Sang Penari

Sang Penari
#Ada aku dan kita#


__ADS_3

"Aku pulang!"kata Agatha.


"Sayang kamu juga disini oh... Oma sangat merindukan mu"ucap Ariana sambil menitikkan air mata.


Bukan tanpa alasan jika ekspresi atau reaksi Ariana, begitu berlebihan semua karena mendiang pria yang sangat ia cintai, begitu menyayangi cucu bontot nya yang terkadang memiliki banyak kesulitan dalam melewati kehidupan nya.


Bukan Marvin tidak mencintai cucunya yang lain, tapi Agatha dengan segala cobaan hidup yang gadis itu lalui membuat Marvin lebih perhatian pada Agatha, dia ingin cucunya bisa bertahan hidup dan menjadi gadis normal seperti pada umumnya.


Agatha, selalu jadi prioritas utama bagi seluruh keluarga karena dia memiliki kekurangan yang bahkan hampir mengancam jiwa nya, itulah kenapa Marvin lebih perhatian pada cucunya itu dan di akhir hayat nya dia berpesan untuk selalu menjaga Agatha dan Ariana pesan itu disampaikan oleh Marvin, dihadapan semua nya pada Alvin putra Marvin satu-satunya.


"Oma... Agatha rindu Oma, dan semua nya"ucap Agatha sambil tersenyum kemudian menghujani wajah sang Oma, dengan kecupan penuh kasih sayang.


Begitupun sebaliknya, Ariana lakukan pada Agatha.


Kemudian Agatha, memberikan pelukan pada NATO Alana Rosella dan juga ketiga keponakan nya, disana tatapan mata teduh dari Piter dia dapatkan, Agatha pun memeluk Piter, meskipun hanya satu detik dan itu sudah membuat semua orang kaget karena pertengkaran yang selalu terjadi di antara mereka.


"Aku harus peluk dia juga kasihan"ucap Agatha sambil berusaha tersenyum.


"Dasar Big baby" ucap Piter.


"Kau!"


Seketika suara gelak tawa terdengar nyaring dari semua orang, saat melihat keduanya sudah kembali ke posisi semula Tom and Jerry beraksi.


Agatha pun menghampiri kedua orang tua nya yang kini tengah duduk di sofa Gadis itu langsung memeluk keduanya dan mencium pipi mommy dan Daddy nya.


Jika saat kecil Agatha, adalah anak yang pendiam kini ditengah keluarga dia selalu yang paling heboh, meskipun Agatha tetap lah Agatha, si gadis yang selalu bisa menyimpan rahasia.


Sampai saat ini dia masih menjadi yang utama dalam keluarganya bukan karena Agatha anak bontot, tapi karena gadis itu sudah sangat menderita melewati jalan hidupnya.


"Sayang mommy... melihat mu dengan pria tampan yang gagah, bisa cerita siapa? dia"ucap Anggita.


"Owh mommy melihat dia.... dia hanya teman mom, dia sangat baik dia juga sudah memiliki dua anak yang sangat comel, tapi Agatha tidak pernah melihat dimana ibunya"ucap Agatha.


"Dia sudah berkeluarga atau seorang duda?"tanya Anggita.


"Aku tidak tau mom...kami juga tidak pernah membahas soal itu, yang jelas dia baik pada Agatha, urusan pribadi tidak pernah saling mengungkit dan Agatha nyaman berteman dengan nya" ucap Agatha.


Dan jawaban Agatha, sudah membuat hati seseorang merasa lega, ya dia adalah pria yang kini hendak pergi ke lantai dua siapa lagi? jika bukan Piter.


Meskipun dia ikhlas tidak dapat memiliki Agatha, tapi hatinya akan terasa sakit jika dia mengetahui bahwa Agatha, sudah memiliki pria lain.


Sementara Agatha, sendiri kini sudah tidak ingin lagi memikirkan tentang cinta, karena cinta hanya membawa rasa sakit bagi Agatha.


