Sang Penari

Sang Penari
#Agatha sakit#


__ADS_3

Agatha tertidur pulas hingga pagi tiba, Xena tengah membuat kegaduhan di dapur dengan suara musik DJ, yang memekakkan telinga dan gerakan tarian yang erotis sambil memasak nasi goreng ala-ala koki profesional.


"Xena... rumah ini bisa runtuh jika kamu buat kegaduhan di sini, dan ini lagi, bau gosong apa!"teriak Agatha.


"Ah... aku lupa nasi goreng!"teriak Xena, yang keasikan berjoget ria, hingga nasi goreng nya langsung gosong.


Agatha, mematikan music tersebut dia juga membuka mengaktifkan penghisap udara tidak sedap yang ada di sana.


"Ah...selamat"ucap keduanya.


"Lain kali jika ingin masak harus fokus masak jika tidak bukan hanya tempat ini yang terbakar tapi semua, apa? kau mau jadi daging panggang"ucap Agatha.


"Sorry, biasanya gue gak pernah lupa"ucap Xena.


"Ya sudah lain kali pergi ke club malam jika kamu ingin berjoget ria, sekalian disana ada teman"ucap Agatha.


"Ya honey"jawab Xena.


Agatha langsung pergi meninggalkan Xena, yang tengah membersihkan bekas kekacauan nya.


Setelah tiga puluh menit kemudian Agatha selesai mandi dan berpakaian formal, dirinya sudah siap untuk pergi ke kantor tapi sebelum itu dia sarapan pagi yang sudah Xena, pesan menggunakan ponsel Agatha.


Agatha, melihat itu hanya bisa tersenyum pasrah karena teman nya itu tidak pernah bisa pegang uang.


Agatha tau Xena, sudah tidak punya siapa-siapa selain dirinya karena keluarga nya sudah membuang wanita yang dianggap tidak berguna itu, tapi Agatha tidak tega membiarkan gadis itu terlantar meskipun dia selalu tinggal di luar negeri, tapi dia tidak punya penghasilan selain menggunakan uang yang selalu Agatha isi ke rekening Bank milik gadis itu.


Xena juga menempati rumah Agatha yang ada di Amerika.


"Aku sudah selesai jika ingin jalan-jalan bawa saja kartu itu"ucap Agatha sambil memberikan black card miliknya.


"Jangan yang ini, yang lain saja"ucap Xena.


"Owh ini saja tapi ingat ada limit nya" ucap Agatha.


"Iya honey, gak beli yang mahal hanya cuci mata doang ini buat jaga-jaga"ucap nya.


"Bawa saja mobil ku, sudah selesai diperbaiki, aku masih gunakan punya Oma, hari ini ada meeting penting, jadi mungkin ponsel ku tak akan bisa di hubungi untuk beberapa saat, ingat jangan macam-macam dan jaga diri" ucap Agatha.


"Baik honey muachh" ucap nya sambil nyelonong pergi, untuk membuka pintu bagi Agatha yang hendak pergi ke luar.


"Aku pergi dulu ya, ingat hati-hati"ucap Agatha.


"Ya, bawel" jawab Xena.


Agatha pun langsung masuk kedalam lift hingga tiba di basement, disaat akan mendekati ke arah mobil nya, dia langsung mematung saat melihat Kristofer sudah berada di hadapan nya.


Agatha terdiam sambil menatap lekat wajah tampan yang kini terlihat menahan kekesalan nya.


Kristofer terlihat menghela nafas kemudian ia berkata"Mau sampai kapan terus begini"ujarnya, datar.


"Aku tidak tau, tanyakan pada hati mu"jawab Agatha, sambil berjalan hendak melewati Kristofer, tapi kemudian Agatha tertahan langkah nya karena sebelah tangan kekar itu, menarik pinggang ramping yang padat berisi itu.


"Sepertinya peringatan waktu itu masih kurang"ucap Kristofer terdengar mencekam.


"Aku ada meeting penting, kita bisa bicara setelah itu, terserah mau bicara dimana"ucap Agatha.


