berjalan menuju apartemennya.
" Abang, turunkan aku. Aku malu kalau nanti ada yang lihat," pinta Kirania merasa suaminya itu kadang terlalu berlebihan walaupun apa yang dilakukannya adalah hal-hal yang sweet.
" Biarkan saja yang lain lihat, biar mereka itu iri melihat kita seperti ini." Dirga tidak memperdulikan permintaan Kirania membuat istrinya itu hanya bisa pasrah menerima apa yang dilakukan oleh suaminya itu.
Sesampai di apartemennya, Dirga langsung menuju kamar dan meletakan tubuh Kirania di atas tempat tidur. Kemudian dengan cepat dia mengungkung tubuh Kirania dan memberikan sentuhan-sentuhan memabukkan kepada istrinya itu.
__ADS_1
" Abang, sudah mau Maghrib." Kirania berusaha menghentikan aksi sang suaminya yang jika dibiarkan akan berakhir seperti apa.
Dirga melirik arlojinya. Waktu memang sudah menunjukkan jam setengah enam sore. Dan rasanya dia tidak bisa melanjutkan aksinya itu, membuatnya hanya bisa tertunduk pasrah di ceruk leher Kirania dengan deru nafas kasar hingga terasa di kulit halus Kirania.
Kirania membelai rambut hitam lebat suaminya lalu berkata, " Kita bisa melakukannya selepas isya nanti, kan? Abang jangan sedih gitu, dong," bisik Kirania di telinga Dirga membuat akhirnya menghempaskan tubuhnya di samping Kirania.
Kirania memiringkan tubuhnya dengan menyangga kepala dengan tangannya menatap sang suami.
" Abang kalau kepingin nggak lihat-lihat waktu, sih." Tangan Kirania terulur membelai rahang kokoh suaminya.
" Itu karena kamu menggodaku," tuding Dirga.
" Aku menggoda apa, Abang?" Kirania tidak terima dituduh seperti itu.
" Kamu tadi cium-cium pipi aku."
Kirania membulatkan matanya. " Cium pipi dianggap menggoda? Ya sudah deh, aku nggak mau cium-cium pipi Abang lagi kalau dituduh seperti itu." Kirania berniat bangkit dari tempat tidur namun tangan kekar Dirga menahannya.
" Coba saja kalau berani melakukan hal itu!" ancam Dirga menatap bibir semanis madu yang selalu menjadi candu untuknya.
Kirania tersenyum mendapati suaminya itu menatap penuh damba terhadapnya. " Abang mandi dulu sana, biar yang panas membaranya jadi dingin karena mandi dan kena air wudhu. Apalagi kalau sudah sholat, pasti apa yang diinginkan Abang bisa diredam sementara waktu. Nggak lama ini, paling sekitar satu sentengah jam sampai dua jam. Setelahnya Abang bebas melakukan apa yang Abang mau kepadaku."
Kata-kata Kirania bagaikan cambuk yang melecut semangat Dirga, membuat akhirnya Dirga bangkit dan dengan penuh semangat menuju kamar mandi meninggalkan Kirania yang hanya mampu tersenyum dan menggelengkan kepala melihat ulah suaminya seperti anak kecil yang mau melakukan sesuatu karena diiming-imingi diberikan mainan kesukaannya
*
*
*
Bersambung ...
Akun IG ku menghilang, Jadi readers yang follow akun lama silahkan beralih ke akun baru rez.zha29
Mohon dukungannya untuk karya aku yg lain, MSI dan KCA. Khusus MSI readers yang belum mampir di sana silahkan berkunjung dan nikmati sensasi beda dari kisah cinta Tata & Yoga yang unik dan lain daripada yg lain.
juga KCA yg mulai masuk bab² seru kisah cinta Gavin & Rara. Dukung Othor dengan jempol dan komentar kalian ya.
1 komen + 1 like \= 2 dukungan untuk Othor. Jadi jangan kendor kasih like dan tinggalkan komen kalian, karena itu adalah nyawa untuk Othor bisa tetap bertahan di platform ini. Makasih🙏
__ADS_1
Happy Reading❤️