Gadis itu sudah memasrahkan semua pada pemilik kehidupan, dia tidak ingin lagi memaksakan kehendak karena biar bagaimanapun hanya pemilik kehidupan yang berhak untuk memutuskan hidupnya akan bagaimana, setelah dia berusaha dan berdoa.


"Sayang boleh Mommy kasih saran"ujar Anggita.


"Apa? itu mom.."tanya Agatha.


"Apapun yang terjadi nanti diantara kalian, mommy harap Agatha kuat dan tidak akan terluka dalam lagi" ucap Anggita.


"Tidak mom.. Agatha bisa melewati semua nya"ucap Agatha yakin.


" kamu memang bisa sayang ingat jangan lupa pesan mommy" ucap Anggita.


*Sayang... kamu bisa ambil cuti jika lelah kapanpun, Daddy akan membebaskan mu"ucap Alvin menimpali obrolan mereka agar tidak terlalu serius.


"Daddy tenang saja Agatha enjoy kok, dengan ini semua ucap Agatha.


"Daddy tau sayang Agatha anak Daddy yang paling kuat"ucap Alvin.


"Aku datang!" ucap seseorang yang kini terlihat sangat tampan dan gagah berjalan di ikuti oleh pelayan yang membawa kan koper besar milik nya.


"Alvaro!" ucap Anggita, wanita itu langsung berlari dan memeluk putra pertamanya yang juga memeluk nya.


"Iya mom..Al pulang"ucap nya sambil mengecup pipi mommy sambung yang terasa seperti mommy kandung, karena sejak kecil dia tidak pernah tau wajah ibunya yang asli, Marvin menyembunyikan semuanya demi kebaikan Alvaro, meskipun Alvaro selalu dibawa berziarah kubur ke makam ibu kandung nya dan selalu diberitahu bahwa Agnes, adalah ibu kandung nya.


Semua itu karena Marvin, tidak ingin cucunya tau jika ia lahir sebagai anak haram.


Agatha pun memeluk erat kakak kesayangan nya itu, sedari kecil Alvaro dan NATO yang selalu sabar berada di sisi nya yang kadang membuat orang lain mungkin tidak tahan dengan segala keterbatasan nya.

__ADS_1


"Aku rindu kakak"ucap Agatha.


"Kakak juga sangat merindukan sayang"ucap nya sambil mengecup puncak kepala adiknya itu sangat lama.


"Kakak ipar mana? tanya Agatha, yang belum tau semua kejadian itu.


"Kakak ipar..."


"Kakak ipar sudah di surga sayang"ucap Anggita yang kini memeluk keduanya terutama Alvaro yang sangat terpukul.


Tapi reaksi Agatha, yang tidak pernah diduga.


"T tidak i itu tidak mungkin opah kakak ipar opah tidak!!" gadis itu langsung pingsan dan terjatuh di lantai sehingga Alvaro dengan sigap mengangkat tubuh nya itu.


"Agatha!" semua orang tampak panik Agatha benar-benar shock, dan yang lain pun lebih shock lagi.


Karena biar bagaimanapun Agatha, tidak boleh stress.


"Daddy hiks hiks hiks putri kita Daddy"ucap Anggita yang kini terduduk di lantai sebelah sofa, dimana disitu NATO tengah memeriksa keadaan Agatha.


"Kamu yang kuat sayang putri kita akan baik-baik saja dia selalu bisa melewati semua nya selama ini"ucap Alvin.


Pria itu selalu berusaha untuk terlihat kuat, seperti yang Daddynya ajarkan meskipun dia sendiri sedang sangat terluka sekalipun seperti saat ini.


"Bangun sayang kamu kuat masih ada kakak disini"ucap Alvaro.


Pria tampan itu juga kini tengah menitikkan air mata, selain rasa sakit karena kehilangan orang yang sangat spesial bagi nya dan wanita yang selalu mendampingi nya dalam keadaan apapun meskipun pernah satu kali wanita itu ingin menyerah, karena tidak kuat dengan sifatnya yang selalu terjebak dalam scandal bersama wanita-wanita yang ia jumpai.