"Aku datang bukan untuk diabaikan oleh mu" ucap nya sambil menarik Agatha, kedalam dekapannya.


"Yang aku ada meeting, kamu ngerti gak sih" ucap Agatha dengan nada manja.


"Apa? itu lebih penting dari ku"tanya Kristofer lagi.


"Tidak Kris... bukan begitu, kita bisa bicara setelah selesai meeting, kamu ikut aku ke kantor saja ya"ucap Agatha.


"Dubai, aku harus segera pergi kesana satu jam lagi mungkin selama tiga tahun aku disana bersama dengan nya"ucap Kristofer.


"Ya... pergilah aku rasa tidak ada gunanya bicara dengan ku, aku juga bukan siapa-siapa tidak penting ju"


"Hentikan kata-kata itu"ucap Kristofer tegas.


"Apa? aku salah, sepertinya kamu lebih suka aku jadi boneka atau barang yang bisa kamu mainkan jika kamu sedang tidak senang dengan nya" ujar Agatha, yang langsung menepis tangan Kristofer, yang kini menatap lekat punggung gadis itu.

__ADS_1


"Sekali lagi kamu melangkah aku tidak menjamin seluruh keluarga mu selamat"ucap Kristofer.


"Kau mengancam ku, silahkan lakukan apapun yang kamu mau,opah juga sudah meninggal di tangan musuh mu"ucap Agatha sambil menatap penuh kecewa.


"Agatha, aku tidak main-main" ucap Kristofer.


"Sekalian, habisi nyawa ku juga" ucap Agatha yang langsung pergi meninggalkan Kristofer dengan mobilnya.


"Agatha menangis dalam diam, semua itu terasa sangat menyakitkan dijadikan wanita cadangan, rasanya wanita manapun tidak akan pernah sanggup, kecuali dia yang sudah mati rasa.


Hingga mobil tersebut tiba di depan pelataran kantor tepat depan lobby, Agatha langsung disambut oleh satpam yang kini membungkuk hormat padanya.


"Apa? Daddy sudah datang" ucap Agatha.


"Tuan bos tidak datang"ucap satpam tersebut.


"Owh ya sudah terimakasih" ujar Agatha yang kini terlihat memberikan kunci mobil milik Agatha.


Sementara itu, seseorang datang menyusul dengan langkah tegas dia berjalan diikuti oleh beberapa bodyguard nya.


Saat Agatha, hendak naik lift, gadis itu tertahan di sana saat melihat orang yang ia tinggalkan tadi kini sudah berada di hadapan nya.


"Mau sampai kapan kamu jadi pembangkang seperti ini"ujarnya sambil menarik Agatha mendekat ke arah nya.


Kristofer langsung mencium bibir Agatha, secara kasar dia juga menggigit bibir bawah Agatha, karena gadis itu tidak merespon nya, hingga bibir itu terbuka sedikit akhirnya Kristofer memperdalam ciuman tersebut, hingga ciuman itu berlanjut di leher meninggalkan bekas merah keunguan, Kristofer, membuat Agatha, menangis sesenggukan saat itu juga sambil memukuli dada bidang Kristofer, yang kini menatap lekat wajah cantik itu mereka belum keluar dari lift, saat ini karena Kristofer, menahan nya.


"Antar aku ke bandara karena meeting telah dibatalkan"ucap Kristofer.


"Ada dia bersama dengan mu, apa? kau sengaja ingin menghabisi ku, kenapa? tidak sekalian saat ini saja" ucap Agatha.


" Dia sudah berangkat lebih dulu, karena aku beralasan harus mengurus sesuatu, jadi hanya ada kita"ucap Kristofer.


"Aku masih banyak urusan, kamu ada banyak pengawal yang menemani mu" ucap Agatha kekeuh tidak ingin ikut.


"Honey, masih mau membantah" ucap Kristofer.


"Aku tidak membantah Kris, pergilah" ucap Agatha.


"Apa mau mu! kau yang putuskan ingin tinggal bersama dengan nya di sana dan kau yang ingin pergi sekarang kamu menyalahkan aku, untuk semua itu, dimana letak salahku" ucap Agatha sambil menangis sesenggukan.


...🌸.......🌸...


Baru saja Agatha keluar dari dalam mobil yang Kristofer buka pintu nya, tiba-tiba.


"Don, kamu sudah datang honey"ucap wanita yang kini memeluk mesra Kristofer di hadapan semua orang.


Sementara Agatha, berdiri mematung menatap penuh kebencian terhadap Kristofer yang sudah mempermainkan dirinya, pikir Agatha.


Gadis itu lalu berbalik ke arah kemudi dan akhirnya pergi begitu saja tanpa bisa dicegah.


Tangis pilu itu kembali pecah, Agatha, bahkan tidak bisa konsentrasi dalam mengemudi hampir saja dia menabrak mobil lainnya, sampai akhirnya dia menghentikan mobilnya di tepi jalan dia mengunci mobil tersebut dan mencegat taksi yang lewat .


Agatha menelpon asisten kantor nya untuk mengambil mobil tersebut.


Sementara itu Kristofer benar-benar sedang tidak baik-baik saja, saat ini dia tengah menahan amarah Agatha, pasti sedang sangat kecewa saat ini bahkan dia melihat tatapan itu saat Agatha, melihat mereka berdua.


"Agatha tiba di kantor dia langsung meminta semua peserta meeting hadir di ruang meeting tersebut.


Hingga beberapa jam kemudian, mereka baru selesai meeting, setelah itu wanita itu langsung pergi menuju ruangan nya Agatha, terus bersibuk tanpa memperdulikan perutnya yang terasa melilit sakit .


Hingga akhirnya seseorang datang dan memasuki ruangan tersebut, Piter, langsung bergegas menghampiri Agatha yang kini tergeletak di lantai.


"Sayang kamu kenapa?"ucap piter refleks di hadapan asisten pribadi nya.


Piter langsung meraih tubuh lemah itu.


"Aku tidak mau dibawa ke rumah sakit kak, antar aku pulang saja, tolong jangan biarkan siapapun tau"mohon Agatha.


"Baiklah tapi kamu tetap harus diobati oleh dokter"ujar Piter.


Piter membawa Agatha lewati lift khusus yang menuju basement kantor tersebut Agatha tidak ingin ada yang melihat itu.

__ADS_1


Sesampainya di apartemen, tiba-tiba Agatha pingsan.


"Sayang" ucap Piter.


"Ada apa? dengan Alex tuan" ucap Xena, dari belakang.


"Kau siapa? cepat bantu aku siapkan air hangat dan bubur untuk Agatha" ucap Piter yang mengira bahwa Xena, adalah asisten pribadi Agatha.


"Ya tuan" ucap Xena yang juga panik.


Kini waktu sudah sangat petang dokter datang dan kini tengah memeriksa Agatha, Xena menyiapkan bubur yang dia beli secara online dengan segala toping yang tersedia dan juga air hangat dia langsung bergegas menuju kamar Agatha dan meletakkan bubur tersebut yang kini berada di atas nampan.


Agatha masih belum sadarkan diri setelah dokter bilang hanya perlu beberapa menit setelah cairan infus masuk beserta obat yang disuntikkan kedalam nya, tapi hingga saat ini, Agatha belum juga bangun hingga bubur tersebut sudah dingin.


Piter kembali meminta dokter tersebut, kembali memeriksa Agatha tapi dokter angkat tangan dia menyarankan agar Agatha, dirawat di rumah sakit, dan itu artinya mau tak mau Agatha harus segera dilarikan ke rumah sakit.


Seluruh keluarga bahkan sudah berada di sana saat Agatha datang dibawa dengan ambulans, Anggita merawat putri bungsu nya itu dengan sangat telaten, beberapa hari ini karena kesibukannya dia lupa jika putri nya tidak menjaga kesehatan nya dengan baik.


"Sayang, bangun mommy disini katakan pada mommy bagian mana lagi yang sakit hingga kamu tidak mau membuka mata"ucap Anggita.


Sementara itu, di sebuah bandara seseorang yang baru saja menerima laporan bahwa Agatha tidak sadarkan diri, sedari kemarin.