Ya... Irma adalah wanita tangguh yang selama ini selalu bersabar dan terus mendampingi Alvaro, dalam segala keadaan, dia mampu menjadi istri yang baik sekaligus partner kerja dan juga teman bagi pria yang kini sudah berusia Tiga puluh satu tahun itu.


Alvaro, dan Irma selisih lima tahun lebih tua Irma lima tahun saat mereka menikah tapi postur tubuh Alvaro yang tinggi tegap, mampu menutupi itu, dan Irma selalu tampil lebih muda dari usia nya.


...🌸......🌸...


Setelah hampir satu jam tidak sadarkan diri dan kini Agatha, terbangun dalam keadaan sedih dia menangis sesenggukan, bukan hanya kabar duka yang dia terima tapi tentang dirinya yang selalu bermasalah dengan otak nya.


Jika bisa Agatha, ingin membuat permohonan pada tuhan untuk mengganti otak nya dengan yang lebih baik atau jika tidak berikan keajaiban untuk bisa sembuh total dan normal seperti manusia yang memiliki kesehatan itu.


Agatha, masih menangis pilu begitu juga dengan semua orang yang kini ada di dalam kamar nya, kecuali Piter dan Alvin.


Setelah tangis reda semua orang kini berkumpul di meja makan, karena sudah saatnya makan malam bersama.


Ariana kini duduk di tempat biasa sementara kursi tempat Marvin, dikosongkan Ariana yakin suaminya ikut duduk di sana seperti penglihatan nya, jasadnya mungkin sudah hancur dan menyatu dengan tanah tapi jiwanya masih bisa Ariana lihat bahkan hingga saat ini, mereka berinteraksi layaknya kehidupan abadi.


Ariana selalu merasa pelukan hangat dari mendiang suaminya dan mereka masih mengobrol layaknya di film, karena cinta sejati mereka selama ini.


"Apa? kamu ingin sesuatu sayang!' ucap Ariana, dalam hati.


Dan itu di angguki oleh jiwa Marvin.


Seperti itulah cara mereka berinteraksi, sementara Alvaro, dia tidak sedikit pun melihat bayangan istrinya.


Hanya dalam benak nya, seperti selama ini hanya nama dan foto yang selalu dia lihat saat sebelum dan sesudah bangun tidur.


Malam pun berlalu berganti pagi yang cerah, Agatha sudah bersiap untuk pergi ke kantor, dia bersama dengan Alvaro, NATO, dan Alvin, saat ini adalah rapat pemegang saham.


Agatha yang sangat cantik dan berpenampilan elegan kini dengan celana bahan dan blazer berwarna Nevi dan rambut kuncir kuda itu berhasil menjadi pusat perhatian, saat dia turun dari berjalan di lobby kantor tersebut, karena dia diapit oleh tiga pria gagah dan tampan salah satu nya merupakan CEO cabang perusahaan sekaligus dokter, dia adalah NATO, dan Alvaro yang terlihat dingin dan tegas sementara sang Daddy berada di pertengahan kedua sifat putra nya itu.


Hingga mereka memasuki lift khusus Presdir, diikuti oleh para asisten pribadi mereka.


Akhirnya semua orang yang melihat itu kini bubar untuk memulai melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda.


Agatha, masuk kedalam ruangan CEO, bersama kedua kakak nya, disini Alvin yang memimpin.


Hingga rapat pemegang saham dimulai di ruangan khusus yang selalu dijadikan tempat mereka rapat.


Rapat itu dihadiri oleh Kristofer dan Alexander, karena keduanya juga sama-sama memiliki saham di perusahaan tersebut saat mereka bekerja sama sedari dulu.


Kedua pasang mata pria itu, menatap kearah wanita yang terlihat sangat cantik dan elegan, dia tengah berinteraksi dengan dua pria tampan sekaligus, yang mengapit posisi duduk nya saat ini.


Jujur keduanya merasa sangat iri, meskipun tau bahwa kedua pria itu adalah keluarga Agatha.

__ADS_1


Tapi saat melihat interaksi mereka yang lebih dekat, membuat keduanya merasa mendapatkan saingan.