Pria itu langsung menelpon seseorang untuk memperlihatkan kondisi agatha saat ini.


Tidak butuh lama kiriman Vidio dari rekaman Cctv kamar rawat Agatha, menunjukkan gadis yang kini berbaring lemah disampingnya dikelilingi oleh beberapa orang keluarga nya.


"Agatha, bangun honey, aku tidak akan membiarkan mu seperti ini terus."ucap Kristofer.


Hingga akhirnya Agatha membuka mata, saat video itu sudah berakhir di lihat oleh Kristofer, pria itu tidak sempat melihat Agatha, siuman.


"Agatha sayang kamu sudah bangun sayang" ucap Anggita yang kini langsung memeluk anak gadis kesayangan nya itu.


"Sayang Oma"ucap Ariana rose,sang Oma yang sedari tadi harap-harap cemas.


"Agatha, terus menatap lekat wajah cantik dari wanita lajut usia itu, sang Oma tercinta yang selalu menjadi cinta sejati dari opah tercinta nya itu, yang tadi sudah meminta Agatha untuk terus hidup dan menjaga cinta sejati nya di dunia ini.


Saat Agatha tidak sadarkan diri dia bertemu dengan opah nya yang sangat tampan dan gagah meskipun sudah tidak muda lagi dan dia sudah berada di suatu tempat yang sangat indah saat, Agatha datang ke tempat itu dan memeluk sang Opah juga mengadukan nasibnya, pria itu terus meminta Agatha untuk tetap bertahan hidup dan menjaga sang Oma, tercinta.


"Oma...opah bilang dia sangat mencintai Oma, sampai kapan pun"ucap Agatha.


"Oma tau sayang Opah tampan kita masih hidup di sini, di tempat terindah yang Oma miliki" ucap sang Oma, yang menunjuk pada dada bagian kirinya.


"Heumm, Oma betul opah adalah malaikat tanpa sayap di hati kita" ucap Agatha.


"Maka Agatha, harus mencontoh kekuatan dan kegigihan opah, dia tidak pernah menyerah hingga akhir hidupnya, sampai saat ini opah tetap bersama dengan kita"ucap Ariana.


"Oma betul"ujar Agatha.


"Daddy jadi cemburu, kalian terus membanggakan opah, sementara Daddy dilupakan" ucap Alvin pura-pura merajuk meskipun di hati Alvin, sang Daddy lebih dari segalanya.


"Alah Daddy juga sangat tampan tapi sayang Daddy tidak sekuat opah"ucap Agatha sambil pura-pura kesal.


"Awas saja jika nanti minta bobo bareng' mommy dan Daddy, Daddy gak mau" ucap Alvin yang kini masih pura-pura merajuk.


"Agatha sudah besar Daddy" ucap Agatha.


" Apa? itu benar Oma, perasaan baru kemarin putri ku minta disuapi makan"ucap Alvin.


"Sayang kamu jangan seperti itu"ucap Ariana.


"Mommy putri ku merajuk"ucap Alvin.


"Heumm, kalian berdua adalah kesayangan ku, bahkan kalian semua, tanpa kalian Oma, tidak bisa bertahan, maka kalian semua harus terus saling menjaga satu sama lain nya, hingga kita tutup usia nanti"ucap Agatha.


Agatha kini tengah duduk bersandar sambil disuapi oleh Anggita dan Oma nya selalu setia menemani gadis itu disisinya selama dia sakit.


Xena sendiri kini masih duduk di sofa bersama dengan NATO, yang sedari tadi memandang ke arah gadis, yang dia pernah temui di suatu tempat, gadis itu begitu mirip dengan seseorang yang ia kenal dulu saat ia kuliah di Jerman, ya gadis Melayu yang selalu mengajarkan kebaikan padanya, hingga membuat dia mampu melupakan Agnes.


Tapi dengan versi berbeda, jika yang satu itu begitu santun dan terpelajar,maka yang ini terlihat urakan.


"Siapa? kamu"

__ADS_1


__ADS_2