Kini rapat pun dibuka Agatha, mulai membuka rapat tersebut sesuai perintah dari bos besar nya yang tidak lain adalah Daddynya sendiri.


"Baiklah tuan dan nyonya, kita akan mulai rapat pemegang saham tahun ini, tapi sebelum itu tuan Alvin ingin menyampaikan sesuatu"suara lantang Agatha terdengar begitu nyaring, tapi sempat terhenti karena Piter, baru saja membuka pintu.


"Maaf kan saya terlambat"ucap nya yang kini menggunakan setelan jas yang senada dengan yang digunakan NATO dan Alvaro.


Piter duduk di samping NATO.


"Masih niat untuk datang setelah terlambat"bisik NATO, lirih.


"Tukar tempat duduk"ucap Piter.


"Berani bayar berapa? untuk bisa mendekati adikku"ucap NATO, yang tau dengan perasaan Piter padanya.


"Mobil keluaran terbaru bagaimana?"ucap NATO lagi.


"Heumm... boleh jika kamu ingin istri ku tau bahwa kau sekongkol dengan ku"ucap Piter.


"Sialan, tidak jadi dan kau tetap di posisi itu"ucap NATO.


Mereka memang sering menjadikan itu sebagai candaan, meskipun NATO tidak membenarkan perbuatan Piter, yang mencintai kedua adiknya itu.


Sampai rapat berakhir, Agatha yang keluar lebih dulu karena ingin ke tolilet di susul oleh Alex dan Piter, meskipun tidak dengan tujuan yang sama tapi mereka sempat bertemu di lorong.


Agatha hanya bersikap biasa saja, tidak ada yang menunjukkan ekspresi apapun, sampai akhirnya mereka tiba di depan toilet masing-masing.


"Agatha tunggu"ucap Alexander, saat melihat Agatha baru keluar dari dalam toilet .


"Ada apa? tuan Alex, apa? mobilnya masih kurang harganya"ucap Agatha dingin.


"Bukan itu Agatha, tolong ambil kembali kedua mobil itu" ucap Alexander yang kini menghalangi jalan nya.


"Aku bukan tempat sampah kamu juga sudah mendapatkan ganti ruginya, jadi sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan"ucap Agatha.


"Yang aku mohon! jangan bersikap seperti ini aku masih sangat mencintai mu hingga saat ini.


"Heumm...ada aku dan kita kalian masih seperti sekarang, apa? aku tidak salah dengar... mencintai"ucap Piter, dengan senyum mengejek.


"Bukan urusan mu" ucap Alexander.


"Tentu urusan ku dia adikku" ucap Piter.


"Adik yang kamu cintai tapi terhalang istri mu bukan" ucap Alex.


"Cukup! sudah cukup kalian sudah membuat kepalaku sakit, lebih baik urus hidup kalian masing-masing"ucap Agatha yang langsung pergi.


Disana Kristofer berdiri di hadapan ketiganya.


"Honey mana yang sakit sini aku obati"ujar pria itu.


Kristofer merangkul pinggang Agatha, dan berjalan meninggalkan kedua pria yang kini mengepalkan tangannya.


'Kau tau siapa? dia"tanya Alex.


"Siapa? yang tidak mengenal pria yang di juluki raja iblis ketua black dragon."ucap Piter.


"Sekarang saingan kita bukan hanya antara kita tapi ada yang lebih berat.


"Bersaing.... hahaha... aku bahkan bisa mendapatkan gadis itu kapan saja" sombong Piter.


"Jangan macam-macam dia adalah tunangan ku"ucap Alexander.


"Hahaha... anak kecil pun tau jika Alexander Abraham sedang berkhayal."ejek Piter.


"Kau!" teriak Alexander.


Sementara Agatha, kini tengah menangis sesenggukan di dada bidang Kristofer, yang kini tengah duduk di ruang wakil CEO.


"Kau kuat honey, dan aku tidak ingin melihat mu menangis lagi"ucap Kristofer.

__ADS_1


" Aku sedih bukan karena mereka memperebutkan aku tapi kenapa nasibku begini"


__ADS_2